Intip CMS Website Kompetitor Tanpa Ketahuan, Ini Triknya!

Intip CMS Website Kompetitor Tanpa Ketahuan, Ini Triknya!

Waktu membaca menit

Diposting pada 21 Jun 2026

Penasaran cara mengetahui CMS website lain yang dipakai kompetitor? Kamu bisa mengeceknya lewat beberapa teknik, mulai dari melihat source code, struktur URL, hingga memakai tools pendeteksi CMS. Artikel ini membahas cara praktisnya untuk kebutuhan riset website dan pengembangan.

Kenapa Mendeteksi CMS Website Lain?

Dalam proses membuat atau mengembangkan website, pernah nggak kamu menemukan website kompetitor yang tampilannya menarik, loading-nya cepat, atau punya fitur yang terasa “rapi banget”? Biasanya, muncul satu pertanyaan: mereka pakai teknologi apa?

Di sinilah kemampuan mendeteksi CMS website menjadi bagian penting dalam proses riset.

CMS atau Content Management System bukan hanya soal tampilan website. Platform yang dipakai bisa memengaruhi performa, keamanan, kemudahan pengelolaan, sampai pilihan plugin atau integrasi yang digunakan.

Bagi web developer, mengetahui teknologi di balik website kompetitor bisa menjadi bahan pembelajaran yang sangat berharga. Misalnya, kamu bisa melihat apakah sebuah bisnis menggunakan CMS WordPress, Drupal, atau platform lain untuk membangun website mereka.

Baca Juga: Tren CMS 2025: 5+ Hal Baru yang Bikin Cara Kerjamu Berubah!

Melakukan riset website kompetitor bukan berarti meniru. Justru, ini membantu kamu memahami standar industri. Kamu bisa melihat pola yang berhasil, mencari peluang pengembangan, lalu membuat solusi yang lebih baik.

Ada beberapa alasan kenapa developer sering melakukan pengecekan CMS website lain:

  • Analisis kompetitor
    Dengan mengetahui platform yang digunakan, kamu bisa memahami bagaimana sebuah website dibangun, apakah menggunakan sistem yang fleksibel atau platform yang lebih terbatas.
  • Bebutuhan teknis
    Misalnya saat mendapatkan project redesign website, mengetahui CMS lama bisa membantu menentukan strategi migrasi, kebutuhan hosting, hingga kompatibilitas plugin.
  • Keamanan
    Setiap CMS memiliki karakteristik dan potensi risiko yang berbeda. Dengan memahami teknologi yang digunakan, developer bisa melakukan pengecekan lebih mendalam terhadap kemungkinan celah keamanan.

Jadi, mendeteksi CMS bukan sekadar aktivitas “mengintip”. Ini bagian dari proses analisis teknis yang memang sering dilakukan di dunia pengembangan website.

Baca Juga: Cara Migrasi Wix ke WordPress Dengan Benar

Cara Tercepat Mengetahui CMS Website Lain

cara mengetahui CMS website lain

Kalau ingin hasil cepat, cara paling praktis adalah menggunakan CMS detector atau teknologi scanner.

Tool seperti ini bekerja dengan membaca berbagai sinyal dari sebuah website, mulai dari struktur HTML, HTTP header, script yang berjalan, sampai pola file tertentu.

Dalam hitungan detik, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai platform yang digunakan sebuah website.

Salah satu contoh CMS detector biasanya akan menampilkan informasi seperti CMS yang dipakai, framework pendukung, layanan analytics, CDN, hingga teknologi hosting.

Cara penggunaannya cukup mudah:

  1. Masukkan URL website yang ingin dianalisis.
  2. Jalankan proses scanning.
  3. Tunggu hasil deteksi teknologi website.

Metode ini cocok ketika kamu sedang melakukan benchmark banyak website sekaligus. Misalnya, kamu ingin membandingkan beberapa website kompetitor sebelum menentukan teknologi untuk project baru.

Namun, kalau kamu ingin memahami cara kerja deteksi CMS lebih dalam, ada beberapa cara manual yang menarik untuk dicoba.

8 Cara Manual Mengetahui CMS Website Lain

Sebenarnya, mengetahui CMS sebuah website tidak selalu membutuhkan tool khusus. Banyak informasi teknis yang masih bisa ditemukan langsung dari website tersebut.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

#1. Cek Source Code Website

Cara pertama adalah melihat kode sumber halaman.

Buka website target, kemudian klik kanan dan pilih “View Page Source” atau tekan Ctrl + U.

Setelah itu, cari kata seperti:

meta name="generator"

Beberapa website masih meninggalkan informasi CMS pada bagian ini.

Misalnya, kamu bisa menemukan tanda seperti:

content="WordPress"

Artinya website tersebut menggunakan CMS WordPress.

Namun, perlu diingat, banyak developer sengaja menghapus tag ini untuk alasan keamanan atau optimasi.

#2. Perhatikan Struktur Folder dan File

Selain meta tag, struktur file juga bisa menjadi petunjuk.

