Bongkar Spring Boot: Apa Itu, Fitur, dan Cara Setting-nya!

Bongkar Spring Boot: Apa Itu, Fitur, dan Cara Setting-nya!

Waktu membaca menit

Kategori VPS

Update Terakhir 4 Agu 2025

Membongkar apa itu Spring Boot bukan sekadar membahas framework Java biasa. Artikel ini akan memandumu mengenal fitur, arsitektur, hingga cara setting Spring Boot dengan cara yang lebih sederhana dan relevan untuk kebutuhan pengembangan aplikasi masa kini.

hosting murah 250 ribu

Apa Itu Spring Boot?

Spring Boot adalah framework open source berbasis Java yang dirancang untuk membangun aplikasi Spring dengan lebih cepat dan efisien. 

Dibandingkan dengan Spring versi reguler, Spring Boot lebih “opinionated”. Artinya, ia sudah punya preferensi default untuk konfigurasi, modul, dan library, sehingga kamu tidak perlu repot melakukan semuanya dari nol.

Baca Juga: Bongkar Cara Mendapatkan Kredit Gratis Manus AI, No Ribet!

Kalau kamu pernah atau sedang mengembangkan aplikasi enterprise dengan Java, kamu pasti tahu betapa banyak waktu yang bisa habis hanya untuk mengatur file konfigurasi XML. 

Spring Boot hadir sebagai solusi. Ia menyederhanakan proses ini dengan pendekatan auto-configuration, integrasi berbagai library populer, dan penyediaan web server embedded seperti Tomcat langsung di dalam proyekmu.

Pada saat artikel ini ditulis, versi terbaru Spring Boot adalah 3.3.4 yang membutuhkan Java 17 dan Spring 6.1.13. Ia kompatibel dengan tool build seperti Maven dan Gradle, serta mendukung embedded server seperti Tomcat, Jetty, dan Undertow.

Baca Juga: 6 Bahasa Pemrograman AI yang Paling Dicari di 2025, Apa Saja?

Cara Kerja Spring Boot

apa itu Spring Boot

Spring Boot bekerja berdasarkan prinsip Dependency Injection (DI) dan Inversion of Control (IoC). Dengan DI, objek dan fungsi yang dibutuhkan oleh aplikasi disediakan oleh Spring Boot, bukan dibuat manual oleh developer. Proses ini membuat kode jadi lebih ringkas dan terstruktur. 

Dengan menggunakan Java annotations seperti @RestController atau @SpringBootApplication untuk membuat REST API dengan cepat. Semua konfigurasi bisa didefinisikan lewat file application.properties, sehingga kamu bisa dengan mudah mengatur port, koneksi database, dan sebagainya tanpa menyentuh XML. 

Saat kamu menjalankan perintah mvn spring-boot:run atau gradle bootRun, Spring Boot akan mengatur semua dependensi yang dibutuhkan dan menjalankan aplikasi langsung di dalam embedded server.

Fitur-Fitur Andalan Spring Boot

Spring Boot dirancang untuk memangkas waktu pengembangan. Berikut beberapa fitur utamanya yang perlu kamu tahu:

Autoconfiguration

Spring Boot otomatis memilih modul dan library yang sesuai dengan kebutuhan proyek, lalu mengonfigurasinya tanpa campur tangan manual. Ini bisa menghemat waktu berjam-jam.

Embedded Web Server

Tidak perlu install server eksternal seperti Apache Tomcat. Spring Boot menyematkan web server-nya sendiri ke dalam aplikasi.

Standalone Executable JAR

Cukup satu file .jar untuk menjalankan seluruh aplikasi. Ini cocok untuk kamu yang ingin deploy aplikasi Java dengan cepat.

Spring Boot Starters

Ini adalah kumpulan dependensi siap pakai yang dirancang untuk fungsi tertentu, misalnya spring-boot-starter-web, spring-boot-starter-data-jpa, dan sebagainya.

Externalized Configuration

Dengan file application.properties atau application.yml, kamu bisa mengatur environment berbeda (dev, staging, production) tanpa mengubah source code.

Developer Tools & Actuator

Tersedia fitur seperti live reload, health check, metrics, dan endpoint monitoring untuk memudahkan debugging dan pemantauan aplikasi secara real-time.

Arsitektur Spring Boot

Salah satu kekuatan Spring Boot terletak pada arsitektur berlapis yang terstruktur dan mudah dipahami. Framework ini memisahkan aplikasi menjadi beberapa lapisan agar kamu bisa fokus mengembangan setiap bagian tanpa harus mencampuradukkan logika. 

Umumnya, struktur aplikasi Spring Boot terdiri dari empat lapisan utama:

#1. Presentation Layer

Di sinilah aplikasi berinteraksi langsung dengan pengguna atau sistem eksternal. Lapisan ini menerima HTTP request, memrosesnya, lalu mengembalikan response dalam format JSON atau HTML.

#2. Business Layer

Lapisan ini menangani logika inti aplikasi. Misalnya, bagaimana data diproses, validasi dilakukan, atau keputusan bisnis dijalankan. Ini otaknya aplikasi kamu.

