Apa Itu Webflow: Benarkah Lebih Unggul dari WordPress?
Masih banyak yang bertanya, apa itu Webflow dan kenapa mulai sering dibandingkan dengan WordPress. Platform ini disebut sebagai solusi modern untuk membuat website tanpa coding. Artikel ini akan membantu kamu memahami Webflow, fitur-fiturnya, serta apakah benar lebih unggul dari WordPress.

Apa Itu Webflow?
Webflow adalah platform modern untuk membuat dan mengelola website secara visual tanpa harus menulis kode. Banyak yang menyebutnya sebagai web builder tanpa coding karena kamu bisa mendesain website langsung dari browser menggunakan editor drag-and-drop yang intuitif.
Berbeda dengan builder biasa, Webflow bekerja seperti gabungan antara tool desain dan development. Saat kamu mengatur layout, warna, atau animasi, sistem secara otomatis menghasilkan kode HTML, CSS, dan JavaScript yang bersih di belakang layar.
Baca Juga: Web Hosting vs Web Builder: Cari Tahu Mana yang Terbaik untuk Kamu!
Menariknya, tampilan editor Webflow mencerminkan struktur HTML dan CSS secara langsung. Elemen seperti div, text, hingga link disusun di panel kiri, sementara styling CSS ada di sisi kanan. Artinya, tanpa sadar kamu belajar konsep dasar web development seperti HTML5 Semantic Tags saat mendesain.
Selain itu, Webflow juga mendukung pembuatan website interaktif seperti:
- Animasi scroll dan parallax
- Form kontak dinamis
- Slider dan efek transisi
- Landing page dengan visual web design yang kompleks
Webflow bukan hanya builder, tetapi juga memiliki fitur CMS (Content Management System). Jadi, kamu bisa mengelola konten website seperti blog atau katalog produk dengan mudah tanpa mengganggu desain utama.
Baca Juga: Apa Itu Website 3D? Fitur, Jenis, dan Panduan Membuatnya
Fitur Utama Webflow

