Jangan Kena Phising! Begini Cara Aktifkan 2FA di Telegram
Phising Telegram bukan lagi sekadar pesan aneh atau link mencurigakan. Di 2026, serangan phising di Telegram adalah ancaman nyata yang memanfaatkan fitur resmi aplikasi. Banyak pengguna merasa sudah berhati-hati, tetapi akun tetap dibajak. Artikel ini membahas modusnya sekaligus cara aktifkan 2FA di Telegram sebagai solusi paling efektif.
Apa Itu Phising Telegram dan Kenapa Berbahaya?
Jika sebelumnya phising identik dengan website palsu dan link mencurigakan, serangan phising di Telegram adalah ancaman yang kini jauh lebih berbahaya karena menyalahgunakan mekanisme resmi Telegram sendiri. Inilah yang membuat banyak korban tidak merasa sedang ditipu.
Berdasarkan temuan analis keamanan CYFIRMA, kampanye phising terbaru ini tidak meretas sistem Telegram, melainkan memanfaatkan alur login dan otorisasi resmi yang selama ini dipercaya pengguna.
Baca Juga: Tutorial Akses Internet Bebas dengan Proxysite BlockAway
Ciri utama serangan phising Telegram terbaru:
- Login terlihat sah secara sistem
Penyerang menggunakan API Telegram resmi (api_iddanapi_hash) untuk memulai proses login. Semua permintaan berjalan lewat infrastruktur Telegram asli, sehingga sulit dibedakan dari login normal. - Tidak mencuri password secara langsung
Fokus serangan bukan mengambil kredensial, tetapi memancing korban agar menyetujui akses akun sendiri. - Berlangsung lintas negara dan cepat menyebar
Infrastruktur phising bersifat modular. Domain bisa diganti kapan saja tanpa mengubah cara kerja serangan.
Kenapa ini sangat berbahaya? Karena pengguna merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Tidak ada aplikasi mencurigakan, tidak ada malware, bahkan tidak ada halaman login aneh. Semua tampak “resmi”, padahal di situlah celah terbesarnya.
Jika dibiarkan, serangan ini berpotensi:
- Mengambil alih akun dalam hitungan menit
- Mengunci pemilik akun dari akses pemulihan
- Menyebarkan phising lanjutan ke kontak korban
Baca Juga: Apa Itu UpScrolled, Benarkah Bisa Geser Popularitas TikTok?
Cara Kerja Modus Phising Telegram

Agar tidak menjadi korban berikutnya, penting memahami cara pelaku melakukan phising di Telegram secara runtut.
Berikut pola serangan yang saat ini paling sering digunakan:
- Penyerang memulai login menggunakan API Telegram resmi
Dengan kredensial API legal, penyerang mengirim permintaan login yang sepenuhnya valid secara teknis. - Korban diarahkan ke proses otorisasi palsu
Antarmuka dibuat menyerupai Telegram, lengkap dengan logo dan istilah teknis seperti “security check” atau “account verification”. - Dua metode utama yang digunakan:
- QR code palsu bergaya Telegram
Saat dipindai, QR code tersebut membuat sesi login baru di perangkat penyerang. - Login manual
Korban diminta memasukkan nomor HP, OTP, atau bahkan data 2FA, yang langsung dikirim ke API Telegram.
- QR code palsu bergaya Telegram
- Eksploitasi tahap konfirmasi login
Telegram secara otomatis mengirim notifikasi “Login dari perangkat baru”. Phising menjelaskan notifikasi ini sebagai langkah keamanan wajib. - Korban mengklik konfirmasi sendiri
Di titik ini, akun secara resmi mengizinkan akses penyerang. Dari sudut pandang sistem, tidak ada pelanggaran. - Akun digunakan untuk menyebar phising lanjutan
Pesan dikirim ke kontak korban, memanfaatkan kepercayaan relasi pribadi.
Inilah alasan utama mengapa serangan ini sangat efektif. Login Telegram berhasil tanpa eksploitasi teknis, hanya dengan manipulasi kepercayaan pengguna. Sebagai pengguna Telegram, kamu pun perlu memahami cara kerja serangan tersebut, karena satu klik konfirmasi bisa berarti kehilangan kendali penuh atas akun.
2FA: Solusi Paling Efektif Cegah Phising Telegram
Setelah memahami bagaimana serangan phising Telegram terbaru bekerja, satu hal yang harus kamu tekankan: masalah utamanya bukan pada sistem Telegram yang diretas, melainkan pengguna yang tanpa sadar mengesahkan akses akun sendiri.
