Marketing vs Advertising : Apa Bedanya?
Blog Digital Marketing Marketing vs Advertising : Apa Bedanya?

Marketing vs Advertising : Apa Bedanya?

Marketing dan advertising merupakan dua hal yang sering muncul dalam dunia bisnis. Sudahkah Anda tahu perbedaan, tujuan, cara kerja dari keduanya?

Namun sebelum membahas lebih lanjut mengenai Marketing vs Advertising, Anda dapat simak pada pembahasan berikut ini secara satu per satu per sub bagian pembahasan agar memudahkan Anda dalam memahaminya.

 

Isi Artikel :

 

 

 

 

 

Apa Itu Advertising?

 

marketing-vs-advertising

Advertising merupakan periklanan. Iklan adalah pesan baik tulisan maupun visual yang bertujuan untuk mempromosikan produk. 

Tujuan utamanya yaitu agar dapat mengajak para audiens supaya membeli produk atau layanan jasa Anda. Di samping itu, Anda juga dapat dalam memaksimalkan advertising dalam beberapa hal sebagai berikut :

  • Dapat meningkatkan brand awareness
  • Salah satu cara dalam memperkuat brand identity
  • Solusi dalam memasarkan produk sesuai buyer persona yang tepat
  • Solusi dalam memaksimalkan penjualan produk yang sudah ada dan mengenalkan produk baru
  • Solusi dalam pembeda dari brand kompetitor.

 

Jenis-Jenis Online Advertising

Nah, iklan yang biasa kita ketahui adalah hasil dari advertising yang berbentuk bisa bermacam-macam, baik berupa offline maupun online. 

Sebelum berkembangnya internet, advertising offline merupakan iklan yang mendapatkan banyak perhatian dan digunakan oleh para pebisnis. Misalnya iklan dalam bentuk billboard, spanduk, iklan tv, dan lain sebagainya. 

Namun, advertising offline biasanya mempunyai tantangan lebih yaitu :

  • Sulit dalam mengukur seberapa efektif iklan tersebut
  • Sulit dalam memastikan iklan tepat sasaran
  • Iklan perlu ditampilkan di tempat yang strategis
  • Biaya yang dikeluarkan cenderung mahal
  • Terdapat ongkos pembuatan sarana iklan

Dengan beberapa alasan diatas, hal ini dapat menjadikan online advertising sebagai solusi masa kini dan juga lebih diminati karena dapat :

  • Dapat menjangkau pangsa pasar lebih luas 
  • Dapat memfokuskan target iklan
  • Jenis ads yang memiliki banyak ragam
  • Berpotensi untuk menghemat waktu dan tenaga
  • Biaya yang dikeluarkan juga lebih terjangkau, dll.

Nah, dengan segala kelebihannya, pada pembahasan ini kita berfokus pada online advertising.

Karena semakin berkembang dan diminati, bentuk online advertising ini juga semakin banyak macamnya. Contohnya, Google Ads, Google Display Network, Google Shopping, dll.

Untuk lebih lengkapnya, berikut jenis-jenis online advertising!

 

1. Direct Advertising

Direct advertising artinya pemasang iklan dapat menghubungi langsung pemilik media dalam memasang iklan.

Biasanya ditandai dengan tombol khusus advertising pada website.

Kelebihannya, proses direct advertising ini terbilang cukup cepat, karena Anda bisa menghubungi langsung pemilik blog atau website.

Kekurangannya, Anda perlu berusaha lebih dalam melakukan manajemen advertising jenis ini. Mulai dari upaya proses menghubungi pemilik blog, negosiasi, sampai memantau seberapa berhasilnya iklan yang Anda kerjakan. Jadi upaya-upaya tersebut harus dilakukan secara manual.

 

2. Self-Service Advertising

Self-service advertising dapat Anda terapkan jika Anda menginginkan membangun iklan secara mandiri, caranya hanya perlu memasang iklan pada website Anda sendiri.

