Unity vs Unreal: Mana Game Engine Terbaik untuk Pemula?

Unity vs Unreal: Mana Game Engine Terbaik untuk Pemula?

Waktu membaca menit

Kategori Hosting

Update Terakhir 27 Nov 2025

Dalam dunia game development, debat Unity vs Unreal selalu menarik dibahas. Artikel ini membantumu memahami perbandingan kedua game engine populer tersebut secara ringkas, jelas, dan relevan. Ini dapat membantu developer game pemula menentukan engine mana yang paling sesuai untuk memulai perjalanan membuat game.

hosting murah 89

Kenapa Kamu Butuh Game Engine untuk Bikin Game?

Kalau kamu ingin membuat game, satu hal yang wajib dipahami sejak awal adalah peran game engine. Tanpa engine, proses pembuatan game bisa terasa seperti membangun rumah tanpa alat. 

Game engine menyediakan framework yang lengkap, mulai dari rendering grafik, simulasi fisik, animasi, AI, scripting, hingga networking. Semua komponen dasar itu sudah disiapkan, jadi kamu tak perlu membangunnya dari nol.

Baca Juga: Strategi SEO PWA: Cara Bikin Webmu Ngebut & Juara Google!

Inilah kenapa engine sangat penting. Tools ini membuat proses pengembangan jauh lebih efisien. Kamu bisa fokus pada gameplay, bukan terus-terusan memperbaiki pondasi teknis.

Selain itu, satu project bisa dipublikasikan ke berbagai platform tanpa kehilangan kualitas visual atau performa. Kamu pun punya fleksibilitas mengetes ide, memperbaiki desain, dan mengontrol biaya produksi karena cukup menggunakan satu codebase untuk banyak platform.

Dari banyak pilihan engine, dua nama paling populer adalah Unity dan Unreal Engine. Keduanya kuat, modern, dan digunakan di seluruh dunia. Tapi untuk developer game pemula, mana yang paling masuk akal? Itulah yang akan kita bahas dalam Unity vs Unreal Engine versi 2025 ini.

Baca Juga: Game Penghasil Crypto Terbaru 2025 , Coba Duluan Yuk!

Sekilas tentang Unity dan Unreal Engine

unity vs unreal engine

Unity

Unity dikenal karena fleksibilitas dan kemudahan belajarnya. Engine ini mendukung pengembangan 2D dan 3D, serta bisa digunakan untuk lebih dari 25 platform. Secara otomatis, ini jadi keuntungan besar kalau kamu ingin membuat game mobile, PC, atau bahkan VR.

Kemampuan Unity meliputi toolset lengkap, editor visual yang ringan, animasi, physics engine, scripting menggunakan C#, dan dukungan Asset Store yang sangat luas. 

Bagi pemula, C# terasa lebih ramah dibandingkan bahasa lain yang lebih teknis. Komunitas Unity juga sangat besar, sehingga kamu mudah mencari tutorial, diskusi, atau plugin tambahan.

Meski demikian, Unity tetap punya kekurangan: kualitas grafisnya belum menandingi Unreal dan optimasi di perangkat low-end kadang membutuhkan usaha tambahan.

Contoh suksesnya adalah Monument Valley. Visualnya ikonik, tidak mengandalkan grafik realistis, tetapi sangat memikat. Ini bukti bahwa Unity mampu menghasilkan game berkualitas tinggi tanpa fokus pada visual AAA.

Unreal Engine

Di sisi lain, kelebihan Unreal Engine sangat mencolok pada kualitas grafis. Fitur seperti real-time ray tracing, Lumen, dan Nanite membuat game tampil sangat realistis. Karena itu, banyak game besar serta proyek VR/AR berstandar tinggi dibuat dengan Unreal.

UE menggunakan Blueprint sebagai sistem visual scripting, memungkinkanmu membangun logika tanpa mengetik satu baris kode pun. 

Namun, kurva belajarnya lebih terjal, dan engine ini membutuhkan perangkat keras yang lebih kuat. Game yang dihasilkan juga cenderung memiliki ukuran file lebih besar.

Game populer seperti Fortnite adalah bukti kemampuan Unreal dalam membangun game skala masif dengan performa tinggi.

Perbandingan Unity vs Unreal Engine

Agar kamu bisa memilih engine dengan lebih yakin, mari kita bahas bagaimana Unity dan Unreal Engine berbeda dalam performa, bahasa pemrograman, dan kemampuan grafis yang langsung memengaruhi proses pembuatan game.

#1. Performa

Kalau kita bicara performa, keduanya sebenarnya kuat, tetapi karakteristiknya berbeda. Kamu yang baru mulai membuat game pasti akan merasakan perbedaan ini cukup signifikan.

