Pinterest Bisa Jadi Mesin Uang Affiliate Marketing, Triknya!

Pinterest Bisa Jadi Mesin Uang Affiliate Marketing, Triknya!

Waktu membaca menit

Diposting pada 10 Jul 2026

Pinterest sering dianggap hanya tempat mencari inspirasi, padahal platform ini punya potensi besar untuk affiliate marketing. Banyak pengguna mencari gambar di platform ini dengan niat membeli, sehingga peluang konversinya tinggi. Dengan audiens yang siap belanja dan format visual yang kuat, Pinterest bisa jadi channel efektif jika dikelola dengan strategi tepat. Yuk, simak langkah memulainya.

Benarkah Pinterest Bisa untuk Affiliate Marketing?

Bisa. Pinterest sebenarnya bukan hanya tempat cari inspirasi dekorasi rumah, resep masakan, atau ide outfit, tapi juga sumber traffic dan komisi yang cukup menjanjikan. 

Kabar baiknya, Pinterest memang memperbolehkan kreator menambahkan affiliate link sebagai destination link pada Pin. Jadi, kamu bisa menjalankan Pinterest untuk affiliate marketing tanpa melanggar aturan. 

Yang penting, jangan asal tempel link begitu saja. Sekarang, pengguna jauh lebih tertarik pada rekomendasi yang benar-benar membantu mereka mengambil keputusan.

Baca Juga: Cara Membuat Landing Page di Pinterest, Tutorial Praktis!

Berbeda dengan media sosial yang sering mengandalkan konten viral, Pinterest bekerja seperti mesin pencari. Orang datang ke sana dengan niat mencari solusi atau produk tertentu. 

Karena search intent-nya sudah jelas, peluang konversinya pun jadi lebih tinggi. Misalnya, seseorang mengetik kata kunci seperti:

  • “meja kerja minimalis”
  • “peralatan kopi rumahan”
  • “kamera untuk content creator”
  • “skincare untuk kulit berminyak”

Sebagian besar pengguna tersebut bukan sekadar iseng scrolling. Mereka sedang mempertimbangkan sebuah pembelian. Karena itu, peluang konversinya pun relatif lebih tinggi.

Tidak heran jika banyak affiliate marketer menjadikan Pinterest sebagai sumber traffic jangka panjang.

Baca Juga: Klaim Website di Pinterest? Ini 4 Cara yang Bisa Kamu Coba!

Dua Cara Menjalankan Affiliate Marketing di Pinterest

Pada dasarnya, affiliate marketing adalah cara mendapatkan komisi saat seseorang membeli lewat link khusus milikmu. Di Pinterest, ada dua cara yang paling umum dipakai.

Promosikan produk milik sendiri

Kalau kamu punya toko online atau brand sendiri, Pinterest bisa jadi etalase visual untuk produkmu. Kamu bisa membuat Pin, lalu mengajak pelanggan atau creator lain ikut membagikannya lewat link affiliate. Cara ini mirip referral marketing dan cocok untuk memperluas jangkauan tanpa bergantung penuh pada iklan.

Arahkan traffic ke produk affiliate

Ini cara yang paling sering dipakai pemula. Kamu tinggal pilih program affiliate sesuai niche, lalu buat Pin yang relevan dan mengarah ke produk, artikel review, atau landing page. Strategi ini lebih efektif karena membantu membangun trust sebelum orang membeli. Jadi, bukan cuma mengejar klik, tapi juga membangun peluang konversi yang lebih besar.

Kenapa Pinterest Efektif untuk Affiliate Marketing?

Banyak affiliate marketer mendapat ratusan ribu hingga jutaan views per bulan dari Pinterest.

Salah satu contohnya adalah akun By Mable Grace dengan lebih dari 800.000 monthly views. Hampir semua Pin-nya mengarah ke website berisi review produk Amazon dan affiliate link.

Ada beberapa alasan kenapa Pinterest cocok untuk affiliate marketing:

  • Niat pencarian tinggi
    Pengguna Pinterest biasanya datang untuk mencari solusi, ide, atau produk tertentu. Karena mereka sudah punya minat yang jelas, peluang terjadinya pembelian juga lebih besar.
  • Visual search engine
    Pinterest bekerja seperti mesin pencari visual. Pin yang dioptimasi dengan keyword bisa terus muncul di hasil pencarian dan mendatangkan traffic organik dalam jangka panjang.
  • Biaya promosi rendah
    Kamu tidak harus mengeluarkan biaya iklan besar. Selama kontennya relevan dan SEO Pinterest-nya rapi, Pin tetap punya peluang tampil dan menjangkau audiens baru.
  • Daya beli pengguna tinggi
    Pengguna Pinterest dikenal punya daya beli yang cukup baik. Karena itu, platform ini cocok untuk mempromosikan produk affiliate yang biasanya butuh pertimbangan sebelum dibeli.

