Apa Itu Google Search Profile? Begini Cara Pasang Badge-nya
Makin banyak pertanyaan terjawab langsung lewat AI Overviews, sehingga klik ke website pun berkurang. Di tengah situasi itu, Google meluncurkan Search Profile, halaman yang menyatukan konten website dan media sosialmu. Lalu, apa itu Google Search Profile dan bagaimana cara memasang badge-nya di website? Simak penjelasan lengkap fungsi, manfaat, dan caranya di sini.
Apa Itu Google Search Profile?
Google Search Profile adalah halaman profil di Google yang mengumpulkan konten website dan berbagai platform sosial milik publisher atau kreator dalam satu tempat. Kalau kamu mengelola website sekaligus beberapa akun media sosial, halaman ini membantu audiens menemukan semuanya tanpa harus mencari satu per satu.
Kamu bisa menghubungkan website, YouTube, Instagram, TikTok, X, dan Facebook ke profil tersebut. Hasilnya, pengunjung cukup membuka satu halaman untuk melihat artikel, video, dan postingan terbaru. Profil ini bisa ditemukan lewat Google Search, Knowledge Panel, Google Discover, atau URL langsung dengan format:
https://profile.google.com/@handle
Baca Juga: Download File Canva Lewat Link, Ternyata Begini Caranya!
Fitur ini diluncurkan Google pada 4 Juni 2026, awalnya untuk publisher dan kreator dengan audiens cukup besar. Perlu dicatat, ketersediaannya masih bertahap dan awalnya dibuka di Amerika Serikat, jadi cek dulu apakah profilmu sudah bisa diklaim.
Lalu pada 16 September 2026, Google menambahkan dokumentasi untuk Search Profile Badge, yaitu tombol atau tautan di website yang mengarahkan pengunjung ke profil tersebut. Jadi, profil adalah tujuannya, sedangkan badge adalah jalan masuk dari websitemu.
Setelah sampai di profil, pengunjung bisa menekan tombol Follow on Google. Menurut Google, konten dari sumber yang terhubung ke profil yang diikuti punya peluang lebih besar muncul di Discover mereka. Artinya, badge membantu mengubah pengunjung sekali lewat menjadi pengikut.
Baca Juga: IG, TikTok, & YouTube: Begini Cara Medsos Muncul di Google
Fungsi Google Search Profile untuk Website

Lalu, apa fungsi Google Search Profile untuk website? Fitur ini bukan halaman profil tambahan, tetapi membantu menghubungkan website, media sosial, dan audiens dalam satu ekosistem Google.
Menjadi Pusat Konten Lintas Platform
Punya website, YouTube, Instagram, TikTok, atau X? Search Profile bisa menyatukan kanal tersebut dalam satu halaman. Audiens lebih mudah mengenali bahwa platform itu bagian dari brand atau personal brand yang sama.
Memudahkan Audiens Mengikuti Konten
Di sini tombol Follow Google berperan. Setelah membuka Search Profile, audiens dapat memilih Follow on Google untuk mengikuti profilmu. Menurut Google, konten dari sumber yang terhubung ke profil yang diikuti berpeluang muncul di Google Discover. Namun, ini bukan jaminan karena Discover tetap menggunakan sistem rekomendasi yang dipersonalisasi.
Memperkuat Brand Visibility di Google
Search Profile membantu memperjelas identitas brand. Website, artikel, video, dan akun sosial yang terhubung dapat tetap tampil dalam satu profil, sehingga audiens memiliki rujukan yang lebih jelas saat mencari brand atau creator.
Mengubah Pengunjung Menjadi Audiens Berulang
Di tengah perkembangan AI Overviews, mendapatkan satu klik dari Google bukan lagi satu-satunya tujuan. Search Profile menawarkan jalur lain untuk membangun audiens yang mengikuti konten berikutnya melalui Discover.
Bukan Trik untuk Menaikkan Ranking
Search Profile dan badgenya bukan faktor ranking SEO langsung. Jadi, pemasangan badge tidak otomatis meningkatkan posisi website atau organic traffic. Nilai utamanya ada pada distribusi konten, hubungan dengan audiens, dan penguatan identitas brand. Karena itu, Search Profile sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap strategi SEO, bukan penggantinya.
Siapa yang Bisa Menggunakan Search Profile?
Untuk saat ini, Google menyatakan Search Profile tersedia di Amerika Serikat dan ditujukan bagi creator atau publisher yang memenuhi persyaratan tertentu.
Salah satu syarat terbarunya adalah memiliki minimal 10.000 subscriber atau follower pada setidaknya satu platform yang didukung: YouTube, Instagram, X, atau TikTok. Pengguna juga harus memenuhi persyaratan usia dan kebijakan konten Google.