Untuk memahami kekuatan Webflow, berikut beberapa fitur utamanya yang paling sering digunakan:
CMS yang Fleksibel
Webflow memiliki CMS bawaan yang cukup intuitif untuk mengelola konten dinamis. Kamu bisa membuat struktur konten sendiri, mulai dari blog, katalog produk, hingga halaman portofolio, tanpa mengganggu desain utama. Ini memudahkan tim non-teknis untuk update konten secara mandiri.
Fitur e-Commerce
Untuk kebutuhan toko online, Webflow menyediakan fitur e-commerce yang terintegrasi dengan sistem desainnya. Artinya, tampilan toko bisa disesuaikan lebih bebas tanpa batasan template yang kaku.
SEO Built-in
Webflow sudah dilengkapi pengaturan SEO dasar seperti meta title, alt text, URL clean, hingga sitemap otomatis. Ini membantu website lebih siap bersaing di mesin pencari tanpa perlu plugin tambahan.
Hosting dan Keamanan
Webflow terintegrasi dengan hosting berperforma tinggi berbasis cloud dan CDN global, agar website b lebih cepat dan stabil. Setiap website juga otomatis mendapatkan SSL gratis, sehingga data pengunjung terenkripsi dengan aman.
Custom Code
Meski dikenal sebagai web builder tanpa coding, Webflow tetap memberi fleksibilitas untuk menambahkan custom code. Fitur ini berguna jika kamu membutuhkan integrasi khusus, script tambahan, atau fungsi yang tidak tersedia secara default.
Benarkah Webflow Lebih Unggul dari WordPress?
Pembahasan tentang perbandingan Webflow dengan WordPress hampir selalu muncul saat membangun website baru. WordPress memang sudah lama mendominasi sebagai CMS, tetapi kebutuhan website saat ini tidak lagi sekadar “bisa online”.
Akan tetapi, di era sekarang, kebutuhan website sudah berubah. Tidak hanya sekadar tampil, tetapi juga harus cepat, aman, dan mudah dikelola.
#1. Performa Website
Kecepatan website bukan lagi sekadar teknis, tetapi berpengaruh langsung ke pengalaman pengguna dan SEO. Webflow memiliki keunggulan karena infrastrukturnya sudah terintegrasi.
- Hosting berbasis cloud dan CDN global
- Optimasi otomatis pada aset
- Kode yang lebih ringan
Hasilnya, website cenderung lebih stabil tanpa banyak konfigurasi tambahan. Di sisi lain, WordPress bisa cepat, tetapi biasanya perlu optimasi ekstra, mulai dari caching, CDN, hingga pengaturan plugin.
#2. Struktur Kode Lebih Rapi
Webflow secara otomatis menghasilkan struktur kode yang lebih bersih, termasuk penggunaan HTML5 Semantic Tags. Ini membantu mesin pencari memahami konten dengan lebih baik.
Sebaliknya, WordPress sering menghasilkan kode yang lebih kompleks, terutama jika menggunakan banyak plugin atau page builder. Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak pada performa.
#3. Desain Lebih Bebas
Dalam hal visual web design, Webflow memberi kontrol yang lebih detail. Kamu bisa mendesain layout sesuai kebutuhan tanpa terikat template.
Sementara di WordPress, perubahan desain biasanya membutuhkan:
- Custom CSS
- Page builder tambahan
- Bantuan developer
Jika ingin desain yang benar-benar unik, Webflow terasa lebih fleksibel.
#4. Biaya Sebenarnya
WordPress memang gratis di awal, tetapi ada biaya yang sering tidak disadari:
- Hosting
- Tema premium
- Plugin berbayar
- Maintenance
Webflow menawarkan model biaya yang lebih transparan karena sebagian besar kebutuhan sudah termasuk dalam satu platform.
#5. Keamanan dan Maintenance
Webflow mengelola update, backup, dan keamanan secara otomatis. Ini mengurangi risiko kesalahan teknis.
Di WordPress, kamu perlu rutin melakukan update dan monitoring. Jika terlewat, risiko seperti bug atau celah keamanan bisa muncul.
#6. SEO Lebih Praktis
Webflow menyediakan fitur SEO langsung di dashboard tanpa plugin tambahan. Mulai dari meta tag hingga sitemap bisa diatur dengan mudah.
Sementara di WordPress, pengelolaan SEO biasanya bergantung pada plugin, yang kadang menambah kompleksitas.
Apakah Webflow Gratis atau Berbayar?
Jawabannya: Webflow menyediakan versi gratis, tetapi dengan batasan tertentu. Paket Starter bisa digunakan selamanya dan cocok untuk belajar, membuat prototype, atau sekadar mencoba fitur web builder tanpa coding ini sebelum berkomitmen.
Namun, ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan:
- Tidak bisa menggunakan domain sendiri (hanya subdomain Webflow)
- Maksimal 2 halaman statis
- Batas 50 item pada CMS
- Bandwidth hanya 1GB per bulan
- Terdapat branding Webflow di website
Jika ingin website profesional, biasanya perlu upgrade ke paket berbayar (mulai sekitar $14–$18 per bulan). Dengan paket ini, kamu bisa menggunakan domain custom, menghapus branding, menambah halaman, hingga mengekspor kode.
Jadi, Webflow bisa gratis untuk belajar, tetapi untuk kebutuhan bisnis, versi berbayar lebih relevan.
Keunggulan dan Kekurangan Webflow
Dari pengalaman penggunaan di berbagai proyek, Webflow menawarkan beberapa keunggulan nyata:
- Tanpa Coding
Sebagai web builder tanpa coding, Webflow memungkinkan siapa pun membuat website profesional tanpa harus belajar programming secara mendalam. - Interface Visual
Konsep WYSIWYG membuat hasil desain langsung terlihat secara real-time tanpa perlu preview terpisah. - Integrasi Luas
Webflow terhubung dengan berbagai tools seperti CRM, analytics, dan layanan pihak ketiga lainnya. - Responsive Design
Website otomatis responsif di berbagai perangkat, baik desktop maupun mobile. - SEO Friendly
Fitur SEO bawaan membantu website lebih mudah dioptimasi tanpa plugin tambahan. - Keamanan Tinggi
Dengan SSL gratis dan proteksi DDoS, website lebih aman tanpa konfigurasi tambahan.
Keterbatasan Webflow
Meski terlihat ideal, Webflow tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:
- Harga Cukup Kompleks
Banyaknya pilihan paket bisa membingungkan, terutama bagi pemula. - Learning Curve
Meski no-code, Webflow tetap membutuhkan pemahaman dasar tentang struktur web seperti HTML dan CSS. - Template Gratis Terbatas
Pilihan template gratis tidak sebanyak platform lain seperti Wix atau WordPress. - Support Terbatas
Webflow hanya menyediakan support via email, tanpa live chat atau telepon.
Apakah Webflow Cocok untuk Kamu?

Sebelum memilih Webflow, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
Cocok untuk:
- Desainer dan developer
- Agency digital
- Bisnis yang butuh website custom
- Proyek dengan desain kompleks dan interaktif
Kurang cocok untuk:
- Pemula yang ingin membuat blog sederhana
- Pengguna yang butuh solusi cepat tanpa belajar
- Website dengan kebutuhan plugin spesifik
Jika kamu ingin membuat web interaktif dengan kontrol penuh pada desain, Webflow bisa jadi pilihan menarik. Namun jika fokusnya pada kemudahan dan ekosistem plugin, WordPress masih relevan.
Kesimpulan
Memahami apa itu Webflow membantu melihat bahwa platform ini bukan sekadar builder biasa, melainkan solusi modern untuk membuat website profesional dengan pendekatan visual dan performa tinggi.
Dalam perbandingan Webflow dengan WordPress, Webflow unggul di sisi desain, performa, dan kemudahan maintenance. Namun, WordPress tetap kuat dalam fleksibilitas plugin dan kemudahan penggunaan bagi pemula.
Jika kebutuhanmu adalah website bisnis yang stabil, cepat, dan mudah dikembangkan, pemilihan infrastruktur juga tidak kalah penting. Terutama jika menggunakan CMS seperti WordPress, kamu membutuhkan server yang andal.
Untuk itu, layanan VPS Murah dari IDwebhost bisa menjadi solusi tepat. Dengan resource yang lebih stabil, performa website lebih optimal, dan kontrol penuh terhadap server, website bisnis bisa berkembang tanpa hambatan teknis.