FB Pro vs TikTok: Siapa yang Bayar Kreator Lebih Mahal?
Banyak content creator mulai bertanya-tanya, mana platform yang lebih menjanjikan secara finansial: Facebook Professional Mode (FB Pro) atau TikTok? Di tengah tren monetisasi FB Pro dan TikTok yang makin ramai, artikel ini membahas perbandingan realistis dari sisi bayaran, peluang, dan strategi agar kamu tidak salah fokus saat ingin serius mencari penghasilan dari konten.
Perbandingan Manfaat FB Pro dan TikTok
Memilih antara FB Pro dan TikTok di 2026 bukan sekadar soal mana yang lebih viral. Keputusan ini sangat dipengaruhi target audiens, gaya konten, dan tujuan jangka panjangmu sebagai kreator.
Audience Reach
Dari sisi jangkauan audiens, Facebook masih unggul dalam jumlah pengguna aktif secara global. Platform ini kuat menjangkau audiens usia matang seperti milenial, Gen X, hingga baby boomers yang umumnya memiliki daya beli lebih tinggi.
Untuk kreator yang menyasar pasar lokal, membangun komunitas, atau ingin hubungan yang lebih dekat dengan audiens, fitur seperti Facebook Groups dan Marketplace membuat distribusi konten terasa lebih terarah.
Baca Juga: FB Pro Bisa Monetisasi? Ini Cara Isi Akun Pembayarannya
Sebaliknya, TikTok dikenal sebagai platform dengan algoritma paling agresif dalam mendorong konten ke audiens baru. Bahkan akun tanpa pengikut pun berpeluang mendapatkan exposure besar. Dengan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesarnya, TikTok sangat efektif menjangkau Gen Z dan milenial muda yang cepat merespons tren.
Format Konten
Perbedaan juga terlihat dari format konten. Facebook memberi ruang bagi konten yang lebih mendalam, mulai dari video berdurasi panjang, foto, hingga teks informatif. Pola ini cocok untuk edukasi dan membangun kredibilitas secara bertahap.
TikTok lebih mengandalkan video pendek yang cepat, spontan, dan autentik, dengan hook kuat di awal untuk menjaga perhatian penonton.
Baca Juga: Cara Cek Penghasilan TikTok: Creator, Seller & Affiliator
Strategi Marketing
Dari sisi strategi marketing, Facebook cenderung unggul untuk konversi dan kepercayaan, seperti mengarahkan audiens ke website atau mengumpulkan leads.
TikTok berperan besar di tahap awareness dan impulse buying melalui tren serta TikTok Shop Affiliate.
Meski punya kelebihan yang berbeda, tidak sedikit kreator yang akhirnya menggabungkan keduanya: TikTok untuk menarik perhatian sebanyak mungkin, lalu Facebook untuk menjaga hubungan dan mengubah audiens menjadi sumber penghasilan yang lebih stabil.
Estimasi Bayaran FB Pro untuk Kreator Konten

Berbeda dengan anggapan umum, bayaran FB Pro tidak bersifat gaji tetap. Facebook menggunakan sistem revenue share, di mana kreator memperoleh sekitar 55% dari pendapatan iklan.
Inilah alasan mengapa dua video dengan jumlah views sama bisa menghasilkan bayaran yang sangat berbeda.
Pendapatan biasanya dihitung berdasarkan CPM (Cost Per Mille), yaitu bayaran per 1.000 tayangan yang memenuhi syarat. Dalam praktiknya:
- Tidak semua penonton akan melihat iklan
- Tidak semua video otomatis dipasangi iklan
- Durasi tonton dan perilaku audiens sangat berpengaruh.
Estimasi Bayaran per 1.000 Views (2026)
- Video panjang (3+ menit):
USD 2–10 ≈ Rp 32.000 – Rp 160.000 - Facebook Reels:
USD 1–3 ≈ Rp 16.000 – Rp 48.000
Namun, kreator dengan mayoritas audiens Indonesia umumnya berada di rentang bawah, sekitar USD 0,10–1 atau Rp 1.600 – Rp 16.000 per 1.000 views. Ini wajar karena nilai iklan di tiap negara berbeda.
Niche dengan CPM Tinggi
Pengiklan rela membayar mahal untuk audiens tertentu. Itulah sebabnya konten finance, teknologi, dan edukasi cenderung memiliki CPM lebih tinggi dibanding hiburan murni.
