5 Situs Selain Etsy buat Ekspor Produk Handmade, Coba Yuk!

5 Situs Selain Etsy buat Ekspor Produk Handmade, Coba Yuk!

Waktu membaca menit

Diposting pada 20 Agu 2026

Punya produk handmade yang siap go international? Selain Etsy, ada beberapa situs jualan produk handmade yang bisa kamu coba, seperti Amazon Handmade, eBay, Alibaba, Bonanza, dan Goimagine. Artikel ini membahas kelebihan, kekurangan, biaya, hingga tips memilih platform yang paling cocok.

Kenapa Perlu Alternatif Etsy untuk Jualan Produk Handmade?

Etsy memang sudah lama menjadi salah satu marketplace handmade internasional paling populer. Platform ini membantu banyak kreator menemukan pembeli dari berbagai negara tanpa harus membangun toko online dari nol.

Tapi, ada satu hal yang sering luput diperhitungkan seller: ketergantungan pada satu marketplace bisa menggerus margin sekaligus meningkatkan risiko bisnis.

Biaya marketplace adalah salah satu yang harus dipertimbangkan saat jualan di Etsy. Platform ini mengenakan:

  • Listing fee: $0,20 per produk
  • Transaction fee: 6,5% dari total penjualan
  • Payment processing fee (berbeda tiap negara)
  • Biaya tambahan jika menggunakan iklan

Jika ditotal, biaya operasional bisa semakin besar, terutama saat penjualan mulai meningkat.

Baca Juga: Jualan di Etsy Laris Tanpa Sosmed? Ini Rahasia Organiknya!

Bagi UMKM handmade yang marginnya belum terlalu tebal, komisi marketplace online seperti ini tentu perlu masuk kalkulasi sejak awal. Apalagi kalau targetnya ekspor produk UMKM dengan volume penjualan yang terus meningkat.

Belum lagi perubahan kebijakan. Untuk seller internasional, aturan terkait biaya operasional, bea masuk, hingga pengiriman lintas negara bisa ikut memengaruhi biaya jualan online.

Artinya, bukan berarti kamu harus langsung meninggalkan Etsy. Justru strategi yang lebih aman adalah diversifikasi.

Gunakan Etsy sebagai:

  • Kanal untuk mendapatkan pembeli baru
  • Sarana validasi produk di pasar global

Lalu, bangun kanal lain seperti:

  • Marketplace tambahan
  • Social media
  • Website toko online sendiri

Model hybrid ini membuat bisnis tidak bergantung pada satu platform saja, sehingga lebih stabil dalam jangka panjang.

Nah, kalau kamu sedang mencari marketplace pengganti Etsy, berikut beberapa pilihannya.

Baca Juga: 15 Tips Keamanan Toko Online WooCommerce yang Wajib Dicoba

5 Situs untuk Jualan Produk Handmade ke Luar Negeri

situs jualan produk handmade

Selain Etsy, berikut ini lima situs terkenal yang bisa kamu manfaatkan untuk jualan produk handmade ke luar negeri. 

#1. Amazon Handmade

Kalau produk handmade kamu sudah siap produksi lebih stabil dan cocok untuk gift market, Amazon Handmade bisa jadi langkah naik level.

Platform ini masih bagian dari ekosistem Amazon, jadi kamu otomatis dapat “bonus” berupa kepercayaan brand Amazon dan jangkauan pasar global yang sangat besar. Biaya utamanya adalah referral fee sekitar 15%, dan untuk artisan tertentu biaya bulanan seller profesional bisa dibebaskan.

Enaknya, kamu bisa langsung menjangkau buyer yang sudah terbiasa belanja cepat dan praktis di Amazon. Tapi konsekuensinya juga jelas: proses approval cukup ketat karena Amazon ingin memastikan produk benar-benar handmade, bukan mass product.

Selain itu, aturan branding juga lebih rigid dibanding website sendiri, jadi ruang storytelling brand agak terbatas.

Cocok untuk: seller handmade dengan kualitas tinggi, produk stabil, dan siap handle order dalam jumlah besar.
Tips: jangan remehkan visual. Foto produk yang clean, detail, dan profesional itu wajib kalau mau bersaing di Amazon Handmade.

#2. eBay

Kalau kamu butuh exposure global yang luas, eBay masih jadi salah satu opsi kuat untuk jualan produk handmade.

Dulu eBay identik dengan lelang, tapi sekarang sudah berkembang jadi marketplace global untuk berbagai kategori, termasuk craft dan handmade. Basis penggunanya juga besar, sekitar 159 juta active buyers, jadi peluang ketemu pembeli internasional cukup tinggi.

