Pasang Domain Kustom di Website Canva, Level Up Bisnismu!
Domain kustom di website Canva sering jadi pembeda antara bisnis yang dipercaya dan yang diabaikan. Banyak UMKM dan bisnis online memanfaatkan Canva untuk bangun website, tapi masih memakai domain my.canva.site. Meskipun terlihat rapi, tapi tetap kurang meyakinkan dari sisi bisnis. Padahal, kesan pertama sering menentukan apakah calon pelanggan lanjut atau pergi.
Kabar baiknya, kamu bisa memasang domain kustom di Canva dengan mudah. Yuk, kita simak panduannya bersama-sama di artikel ini.
Domain Kustom vs Domain Bawaan Canva
Saat pertama kali bikin website dengan Canva, banyak orang langsung menggunakan alamat bawaan yang disediakan, yaitu yourname.my.canva.site.
Wajar, karena opsi ini gratis, cepat aktif, dan tidak butuh pengaturan teknis apapun. Untuk kebutuhan internal, portofolio sederhana, atau hanya coba-coba fitur Canva, pilihan ini sudah lebih dari cukup.
Baca Juga: Mau Upgrade ke Canva Pro? Ini 20 Alasan yang Wajib Kamu Tahu
Namun, lain ceritanya ketika website mulai digunakan untuk kebutuhan bisnis. Alamat dengan embel-embel domain my.canva.site kerap memberi kesan “sementara” atau belum final.
Bukan berarti jelek, tetapi bagi calon pelanggan yang baru pertama kali berkunjung, URL semacam ini bisa menimbulkan keraguan kecil, dan dalam dunia digital, keraguan kecil sering berujung pada keputusan besar: lanjut atau pergi.
Di sisi lain, saat website Canva menggunakan domain kustom seperti www.namabrand.com, kesan yang muncul langsung berubah. Alamat website jadi terkesan rapi, lebih serius, dan lebih mudah diingat.
Nama brand ini berdiri sendiri tanpa membawa identitas platform di belakangnya. Bagi calon pelanggan, ini memberi sinyal kalau bisnismu dikelola dengan profesional dan niat jangka panjang.
Baca Juga: Ingin Download Template Canva Gratis? Ini Tempat Resminya!
Dari sudut pandang teknis, domain kustom juga memberi keuntungan tambahan. Otoritas SEO dibangun atas nama domain sendiri, bukan berbagi dengan ekosistem besar Canva. Selain itu, domain kustom memungkinkan integrasi ke alat penting seperti Google Search Console dan email bisnis berbasis domain.
Gambaran singkatnya seperti ini:
- Domain Canva (Gratis): praktis, cepat, tanpa konfigurasi DNS, tetapi branding terbatas dan otoritas SEO tidak berdiri sendiri.
- Domain Kustom (Berbayar): tampil lebih profesional, membangun kepercayaan, dan lebih siap mendukung pertumbuhan bisnis.
Pada akhirnya, pilihan kembali ke tujuan website itu sendiri. Jika hanya untuk uji coba atau kebutuhan personal, domain bawaan Canva sudah memadai. Namun, jika targetnya adalah konversi, penjualan, dan reputasi jangka panjang, menggunakan domain kustom bukan sekadar upgrade teknis, melainkan langkah strategis.
Syarat Pasang Domain Domain di Website Canva

Sebelum masuk ke panduan cara mengganti domain website Canva, ada beberapa syarat dasar yang perlu dipastikan terlebih dahulu. Bagian ini penting agar proses penghubungan domain berjalan mulus dan tidak berhenti di tengah jalan.
Canva tidak membuka fitur domain kustom untuk semua jenis akun, termasuk yang gratis. Untuk bisa menggunakan domain sendiri, kamu perlu:
- Berlangganan Canva Pro, Canva Teams, atau Canva Education
- Jika menggunakan Canva Teams, pastikan kamu memiliki akses sebagai admin atau owner, karena hanya peran ini yang bisa menghubungkan domain eksternal
Dalam praktiknya, banyak kasus domain gagal dipasang bukan karena kesalahan teknis, tapi karena akun Canva yang digunakan tidak memiliki izin yang cukup.