Ketika login terlihat sah dan notifikasi datang langsung dari aplikasi resmi, lapisan keamanan standar seperti OTP saja tidak lagi cukup. Di sinilah Two-Factor Authentication (2FA) berperan penting sebagai benteng terakhir keamanan akun Telegram.
Apa Itu 2FA?
Two-Factor Authentication adalah metode verifikasi identitas yang mewajibkan dua faktor berbeda saat login atau transaksi penting. Umumnya, kombinasi yang digunakan adalah:
- Sesuatu yang kamu tahu, seperti password atau PIN
- Sesuatu yang kamu miliki, seperti perangkat atau aplikasi autentikator
- Atau sesuatu yang melekat pada diri, seperti biometrik (sidik jari atau wajah)
Di Telegram, fitur ini dikenal sebagai Two-Step Verification atau Cloud Password, yaitu password tambahan yang diminta setiap kali ada login Telegram dari perangkat baru.
Keunggulan 2FA dibanding OTP biasa
OTP sering dianggap cukup aman, padahal dalam konteks serangan phising modern, OTP justru menjadi target utama. OTP:
- Bisa dicegat lewat SIM swap
- Bisa dimanipulasi lewat phising real-time
2FA berbeda karena:
- Menggabungkan dua kategori identitas
- Password statis tidak pernah dikirim via SMS
- Tetap memblokir login meski OTP bocor
Artinya, meskipun korban terjebak di tahap awal phising, penyerang masih akan terhenti di lapisan kedua.
Kenapa 2FA memutus rantai serangan phising Telegram?
Serangan phising Telegram terbaru bergantung pada otomatisasi: mencuri OTP, memicu notifikasi login, lalu mendorong korban menekan tombol konfirmasi. 2FA mematahkan alur ini.
Beberapa alasan kenapa 2FA sangat krusial:
- Menetralkan pencurian OTP
Tanpa Cloud Password, OTP saja tidak cukup untuk login. - Mencegah pembajakan sesi login
QR code phising tetap membutuhkan input password tambahan. - Melindungi dari SIM swap
Kendali atas nomor telepon tidak otomatis berarti kendali akun. - Memberi waktu untuk deteksi dini
Telegram membatasi penghapusan sesi lama selama periode tertentu, sehingga pengguna bisa segera mengeluarkan perangkat asing.
Bagi yang menyimpan percakapan bisnis, data klien, atau aset digital, ini bukan fitur opsional, tetapi ini kebutuhan dasar cybersecurity.
Cara Mengaktifkan 2FA di Telegram (Step-by-Step)

Berikut cara mengaktifkan 2FA di Telegram yang bisa dilakukan siapa saja, tanpa perlu pengetahuan teknis.
- Buka Settings
- iOS: tab kanan bawah
- Android: menu tiga garis
- Masuk ke Privacy and Security
Di menu ini, Telegram mengelompokkan seluruh fitur perlindungan akun, termasuk login, perangkat aktif, dan verifikasi tambahan. - Pilih Two-Step Verification / Cloud Password
Fitur inilah yang berfungsi sebagai lapisan keamanan kedua saat login Telegram dari perangkat baru. - Buat Password Tambahan
- Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol
- Jangan gunakan password email atau media sosial
- Tambahkan Password Hint
Hint membantu kamu mengingat password, tetapi jangan terlalu jelas agar tidak mudah ditebak orang lain. - Masukkan Email Pemulihan
Langkah ini wajib. Email ini akan menjadi satu-satunya jalan pemulihan jika password 2FA lupa atau akun bermasalah. - Verifikasi Email
Telegram akan mengirim kode ke email tersebut. Masukkan kode untuk menyelesaikan proses.
Tips Perlindungan Tambahan
- Aktifkan Passkeys jika tersedia untuk perlindungan biometrik.
- Periksa Active Sessions di menu Devices secara berkala.
- Segera keluarkan perangkat yang tidak dikenali.
Langkah-langkah ini sederhana, tetapi sangat menentukan keamanan akun Telegram dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Phising Telegram di 2026 bukan lagi serangan sembarangan. Ia memanfaatkan kepercayaan, fitur resmi, dan kelengahan kecil pengguna. Mengaktifkan 2FA adalah langkah paling realistis untuk melindungi akun dari pengambilalihan yang terlihat “sah”.
Keamanan digital tidak berhenti di aplikasi chat. Jika kamu membangun personal brand, website portofolio, atau blog profesional, fondasi keamanannya juga harus kuat.
Menggunakan Hosting Murah dari IDwebhost membantu menjaga performa dan keamanan website dengan dukungan infrastruktur lokal yang andal.
Karena di era digital, reputasi online dan keamanan data berjalan beriringan. Jangan tunggu sampai akun atau aset digital bermasalah, lindungi dari sekarang.