#3. Persistence Layer

Berfungsi sebagai penghubung antara logika bisnis dan database. Biasanya memakai Spring Data JPA untuk menangani query dan pemetaan objek-ke-database secara efisien.

#4. Database Layer

Lapisan paling dasar yang menyimpan data secara permanen. Kamu bisa menggunakan database seperti MySQL, PostgreSQL, atau MongoDB, tergantung kebutuhan aplikasi.

Dengan struktur ini, kamu lebih mudah melakukan scaling, debugging, maupun testing. Cocok untuk aplikasi monolitik maupun arsitektur microservices modern.

Keunggulan Spring Boot atas Framework Lain

Kenapa banyak developer, baik pemula maupun profesional, memilih Spring Boot dibanding framework Java lainnya? Berikut alasannya:

  • Lebih cepat untuk memulai
    Kamu tak perlu repot membuat konfigurasi dari nol. Spring Boot menyediakan starter dan autoconfiguration yang mempercepat proses setup awal.
  • Minim konfigurasi teknis
    Tidak lagi terpaku pada file XML panjang. Kamu bisa fokus pada logika aplikasi, bukan struktur file konfigurasi.
  • Siap untuk microservices
    Arsitekturnya ringan dan modular. Cocok untuk kamu yang ingin membangun layanan kecil yang terhubung satu sama lain.
  • Manajemen dependensi otomatis
    Spring Boot mengelola dependensi secara otomatis, jadi kamu tak perlu menentukan versi library satu per satu.
  • Fitur siap produksi
    Monitoring, health check, dan pengemasan JAR sudah tersedia secara default, membuat proses deploy aplikasi Java lebih aman dan efisien.

Cara Setting Spring Boot

Ingin coba bikin aplikasi pertamamu dengan Spring Boot? Berikut langkah-langkah berikut bisa membantumu menyiapkan proyek pertama dengan lebih terarah:

  1. Pastikan Java 17 atau versi yang lebih baru sudah terpasang di sistemmu.
    Spring Boot versi terbaru membutuhkan Java 17 sebagai minimum.
  2. Buka Spring Initializr untuk membuat template proyek.
    Pilih bahasa pemrograman (Java), build tool (Maven atau Gradle), dan group/artifact name sesuai proyekmu.
  3. Tambahkan dependencies seperti:
    • Spring Web untuk REST API
    • Spring Data JPA untuk akses database
    • MySQL Driver (jika kamu memakai database MySQL)
  4. Download proyek dan buka di IDE seperti IntelliJ IDEA atau VS Code.
  5. Di file utama, tambahkan anotasi @SpringBootApplication.
    Ini akan menandai kelas utama sebagai titik masuk aplikasi.
  6. Buat file controller, service, dan repository untuk mengatur alur data dan logika bisnis.
  7. Jalankan aplikasi dengan perintah mvn spring-boot:run atau ./gradlew bootRun.
  8. Build file .jar lalu deploy ke VPS IDwebhost untuk menjalankan aplikasimu secara online.

Keterbatasan Spring Boot

apa itu Spring Boot

Meskipun Spring Boot sangat membantu dalam mempercepat proses pengembangan aplikasi, bukan berarti tanpa kekurangan. Ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum menggunakannya:

  • Ukuran file aplikasi cukup besar
    Karena semua dependensi dikemas dalam satu file JAR, ukuran aplikasi bisa membengkak, terutama saat proyek mulai berkembang.
  • Auto-configuration tidak selalu sesuai
    Dalam kondisi tertentu, konfigurasi otomatis justru bisa menyebabkan konflik atau hasil yang tidak sesuai kebutuhan spesifikmu.
  • Konsumsi resource cukup tinggi
    Spring Boot membawa banyak fitur default yang bisa jadi tidak semuanya kamu perlukan. Ini bisa memengaruhi performa, khususnya di server dengan spesifikasi terbatas.
  • Kurva belajar tetap ada
    Bagi developer yang belum terbiasa dengan konsep seperti anotasi, IoC, atau dependency injection, perlu waktu untuk benar-benar memahami alurnya.

Jadi, sebelum kamu deploy aplikasi Java berbasis Spring Boot, penting untuk menyesuaikan dengan kapasitas server dan kompleksitas proyek.

Kesimpulan

Spring Boot adalah solusi modern untuk membangun aplikasi Java yang scalable dan production-ready, tanpa harus berurusan dengan konfigurasi yang membingungkan. 

Dengan fitur seperti autoconfiguration, dependency injection, hingga kemampuan menghasilkan executable JAR, kamu bisa mengembangkan REST API, microservice, atau dashboard manajemen data dengan efisien.

Dan yang terpenting, semua keunggulan Spring Boot akan berjalan optimal kalau kamu memiliki kontrol penuh atas lingkungan server tempat aplikasimu dijalankan. 

Untuk itu, gunakan layanan VPS Murah dari IDwebhost agar kamu bisa setting, deploy, dan menjalankan aplikasi Spring Boot langsung dari server yang kamu kelola sendiri. Cocok untuk proyek skala kecil maupun besar.