Apa Itu Angular Material? Cek Fitur Keren & Cara Pakainya!

Apa Itu Angular Material? Cek Fitur Keren & Cara Pakainya!

Waktu membaca menit

Diposting pada 21 Mei 2026

Membangun tampilan website dari nol sering bikin proses development jadi lebih lama dari yang seharusnya. Di sinilah banyak developer mulai mencari solusi praktis seperti Angular Material. Tapi sebenarnya, apa itu Angular Material dan kenapa library ini jadi andalan banyak tim developer modern? Artikel ini akan membahas fitur, keunggulan, hingga contoh penggunaannya secara praktis.

hosting murah 89

Apa Itu Angular Material?

Kalau kamu sudah familiar dengan Angular atau bahkan masih sering mendengar istilah Angular JS, kemungkinan besar kamu juga pernah mendengar Angular Material.

Angular Material adalah UI component library resmi yang dibuat khusus untuk ekosistem Angular. Library ini dikembangkan langsung oleh tim Angular untuk membantu developer membangun User Interface website yang modern, konsisten, dan responsif tanpa harus mendesain semuanya dari nol.

Angular Material mengadopsi konsep material design milik Google. Jadi, tampilan aplikasi yang dibuat biasanya terasa lebih clean, rapi, dan familiar seperti produk Google lainnya, mulai dari Gmail, Google Drive, sampai Google Calendar.

Baca Juga: Apa Itu Material UI React? Fitur, Manfaat & Cara Menggunakan

Yang menarik, Angular Material bukan cuma kumpulan tombol atau form cantik. Library ini juga membawa sistem desain yang sudah matang. Developer tinggal fokus ke logika aplikasi tanpa repot memikirkan detail kecil UI dari awal.

Di dalamnya tersedia lebih dari 30 komponen siap pakai seperti:

  • Button
  • Dialog
  • Form input
  • Data table
  • Card
  • Navigation menu
  • Toolbar
  • Grid layout

Semua komponen tersebut sudah mendukung aksesibilitas, animasi, hingga desain responsif secara default.

Buat developer yang sering dikejar deadline project, Angular Material terasa seperti “shortcut” yang tetap profesional. UI jadi lebih cepat selesai, tapi hasilnya tetap enak dipakai user.

Baca Juga: UI Library untuk React: Cari Tahu Favorit Developer di 2026

Fitur Utama Angular Material

apa itu angular material

Setelah memahami apa itu Angular Material, sekarang saatnya melihat kenapa library ini begitu populer di kalangan developer frontend.

Komponen Material Design Siap Pakai

Angular Material menyediakan banyak komponen berbasis material design yang tinggal digunakan. Jadi, kamu tidak perlu membuat button, modal, atau form dari nol.

Contohnya, ketika membuat dashboard admin untuk website bisnis, developer cukup memanggil komponen tabel dan card bawaan Angular Material. Dalam hitungan menit, struktur dashboard sudah terlihat profesional.

Hal seperti ini sangat membantu terutama untuk project startup, company profile, maupun aplikasi internal perusahaan.

Built-in Accessibility

Salah satu hal yang sering dilupakan developer adalah accessibility atau aksesibilitas website. Padahal, website yang mudah digunakan semua orang punya nilai plus besar di mata user maupun Google.

Angular Material sudah mendukung standar aksesibilitas modern seperti keyboard navigation dan screen reader. Jadi developer tidak perlu menambahkan semuanya secara manual.

Ini sangat terasa manfaatnya ketika membuat aplikasi enterprise atau layanan publik yang dipakai banyak kalangan pengguna.

Mudah Kustom Tema dan Styling

Meski memakai material design, bukan berarti semua website akan terlihat sama.

Angular Material menyediakan fitur theming yang fleksibel. Warna, typography, hingga nuansa brand masih bisa disesuaikan.

Misalnya, sebuah bisnis ingin tetap memakai warna identitas perusahaan pada dashboard customer area mereka. Angular Material memungkinkan hal itu tanpa perlu mengubah struktur komponen secara ekstrem.

Desain Responsif Secara Otomatis

Saat ini user datang dari berbagai device. Ada yang membuka website dari laptop kantor, ada juga yang langsung dari smartphone.

Kabar baiknya, Angular Material sudah mendukung desain responsif secara bawaan. Layout dan komponennya otomatis menyesuaikan ukuran layar.

Artinya, developer bisa lebih hemat waktu dibanding harus menulis CSS responsive secara manual dari awal.

Animasi yang Halus

Detail kecil seperti animasi ternyata sangat memengaruhi pengalaman pengguna.

Angular Material sudah memiliki animasi bawaan yang ringan dan smooth. Contohnya saat membuka dialog, dropdown menu, atau navigasi sidebar.

Hasil akhirnya membuat aplikasi terasa lebih modern dan profesional tanpa effort tambahan yang berlebihan.

Kenapa Angular Material Jadi Pilihan Top Developer?

Banyak developer Angular akhirnya memilih Angular Material bukan hanya karena tampilannya bagus, tapi juga karena efisiensi kerjanya terasa nyata.

Native di Ekosistem Angular

Angular Material dibuat langsung oleh tim Angular. Karena itu integrasinya sangat mulus.

Developer tidak perlu repot mengatasi konflik library pihak ketiga atau bug kompatibilitas yang sering muncul saat update framework.

Semua sudah dirancang untuk bekerja optimal di dalam ekosistem Angular.