Singkatnya, Pinterest bukan cuma tempat cari inspirasi, tapi juga sumber traffic organik yang potensial untuk affiliate marketing.

Perhatikan Ini Sebelum Mulai Pinterest Affiliate Marketing

Pinterest untuk affiliate marketing

Sebelum mulai menghasilkan komisi, pastikan strategi affiliate kamu tetap aman dan sesuai aturan Pinterest. Supaya lebih mudah dipahami, perhatikan poin-poin berikut:

  • Gunakan satu akun untuk satu brand. Hindari membuat banyak akun hanya untuk mengejar jangkauan karena bisa dianggap spam.
  • Prioritaskan konten orisinal. Jangan sekadar repost Pin orang lain tanpa memberi nilai tambah yang jelas.
  • Bersikap transparan. Jika ada tautan affiliate, beri keterangan agar audiens tahu kamu bisa mendapat komisi dari rekomendasi tersebut.
  • Jangan manipulasi algoritma. Mengunggah Pin berlebihan atau memakai cara yang melanggar kebijakan bisa merugikan akunmu sendiri.
  • Fokus pada kualitas. Pinterest lebih menghargai konten yang relevan, bermanfaat, dan konsisten dibanding sekadar banyak posting.

Kalau dari awal kamu bermain bersih, peluang akun berkembang secara organik akan jauh lebih besar dan bertahan dalam jangka panjang.

Panduan Memulai Affiliate Marketing di Pinterest

Sudah memahami aturan mainnya? Sekarang saatnya membangun strategi yang benar dari awal. Langkah-langkah berikut tidak hanya membantu kamu mulai lebih cepat, tetapi juga meningkatkan peluang mendapatkan traffic organik yang konsisten.

#1. Gunakan Akun Pinterest Business

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah membuat akun Pinterest Business. Kalau saat ini kamu masih menggunakan akun pribadi, cukup ubah (convert) menjadi akun bisnis melalui menu pengaturan.

Lalu, kenapa harus akun bisnis?

Karena akun bisnis menyediakan berbagai fitur yang tidak tersedia pada akun personal, seperti Pinterest Analytics, insight performa Pin, data audiens, hingga metrik klik yang sangat berguna untuk mengukur hasil strategi affiliate.

Tips agar akun lebih profesional:

  • Gunakan nama akun yang konsisten dengan niche.
  • Pakai foto profil yang jelas, baik wajah pribadi maupun logo brand.
  • Tulis bio singkat, spesifik, dan relevan dengan topik akun.
  • Tambahkan link website agar akun terlihat lebih kredibel dan siap digunakan untuk promosi.

#2.  Tentukan Niche Berdasarkan Minat dan Data

Tentukan dulu niche fokusmu akunmu. Hindari membahas terlalu banyak topik sekaligus karena hal itu membuat Pinterest sulit mengenali fokus akun.

Misalnya:

  • teknologi;
  • web hosting;
  • bisnis online;
  • fashion;
  • home decor;
  • parenting;
  • beauty;
  • kesehatan;
  • travel.

Setelah menentukan beberapa pilihan, lakukan riset menggunakan Pinterest Trends untuk melihat topik yang sedang banyak dicari pengguna.

Tips memilih niche:

  • Pilih niche yang kamu pahami atau setidaknya cukup kamu minati untuk dibahas dalam jangka panjang.
  • Pastikan kamu sanggup membuat konten secara konsisten.
  • Fokus niche membantu audiens mengenali akunmu dan memudahkan Pinterest mengelompokkan kontenmu ke target pengguna yang tepat.

#3. Bergabung dengan Program Affiliate yang Relevan

Setelah niche ditentukan, pilih program affiliate yang sesuai dengan kebutuhan audiensmu. Jangan hanya mengejar komisi tinggi, tetapi perhatikan juga relevansi produk dengan topik konten.

Misalnya, jika akun Pinterest membahas website dan bisnis online, maka akan lebih masuk akal mempromosikan layanan hosting, domain, email profesional, atau tools digital dibandingkan produk fashion.

Kalau kamu memiliki bisnis sendiri, Pinterest juga bisa dimanfaatkan untuk membangun program affiliate atau referral marketing

Dengan cara ini, pelanggan maupun kreator lain dapat ikut mempromosikan produkmu menggunakan link referral dan memperoleh komisi dari setiap penjualan yang berhasil mereka hasilkan.

