Pinterest Analytics: Trik Jitu Ukur Dampak Visual Marketing

Pinterest Analytics: Trik Jitu Ukur Dampak Visual Marketing

Waktu membaca menit

Diposting pada 22 Jun 2026

Pinterest Analytics adalah fitur analitik bawaan Pinterest Business yang membantu kamu memahami apakah konten visual yang dibuat benar-benar menghasilkan dampak. 

Di sini, kamu tidak hanya melihat jumlah tayangan, tetapi juga mengetahui bagaimana audiens menemukan, menyimpan, berinteraksi, hingga mengunjungi website dari sebuah Pin. 

Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, keputusan berbasis data menjadi kunci agar strategi tidak berjalan berdasarkan tebakan. 

Melalui Pinterest Analytics, kamu bisa mengidentifikasi konten yang paling efektif, memahami perilaku audiens, dan menemukan peluang optimasi yang sering terlewat. 

Artikel ini akan membahas cara menggunakan Pinterest Analytics, metrik penting yang perlu dipantau, serta tips memanfaatkannya untuk meningkatkan performa digital marketing.

Kenapa Kamu Harus Kuasai Pinterest Analytics?

Berbeda dibanding platform sosial media lain, orang-orang mengakses Pinterest dengan niat mencari ide, merencanakan sesuatu, atau menemukan produk yang sesuai kebutuhan mereka.

Bagi bisnis, data yang tersedia di Pinterest Analytics sangat berharga untuk membantu memahami perilaku audiens dan mengoptimalkan strategi pemasaran.

Membantu Mengoptimalkan Konten Evergreen

Konten di Pinterest umumnya berusia sangat panjang. Sebuah Pin dapat terus muncul di hasil pencarian dan mendapatkan interaksi meskipun sudah dipublikasikan berbulan-bulan lalu. 

Dengan Pinterest Analytics, kamu bisa mengetahui topik, kata kunci, dan jenis konten yang tetap relevan dalam jangka panjang sehingga lebih mudah membuat strategi konten evergreen yang konsisten menghasilkan engagement.

Baca Juga: Panduan SEO Pinterest: Mengapa Toko Online Wajib Pakai?

Menentukan Format Pin yang Paling Efektif

Setiap audiens tentu saja punya preferensi berbeda terhadap format konten. Ada yang lebih tertarik pada gambar vertikal, video pendek, carousel, atau infografis. 

Dengan memantau performa setiap format melalui dashboard Pinterest Analytics, kamu dapat mengetahui jenis visual yang paling banyak menghasilkan klik, Save, dan kunjungan ke website. Hasilnya, proses pembuatan konten menjadi lebih terarah dan efisien.

Menjangkau Audiens dengan Potensi Konversi Tinggi

Pinterest sering digunakan pada tahap awal perjalanan pelanggan, saat mereka sedang mencari ide atau membandingkan pilihan. 

Dengan memantau metrik performa Pin dan kampanye, kamu bisa mengetahui konten mana yang berhasil mendorong klik, kunjungan website, hingga tindakan pembelian. 

Data ini membantu mengarahkan strategi Pinterest untuk digital marketing agar lebih fokus pada konten yang berpotensi menghasilkan konversi.

Baca Juga: Download File Canva Lewat Link, Ternyata Begini Caranya!

Cara Mengakses Pinterest Analytics untuk Pertama Kali

cara menggunakan pinterest analytics

Sebelum membaca data, pastikan akun Pinterest kamu sudah siap digunakan untuk bisnis.

Berikut langkah praktisnya:

Langkah 1: Gunakan Akun Pinterest Business

Pinterest Analytics hanya tersedia untuk akun Pinterest Business. Jika masih menggunakan akun personal, kamu perlu mengubahnya terlebih dahulu.

Dengan akun bisnis, kamu bisa mendapatkan akses ke:

  • dashboard Pinterest Analytics,
  • Pinterest Ads,
  • laporan performa konten.

Langkah 2: Klaim Website Bisnis Kamu

Langkah berikutnya adalah menghubungkan website dengan Pinterest. Pastikan kamu sudah memiliki memiliki website khusus untuk bisnismu. Jika belum, kamu perlu membuat website dibantu tim IDwebhost

Klaim website bisa dilakukan melalui:

  1. Menambahkan tag HTML ke website.
  2. Mengunggah file HTML Pinterest.
  3. Menambahkan TXT record melalui DNS domain.

Setelah website berhasil diklaim, kamu bisa melihat performa Pin yang dibuat dari website tersebut.