- Finance & investasi: Rp 20.000 – Rp 50.000
- Teknologi & gadget: Rp 15.000 – Rp 35.000
- Edukasi & tutorial: Rp 12.000 – Rp 25.000
- Kuliner: Rp 8.000 – Rp 18.000
- Hiburan & komedi: Rp 7.000 – Rp 15.000
Faktor yang Mempengaruhi Bayaran
Beberapa hal yang secara nyata memengaruhi pendapatan FB Pro:
- Hanya 40–60% views yang benar-benar dimonetisasi
- Video dengan banyak komentar dan share cenderung mendapat iklan bernilai lebih tinggi
- Facebook Stars bisa menjadi pemasukan tambahan, terutama saat live
Singkatnya, FB Pro cocok untuk kreator yang konsisten, sabar, dan fokus membangun audiens jangka panjang.
Berapa Penghasilan yang Bisa Didapat dari TikTok?
Berbeda dengan Facebook, Bayaran TikTok mengalami perubahan besar sejak kehadiran Creator Rewards Program. Program ini dirancang untuk mendorong konten berdurasi lebih panjang dan berkualitas, bukan sekadar viral cepat.
TikTok menggunakan metrik RPM (Revenue Per Mille), yaitu pendapatan per 1.000 views yang memenuhi kriteria. TikTok hanya membayar:
- Views dari pengguna asli (bukan iklan berbayar)
- Durasi tonton minimal 5 detik
- Video berdurasi minimal 1 menit
- Konten original, bukan re-upload
Inilah alasan mengapa video dengan 1 juta views belum tentu menghasilkan pendapatan besar jika durasi tonton rendah.
Estimasi Bayaran TikTok per 1.000 Views
- Rata-rata: USD 0,40 – 1,00 ≈ Rp 6.400 – Rp 16.000
- Niche premium: USD 2,50 – 6,00 ≈ Rp 40.000 – Rp 96.000
Sebagai gambaran:
- 100.000 views: Rp 640.000 – Rp 1,6 juta
- 1 juta views: Rp 6,4 juta – Rp 16 juta
Secara nominal, angka ini memang terlihat lebih kecil dibanding FB Pro. Namun kekuatan TikTok bukan di bayaran per view, melainkan di skala dan peluang lanjutan.
Mengapa Banyak Kreator Tetap Fokus ke TikTok?
Karena TikTok sering menjadi “pintu masuk” uang yang lebih besar:
- TikTok Shop Affiliate dengan komisi 5–30%
- Brand deal yang nilainya bisa jauh melampaui Creator Rewards
- Live gifting dengan interaksi real-time
Bagi banyak content creator, bayaran views TikTok justru hanya bonus, bukan sumber utama.
Siapa yang Berani Bayar Kreator Lebih Mahal?

Jika pertanyaannya murni: siapa yang bayar lebih mahal per 1.000 views?
Jawabannya relatif jelas: FB Pro unggul secara nominal.
Namun, konteks sangat penting.
Perbandingan Realistis per 1.000 Views
| Platform | Estimasi Pendapatan |
| FB Pro | Rp 16.000 – Rp 160.000 |
| TikTok | Rp 6.400 – Rp 16.000 |
Facebook unggul karena:
- Sistem iklan matang dan bernilai tinggi
- Monetisasi tidak terbatas video saja
- Pendapatan lebih stabil dari bulan ke bulan
Sementara TikTok unggul karena:
- Distribusi konten sangat agresif
- Potensi viral jauh lebih besar
- Ekosistem affiliate dan live jauh lebih cepat menghasilkan uang
Kapan Kreator Harus Memilih?
- Jika tujuanmu penghasilan konsisten dan jangka panjang, FB Pro lebih menjanjikan
- Jika tujuanmu ledakan traffic dan peluang kolaborasi cepat, TikTok lebih efektif
- Jika ingin maksimal, gunakan keduanya secara strategis
Inilah esensi dari cara menghasilkan uang dari internet di era sekarang: bukan memilih satu platform, tetapi memahami peran masing-masing.
Kesimpulan
Dalam konteks cara menghasilkan uang dari internet, FB Pro dan TikTok sama-sama punya peluang besar. FB Pro cenderung membayar lebih tinggi per views, sedangkan TikTok unggul dalam volume dan ekosistem affiliate. Banyak kreator sukses justru memanfaatkan keduanya secara bersamaan.
Apa pun platform pilihanmu, satu hal yang sering dilupakan adalah aset jangka panjang: website personal brand. Dengan website sendiri, kamu bisa mengamankan audiens, mengelola portofolio, hingga membuka peluang monetisasi di luar algoritma platform.
Untuk itu, menggunakan Hosting Murah dari IDwebhost bisa jadi langkah strategis. Performa stabil, support lokal, dan harga terjangkau membuatnya ideal untuk content creator yang ingin naik level secara profesional. Konten boleh viral, tapi fondasi digital tetap harus kuat.