Checklist Bikin Website UMKM: Sudah Cek Semua Poin Ini?
Ketika kamu memutuskan untuk punya website sendiri untuk bisnis, jangan asal jadi. Lewat checklist bikin website UMKM berikut ini, kamu bisa memastikan semua aspek penting sudah dipikirkan matang, mulai dari tahap perencanaan hingga pasca-launching.
- 1 10 Checklist Sebelum Bikin Website UMKM
- 1.1 #1. Tetapkan Ekspektasi yang Realistis
- 1.2 #2. Tentukan Tujuan Website
- 1.3 #3. Pahami Siapa Pengunjungmu
- 1.4 #4. Buat Sitemap & Struktur Navigasi
- 1.5 #5. Atur Bujet Bikin Website
- 1.6 #6. Pilih Platform Website
- 1.7 #7. Pilih Nama Domain yang Tepat
- 1.8 #8. Riset Kata Kunci SEO
- 1.9 #9. Persiapkan Copywriting
- 1.10 #10. Siapkan Foto & Visual Berkualitas
- 2 Checklist Proses Pembuatan Website UMKM
- 3 Checklist Setelah Launching Website UMKM
- 4 Kesimpulan
10 Checklist Sebelum Bikin Website UMKM
Sebelum melangkah ke proses teknis web development, ada sejumlah hal penting yang perlu kamu persiapkan lebih dulu.
#1. Tetapkan Ekspektasi yang Realistis
Website bisnis bukan proyek kilat. Prosesnya butuh waktu, tenaga, dan kadang biaya yang tak sedikit. Tapi, investasi ini akan kembali dalam bentuk kredibilitas dan jangkauan pasar yang lebih luas. Jangan buru-buru, fokus bangun pondasi yang kuat dari awal.
Baca Juga: 4 Cara Hebat Manfaatkan WP Toolkit untuk Membuat Website Bisnis
#2. Tentukan Tujuan Website
Apa yang ingin kamu capai dari membuat website UMKM? Apakah kamu ingin pelanggan membeli produk? Menghubungi lewat formulir kontak? Atau cukup mengenal merekmu lebih dalam?
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan memengaruhi seluruh struktur dan konten website UMKM-mu saat pengembangan.
#3. Pahami Siapa Pengunjungmu
Kenali siapa target audiens kamu. Misalnya, jika mayoritas pelangganmu berusia muda, pastikan desain situs responsif dan mobile-friendly. Faktanya, lebih dari 60% pengunjung sekarang datang dari perangkat mobile.
Susun alur halaman yang logis, mulai dari homepage, lalu mengarah ke produk/jasa, hingga ke kontak atau formulir pemesanan. Pastikan tidak bikin pengunjung tersesat.
Kamu bisa memanfaatkan tools seperti Google Analytics untuk melihat bagaimana pengguna bergerak di situs kamu.
Baca Juga: Pajak UMKM: Cari Tahu Berapa Tarif dan Insentifnya di 2025!
#5. Atur Bujet Bikin Website
Beberapa hal yang perlu kamu anggarkan (budgeting) untuk membuat website UMKM:
- Domain: Rp200.000–300.000/tahun
- Hosting: Mulai dari Rp500.000/tahun (tergantung fitur)
- Website builder/tema premium: Rp0–1 jutaan
- SSL: Wajib demi keamanan website dan biasanya sertifikat SSL sudah termasuk di paket hosting bagus
#6. Pilih Platform Website
Di 2025, WordPress masih menjadi pilihan terbaik untuk UMKM. Apalagi jika digabungkan dengan Elementor. Kamu tidak butuh kemampuan coding dan bisa menggunakan ratusan template siap pakai.
Platform ini juga sudah SEO-friendly dan mudah dikembangkan jika UMKM-mu sudah melangkah ke skala yang lebih besar.
#7. Pilih Nama Domain yang Tepat
Domain adalah alamat digital bisnismu. Tips memilih domain:
- Pendek & mudah diingat (6–14 karakter)
- Hindari angka dan tanda hubung
- Gunakan ekstensi .COM jika memungkinkan karena lebih umum dipakai, atau kamu juga bisa menggunakan ekstensi .BIZ agar terkesan profesional.
- Pastikan belum digunakan atau bermasalah secara hukum
#8. Riset Kata Kunci SEO
Gunakan kata kunci yang relevan dengan produk/jasa kamu agar mudah dikenali di mesin pencarian seperti Google. Mulailah dengan 3–5 keyword utama dan sebarkan secara strategis di setiap halaman. Tools seperti Ubersuggest atau Google Keyword Planner bisa membantumu memulai.
#9. Persiapkan Copywriting
Tulis konten untuk setiap halaman (Homepage, About Us, Produk, Contact Us) dengan gaya yang jelas dan tidak bertele-tele. Gunakan bahasa yang merepresentasikan bisnismu, dan utamakan informasi penting di bagian atas halaman.
#10. Siapkan Foto & Visual Berkualitas
Foto profesional, baik milik sendiri atau stock, akan meningkatkan kesan pertama. Hindari gambar buram atau generik. Video pendek juga bisa jadi nilai tambah, apalagi jika kamu menjual produk.
Checklist Proses Pembuatan Website UMKM
Setelah semua rencana disiapkan, sekarang saatnya kamu mulai eksekusi. Di tahap ini, fokus utama adalah memastikan website kamu bisa berjalan optimal sejak hari pertama.