Tips meningkatkan konversi:

  • Jangan langsung mengarahkan audiens ke link produk affiliate.
  • Gunakan blog, artikel review, atau landing page sebagai halaman perantara.
  • Jelaskan manfaat, fitur, dan alasan rekomendasi secara lebih lengkap sebelum audiens diarahkan ke halaman pembelian.

#4. Bangun Profil Pinterest yang Profesional

Setelah memiliki Akun Pinterest Business, jangan langsung terburu-buru membuat Pin. Rapikan dulu profilmu karena ini adalah etalase pertama yang dilihat calon audiens.

Mulailah dari foto profil yang jelas, bisa logo brand atau foto profesional kalau kamu membangun personal branding. Lalu, isi bio dengan singkat dan jelas: siapa kamu, topik yang dibahas, dan manfaat yang didapat pengunjung.

Contohnya, kalau niche kamu bisnis online, bio seperti ini lebih kuat:

Tips membangun website, bisnis online, dan rekomendasi tools digital untuk pemula.

Kalau sudah punya website atau blog, tambahkan juga tautannya. Website ini bisa jadi pusat konten sekaligus tempat mengarahkan traffic sebelum masuk ke halaman affiliate.

Jangan lupa rapikan board. Buat kategori yang jelas supaya pengunjung mudah menemukan topik yang mereka cari. 

#5. Cari Inspirasi Konten Pin yang Disukai Pengguna

Pinterest bukan cuma soal gambar cantik. Yang paling penting, Pin kamu harus menjawab kebutuhan pengguna. Karena Pinterest adalah visual search engine, orang datang untuk mencari solusi, inspirasi, atau referensi sebelum membeli.

Sebelum desain, riset dulu keyword utama di kolom pencarian Pinterest. Lihat Pin teratas dan cek Pinterest Trends untuk tahu topik yang sedang naik daun.

Jenis Pin yang efektif:

Agar Pinterest untuk affiliate marketing lebih maksimal, coba format ini:

  1. Informative Pin: Berisi tips singkat dan solusi, misalnya plugin WordPress, cara memilih hosting, atau checklist content creator.
  2. Video Pin: Tampilkan demo, tutorial, atau before-after. Tambahkan subtitle supaya tetap nyaman ditonton tanpa suara.
  3. Product Collection: Cocok untuk daftar rekomendasi seperti hosting terbaik atau software wajib.
  4. Product in Action: Perlihatkan produk dipakai langsung dalam aktivitas nyata.
  5. Seasonal Pin: Manfaatkan momen seperti Lebaran, Harbolnas, atau Natal.

#6. Desain Pin yang Menarik dan SEO-Friendly

Setelah punya ide, saatnya masuk ke desain. Kamu tidak harus jadi desainer profesional karena Canva sudah menyediakan template Pinterest yang praktis.

Pinterest menyarankan ukuran vertikal 1000 x 1500 piksel agar Pin tampil optimal di feed dan hasil pencarian.

Tapi desain yang menarik saja belum cukup. Karena Pinterest bekerja seperti mesin pencari, Pin juga perlu dioptimasi supaya mudah ditemukan.

  • Gunakan judul yang jelas
    Pilih judul yang langsung menjelaskan isi, misalnya 7 Plugin WordPress Terbaik untuk Website Bisnis.
  • Tambahkan alt text
    Isi alt text dengan deskripsi singkat dan keyword natural, seperti infografik rekomendasi hosting WordPress terbaik.
  • Gunakan hashtag secukupnya
    Pakai 2–8 hashtag relevan, misalnya:
    #AffiliateMarketing
    #PinterestBusiness
    #DigitalMarketing
  • Susun board dengan rapi
    Masukkan Pin ke board yang sesuai agar topik akunmu mudah dipahami.
  • Jangan langsung tempel affiliate link
    Arahkan dulu ke blog atau landing page supaya audiens lebih percaya dan peluang konversi naik.

Tips desain yang sering menghasilkan klik: 

Gunakan warna kontras, font mudah dibaca, dan headline besar. Hindari teks terlalu ramai agar Pin tetap enak dilihat.

#7. Publikasikan Pin dengan Optimasi SEO

Setelah desain selesai, publish Pin pertamamu lewat menu Create. Unggah gambar atau video, lalu isi judul, deskripsi, board tujuan, dan link yang relevan. 