  • 2D
    Unity jelas lebih nyaman digunakan. Toolset-nya lebih ringan, workflow-nya lebih sederhana, dan Asset Store-nya mendukung banyak resource 2D. Sementara Unreal memang bisa dipakai untuk 2D, tapi engine ini lebih “bertenaga” daripada yang dibutuhkan proyek 2D umumnya.
  • 3D
    Sebaliknya, Unreal lebih kuat berkat rendering pipeline yang sudah optimal sejak awal sehingga memberikan hasil yang jauh lebih halus. Unity bisa mengejar kualitas tersebut, tetapi perlu optimasi manual yang lebih intensif.
  • Optimasi
    Unity memberi kamu kendali penuh untuk menyesuaikan performa di berbagai perangkat. Ini bagus bila targetmu beragam. Namun, kalau kamu mengincar visual berat, Unreal lebih siap pakai tanpa terlalu banyak tuning tambahan.
  • Cross-platform
    Unity kembali unggul pada variasi perangkat, terutama mobile. Unreal sangat kuat di PC, konsol, dan VR, tetapi bisa lebih resource-hungry untuk platform ringan.

#2. Bahasa Pemrograman

Perbedaan bahasa pemrograman sering menjadi faktor pertama yang dipertimbangkan pemula. Di Unity, kamu akan menggunakan C#, bahasa modern yang sintaksnya lebih mudah dipahami dan cocok untuk belajar konsep fundamental pemrograman.

Unreal memakai C++, yang lebih kompleks karena memberi kontrol tingkat rendah terhadap memori dan performa. Untuk game skala besar, ini menjadi keunggulan, tetapi untuk pemula, kurva belajarnya bisa terasa curam.

Unreal memberikan pilihan Blueprint, visual scripting yang bisa membantumu membangun logika tanpa menulis kode. Unity punya Bolt, tetapi dokumentasi dan komunitas Blueprint saat ini lebih lengkap. 

Meski begitu, pengembang profesional umumnya menggabungkan coding dan visual scripting agar workflow tetap efisien.

#3. Grafis dan Rendering

Di sinilah Unreal Engine mendominasi. Teknologi seperti Nanite dan Lumen membuat lingkungan tampak sangat realistis tanpa butuh trik rendering yang rumit. Namun, kamu harus menggunakan perangkat keras yang lebih kuat.

Unity menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel lewat beberapa pipeline seperti URP dan HDRP. URP cocok untuk platform ringan dan mobile, sementara HDRP mendekati kualitas visual tingkat tinggi. Meski tidak menyamai detail Unreal, Unity mampu menghasilkan visual yang bersih, optimal, dan scalable.

Unity tetap kompetitif karena menyediakan beberapa pilihan pipeline (URP, HDRP) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan target perangkat. Unity unggul dalam fleksibilitas, sedangkan Unreal unggul dalam kualitas visual mentah.

Persamaan Unity dan Unreal Engine

unity vs unreal engine

Walau sering dibanding-bandingkan, dua engine ini sebenarnya punya banyak kesamaan:

  • Sama-sama bisa digunakan untuk banyak platform.
  • Sama-sama punya versi gratis.
  • Sama-sama punya visual scripting (Blueprint vs Bolt).
  • Sama-sama menyediakan marketplace asset.
  • Sama-sama kuat untuk multiplayer dan VR/AR.
  • Komunitas keduanya besar, sehingga kamu tidak pernah kehabisan sumber belajar.

Dengan kata lain, apa pun pilihanmu, kamu tidak akan “salah pilih”.

Unity vs Unreal Engine, Mana yang Perlu Kamu Pilih?

Jika kamu developer game pemula, pemilihan engine sebaiknya ditentukan oleh kebutuhan dan tujuan proyek. Kamu tidak harus memilih berdasarkan tren, tapi berdasarkan apa yang ingin kamu capai.

Berikut ringkasan perbandingannya:

  • Unity lebih mudah dipelajari, unggul di mobile, 2D, dan proyek ringan. Cocok jika kamu ingin membuat game pertama dengan cepat dan fokus pada gameplay.
  • Unreal Engine menawarkan grafis kelas dunia dengan kemampuan rendering tingkat tinggi. Cocok untuk kamu yang ingin membuat pengalaman visual sinematik atau game AAA.

Pertimbangkan juga platform target. Jika kamu ingin rilis di mobile atau web, Unity hampir selalu jadi pilihan terbaik. Kalau kamu ingin membuat game PC high-end atau proyek komersial besar, Unreal memberi hasil paling optimal.

Intinya, “mana yang terbaik” itu sangat subjektif. Yang terbaik adalah yang paling cocok dengan proyek dan kemampuanmu saat ini.

Kesimpulan

Baik Unity maupun Unreal Engine sama-sama kuat dan layak digunakan oleh semua level developer. Untuk pemula, Unity sering terasa lebih ramah dan fleksibel. 

Sementara Unreal memberi pengalaman visual yang belum mampu ditandingi engine lain. Pilihlah berdasarkan tujuan, skala proyek, dan platform yang ingin kamu incar.

Jika kamu sedang membangun komunitas game atau merilis project web pendukung game, kamu membutuhkan server yang stabil. Layanan VPS Murah dari IDwebhost bisa membantumu menjaga performa website tetap cepat, aman, dan andal, bahkan saat trafik sedang tinggi.

Server VPS Cocok untuk website forum, landing page game, atau portal komunitas yang butuh uptime optimal.