Untuk kategori crafts, fee umumnya sekitar 12,7% + $0,30 per transaksi (bisa berbeda tergantung akun dan kebijakan terbaru eBay). Plus, ada dukungan Global Shipping Program yang memudahkan pengiriman lintas negara.

Tantangannya? Kompetisi harga cukup ketat. Produk handmade kamu bisa bersaing langsung dengan produk mass production yang jauh lebih murah.

Cocok untuk: produk unik, handmade one-of-a-kind, atau craft dengan nilai artistik tinggi.

#3. Alibaba

Berbeda dari marketplace handmade biasa, Alibaba lebih fokus ke B2B dan perdagangan global skala besar.

Artinya, kamu bukan hanya jualan ke end customer, tapi juga bisa ketemu buyer grosir, distributor, atau reseller dari luar negeri.

Menariknya, tidak ada biaya pendaftaran atau komisi penjualan di banyak skema, tapi kamu tetap harus memperhitungkan biaya logistik dan pricing internasional.

Kelebihannya jelas: jangkauan global sangat luas. Tapi karena sifatnya B2B, proses negosiasi biasanya lebih panjang dan buyer sering minta volume besar.

Cocok untuk: produsen handmade yang ingin scale up ke wholesale atau ekspor dalam jumlah besar.

#4. Bonanza

Kalau kamu cari alternatif Etsy yang lebih fleksibel, Bonanza bisa jadi opsi menarik.

Platform ini punya fitur integrasi dengan eBay, Amazon, bahkan Etsy, jadi kamu bisa sinkronisasi produk lebih mudah tanpa ribet input manual.

Biayanya juga cukup ringan: ada setup fee sekitar $14,99, lalu $0,25 per transaksi (tanpa membership aktif) dan final value fee sekitar 3,5%.

Kelebihannya ada di fleksibilitas dan fitur advertising. Tapi kekurangannya cukup jelas: traffic organik Bonanza belum sebesar marketplace besar lain.

Cocok untuk: seller yang sudah punya traffic dari Instagram, TikTok, atau website sendiri.

#5. Goimagine

Goimagine punya positioning unik: marketplace khusus handmade dengan fokus komunitas dan nilai sosial.

Platform ini melakukan kurasi ketat supaya produk massal tidak masuk. Ada paket gratis dengan 12 listing, dan paket berbayar dengan unlimited listing serta fee lebih rendah.

Tapi ada satu catatan penting: Goimagine hanya tersedia untuk seller berbasis di Amerika Serikat.

Jadi untuk seller Indonesia, platform ini belum bisa dipakai langsung. Meski begitu, konsepnya menarik karena menunjukkan bagaimana niche marketplace bisa tumbuh lewat komunitas, bukan sekadar volume.

Cocok untuk: referensi model marketplace handmade berbasis komunitas dan social impact.

Bagaimana dengan Website Toko Online Sendiri?

Marketplace memang bagus untuk dapat traffic cepat, tapi kalau kamu serius membangun bisnis handmade jangka panjang, website toko online sendiri itu wajib dipertimbangkan.

Website bukan sekadar “pelengkap”, tapi fondasi utama yang membuat brand kamu lebih stabil dan tidak bergantung pada algoritma marketplace.

Kenapa?

Pertama, kamu tidak lagi “terkunci” biaya komisi marketplace di setiap transaksi.
Dengan website, biaya utama hanya domain dan hosting, jadi margin bisa lebih sehat terutama untuk repeat order. 

Dalam jangka panjang, ini sangat terasa karena setiap penjualan tidak lagi terpotong fee platform yang terus berjalan.

Kedua, branding jadi 100% milik kamu.
Produk handmade itu kuat di storytelling, siapa pembuatnya, prosesnya, bahan yang dipakai, sampai value di balik produk. Semua ini jauh lebih leluasa ditampilkan di website dibanding marketplace yang formatnya seragam. 

Kamu bisa membangun halaman “About”, cerita brand, hingga visual yang benar-benar mencerminkan identitas bisnismu.

Ketiga, kamu punya kontrol data pelanggan.
Email, behavior, hingga histori pembelian bisa kamu kelola untuk email marketing, loyalty program, atau retargeting (tentu tetap sesuai aturan privasi). Data ini sangat penting karena memungkinkan kamu menjual ulang ke pelanggan lama tanpa harus selalu bayar iklan.

