Mengenal ChatGPT Ads: Efektif Tingkatkan ROI atau Overhype?

Mengenal ChatGPT Ads: Efektif Tingkatkan ROI atau Overhype?

Waktu membaca menit

Diposting pada 23 Feb 2026

ChatGPT Ads adalah konsep baru yang mulai diuji sebagai kanal iklan di AI chatbot, dan langsung disebut-sebut sebagai “the next Google Ads”. Banyak marketer melihatnya sebagai peluang emas bagi early adopter. Namun di balik hype tersebut, muncul pertanyaan kritis: apakah benar model iklan ini mampu meningkatkan ROI, atau hanya sekadar tren AI yang belum terbukti?

Apa Itu ChatGPT Ads?

ChatGPT Ads adalah bentuk iklan di AI chatbot yang muncul dalam konteks percakapan antara pengguna dan AI. Berbeda dari iklan tradisional seperti banner atau feed di media sosial, model ini tidak mengandalkan visual yang mencolok atau interupsi. Sebaliknya, iklan disisipkan secara kontekstual dalam alur percakapan.

Konsep ini lahir dari kebutuhan monetisasi platform AI yang memiliki basis pengguna sangat besar, tapi belum sepenuhnya dapat ditopang oleh model subscription. Di sisi lain, biaya operasional AI, terutama infrastruktur komputasi, sangat tinggi. Maka, iklan menjadi langkah yang hampir tak terhindarkan, mengikuti pola bisnis platform digital lainnya.

Baca Juga: Manfaat Video di Landing Page: Konversi Naik, ROI Melejit!

Dalam implementasinya, OpenAI mulai menguji iklan pada pengguna tertentu, dengan beberapa prinsip utama:

  • Iklan tidak memengaruhi jawaban AI
  • Ditandai secara jelas sebagai konten sponsor
  • Tidak menggunakan data percakapan untuk pengiklan
  • Tidak muncul di topik sensitif seperti kesehatan atau politik

Artinya, ChatGPT Ads bukan hanya “iklan baru”, melainkan format baru dalam chatbot marketing. Interaksinya terasa lebih natural, karena pengguna tidak merasa “diganggu”, melainkan “dibantu” dalam proses pengambilan keputusan.

Baca Juga: Wajib Tahu! 5 VPN Terbaik untuk Akses ChatGPT Tanpa Batas

Cara Kerja ChatGPT Ads

chatgpt ads adalah

Untuk memahami potensi ChatGPT Ads, penting memahami bagaimana AI ini bekerja. ChatGPT menggunakan model Generative Pre-trained Transformer yang memprediksi kata berikutnya berdasarkan konteks percakapan. Sistem ini memproses input menjadi token, memahami hubungan antar kata melalui mekanisme self-attention, lalu menghasilkan respons secara bertahap.

Dalam konteks iklan, hal ini membuka peluang baru. Iklan tidak lagi muncul secara acak, tetapi berdasarkan intent pengguna. Misalnya, ketika seseorang bertanya “laptop terbaik untuk desain grafis”, AI dapat memberikan jawaban sekaligus menyisipkan rekomendasi produk sponsor yang relevan.

Pendekatan ini mengubah paradigma marketing automation AI. Iklan menjadi:

  • Lebih kontekstual
  • Lebih relevan
  • Lebih dekat dengan kebutuhan pengguna

Bagi marketer, ini berarti peluang baru untuk menjangkau audiens yang sudah berada di fase pertimbangan, bukan sekadar awareness.

Posisi ChatGPT Ads dalam Marketing Funnel

Dalam strategi digital marketing, memahami posisi channel di dalam tunnel marketing itu penting. Tanpa ini, kamu bisa salah ekspektasi, misalnya berharap pada closing dari channel yang sebenarnya hanya kuat di awareness. 

Secara umum, pola funnel masih sama:

  • Social media ads → fokus menarik perhatian (awareness)
  • Search ads → fokus menangkap demand (conversion)
  • ChatGPT Ads → bermain di fase pertimbangan (consideration)

Nah, di sinilah menariknya iklan di AI chatbot. ChatGPT Ads hadir di momen ketika user sudah mulai “mikir”, tapi belum sepenuhnya siap membeli. Mereka datang dengan pertanyaan, membandingkan opsi, dan mencari solusi.

Contohnya, bukan lagi sekadar scroll Instagram, tapi sudah bertanya: “hosting terbaik untuk website bisnis kecil apa ya?”
Artinya? Intent sudah terbentuk.

Dari sisi funnel, ini posisi yang krusial. Kenapa? Karena banyak bisnis justru kehilangan calon pelanggan di tahap ini.

Dampaknya:

  • Lebih hangat dibanding traffic dari social media
  • Tapi tetap butuh dorongan untuk closing, seperti landing page yang kuat

Jadi, ChatGPT Ads bisa jadi “jembatan” yang menghubungkan awareness ke conversion, bagian yang sering jadi titik bocor dalam funnel marketing.

