GPT Bot vs Google Bot: Mana Nih Jawara Crawling Website?

GPT Bot vs Google Bot: Mana Nih Jawara Crawling Website?

Waktu membaca menit

Kategori SEO

Update Terakhir 1 Agu 2025

GPT Bot adalah nama yang belakangan ini makin sering muncul di laporan trafik website, bersaing dengan Google Bot. Mungkin kamu juga mulai penasaran: siapa mereka sebenarnya? Apa perbedaan GPT Bot vs Google Bot? Apa dampaknya ke websitemu?

Lewat artikel ini, kita akan kupas tuntas perbedaan cara kerja keduanya dalam crawling website, serta bagaimana kamu bisa memanfaatkan kehadiran mereka secara strategis.

hosting murah 250 ribu

Web Crawler dan Perkembangannya

Sebelum membandingkan GPT Bot vs Google Bot, penting buat kamu pahami dulu apa itu web crawler secara umum. Ini adalah bot (robot digital) yang secara otomatis mengakses dan menjelajahi halaman-halaman di internet. 

Web crawler berfungsi untuk mengindeks konten agar bisa muncul di hasil pencarian atau, dalam konteks yang lebih baru, mengumpulkan data untuk melatih model AI.

Baca Juga: BERT AI Model: Pahami Cara Kerja dan Bedanya dengan GPT

Dulu, web crawler identik dengan Google Bot, si tangan kanan Google Search. Tapi sekarang, dengan meledaknya teknologi AI, muncul banyak jenis crawler baru seperti GPT Bot (dari OpenAI), ClaudeBot (Anthropic), Amazonbot, Meta-ExternalAgent (Meta), PerplexityBot, hingga AppleBot. Inilah yang disebut sebagai AI crawler.

Nah, berdasarkan data dari Cloudflare Radar, sekitar 30% lalu lintas internet global berasal dari bot, bahkan melebihi trafik pengguna manusia di beberapa wilayah. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran para crawler dalam dunia digital saat ini.

Baca Juga: Apa Itu Robots.txt? Ketahui Pengertian, Fungsi, dan Cara Settingnya!

Apa Itu Google Bot?

GPT Bot vs Google Bot

Google Bot atau Googlebot adalah jantung dari Google Search. Ia bertugas menelusuri halaman web, mengindeks konten, dan memastikan hasil pencarian tetap relevan dan up-to-date. Ada beberapa jenis Google Bot yang bekerja sesuai fungsi masing-masing:

  • Google Bot Smartphone: Fokus pada mobile-first indexing.
  • Google Bot Desktop: Menelusuri konten untuk versi desktop.
  • Google Bot Image & Video: Untuk indeks media visual.
  • Google Bot News: Khusus untuk berita.

Dari Mei 2024 sampai Mei 2025, volume crawling Google Bot naik 96%, dan pada April 2025 bahkan sempat mencapai 145% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Dengan tren AI semakin meluas, Google menghadirkan fitur AI Overviews guna memperluas peran bot mereka di pencarian.

Tak hanya itu, Google juga melakukan perombakan teknis terhadap web crawler mereka. Meski belum mendukung HTTP/3, Google Bot terus beradaptasi dengan teknologi baru agar proses crawling makin efisien dan cepat.

GPT Bot dan AI Crawler Lainnya

Kalau Google Bot hidup untuk search, GPT Bot hadir untuk knowledge. Bot besutan OpenAI ini dirancang untuk mengumpulkan data publik sebagai bahan pelatihan Large Language Models seperti GPT-4. 

Namun, berbeda dengan Google Bot, GPT Bot tidak menjalankan JavaScript, jadi hanya membaca HTML awal tanpa konten dinamis.

Pertumbuhan GPT Bot ini sangatlah luar biasa. Cloudflare Radar melaporkan bahwa volume crawling GPT Bot melonjak 305% dalam setahun (Mei 2024-Mei 2025), menguasai 30% trafik AI crawler

Adapun AI crawler lain seperti ClaudeBot, Meta-ExternalAgent, PerplexityBot, dan ChatGPT-User juga memegang peran dalam menyuplai data untuk chatbot dan sistem pencarian berbasis AI.

Namun, muncul juga pro dan kontra. Misalnya, GPT Bot disebut mengakses 1.700 halaman hanya untuk satu referensi yang dikembalikan ke pengguna. Ini menimbulkan perdebatan soal etika penggunaan konten dan beban server.

Kemampuan Crawling Website: GPT Bot vs Google Bot

Dalam hal kemampuan crawling website, GPT Bot vs Google Bot bisa dibilang punya pendekatan yang sangat berbeda. Hal ini dilihat baik dari sisi teknis maupun tujuan akhirnya.