Ini penting karena Pinterest tidak hanya membaca Pin yang kamu upload sendiri, tetapi juga konten yang dibuat pengguna lain dari halaman website kamu.

Langkah 3: Pasang Fitur Pendukung Tracking

Agar data lebih lengkap, kamu juga bisa memasang:

  • Pinterest Save Button agar pengunjung mudah menyimpan konten.
  • Pinterest Tag untuk mengukur aktivitas dari iklan.
  • Rich Pins agar informasi produk atau artikel tampil lebih detail.

Panduan Mengakses Pinterest Analytics di Desktop

  1. Login ke akun Pinterest Business.
  2. Klik menu Analytics.
  3. Pilih Overview untuk melihat ringkasan performa.
  4. Gunakan filter tanggal atau tipe konten untuk analisis lebih spesifik.

Di bagian ini kamu juga bisa membuka:

  • Audience Insights untuk memahami audiens.
  • Conversion Insights untuk melihat hasil kampanye.
  • Trends untuk mengetahui topik populer.

Panduan Mengakses Pinterest Analytics di Mobile

  1. Buka aplikasi Pinterest.
  2. Masuk ke halaman profil.
  3. Klik ikon analytics.
  4. Pilih menu Analytics untuk melihat laporan performa.

Perlu diingat, data yang muncul merupakan estimasi berdasarkan aktivitas pengguna.

16 Metrik Pinterest Analytics yang Wajib Dipahami

Memahami angka tanpa tahu maknanya tentu kurang membantu. Berikut metrik utama yang perlu kamu perhatikan.

#1. Impressions

Impressions menunjukkan berapa kali Pin muncul di layar pengguna. Jika impressions tinggi, artinya konten kamu berhasil ditemukan oleh banyak orang. Namun, angka besar ini perlu dikombinasikan dengan metrik lain agar tahu apakah audiens benar-benar tertarik.

#2. Engagements

Engagement menunjukkan jumlah interaksi terhadap Pin, seperti klik dan Save. Metrik ini membantu mengetahui apakah konten kamu berhasil membangun koneksi dengan audiens.

#3. Outbound Clicks

Outbound clicks mengukur berapa banyak orang yang mengklik link tujuan dari Pin menuju website. Bagi bisnis, angka ini sangat penting karena menunjukkan kemampuan Pinterest dalam mendatangkan traffic.

#4. Outbound Click Rate

Metrik ini menghitung persentase klik dibanding jumlah tayangan. Jika angkanya tinggi, kemungkinan besar judul, visual, dan call-to-action kamu sudah relevan.

#5. Pin Clicks

Pin clicks menunjukkan berapa banyak pengguna membuka Pin kamu. Biasanya angka ini meningkat ketika desain visual berhasil membuat orang penasaran.

#6. Pin Click Rate

Metrik ini membantu melihat seberapa menarik Pin ketika muncul di feed pengguna. Semakin tinggi nilainya, semakin besar peluang audiens berinteraksi.

#7. Saves

Save atau penyimpanan adalah salah satu indikator kuat di Pinterest. Ketika seseorang menyimpan Pin, berarti konten tersebut dianggap berguna dan ingin digunakan kembali.

#8. Total Audience

Total audience menunjukkan jumlah pengguna unik yang melihat konten kamu. Berbeda dengan impressions, angka ini menggambarkan jangkauan sebenarnya.

#9. Engaged Audience

Metrik ini melihat jumlah orang yang melakukan tindakan terhadap Pin. Mulai dari klik, Save, hingga interaksi lainnya.

#10. Video Views

Jika kamu menggunakan video Pin, metrik ini menunjukkan seberapa baik video menarik perhatian audiens. Video yang mampu mempertahankan perhatian biasanya punya peluang performa lebih tinggi.

#11. Demographics

Bagian ini memberikan informasi tentang:

  • usia,
  • lokasi,
  • gender,
  • perangkat,
  • minat audiens.

Data ini membantu kamu membuat konten yang lebih sesuai target.

#12. Affinity

Affinity menunjukkan topik yang paling diminati audiens kamu dibanding pengguna Pinterest secara umum. Ini bisa menjadi sumber ide konten baru.

#13. Conversion Insights

Conversion insights membantu melihat dampak bisnis dari aktivitas Pinterest.