Ada beberapa kelebihan pada advertising jenis ini, yaitu:

  • Lebih murah, karena Anda tidak perlu membayar pihak lain
  • Bebas mengatur seberapa besar iklan yang ingin Anda pasang
  • Anda juga dapat memasang iklan di halaman apa saja pada website Anda
  • Iklan menjadi fleksibel serta dapat diubah kapanpun Anda mau.

Sedangkan pada sisi kekurangannya, Anda perlu memperhatikan pada setiap prosesnya. Contohnya dari desain iklan, menentukan copywriting, dsb.

 

3. Display Advertising

Display ads adalah iklan yang tertampil pada sebuah halaman website dan umumnya pada website-website yang ditargetkan. Biasanya Anda dapat langsung dikenali saat Anda membuka website dan memiliki beberapa iklan.

Kelebihannya, iklan Anda bisa dilihat langsung oleh konsumen saat membuka suatu halaman website, sehingga semakin membantu dalam meningkatkan brand awareness. 

Selain itu, display ads juga bisa menjangkau banyak orang sekaligus. Kinerjanya pun terbilang efektif dengan penggunaan metode pelacakan cookie, yang dapat membantu iklan lebih tepat sasaran.

Namun kekurangan yang harus Anda tahu adalah tampilan dan ukuran iklan dapat mengganggu pengalaman pengunjung ketika berselancar pada halaman website.

Nah, display ads juga mempunyai platform khusus yang dapat Anda gunakan, yaitu Google Display Network (GDN). Bukan hanya berupa gambar, Anda juga bisa beriklan dengan format teks dan gif.

 

4. Social Media Advertising

Social media advertising merupakan iklan yang berfokus pada meningkatkan konversi atau sales di media sosial. 

Keunggulannya, iklan Anda bisa mendapat kesempatan agar dilihat oleh banyak orang secara cepat. Hal ini karena tingginya pengguna media sosial di wilayah Indonesia yang berjumlah sekitar 170 juta. 

Selain itu, sudah banyak social media yang mempunyai platform advertising sendiri, jadi Anda hanya cukup melakukan sedikit konfigurasi. Mulai dari penargetan, jenis iklan, konten iklan, pembayaran, sampai pada pelaporan tersedia otomatis.

Beberapa contoh social media yang mempunyai platform advertising adalah:

  • Facebook Ads – Penempatan iklan biasanya tertampil pada bagian beranda atau sidebar, serta terdapat beberapa jenis iklan dan ukuran banner yang berbeda. 
  • Instagram Ads – Berada di bawah pengelolaan Facebook Ads Manager, iklan dapat ditampilkan pada bagian feed dan stories Instagram. 
  • Twitter Ads – Iklan yang dapat menggunakan teknik copywriting. 
  • LinkedIn Ads – Cocok fokus pada pasar B2B. 
  • TikTok Ads – Platform ini memiliki pertumbuhan yang pesat di Indonesia dan terdapat beberapa pilihan jenis ads yang bisa digunakan.

 

5. Paid Search Advertising

Paid search advertising adalah iklan yang ditampilkan pada mesin pencari. 

Tujuannya adalah ketika konsumen mencari suatu produk, maka yang muncul pada halaman pencarian adalah website Anda. Karena itu, paid search ini sangat berhubungan dengan kata kunci atau keyword produk.

Sebagai contoh, seseorang ingin mencari unlimited hosting yang dibanderol dengan harga terjangkau. Maka, ketika konsumen mencari pada Google, akan bertemu iklan pada halaman penelusuran Google.

Kelebihan menggunakan media ini adalah, paid search banyak digunakan dan telah terbukti keberhasilannya, yaitu: 

  • Kemungkinan muncul pada halaman pertama Google dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen. 
  • Konversi yang dihasilkan lebih terukur. Contohnya jumlah klik, impresi, hingga akhir ke pembelian. 
  • Terdapat dashboard khusus yang digunakan untuk memasang, mengelola, dan juga mendapatkan laporan advertising.