Jika Google sudah membuat Search Profile secara otomatis untuk identitasmu, profil tersebut dapat diklaim melalui halaman klaim Google.
Cara Klaim Google Search Profile
Secara umum, cara klaim Google Search Profile dimulai dengan memeriksa apakah Google sudah membuat profil untuk nama atau brand kamu.
- Buka Google Search dan cari nama atau handle brand.
- Periksa Knowledge Panel atau hasil yang menampilkan profil.
- Pilih opsi View Search Profile jika tersedia.
- Alternatifnya, buka halaman klaim Search Profile di Google.
- Login menggunakan akun Google yang terkait dengan platform konten.
- Ikuti proses verifikasi yang diminta Google.
- Setelah berhasil, lengkapi bio, tautan sosial, dan informasi profil.
Google juga menyediakan opsi untuk mengelola hingga 10 profil berbeda untuk brand atau identitas yang memenuhi syarat melalui satu akun Google.
Cara Memasang Badge Google Search Profile di Website

Setelah Search Profile berhasil diklaim, tahap berikutnya adalah memasang badge di website.
Berikut cara memasang badge Google Search Profile di website:
- Pastikan Search Profile sudah diklaim.
Jangan memasang badge sebelum profil tersedia dan URL-nya sudah benar. - Temukan URL Search Profile.
Formatnya adalah:https://profile.google.com/@handle - Download aset badge resmi dari Google.
Gunakan aset yang disediakan Google Search Central agar logo dan tampilannya sesuai pedoman brand. - Tambahkan kode HTML ke website.
Contohnya:
<a href="https://profile.google.com/@example"
aria-label="Find us on Google Search">
<img src="/path/to/google-search-badge.svg" alt="Google Search">
</a>
- Gunakan tautan teks jika lebih sesuai dengan desain.
Untuk byline artikel, newsletter, atau bio, kamu bisa menggunakan:
<a href="https://profile.google.com/@example">
Find us on Google Search
</a>
Kalau Menggunakan WordPress
Untuk website WordPress, kode badge bisa ditempatkan melalui Custom HTML widget, footer, atau area author box, tergantung struktur tema yang digunakan.
Untuk website personal brand, area author box bisa menjadi lokasi yang masuk akal karena konteksnya langsung berkaitan dengan identitas pembuat konten. Jika website menggunakan page builder, prinsipnya sama: tambahkan elemen HTML atau link yang mengarah ke URL Search Profile.
Setelah dipasang, jangan lupa cek tampilannya di desktop dan mobile.
Panduan Penempatan Badge yang Perlu Diperhatikan
Google memberikan beberapa aturan sederhana untuk menjaga badge tetap mudah digunakan dan tidak mengubah identitas visualnya.
- Pastikan area klik memiliki ukuran yang memadai: minimal 48 × 48 dp di Android atau 44 × 44 px di iOS dan web.
- Jangan meregangkan, memutar, atau mengubah warna logo Google.
- Jangan mencampur badge monokrom dengan aset berwarna secara sembarangan.
- Jika menggunakan Search Profile Badge bersama Preferred Sources badge, berikan penekanan yang lebih jelas pada tombol Search Profile.
- Hindari menempatkan badge terlalu dekat dengan CTA utama seperti tombol kontak atau pembelian.
Kesalahan yang sering terjadi justru bukan pada HTML-nya, melainkan pada ekspektasi. Badge bukan tombol ajaib untuk menaikkan ranking.
Jangan pula menganggap jumlah klik badge sama dengan jumlah follower. Pengunjung masih harus membuka profil dan memilih Follow.
Kesimpulan
Google Search Profile memperkenalkan cara baru untuk menghubungkan website, media sosial, video, dan audiens dalam satu identitas di Google. Badge-nya berfungsi sebagai pintu masuk dari website menuju profil tersebut, sehingga pengunjung dapat lebih mudah mengikuti kontenmu.
Untuk SEO, posisikan fitur ini sebagai pelengkap, bukan pengganti strategi organic traffic. Konten yang bermanfaat, website yang cepat dan stabil, struktur SEO yang sehat, serta distribusi konten tetap menjadi fondasi.
Kalau kamu sedang membangun website personal brand, fondasi teknis tersebut tentu perlu dimulai dari hosting yang bisa diandalkan. Hosting Murah dari IDwebhost bisa menjadi salah satu opsi untuk menyiapkan website personal brand tanpa harus memulai dengan biaya infrastruktur yang besar.
Dengan website yang aktif, cepat, dan dikelola secara konsisten, kamu punya rumah digital sendiri untuk mendukung seluruh ekosistem konten, termasuk ketika fitur seperti Google Search Profile mulai tersedia lebih luas di Indonesia.