Bedah WordPress CPT dan Custom Fields: Panduan Lengkap!
Pernah merasa WordPress terlalu terbatas saat mengelola konten? Di sinilah WordPress Custom Post Types (CPT) dan WordPress Custom Fields berperan penting. Keduanya memungkinkan kustomisasi konten yang lebih fleksibel untuk website dinamis. Artikel ini akan membedah perbedaan, fungsi, dan cara menggunakannya secara praktis.

Apa Itu WordPress Custom Post Types (CPT)?
Dalam ekosistem WordPress, Custom Post Types adalah cara untuk membuat jenis konten baru yang spesifik sesuai kebutuhan website. Secara default, WordPress hanya menyediakan Posts dan Pages. Namun, kebutuhan website modern sering kali lebih kompleks dari itu.
Sebagai gambaran:
- Website restoran → CPT “Menu”
- Website property → CPT “Listing”
- Website company profile → CPT “Team”
Alih-alih semua konten dicampur dalam “Post”, setiap jenis konten punya ruang sendiri.
CPT bisa dianggap sebagai wadah khusus untuk jenis konten tertentu. Setiap CPT memiliki struktur, field, dan tampilan yang bisa diatur sendiri.
Baca Juga: Download File Canva Lewat Link, Ternyata Begini Caranya!
Peran CPT di Website Modern
Dalam praktik pengembangan website, masalah yang sering muncul adalah konten menjadi berantakan. Artikel blog, data produk, dan informasi lain tercampur dalam satu tempat. CPT sangat penting karena:
- Membantu membuat website dinamis
- Memisahkan jenis konten agar lebih terstruktur
- Mempermudah pengelolaan konten website dalam dashboard
Alih-alih mencampur semua konten dalam satu jenis post, CPT membuat semuanya lebih rapi dan scalable.
Manfaat Custom Post Types
Berikut manfaat yang sering terasa saat menggunakan CPT:
- Struktur konten lebih rapi
Setiap jenis konten punya tempat sendiri, sehingga dashboard lebih terorganisir. - User experience meningkat
Kamu bisa membuat desain berbeda untuk tiap jenis konten. - Lebih fleksibel
Saat website berkembang, CPT tetap bisa mengakomodasi kebutuhan baru. - Efisiensi pengelolaan konten
Editor tidak perlu bingung memilih format konten. - Mendukung SEO
Struktur konten yang jelas memudahkan mesin pencari memahami website.
Baca Juga: 6 Alat Download Video Youtube Terbaik, Cepat dan Gratis!
Contoh Penggunaan CPT
Beberapa contoh nyata penggunaan CPT di website:
- E-commerce → Produk, review, testimoni
- Real estate → Listing rumah, apartemen
- Event → Jadwal acara, tiket
- Portfolio → Proyek, karya
- Directory → Listing bisnis atau jasa
Dalam proyek skala menengah hingga besar, CPT hampir selalu digunakan untuk menjaga struktur konten website tetap rapi.
Apa Itu WordPress Custom Fields?