 

6. Video Advertising

Jika di sektor offline Anda dapat mengenal iklan tv, maka di wilayah online kita menyebutnya sebagai video advertising. 

Bedanya, advertising dengan format video ini tidak memiliki batas pada satu media saja, Tapi  dapat dijalankan di beberapa media sekaligus. Contohnya, YouTube, Instagram, TikTok, Influencer dll.

 

7. Native Advertising

Native Ads adalah salah satu online advertising yang berbentuk konten berbayar dengan memiliki tampilan yang mirip konten pada satu halaman sebuah website. Biasanya ditandai dengan keterangan kecil yaitu berupa tanda Ad atau Sponsored.

 

Apa Itu Marketing ?

 

marketing-vs-advertising

Marketing adalah proses yang berupaya dalam menarik perhatian dan memperkenalkan produk kepada pelanggan. 

Proses ini merupakan sebuah program besar yang terdiri dari tiga tahap, yaitu awareness, consideration, dan decision.

Sedangkan advertising bertujuan untuk mengajak konsumen dalam membeli produk atau layanan. Nah, posisi advertising ini memiliki kaitan erat dengan penjualan/sales/decision pada bagian proses marketing.

Jadi, kesimpulannya, advertising adalah bagian dari marketing.

 

Marketing vs Advertising: 5+ Perbedaan yang Wajib Anda Tahu

 

marketing-vs-advertising

Pada dasarnya, marketing dan advertising mempunyai tujuan utama yang sama yaitu upaya dalam membantu meningkatkan penjualan.

Berikut untuk perbedaan marketing vs advertising yang perlu Anda ketahui.

1. Marketing

  • Pengertian : Pemasaran
  • Posisi : Program yang menaungi advertising
  • Cara kerja : Membangun  brand awareness, brand identity, content marketing, dan juga mendapatkan leads
  • Penempatan : Dapat dilakukan dimana saja baik gratis ataupun berbayar, contoh: landing page, blog, podcast, ebook, dll.
  • Tujuan : Proses secara umum dalam upaya membangun tiga tahap marketing: awareness > consideration > decision.
  • Tolak ukur keberhasilan : Kualitatif/tidak dapat dihitung melalui angka, tapi dapat diukur dari beberapa aspek, contohnya: brand awareness, community marketing, dll.

 

2. Advertising

  • Pengertian : Periklanan
  • Posisi : Bagian dari marketing
  • Cara kerja : Menyebarkan berita atau promosi yang ditawarkan sampai konsumen terbujuk melakukan hal yang diminta 
  • Penempatan : Dapat dilakukan pada media atau platform berbayar, contoh: Google Ads, LinkedIn Ads, Instagram Ads, billboard, iklan televisi, dll.
  • Tujuan : Salah satu taktik agar penjualan tercapai. 
  • Tolak ukur keberhasilan : Kuantitatif atau dapat dihitung dengan angka penjualan yang berasal dari iklan.

Kesimpulan

Dari beberapa perbedaan di atas, dapat disimpulkan bahwa advertising merupakan bagian dari proses marketing. Walaupun begitu, advertising memiliki peranan yang penting karena bertujuan dalam proses pencapaian penjualan atau sales.

Advertising yang bagus juga merupakan solusi jitu dan dapat digunakan dalam meningkatkan penjualan. Di mana hal itu semua bisa diperoleh dari strategi digital marketing yang terencana.

Semoga bermanfaat

Kemudian agar Anda dapat juga mengikuti informasi artikel lainya, Anda dapat mengunjungi halaman website IDwebhost pada bagian blog IDwebhost.

Kabar lainnya, Anda dapat memilih hosting terbaik pilihan dari IDwebhost dan domain lengkap beserta promo didalamnya yang dapat digunakan untuk keperluan bisnis online Anda. 

Tidak lupa juga jika Anda memerlukan layanan jasa pembuatan website, Anda juga bisa menggunakan layanan dari wunik atau IDwebhost.

Webhosting ya IDwebhost Aja, Salam!

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’AmourAktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.