Apa Itu VPN Passthrough? Pelajari Fungsi dan Cara Kerjanya

Apa Itu VPN Passthrough? Pelajari Fungsi dan Cara Kerjanya

Waktu membaca menit

Kategori Hosting

Diposting pada 20 Feb 2026

Pernah mengalami koneksi VPN gagal padahal internet lancar? Di sinilah penting memahami apa itu VPN Passthrough. Fitur ini sering tersembunyi di router, tapi berperan besar dalam kelancaran koneksi VPN. Artikel ini akan membahas cara kerja, fungsi, hingga tips keamanannya secara praktis dan mudah dipahami.

Apa Itu VPN Passthrough?

Memahami apa itu VPN Passthrough bisa dilihat fungsinya sebagai fitur pada router. Fitur ini memungkinkan lalu lintas koneksi VPN keluar dari jaringan tanpa terblokir oleh firewall. Jadi, meskipun jaringan memiliki sistem keamanan, koneksi VPN tetap bisa berjalan dengan normal.

Bayangkan VPN Passthrough seperti “jalur khusus” di dalam jaringan. Jalur ini hanya digunakan oleh koneksi VPN yang sudah diotorisasi. Data tetap terenkripsi dan aman, sementara lalu lintas lain tetap disaring oleh firewall.

Baca Juga: SSL VPN adalah: Ulasan Lengkap Cara Kerja & Manfaatnya

Dalam praktiknya, fitur ini memungkinkan perangkat, laptop, smartphone, atau PC, yang terhubung ke router untuk membuat koneksi VPN ke server di luar jaringan. Tanpa fitur ini, beberapa jenis VPN bisa gagal tersambung.

Kenapa bisa begitu?

Sebagian besar router modern menggunakan teknologi Network Address Translation (NAT). NAT ini membuat banyak perangkat berbagi satu alamat IP publik. Namun, masalah muncul karena protokol VPN lama seperti IPsec dan PPTP tidak selalu kompatibel dengan NAT.

Akibatnya, router bisa:

  • Menolak paket data VPN
  • Menganggapnya sebagai trafik mencurigakan
  • Atau memutus koneksi secara otomatis

Di sinilah VPN Passthrough berperan dengan cara mengizinkan trafik VPN melewati NAT tanpa gangguan.

Baca Juga: Wajib Tahu! 5 VPN Terbaik untuk Akses ChatGPT Tanpa Batas

Cara Kerja VPN Passthrough

Apa Itu VPN Passthrough

Untuk memahami cara kerja VPN Passthrough, penting melihat bagaimana koneksi VPN bekerja.

VPN menggunakan protokol tertentu untuk:

  • Mengenkripsi data
  • Mengirim data ke server VPN
  • Menyembunyikan identitas pengguna

Masalahnya, router dengan NAT kadang tidak bisa membaca paket data terenkripsi dari VPN. Akibatnya, data tidak sampai ke tujuan.

Contoh kasus yang sering terjadi:

  • VPN sudah connect, tapi tidak bisa browsing
  • Koneksi sering putus
  • Atau gagal terhubung sama sekali

VPN Passthrough hadir sebagai solusi. Saat fitur ini aktif, router akan:

  1. Mengenali protokol VPN seperti IPSec, L2TP, atau PPTP
  2. Mengizinkan paket data terenkripsi melewati jaringan
  3. Meneruskan data ke server VPN tanpa diubah

Dengan begitu, koneksi tetap aman dan lancar.

Namun, perlu diketahui bahwa protokol modern seperti OpenVPN dan WireGuard sudah lebih canggih. Keduanya dirancang agar kompatibel dengan NAT, sehingga sering kali tidak membutuhkan VPN Passthrough lagi.

Apakah Semua Router Butuh VPN Passthrough?

Jawabannya: tidak selalu.

Sebagian besar router modern sebenarnya sudah mendukung VPN Passthrough secara default. Bahkan, banyak yang sudah mengaktifkannya sejak awal.

Namun, fitur ini menjadi penting jika:

  • Menggunakan protokol VPN lama seperti PPTP atau IPSec
  • Mengalami kendala koneksi VPN
  • Menggunakan perangkat lama

Sebaliknya, jika menggunakan VPN dengan protokol modern, kemungkinan besar fitur ini tidak diperlukan.

Hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Router lama biasanya membutuhkan konfigurasi manual
  • Router baru umumnya sudah otomatis mendukung
  • Menggunakan perangkat lama berisiko terhadap cybersecurity

Jika VPN tidak berjalan, mengecek pengaturan VPN Passthrough bisa jadi solusi cepat.

Jenis-jenis VPN Passthrough

VPN Passthrough tidak hanya satu jenis. Setiap jenis disesuaikan dengan protokol VPN yang digunakan.

#1. PPTP Passthrough

PPTP adalah protokol lama yang menggunakan TCP port 1723 dan GRE.

Masalahnya, GRE tidak menggunakan port seperti biasanya, sehingga NAT tidak bisa mengenalinya. VPN Passthrough mengatasi hal ini dengan memberikan “identitas” pada trafik tersebut agar bisa lewat.