Pada website berbasis WordPress, biasanya terdapat pola seperti:

  • /wp-content/
  • /wp-includes/

Folder tersebut sering muncul pada file CSS, JavaScript, atau gambar.

Sementara CMS lain memiliki ciri folder yang berbeda.

#3. Cek URL Login Admin

Setiap CMS memiliki pola halaman admin yang cukup khas.

Contohnya:

  • WordPress → /wp-admin/
  • Drupal → /user/login
  • Joomla → /administrator/

Memang tidak semua website membiarkan halaman ini terbuka, tetapi pola URL bisa menjadi petunjuk awal.

#4. Analisis File robots.txt

Coba tambahkan /robots.txt setelah domain website.

Contohnya:

domain.com/robots.txt

File ini sering berisi direktori yang tidak ingin diindeks mesin pencari.

Pada website WordPress, kamu mungkin menemukan aturan seperti:

Disallow: /wp-admin/

Dari sini, CMS yang digunakan bisa mulai terbaca.

#5. Periksa HTTP Header

HTTP header menyimpan informasi komunikasi antara browser dan server.

Kadang-kadang, informasi CMS muncul di sana, misalnya melalui header tertentu.

Developer biasanya menggunakan browser extension seperti CMS detector, Wappalyzer, atau tools serupa untuk membaca data ini lebih cepat.

#6. Lihat Pola URL Website

Struktur URL juga bisa memberi petunjuk.

Beberapa CMS memiliki pola URL bawaan yang khas.

Walaupun banyak website sekarang sudah menggunakan permalink yang lebih rapi, pola lama masih sering ditemukan.

Cara sederhana lainnya adalah melihat bagian paling bawah website.

Beberapa template bawaan masih mencantumkan informasi CMS.

Misalnya tulisan “Powered by…” yang menunjukkan platform tertentu.

Memang tidak selalu ada, tetapi tetap layak dicek.

#8. Gunakan Browser Extension

Kalau kamu sering melakukan analisis website, extension bisa menghemat waktu.

Tools seperti CMS detector browser extension dapat membaca teknologi website secara otomatis saat kamu membuka halaman tertentu.

Selain CMS, biasanya informasi lain seperti analytics, framework, dan server juga ikut terlihat.

Deteksi CMS WordPress, Drupal, Wix, dan Lainnya

Setiap CMS biasanya meninggalkan jejak teknis yang berbeda.

CMS WordPress termasuk yang paling mudah dikenali karena digunakan oleh banyak website.

Beberapa cirinya:

  • Adanya /wp-content/
  • Folder /wp-includes/
  • Endpoint /wp-json/
  • Cookie dengan nama berkaitan dengan WordPress
  • Halaman login /wp-login.php

Untuk CMS Drupal, beberapa cirinya adalah:

  • Folder /sites/default/files/
  • URL dengan pola /node/
  • Halaman login /user/login

Sedangkan CMS Wix biasanya memiliki tanda seperti:

  • Asset dari wixstatic.com
  • Script khusus Wix
  • Struktur file yang berbeda dari CMS self-hosted

Platform lain seperti Webflow atau Squarespace juga memiliki pola aset dan script yang cukup mudah dikenali jika kamu sudah terbiasa melakukan audit website.

Bagaimana Jika CMS Disembunyikan?

cara mengetahui CMS website lain

Beberapa developer memang sengaja menyembunyikan informasi CMS.

Tujuannya bisa untuk meningkatkan keamanan atau mengurangi informasi teknis yang bisa diketahui orang luar.

Biasanya dilakukan dengan cara:

  • Menghapus meta generator
  • Mengubah URL default admin
  • Menyembunyikan header tertentu
  • Menggunakan CDN atau reverse proxy

Tapi bukan berarti CMS benar-benar tidak bisa diketahui.

Masih ada banyak jejak lain yang bisa dianalisis, seperti pola file, response server, script, dan struktur asset.

Kalau sebuah website berhasil menyembunyikan CMS-nya, itu pun menjadi informasi. Artinya developer website tersebut cukup memperhatikan aspek keamanan teknis.

Kesimpulan

Mengetahui CMS website kompetitor bisa membantu kamu melakukan analisis yang lebih matang sebelum membuat strategi pengembangan website. Mulai dari source code, struktur folder, URL admin, sampai tools pendeteksi CMS bisa digunakan untuk mendapatkan gambaran teknologi yang dipakai.

Bagi developer yang sedang membangun website bisnis berbasis CMS WordPress, pemilihan hosting juga punya peran besar terhadap performa dan keamanan website.

Dengan layanan Hosting WordPress dari IDwebhost, kamu bisa mendapatkan lingkungan hosting yang mendukung kebutuhan website WordPress, mulai dari kemudahan instalasi, performa server, hingga pengelolaan website yang lebih praktis.

Karena website yang bagus bukan hanya soal desain, tetapi juga fondasi teknologi yang mampu mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.