Jadi, pastikan status akun sudah sesuai sebelum lanjut. Tips: kalau ingin mencoba-coba, kamu bisa memanfaatkan Canva Pro gratis selama 30 hari sebelum memutuskan pakai versi berbayar.
Memiliki Domain Kustom yang Aktif
Syarat berikutnya tentu saja memiliki domain kustom. Jika kamu sudah punya domain sendiri, proses penghubungan ke Canva bisa langsung dilanjutkan.
Namun, bagi yang belum, memilih domain sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan, karena domain akan menjadi identitas digital bisnis dalam jangka panjang.
Prosesnya tidak serumit yang dibayangkan, terutama jika menggunakan layanan Domain Murah IDwebhost yang memang dirancang ramah untuk pemilik bisnis dan pengguna non-teknis.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Pilih & Cek Nama Domain
Masukkan nama domain yang sesuai dengan brand bisnismu di kolom pencarian IDwebhost. Pilih nama yang singkat, relevan, dan mudah diingat. - Tambahkan ke Keranjang & Checkout
Jika domain tersedia, tambahkan ke keranjang, pilih durasi pendaftaran (disarankan tahunan), lalu lanjut ke checkout. - Lakukan Pembayaran
Setelah pembayaran berhasil, domain akan aktif dan bisa langsung dikelola melalui dashboard IDwebhost, termasuk pengaturan DNS untuk Canva.
Mengaktifkan SSL untuk Domain Kustom
Setelah domain berhasil dibeli, satu langkah penting yang sering terlewat adalah mengaktifkan SSL (HTTPS). SSL berfungsi untuk mengamankan koneksi website dan meningkatkan kepercayaan pengunjung, sekaligus menjadi faktor pendukung SEO.
Untuk memastikan website Canva tampil aman dan profesional, menggunakan SSL Murah dari IDwebhost bisa jadi langkah tepat. Kamu dapat memilih jenis SSL sesuai kebutuhan websitemu, baik untuk website pribadi atau blog, website organisasi atau profesional, hingga website perusahaan.
Dengan SSL aktif, kepercayaan pengunjung meningkat dan website lebih siap bersaing di hasil pencarian.
Cara Menghubungkan Domain Kustom ke Website Canva
Setelah akun Canva siap dan domain sudah aktif, barulah masuk ke tahap inti: menghubungkan domain ke website Canva. Tenang, prosesnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan dilakukan berurutan.
Langkah 1: Masuk ke Pengaturan Website Canva
Mulai dari sisi Canva terlebih dahulu:
- Buka desain website yang ingin dipublikasikan
- Klik tombol Publikasikan Website
- Pilih opsi Gunakan domain saya yang sudah ada
Di tahap ini, Canva akan mulai memandu kamu dengan instruksi teknis yang dibutuhkan.
Langkah 2: Masukkan Nama Domain
Canva akan meminta nama domain yang ingin dihubungkan. Perhatikan formatnya:
- Jangan gunakan
https:// - Jangan tambahkan
www
Contoh yang benar:portfolio.namabisnis.com
Kesalahan format sederhana seperti menambahkan https:// adalah salah satu penyebab paling umum gagalnya proses verifikasi domain.
Langkah 3: Atur DNS Sesuai Instruksi Canva
Setelah domain dimasukkan, Canva akan menampilkan panduan DNS. Di sinilah kamu perlu berpindah ke dashboard domain (misalnya di IDwebhost).
1) Menghapus Record Lama
Langkah pertama adalah membersihkan record yang berpotensi konflik:
- Hapus semua A Record lama yang sudah ada
- Hapus CNAME Record dengan nama kosong (jika ditemukan)
Ini penting agar domain tidak “bingung” menentukan ke mana harus diarahkan.