Biasanya diaktifkan melalui pengaturan router:

  • Masuk ke IP router
  • Cari menu VPN
  • Aktifkan PPTP Passthrough
  • Simpan dan restart

#2. IPSec Passthrough

IPSec menggunakan teknologi NAT Traversal (NAT-T).

Di sini, data IPSec dibungkus dalam UDP agar bisa dikenali oleh router. IPSec Passthrough membantu router memahami lalu lintas ini dan meneruskannya dengan benar.

Biasanya menggunakan port UDP 4500.

#3. L2TP Passthrough

L2TP bekerja mirip PPTP, tetapi menggunakan port 1701.

Router akan memberikan Session ID pada paket data, sehingga bisa melewati NAT tanpa konflik.

Perbedaan VPN dengan VPN Passthrough

Masih banyak yang menganggap VPN dan VPN Passthrough itu sama, padahal fungsinya berbeda jauh. Kamu perlu memahami keduanya, terutama jika ingin menjaga privasi data online sekaligus memastikan koneksi VPN berjalan optimal. 

VPN (Virtual Private Network):

  • Mengenkripsi data saat dikirim melalui internet
  • Menyembunyikan alamat IP agar aktivitas lebih anonim
  • Melindungi privasi saat mengakses jaringan publik
  • Menghubungkan perangkat ke server di berbagai lokasi

VPN berperan langsung dalam keamanan data. Inilah yang biasanya digunakan untuk kebutuhan cybersecurity, baik personal maupun bisnis.

VPN Passthrough:

  • Mengizinkan trafik VPN melewati router
  • Tidak melakukan enkripsi data
  • Tidak memberikan perlindungan langsung

Artinya, VPN Passthrough hanya berfungsi sebagai “jalur” agar VPN bisa bekerja dengan lancar di balik sistem router. Tanpa VPN, fitur ini tidak memberikan perlindungan apa pun. 

Jadi, sudah jelas mana yang benar-benar menjaga keamanan, dan mana yang hanya mendukung koneksinya.

Tips Keamanan VPN Passthrough

Apa Itu VPN Passthrough

Meski membantu koneksi, penggunaan VPN Passthrough juga memiliki risiko terhadap cybersecurity, terutama jika menggunakan protokol lama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Hindari Protokol Lama

PPTP dan IPSec sudah dianggap kurang aman karena jarang diperbarui dan lebih rentan serangan siber. Oleh karena itu, sebaiknya beralih ke protokol modern seperti OpenVPN atau WireGuard yang lebih kompatibel dengan sistem terbaru dan menawarkan perlindungan enkripsi yang lebih kuat.

Tutup Port yang Tidak Digunakan

Port terbuka bisa menjadi celah bagi hacker. VPN Passthrough biasanya membuka port tertentu agar koneksi VPN berjalan lancar. Pastikan hanya port yang benar-benar dibutuhkan yang aktif, dan tutup port lain untuk meminimalkan potensi serangan.

Gunakan Autentikasi Berlapis

Mengandalkan username dan password saja tidak cukup untuk menjaga keamanan jaringan. Tambahkan keamanan seperti:

  • Multi-factor authentication (MFA)
  • Pengaturan akses terbatas

Dengan cara ini, meskipun kredensial bocor, akses tetap sulit ditembus oleh pihak luar.

Monitor Aktivitas Jaringan

Pantau trafik VPN secara berkala untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Misalnya, adanya koneksi dari lokasi asing atau lonjakan trafik yang tidak wajar. Monitoring ini penting untuk mencegah ancaman sejak dini sebelum berdampak lebih besar pada sistem.

Gunakan Segmentasi Jaringan

Pisahkan jaringan berdasarkan fungsi. Membagi jaringan ke dalam beberapa segmen dapat membantu membatasi pergerakan ancaman jika terjadi pelanggaran keamanan. Jika terjadi serangan, dampaknya tidak menyebar ke seluruh sistem.

Audit Pengaturan Secara Berkala

VPN Passthrough sebaiknya tidak dibiarkan aktif terus-menerus tanpa evaluasi. Lakukan audit secara rutin pada pengaturan router dan jaringan. Jika fitur ini sudah tidak diperlukan, lebih baik dinonaktifkan untuk mengurangi risiko keamanan.

Kesimpulan

Memahami apa itu VPN Passthrough penting bagi siapa pun yang sering menggunakan VPN, terutama dalam lingkungan kerja atau bisnis. Fitur ini membantu memastikan koneksi VPN tetap berjalan lancar meskipun ada batasan dari router atau NAT.

Namun, penggunaan VPN Passthrough juga harus disertai pengelolaan keamanan yang baik. Memilih protokol modern, membatasi akses, dan melakukan monitoring adalah langkah penting untuk menjaga keamanan jaringan.

Jika sedang membangun website personal brand atau bisnis online, keamanan jaringan hanyalah satu bagian dari ekosistem digital. Performa website, stabilitas server, dan kecepatan akses juga tidak kalah penting.

Untuk itu, menggunakan layanan Hosting Murah dari IDwebhost bisa menjadi pilihan tepat. Selain terjangkau, performanya stabil dan cocok untuk membangun website profesional yang aman, cepat, dan siap berkembang.