Google Bot, sebagai tulang punggung Google Search, punya keunggulan dalam kecepatan, kedalaman, dan cakupan. Karena menjalankan JavaScript modern, ia mampu membaca konten dinamis, dan merayapi halaman dengan efisien lewat protokol HTTP/2. 

Tak heran, dalam periode Mei 2024 sampai Mei 2025, volume crawling-nya naik 96%, dengan puncak trafik di April 2025 sebagaimana laporan Cloudflare Radar.

Sebaliknya, GPT Bot milik OpenAI tumbuh jauh lebih agresif, yakni naik 305% dalam kurun waktu yang sama menurut studi yang sama pula. Tetapi meskipun pertumbuhannya besar, kemampuannya lebih terbatas. 

GPT Bot tidak mengeksekusi JavaScript dan hanya mengambil HTML awal, sehingga tidak cocok untuk memahami situs dengan konten yang dimuat secara dinamis. Ia juga lebih selektif, hanya mengambil data yang dianggap berguna untuk melatih model AI, bukan untuk indexing pencarian.

Dari sini, terlihat jelas: Google Bot lebih unggul untuk visibilitas SEO, sementara GPT Bot lebih fokus mengoleksi data untuk kecerdasan buatan. Keduanya penting, tapi punya peran masing-masing dalam ekosistem digital kamu.

Dampak Kedua Bot terhadap Website Kamu

Meski sama-sama melakukan crawling website, dampak GPT Bot dan Google Bot terhadap performa dan visibilitas situsmu ternyata cukup berbeda.

Google Bot

  • Google Bot sangat menentukan apakah halaman kamu bisa muncul di hasil pencarian. Kalau SEO adalah prioritas, bot ini tidak boleh kamu abaikan.
  • Aktivitas Google Bot yang konsisten menunjukkan bahwa konten kamu dianggap penting atau layak diindeks ulang secara rutin.
  • Sebaliknya, jika bot ini jarang mengakses situsmu, bisa jadi ada masalah teknis seperti struktur internal yang buruk atau server lambat, yang bisa menurunkan peringkat di Google Search.

GPT Bot

  • GPT Bot tidak memengaruhi posisi kamu di mesin pencari, tapi kontenmu bisa saja digunakan untuk melatih model seperti ChatGPT.
  • Munculnya konten kamu dalam jawaban AI bisa meningkatkan eksposur merek secara tidak langsung, meskipun tidak selalu menghasilkan trafik langsung.
  • Jika brand awareness dan visibilitas di platform AI jadi strategi kamu ke depan, GPT Bot bisa jadi peluang yang layak dipertimbangkan.

GPT Bot vs Google Bot: Head to Head

Berikut ini perbandingan yang lebih mendalam antara GPT Bot dan Google Bot, agar kamu bisa menentukan strategi terbaik untuk websitemu:

AspekGoogle BotGPT Bot
TujuanCrawling untuk indexing di Google Search.Crawling untuk pelatihan model AI.
Dampak SEOLangsung, berpengaruh ke ranking dan trafik organik.Tidak langsung, berpotensi muncul di jawaban AI.
Kecepatan & CakupanLuas, cepat, dan rutin.Selektif, tergantung kebutuhan AI.
robots.txtPatuh. Bisa diarahkan sesuai kebutuhan SEO.Patuh. Bisa diblok jika tidak diizinkan.
Sumber DataFokus ke konten yang relevan dengan pencarian.Ambil data publik sebanyak mungkin untuk pelatihan AI.

Mana yang Lebih Oke untuk Website?

GPT Bot vs Google Bot

Jawabannya: Tergantung tujuan kamu.

  • Kalau kamu fokus meningkatkan performa SEO dan ingin muncul di Google Search, Google Bot adalah sahabat terbaikmu.
  • Tapi kalau kamu juga ingin brand kamu muncul di platform AI modern, seperti chatbot dan mesin pencari berbasis AI. Kehadiran GPT Bot dan AI crawler lainnya bisa jadi peluang.

Idealnya, website kamu ramah terhadap keduanya. Artinya, konten tetap dioptimalkan untuk SEO, tapi juga tidak memblokir AI crawler (kecuali kamu punya alasan kuat soal hak cipta atau privasi data).

Kesimpulan

Membahas tentang “GPT Bot vs Google Bot” sebenarnya bukanlah soal siapa yang lebih unggul, tapi siapa yang lebih sesuai dengan tujuan digital kamu. 

Google Bot tetap vital untuk SEO dan pencarian organik. Sementara GPT Bot menawarkan peluang branding yang makin relevan di era AI-first.

Dan agar website kamu siap disukai oleh dua bot ini, dan pengunjung manusianya juga, pastikan performa server kamu optimal. Di sinilah VPS Murah dari IDwebhost bisa jadi andalan. Cepat, stabil, dan SEO-friendly. 

Yuk, maksimalkan potensi websitemu sekarang juga bersama IDwebhost!