Update Selalu Sinkron

Salah satu masalah umum dalam development frontend adalah dependency yang sering “berantem” saat framework update.

Angular Material relatif lebih aman karena pembaruannya mengikuti perkembangan Angular itu sendiri. Jadi risiko error setelah update jauh lebih kecil.

Komponen Siap Pakai untuk Kebutuhan Kompleks

Beberapa komponen Angular Material bahkan sudah mendukung fitur advanced seperti:

  • Sorting tabel
  • Filtering data
  • Dynamic form
  • Responsive grid
  • Navigation layout

Kalau membuat semuanya manual, waktu development bisa jauh lebih panjang.

Dokumentasi Lengkap dan Community Besar

Developer pemula biasanya cepat cocok dengan Angular Material karena dokumentasinya sangat rapi.

Selain itu, komunitas Angular juga besar. Tutorial, forum diskusi, hingga solusi error cukup mudah ditemukan.

Jadi ketika menemukan kendala, developer tidak merasa “sendirian”.

Pengalaman Development Lebih Nyaman

Angular Material juga terintegrasi dengan Angular CLI. Setup project jadi lebih cepat dan workflow development terasa lebih praktis.

Bahkan untuk prototyping UI pun Angular Material sangat membantu karena developer bisa langsung fokus membuat fitur utama aplikasi.

Contoh Penggunaan Angular Material

Supaya lebih kebayang, berikut beberapa contoh penggunaan Angular Material di dunia nyata.

Aplikasi Dashboard Bisnis

Angular Material sering dipakai untuk membuat dashboard admin, CRM, ERP, hingga sistem monitoring perusahaan.

Karena tampilannya konsisten dan clean, developer bisa membuat panel data yang nyaman digunakan dalam waktu singkat.

Website dan Web App Modern

Banyak startup menggunakan Angular Material untuk membangun web app modern seperti:

  • Sistem booking
  • Platform edukasi
  • Aplikasi keuangan
  • Manajemen project

Kombinasi Angular sebagai frontend framework dan Angular Material membuat proses development jauh lebih efisien.

Prototyping Cepat

Kadang klien ingin melihat mockup aplikasi secepat mungkin.

Nah, Angular Material sangat cocok untuk kebutuhan rapid prototyping karena komponen UI-nya tinggal pakai.

Developer cukup fokus menyusun flow aplikasi tanpa sibuk desain detail kecil.

Aplikasi Cross-platform

Karena mendukung desain responsif, Angular Material juga sering dipakai untuk membangun aplikasi berbasis PWA maupun hybrid apps.

Tampilan aplikasi tetap nyaman di desktop maupun mobile.

Internal UI Component Library

Beberapa perusahaan bahkan memakai Angular Material sebagai dasar membuat UI kit internal mereka sendiri.

Tujuannya supaya seluruh produk digital perusahaan punya tampilan yang konsisten.

Kapan Sebaiknya dan Tidak Menggunakan Angular Material?

apa itu angular material

Meski powerful, Angular Material tidak selalu cocok untuk semua project.

Cocok Digunakan Jika:

  • Ingin Build Aplikasi Lebih Cepat
    Kalau project butuh development cepat dengan UI profesional, Angular Material sangat membantu. Developer tinggal menggunakan komponen yang sudah tersedia tanpa membuat semuanya manual.
  • Ingin Tampilan ala Ekosistem Google
    Karena memakai material design, aplikasi akan terasa familiar seperti produk Google. Ini cocok untuk aplikasi modern yang mengutamakan kenyamanan user.
  • Membutuhkan UI Responsif
    Angular Material sangat membantu ketika project harus optimal di banyak ukuran layar.

Kurang Cocok Jika:

  • Membutuhkan Desain Sangat Unik
    Kalau brand punya desain super custom dan jauh dari konsep material design, proses styling Angular Material bisa cukup melelahkan. Terutama untuk developer yang belum terlalu berpengalaman.
  • Membutuhkan Komponen Enterprise Sangat Kompleks
    Untuk kebutuhan enterprise tertentu, beberapa komponen advanced mungkin masih perlu solusi tambahan di luar Angular Material.

Cara Install Angular Material

Untuk mulai menggunakan Angular Material di project Angular, kamu bisa menjalankan perintah berikut:

# Menggunakan npm

npm install --save @angular/material @angular/cd

# Menggunakan yarn

yarn add @angular/material @angular/cdk

Biasanya setelah proses install selesai, developer tinggal mengatur theme dan mulai mengimpor komponen yang dibutuhkan.

Kesimpulan

Angular Material adalah solusi praktis untuk developer yang ingin membangun User Interface website modern dengan lebih cepat, konsisten, dan responsif.

Dengan dukungan komponen siap pakai, integrasi native dengan Angular, serta konsep material design yang sudah matang, Angular Material cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari web app startup, dashboard bisnis, sampai aplikasi enterprise.

Buat developer maupun pelaku bisnis, penggunaan Angular Material bisa memangkas waktu development tanpa mengorbankan kualitas tampilan aplikasi.

Kalau nantinya aplikasi Angular yang kamu bangun mulai berkembang dan membutuhkan performa backend yang lebih stabil, penggunaan VPS juga jadi langkah penting. 

Untuk kebutuhan tersebut, kamu bisa mempertimbangkan VPS Murah dari IDwebhost agar website atau aplikasi berbasis Angular tetap optimal saat traffic mulai meningkat.