Keempat, website itu aset SEO jangka panjang.
Setiap halaman produk, blog, dan landing page bisa dioptimasi untuk keyword seperti produk handmade, jual kerajinan tangan online, atau ekspor produk UMKM, sehingga traffic organik dari Google bisa terus masuk tanpa biaya iklan besar. Semakin lama website aktif, semakin besar potensi traffic yang stabil.

Dan kalau bisnis kamu berkembang ke arah B2B, website juga bisa ditingkatkan jadi katalog wholesale, halaman inquiry, sampai form khusus buyer internasional. Ini membuat brand kamu terlihat lebih profesional di mata calon partner luar negeri.

Gabungkan Website dengan Social Media Marketing

Punya website bukan berarti kamu harus meninggalkan marketplace atau media sosial. Justru kombinasi ketiganya bisa menjadi strategi yang lebih kuat.

Instagram dapat digunakan untuk menampilkan visual produk, Reels untuk menunjukkan proses pembuatan, dan Stories untuk membangun interaksi dengan calon pelanggan. 

Pinterest juga menarik karena karakter penggunanya cenderung visual dan pencarian berbasis keyword.

Sementara itu, TikTok bisa dimanfaatkan untuk konten behind the scenes, proses pembuatan produk, tutorial, sampai live selling. 

Facebook Marketplace dan Facebook Groups juga dapat digunakan untuk menjangkau komunitas tertentu.

Alurnya bisa dibuat sederhana:

Social media → landing page/website → checkout → database pelanggan → repeat order.

Dengan begitu, media sosial berfungsi sebagai sumber awareness dan traffic, sedangkan website menjadi pusat transaksi serta aset digital milik bisnis.

Bingung Pilih Platform? Perhatikan Dulu 5 Hal Ini

situs jualan produk handmade

Sebelum mendaftar ke platform baru, jangan cuma melihat jumlah penggunanya. Gunakan cara memilih platform jualan berikut agar keputusanmu lebih terukur.

Hitung Struktur Biaya dan Komisi Marketplace

Bandingkan listing fee, transaction fee, payment processing, biaya iklan, hingga biaya tambahan lainnya. Komisi paling kecil belum tentu menghasilkan profit terbesar kalau traffic-nya juga kecil.

Sesuaikan dengan Target Pasar

Cari tahu negara mana yang ingin kamu tuju. Karakter buyer Amerika, Eropa, dan Asia bisa berbeda. Pastikan platform yang dipilih memang punya audiens yang relevan dengan produkmu.

Cek Pengiriman dan Bea Cukai

Untuk ekspor produk UMKM, urusan logistik sama pentingnya dengan marketing. Periksa dukungan pengiriman internasional, label, tracking, hingga mekanisme bea masuk dan pajak di negara tujuan.

Perhatikan Tingkat Kompetisi

Marketplace besar memang punya traffic tinggi, tetapi kompetisinya juga padat. Hitung apakah produkmu punya peluang ditemukan secara organik atau harus terus mengandalkan iklan.

Pertimbangkan Branding dan Data Pelanggan

Semakin besar bisnis berkembang, semakin penting kontrol branding dan kontrol data pelanggan.

Kalau platform tidak memberikan ruang yang cukup untuk membangun hubungan jangka panjang dengan customer, website sendiri bisa menjadi pelengkap yang sangat berharga.

Kesimpulan

Etsy tetap bisa menjadi kanal yang efektif untuk menemukan pembeli internasional. Namun, mengandalkan satu marketplace saja bukan strategi yang ideal untuk bisnis handmade jangka panjang.

Amazon Handmade, eBay, Alibaba, dan Bonanza bisa dipertimbangkan sesuai target pasar dan model bisnis. Sementara Goimagine lebih cocok dipandang sebagai referensi marketplace niche karena saat ini berfokus pada seller berbasis Amerika Serikat.

Yang paling penting, jangan hanya berpikir tentang situs jualan produk handmade. Pikirkan juga bagaimana membangun aset digital yang sepenuhnya kamu kontrol.

Website toko online sendiri bisa menjadi pusat brand, katalog, transaksi, SEO, sekaligus landing page pemasaran produk handmade. Marketplace dan social media kemudian berperan sebagai kanal untuk mendatangkan calon pelanggan.

Kalau kamu ingin membawa bisnis handmade ke pasar global dengan brand yang lebih profesional, Jasa Pembuatan Website dari IDwebhost bisa menjadi langkah awal untuk membangun toko online sendiri tanpa harus mulai semuanya dari nol.