Sebelum klik Publish, optimalkan SEO dengan keyword yang dicari audiens. Cek Pinterest Trends atau saran pencarian untuk menemukan kata kunci yang tepat. 

Masukkan keyword secara natural di judul, deskripsi, dan alt text. Pastikan halaman tujuan sesuai isi Pin agar klik dan konversi lebih tinggi.

Sebaiknya, buat beberapa versi Pin dengan visual atau headline berbeda untuk satu artikel agar Pin lebih mudah ditemukan.

#8. Posting Secara Konsisten

Banyak orang berhenti di Pinterest karena berharap hasil cepat. Padahal, Pinterest butuh waktu untuk membaca topik akun, mengindeks Pin, lalu mencocokkannya dengan search intent user yang tepat.

Karena itu, konsistensi jauh lebih penting daripada spam banyak Pin sekaligus. Mulailah dengan 3–5 Pin per minggu, lalu naikkan perlahan menjadi 1–2 Pin per hari.

Supaya lebih ringan, buat desain dalam batch lalu jadwalkan dengan tools seperti Tailwind. Akun tetap aktif, meski kamu sedang sibuk.

Tips agar akun cepat berkembang:

Buat beberapa variasi Pin untuk satu artikel: beda visual, headline, atau CTA. Arahkan semuanya ke halaman yang sama agar peluang klik organik lebih besar.

#9. Pantau Performa dengan Pinterest Analytics

Affiliate marketing di Pinterest harus berbasis data, bukan tebakan. Lewat Pinterest Analytics, kamu bisa melihat:

  • Impressions: seberapa sering Pin tampil.
  • Outbound Clicks: jumlah klik ke website.
  • Saves: seberapa menarik kontenmu.
  • Engagement Rate: tingkat interaksi.

Kalau Pin tentang hosting lebih banyak klik, buat konten serupa. Tambahkan Google Analytics untuk melihat halaman mana yang paling banyak menghasilkan konversi affiliate. Dengan data yang tepat, strategi Pinterest kamu bisa tumbuh lebih cepat dan lebih terarah.

7 Tools untuk Sukses Affiliate Marketing di Pinterest

Pinterest untuk affiliate marketing

Kalau kamu serius menjalankan Pinterest untuk affiliate marketing, tools yang tepat bisa bikin kerja lebih cepat dan hasil lebih maksimal. Berikut tools yang paling berguna:

  1. Pinterest Analytics
    Pantau performa Pin, klik, dan engagement supaya kamu tahu konten mana yang paling disukai audiens dan layak diulang.
  2. Pinterest Trends
    Cari topik dan keyword yang sedang naik daun agar ide kontenmu tetap relevan dengan search intent user.
  3. Canva
    Buat Pin yang menarik dengan template siap pakai, bahkan tanpa skill desain yang rumit.
  4. Tailwind
    Jadwalkan posting otomatis supaya akun tetap aktif dan konsisten meski kamu sibuk.
  5. PinGroupie
    Temukan group board dan peluang kolaborasi untuk memperluas jangkauan audiens.
  6. CapCut
    Edit Video Pin dengan cepat, praktis, dan tetap terlihat profesional.
  7. Google Analytics
    Lacak perilaku pengunjung di website untuk melihat konten affiliate mana yang paling efektif menghasilkan komisi.

Kalau dipakai bareng, kamu bisa riset lebih cepat, desain lebih rapi, posting lebih konsisten, dan evaluasi hasil tanpa ribet. Jadi, strategi Pinterest affiliate marketing kamu bisa lebih fokus, efisien, dan siap berkembang dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Pinterest untuk affiliate marketing punya peluang besar karena platform ini bekerja seperti visual search engine. Pengguna datang dengan niat mencari ide, solusi, dan produk, sehingga peluang klik dan konversinya bisa lebih tinggi dibanding banyak platform lain.

Agar hasilnya maksimal, fokuslah pada niche yang tepat, gunakan Akun Pinterest Business, pahami search intent user, lalu buat konten yang benar-benar membantu audiens. Jangan lupa pantau performa lewat Pinterest Analytics. Sebaiknya, arahkan pengunjung ke website atau blog terlebih dahulu sebelum menuju affiliate link agar kepercayaan dan peluang konversi meningkat.

Kalau kamu ingin membangun website untuk mendukung strategi ini tanpa repot dari nol, Jasa Pembuatan Website dari IDwebhost bisa jadi pilihan. Website yang rapi dan siap pakai akan membantumu lebih fokus membuat konten, membangun traffic, dan mengembangkan penghasilan dari affiliate marketing.