Jika CPT adalah “wadah”, maka Custom Fields adalah isi detailnya.
Custom Fields memungkinkan kamu menambahkan informasi tambahan pada setiap konten. Ini yang membuat WordPress benar-benar fleksibel.
Custom Fields bekerja sebagai metadata, informasi tambahan yang melekat pada sebuah konten.
Misalnya pada CPT “Produk”:
- Harga
- Stok
- Berat
- Warna
Semua itu tidak perlu dimasukkan ke dalam deskripsi, tetapi bisa dibuat sebagai field khusus.
Peran Custom Fields dalam WordPress
Tanpa Custom Fields, semua informasi biasanya dimasukkan ke dalam editor konten. Ini sering menyebabkan tampilan tidak konsisten, sulit di-filter, dan sulit diolah secara dinamis.
Jika menggunakan Custom Fields, kamu bisa:
- Menyimpan data spesifik
- Menampilkan data secara dinamis
- Mengatur tampilan konten lebih rapi
Ini penting untuk membangun website dinamis yang tidak hanya berisi teks biasa.
Jenis Data yang Bisa Disimpan
Custom Fields bisa menyimpan berbagai jenis data seperti:
- Teks
- Angka
- Tanggal
- URL
- Gambar
- Bahkan data kompleks seperti JSON
Bahkan dengan plugin tertentu, kamu bisa membuat field kompleks seperti repeater atau group.
Manfaat Custom Fields
Dalam praktiknya, Custom Fields memberikan banyak keuntungan:
- Konten lebih terstruktur
Tidak semua informasi harus ditaruh di editor - Fleksibilitas tinggi
Bisa menyesuaikan kebutuhan bisnis - Search & filter lebih mudah
Data bisa difilter berdasarkan field tertentu - Tampilan konsisten
Data bisa ditampilkan otomatis di template - Ramah pengguna non-teknis
Editor tinggal isi form tanpa coding
Contoh Penggunaan Custom Fields
Beberapa contoh implementasi:
- E-commerce → harga, stok, SKU
- Property → luas bangunan, jumlah kamar
- Restoran → harga menu, kalori, kategori makanan
Di proyek nyata, Custom Fields sering digunakan untuk membuat dashboard input konten yang lebih sederhana untuk klien.
Perbedaan WordPress CPT dan Custom Fields
Masih banyak yang menganggap Custom Post Types WordPress dan Custom Fields adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda, meski dalam praktiknya hampir selalu digunakan bersamaan.
Perbedaan paling mendasar terletak pada peran masing-masing dalam struktur konten.
Fungsi Utama
Secara sederhana, Custom Post Types (CPT) berfungsi sebagai jenis konten, sedangkan Custom Fields berperan sebagai detail informasi di dalam konten tersebut.
Sebagai ilustrasi, jika kamu membuat CPT bernama “Event”, maka informasi seperti tanggal acara, lokasi, dan harga tiket akan disimpan menggunakan Custom Fields.
Dengan kata lain, CPT adalah “kategori besar”, sementara Custom Fields adalah atribut yang menjelaskan isi di dalamnya.
Cara Kerja
Dalam implementasi nyata, CPT dan Custom Fields tidak berdiri sendiri. CPT menjadi struktur utama yang mengelompokkan konten, sedangkan Custom Fields memperkaya data di dalamnya.
Tanpa CPT, Custom Fields tidak memiliki tempat untuk digunakan. Sebaliknya, tanpa Custom Fields, CPT hanya berisi informasi dasar seperti judul dan konten. Kombinasi keduanya membuat data menjadi lebih terstruktur dan mudah diolah.
Posisi di Dashboard WordPress
Perbedaan ini juga terlihat jelas di dashboard WordPress. Saat kamu membuat Custom Post Type, biasanya akan muncul sebagai menu baru di sidebar, sejajar dengan Posts dan Pages.
Sementara itu, Custom Fields berada di dalam editor konten. Saat membuka sebuah post atau CPT, kamu akan melihat field tambahan yang perlu diisi sesuai kebutuhan.
Implementasi dalam Website Dinamis
Dalam pengembangan website modern, CPT dan Custom Fields hampir selalu digunakan bersama untuk menciptakan website dinamis.
Sebagai contoh, dalam sebuah website toko online, CPT digunakan untuk menampung data produk. Lalu Custom Fields digunakan untuk menyimpan informasi seperti harga, stok, dan kategori. Data ini kemudian bisa ditampilkan secara otomatis di halaman produk atau difilter sesuai kebutuhan pengguna.
Beberapa contoh implementasi yang sering digunakan antara lain:
- Menampilkan daftar produk secara otomatis
- Memfilter konten berdasarkan harga atau kategori
- Menampilkan event berdasarkan tanggal tertentu
Dengan pendekatan ini, kamu tidak perlu membuat halaman secara manual satu per satu.
Hubungan Simbiotik
Dalam praktiknya, CPT dan Custom Fields bisa saling melengkapi. CPT berperan sebagai struktur, sedangkan Custom Fields menjadi isi yang membuat struktur tersebut lebih bermakna.
Jika ingin membangun sistem konten yang rapi dan scalable, keduanya perlu digunakan secara bersamaan. Di sinilah WordPress berkembang dari sekadar platform blogging menjadi sebuah content management system yang mampu menangani kebutuhan website yang lebih kompleks.
Cara Memasang WordPress CPT dan Custom Fields

Sekarang masuk ke bagian praktis yang sering dicari: bagaimana cara membuatnya?
Cara Membuat Custom Post Types
#1. Metode Coding (Manual)
Untuk yang familiar dengan coding, CPT bisa dibuat lewat file functions.php:
function custom_post_type_example() {
register_post_type('example', array(
'label' => 'Example',
'public' => true,
'has_archive' => true,
));
}
add_action('init', 'custom_post_type_example');
Metode ini fleksibel, tapi tidak ramah pemula.
#2. Metode Plugin (Rekomendasi)
Lebih praktis menggunakan plugin seperti:
- Custom Post Type UI
- Pods
- Toolset
Langkahnya:
- Install plugin
- Buat CPT baru
- Atur label dan fitur
- Publish
Tanpa coding, CPT langsung aktif.
Cara Membuat Custom Fields
#1. Metode Native WordPress
WordPress sebenarnya sudah menyediakan fitur Custom Fields:
- Aktifkan di Screen Options
- Isi key dan value
- Simpan
Namun tampilannya masih sederhana.
#2. Metode Plugin ACF (Paling Populer)
Untuk kebutuhan profesional, biasanya menggunakan plugin Advanced Custom Fields (ACF).
Langkahnya:
- Install ACF
- Buat Field Group
- Tambahkan field (text, image, dll)
- Tentukan lokasi tampil
Keunggulan ACF:
- Interface lebih user-friendly
- Banyak tipe field
- Mudah diintegrasikan dengan theme
Dalam proyek klien, ACF hampir selalu digunakan karena mempercepat proses pengembangan.
Kesimpulan
Memahami Custom Post Types WordPress dan Custom Fields adalah langkah penting untuk membangun website yang lebih profesional. CPT membantu mengelompokkan konten, sementara Custom Fields memperkaya data di dalamnya.
Kombinasi keduanya memungkinkan kamu membuat:
- Website portfolio
- Website bisnis
- Toko online
- Hingga sistem direktori kompleks
Singkatnya, WordPress bukan sekadar platform blog, tapi sudah menjadi content management system yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan.
Namun, struktur konten yang baik juga perlu didukung oleh infrastruktur yang tepat. Agar proses kustomisasi konten berjalan optimal, penting menggunakan hosting yang dioptimalkan untuk WordPress yang cepat dan stabil.
Layanan Hosting untuk WordPress dari IDwebhost bisa menjadi solusi untuk mendukung performa website, sehingga pengelolaan konten lebih lancar dan kamu bisa fokus mengembangkan website tanpa kendala teknis.