#1. Setup Website & Instalasi Tools
Langkah pertama adalah mengatur fondasi teknis. Gunakan platform seperti WordPress karena stabil, fleksibel, dan didukung komunitas luas.
Bila kamu memilih layanan hosting seperti WordPress Hosting dari IDwebhost, web builder seperti Elementor biasanya sudah terpasang otomatis. Ini akan menghemat waktu setup.
Beberapa plugin penting yang wajib kamu instal:
- Yoast SEO: Membantu kamu menulis konten yang ramah mesin pencari.
- Wordfence: Memberi perlindungan dari serangan siber.
- Image Optimizer: Mempercepat loading gambar tanpa menurunkan kualitas.
Tips praktis:
Cek versi PHP dan aktifkan fitur SSL untuk keamanan. Lakukan semua instalasi ini lewat cPanel atau dashboard hosting-mu agar lebih efisien.
#2. Rancang Desain yang Efektif
Desain website bukan sekadar “menarik dilihat”. Fokus utamanya adalah kegunaan. Tata letak yang baik membantu pengunjung menemukan apa yang mereka cari tanpa frustrasi.
Prinsip dasar yang wajib kamu terapkan:
- Gunakan hierarki visual (judul besar → subjudul → isi).
- Sisakan white space agar konten mudah dibaca.
- Tambahkan CTA yang kontras seperti “Beli Sekarang” atau “Hubungi Kami”.
Contoh: Gunakan warna tombol yang kontras (misalnya biru cerah di atas latar putih) agar CTA lebih menonjol.
#3. Buat & Susun Konten
Sebelum isi konten, tentukan dulu strukturnya. Mulai dari core pages:
- Homepage
- Tentang Kami
- Layanan/Produk
- Kontak
Kamu juga bisa tambahkan blog sebagai sarana edukasi pelanggan atau untuk meningkatkan SEO organik. Pastikan tiap halaman menyampaikan informasi dengan bahasa yang lugas, mencerminkan kepribadian brand kamu, dan menyertakan elemen kepercayaan seperti testimoni atau sertifikasi.
Tips tambahan: Jangan lupa proofread. Konten dengan salah ketik bisa menurunkan kredibilitas.
#4. Integrasi Fitur Bisnis
Kalau kamu menjual produk, instal plugin WooCommerce. Ini memungkinkan kamu mengatur katalog produk, metode pembayaran (seperti transfer bank, e-wallet, atau kartu kredit), hingga ongkir otomatis.
Untuk komunikasi, tambahkan:
- Formulir kontak (gunakan Elementor Form Widget)
- Integrasi WhatsApp (biar pelanggan bisa tanya langsung)
- Popup email untuk penawaran atau newsletter
Tips penting: Pastikan semua fitur diuji dari sisi pengguna. Formulir harus responsif dan mudah digunakan di HP.
Checklist Setelah Launching Website UMKM
Website sudah online? Tunggu dulu. Masih ada beberapa checklist yang harus kamu cek sebelum benar-benar santai setelah launching website UMKM.
#1. Cek Visibilitas di Google
Langkah pertama: pastikan website kamu bisa ditemukan oleh mesin pencari. Submit file sitemap.xml ke Google Search Console agar halaman-halaman di situsmu terindeks dengan baik. Ini dasar dari strategi SEO yang efektif.
#2. Verifikasi Font & Visual
Coba buka websitemu di berbagai perangkat dan browser. Apakah font tampil konsisten? Apakah gambar terlihat tajam dan tidak pecah? Visual yang tidak tampil sempurna bisa menurunkan kesan profesional di mata pengunjung.
#3. Konfirmasi Redirect (301)
Kalau kamu sebelumnya punya domain lama, pastikan semua URL penting sudah diarahkan (redirect) ke alamat baru. Ini membantu mempertahankan trafik dan posisi SEO.
#4. Buat Sitemap Baru
Jika struktur halaman berubah saat proses pengembangan, buat ulang sitemap.xml dan upload ulang ke server. Jangan lupa resubmit ke Search Console.
#5. Setup Google Analytics
Pasang Google Analytics untuk memantau kinerja website. Dari sini kamu bisa lihat siapa pengunjungmu, dari mana asalnya, hingga halaman mana yang paling sering diakses. Ini bekal penting untuk mengembangkan strategi pemasaran selanjutnya.
Kesimpulan
Membuat website UMKM yang efektif bukan sekadar tampil online, tapi juga mampu membangun kepercayaan dan mendorong konversi.
Lewat checklist bikin website UMKM ini, kamu bisa lebih siap dalam setiap tahap, dari perencanaan hingga optimalisasi setelah launching.
Dan satu hal penting yang sering dilupakan: performa website sangat dipengaruhi oleh kualitas hosting yang kamu pilih. Jika kamu ingin website UMKM yang cepat, aman, dan mudah dikelola, WordPress Hosting dari IDwebhost adalah pilihan tepat.
Sudah termasuk instalasi otomatis, SSL gratis, dan performa optimal khusus WordPress. Tinggal fokus kembangkan bisnis, biarkan infrastruktur websitenya ditangani oleh layanan yang sudah terpercaya.
Yuk, mulai langkah pertamamu sekarang. Website profesional, UMKM makin maksimal!