2) Menambahkan Record Baru dari Canva
Setelah bersih, tambahkan record baru sesuai instruksi Canva:
- TXT Record → digunakan Canva untuk memverifikasi kepemilikan domain
- A Record → berisi alamat IP server Canva
- A Record untuk
www→ memastikan domain dengan dan tanpa www sama-sama aktif
Pastikan setiap nilai disalin persis sama. Dalam pengalaman praktik, satu karakter yang keliru bisa membuat domain tertahan di status “verifying” selama berjam-jam.
Langkah 4: Verifikasi Domain di Canva
Jika semua DNS sudah ditambahkan:
- Kembali ke Canva
- Klik Hubungkan Domain
- Tunggu proses verifikasi berjalan
Waktu yang dibutuhkan biasanya:
- 1–3 jam untuk sebagian besar kasus
- Bisa hingga 48–72 jam, tergantung kecepatan propagasi DNS dari provider domain
Selama proses ini, tidak perlu mengubah apa pun. Cukup tunggu hingga status berubah menjadi aktif.
Setelah Domain Kustom Aktif, Lakukan Ini
Menghubungkan domain bukan akhir pekerjaan. Agar situs benar-benar siap digunakan dan ditemukan, lakukan langkah lanjutan berikut:
Rapikan Pengaturan Website & SEO
Tambahkan favicon (512×512 px), atur judul halaman, slug URL, dan meta description (150–160 karakter). Pastikan Search engine visibility aktif agar Google bisa mengindeks situs.
Verifikasi Google Search Console
Tambahkan domain ke Google Search Console menggunakan metode TXT Record. Ini penting untuk memantau performa pencarian dan mempercepat indexing. Kirimkan URL situs agar Google segera mengenali perubahan.
Pantau Propagasi & Keamanan
Tunggu propagasi global (hingga 72 jam). Pastikan ikon gembok (SSL) aktif di browser. Jika domain dibeli melalui registrar tertentu, cek email verifikasi agar domain tidak disuspend.
Optimasi Teknis & Desain
Tinjau tampilan mobile (mobile-first indexing). Uji semua link dan tombol CTA. Dengan domain sendiri, pertimbangkan membuat email profesional ([email protected]) untuk melengkapi identitas bisnis.
Manfaat Kustom Domain untuk Level Up Bisnis

Alamat website membentuk kesan pertama. Dalam praktiknya, domain kustom memberi dampak nyata pada branding, kepercayaan, dan performa pemasaran.
Branding Lebih Kuat
Domain adalah bagian identitas. Domain namabisnis.com jauh lebih melekat dibanding namabisnis.my.canva.site. Mudah diingat, mudah dibagikan, dan konsisten dengan brand.
Kredibilitas Meningkat
Domain kustom menunjukkan investasi. Untuk jasa profesional, konsultan, tutor, kontraktor, URL yang rapi sering jadi pembeda saat calon klien memilih.
Dampak ke SEO & Traffic
Meski konten dan backlink tetap faktor utama, domain yang relevan meningkatkan CTR di hasil pencarian. Otoritas domain juga dibangun khusus untuk brand kamu, bukan berbagi dengan platform.
Kesimpulan
Bikin website dengan Canva adalah langkah cerdas untuk cepat online. Namun, agar hasilnya benar-benar bekerja untuk bisnis, menggunakan domain kustom adalah upgrade yang layak dilakukan.
Selain terlihat profesional, domain kustom di website Canva dapat membantumu membangun fondasi jangka panjang untuk branding, SEO, dan kepercayaan pelanggan.
Jika kamu siap mengonlinekan website-mu di luar Canva dengan menggunakan domain impianmu, memilih layanan hosting yang tepat akan menghemat waktu dan energi.
Hosting Murah dari IDwebhost menyediakan domain, pengelolaan DNS, dan SSL yang stabil, memudahkan proses dari awal hingga situs aktif. Saat teknis berjalan mulus, fokus bisa kembali ke hal terpenting: mengembangkan bisnismu.