Potensi ChatGPT Ads dalam Meningkatkan ROI

Salah satu alasan utama munculnya hype adalah potensi peningkatan ROI iklan digital. Namun, apa yang membuatnya menarik?

Intent-Based Marketing

Pengguna datang ke chatbot dengan pertanyaan spesifik. Ini berbeda dengan social media yang cenderung pasif. Artinya, peluang konversi lebih tinggi karena user sudah memiliki kebutuhan jelas.

Conversational Persuasion

Format percakapan memungkinkan pendekatan yang lebih personal. Dibandingkan iklan biasa, komunikasi terasa seperti rekomendasi, bukan promosi.

Hyper-Personalization

Dalam jangka panjang, marketing automation AI memungkinkan personalisasi berdasarkan histori percakapan. Ini berpotensi meningkatkan conversion rate optimization secara signifikan.

First-Mover Advantage

Sebagai channel baru, kompetisi masih rendah. Brand yang masuk lebih awal berpeluang mendapatkan biaya iklan lebih murah dan visibilitas lebih tinggi.

Jika dieksekusi dengan tepat, ChatGPT Ads bisa meningkatkan return on ad spend (ROAS) karena targeting yang lebih presisi. Namun, hal ini masih membutuhkan validasi data yang lebih matang.

Risiko dan Dampak Negatif ChatGPT Ads

Di balik potensi tersebut, ada beberapa risiko yang tidak bisa diabaikan ketika kamu memanfaatkan ChatGPT Ads untuk digital marketing.

Privasi dan Data Pengguna

Percakapan di chatbot seringkali bersifat personal. Jika tidak dikelola dengan baik, ada risiko penyalahgunaan data atau persepsi negatif dari pengguna.

Trust dan Kredibilitas AI

Jika pengguna merasa jawaban AI “dipengaruhi” oleh iklan, kepercayaan bisa menurun. Ini menjadi tantangan besar bagi platform.

Regulasi dan Targeting

Validasi usia dan segmentasi audiens masih menjadi isu. Risiko penayangan iklan ke audiens yang tidak tepat cukup tinggi.

Pengukuran ROI yang Sulit

Berbeda dengan Google Ads atau Meta Ads, tracking di chatbot masih terbatas. Tidak adanya pixel atau atribusi yang jelas membuat pengukuran ROI iklan digital menjadi lebih kompleks.

Jika tidak dikelola dengan baik, ChatGPT Ads justru bisa merusak pengalaman pengguna dan kredibilitas brand.

Overhype atau Real Opportunity?

chatgpt ads adalah

Di titik ini, wajar kalau muncul dua kubu: yang optimis melihat peluang, dan yang skeptis melihatnya sebagai hype semata. Keduanya punya alasan yang masuk akal.

Dari sisi skeptis, ChatGPT Ads memang belum “teruji”. Data performa masih terbatas, sistem tracking belum sekomplit platform seperti Google atau Meta, dan biaya iklannya pun tergolong tinggi. Buat marketer yang terbiasa mengukur ROI iklan digital secara detail, kondisi ini tentu bikin ragu.

Tapi di sisi lain, ada alasan kenapa channel ini tetap dilirik. Jumlah pengguna AI terus tumbuh, dan yang lebih penting, mereka datang dengan intent. Bukan sekadar scrolling, tapi benar-benar mencari solusi. Ini peluang yang jarang ada di channel lain.

Selain itu, format chatbot marketing juga membuka pendekatan baru yang lebih personal dan relevan. Bukan sekadar “menarik perhatian”, tapi ikut masuk dalam proses pengambilan keputusan.

Jadi, apakah ini overhype? Belum tentu. Lebih tepatnya, ChatGPT Ads masih berada di fase eksperimen: potensi besar, tapi butuh strategi dan ekspektasi yang realistis.

Kesimpulan

ChatGPT Ads adalah evolusi baru dalam dunia chatbot marketing yang berpotensi mengubah cara brand berinteraksi dengan audiens. Dengan pendekatan berbasis percakapan dan intent, peluang untuk meningkatkan conversion rate optimization dan return on ad spend (ROAS) memang terbuka lebar.

Namun, realitasnya saat ini masih berada di antara peluang dan overhype. Tanpa data yang kuat dan sistem tracking yang matang, efektivitasnya belum bisa disimpulkan secara pasti.

Bagi kamu yang ingin memanfaatkan ChatGPT Ads, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah fondasi digital yang kuat. Landing page yang cepat, stabil, dan SEO-friendly tetap menjadi kunci konversi. 

Untuk itu, menggunakan layanan Hosting Murah dari IDwebhost bisa menjadi langkah strategis agar performa website tetap optimal saat trafik dari berbagai channel, termasuk AI, mulai meningkat.