Kamu bisa memantau:

  • ROAS,
  • biaya per tindakan,
  • hasil kampanye.

#14. Top Converting Pins

Metrik ini menunjukkan Pin mana yang menghasilkan tindakan terbaik, seperti kunjungan halaman atau pembelian.

#15. Page Visits

Page visits mengukur jumlah kunjungan website yang datang dari Pinterest. Jika tujuan kamu adalah meningkatkan traffic, metrik ini wajib dipantau.

#16. Add to Cart dan Checkout

Untuk bisnis online, dua metrik ini menunjukkan apakah traffic Pinterest benar-benar menghasilkan transaksi. Jika kunjungan tinggi tetapi pembelian rendah, mungkin ada bagian website yang perlu diperbaiki.

Dari Mana Data Pinterest Analytics Berasal?

Banyak pengguna mengira Pinterest Analytics hanya mencatat performa Pin yang mereka unggah sendiri. Padahal, sumber data yang digunakan Pinterest jauh lebih luas.

Berikut beberapa sumber utama data yang masuk ke laporan analytics:

  • Your Pins: Data performa dari Pin yang kamu unggah langsung, dijadwalkan melalui tools pihak ketiga, atau dibuat menggunakan fitur Pinterest.
  • Other Pins: Data dari Pin yang dibuat atau disimpan pengguna lain tetapi mengarah ke website atau domain yang sudah kamu klaim.
  • User Engagement Signals: Mencakup impressions, Pin clicks, saves, outbound clicks, hingga berbagai bentuk interaksi lainnya.
  • Pinterest Tag: Jika Pinterest Tag dipasang di website, kamu bisa melacak tindakan lanjutan seperti pendaftaran, pembelian, hingga pendapatan yang berasal dari Pinterest.
  • Audience Insights: Pinterest juga mengolah data agregat berdasarkan minat, pencarian, board yang dibuat pengguna, serta perilaku mereka di platform.

Inilah alasan kenapa klaim website sangat penting. Semakin lengkap data yang terkumpul, semakin akurat pula analisis yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimalkan strategi Pinterest untuk digital marketing.

Tips Memanfaatkan Data Pinterest Analytics

cara menggunakan pinterest analytics

Data yang didapatkan dari Pinterest Analytics hanya berguna jika digunakan untuk mengambil keputusan. Tentunya ini berguna saat kamu menentukan strategi tepat di campaign marketing

Berikut beberapa cara memanfaatkannya:

Temukan Konten dengan Performa Terbaik

Cek Pin dengan impressions, Save, dan engagement tertinggi.

Lalu ulangi pola yang berhasil:

  • gaya desain,
  • jenis topik,
  • format konten.

Tentukan Jadwal Posting

Gunakan data aktivitas audiens untuk mengetahui kapan waktu terbaik mengunggah Pin.

Tidak perlu hanya mengikuti jam populer, tetapi lihat kapan audiens kamu benar-benar aktif.

Buat Target Audiens Lebih Akurat

Gunakan data demografi dan minat untuk membuat konten yang lebih relevan.

Misalnya, jika audiens banyak tertarik pada desain minimalis, kamu bisa membuat lebih banyak konten dengan tema tersebut.

Optimalkan Landing Page

Jika Pin sudah menghasilkan klik tetapi konversi rendah, masalah mungkin ada di halaman tujuan.

Pastikan landing page:

  • cepat dibuka,
  • mudah dipahami,
  • nyaman digunakan lewat mobile.

Ikuti Tren yang Sedang Berkembang

Pinterest Trends bisa membantu kamu menemukan topik yang sedang naik. Dengan begitu, brand bisa membuat konten sebelum tren menjadi terlalu ramai.

Kesimpulan

Pinterest Analytics membantu kamu memahami apakah strategi visual marketing benar-benar menghasilkan dampak, mulai dari jangkauan, engagement, hingga traffic ke website. Namun, perjalanan customer tidak berhenti ketika pengguna mengklik Pin. Landing page yang menjadi tujuan harus tetap cepat, stabil, dan nyaman diakses agar peluang konversi tidak hilang.

Untuk mendukung campaign Pinterest Ads maupun konten organik, kamu bisa menggunakan Hosting Murah dari IDwebhost sebagai fondasi website bisnis. 

Dengan performa hosting yang optimal, landing page kamu lebih siap menerima traffic, memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, dan membantu setiap kunjungan dari Pinterest memiliki peluang lebih besar menjadi pelanggan.