OS Android adalah: Fitur, Sejarah, Arsitektur, dan Versinya

OS Android adalah: Fitur, Sejarah, Arsitektur, dan Versinya

Waktu membaca menit

Diposting pada 21 Feb 2026

OS Android adalah sistem operasi yang hampir selalu ada di genggaman sehari-hari. Mulai dari chat, kerja, hingga hiburan, semuanya bergantung pada platform ini. Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian, sejarah, fitur, arsitektur, hingga versi OS Android terbaru agar kamu memahaminya secara menyeluruh.

Pengertian OS Android

OS Android adalah sistem operasi yang dirancang untuk perangkat mobile seperti smartphone, tablet, smartwatch, hingga perangkat IoT. Dalam istilah teknis, Android operating system merupakan platform berbasis open-source yang dikembangkan di atas lapisan kernel Linux.

Bagi pengguna awam, Android bisa dipahami sebagai “otak” yang menghubungkan perangkat keras dengan aplikasi yang kamu gunakan. Tanpa sistem operasi, smartphone hanya akan menjadi perangkat tanpa fungsi berarti.

Baca Juga: Cara Top Up Koin TikTok via DANA, GoPay dan Codashop

Android dirancang modular, artinya fleksibel dan bisa disesuaikan oleh produsen perangkat maupun developer aplikasi. Karena itu, setiap brand seperti Samsung, Xiaomi, atau Oppo bisa menghadirkan tampilan dan fitur yang berbeda meskipun sama-sama menggunakan Android.

Dari sudut pandang praktisi, fleksibilitas ini yang membuat Android berkembang sangat cepat. Developer bisa menciptakan aplikasi dengan berbagai fungsi, sementara pengguna bebas menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan.

Baca Juga: FB Pro Bisa Monetisasi? Ini Cara Isi Akun Pembayarannya

Sejarah Pengembangan OS Android

Perjalanan Android cukup panjang dan penuh transformasi. Awalnya, Android bukan dibuat untuk smartphone.

  • 2003: Android Inc. didirikan oleh Andy Rubin dan timnya, awalnya untuk kamera digital.
  • 2005: Google mengakuisisi Android, membuka jalan ke industri mobile.
  • 2007: Lahir Open Handset Alliance, kolaborasi perusahaan teknologi untuk mengembangkan Android.
  • 2008: Android 1.0 dirilis bersama perangkat HTC Dream, menjadi awal Android di pasar.

Pada masa awal, Android bersaing ketat dengan Symbian, Blackberry OS, dan Windows Phone. Namun berkat pendekatan open-source dan dukungan software Google seperti Gmail, Maps, dan YouTube, Android berkembang pesat.

Seiring waktu, Android menjadi sistem operasi mobile paling populer di dunia. Hingga 2025, Android menguasai sebagian besar pangsa pasar global, digunakan oleh miliaran perangkat.

Fitur Utama OS Android

os android adalah

Android memiliki banyak fitur yang membuatnya unggul dan fleksibel. Berikut beberapa fitur utama yang sering digunakan sehari-hari:

  • Open Source dan Fleksibel
    Android bersifat open-source, sehingga developer dapat memodifikasi sistem sesuai kebutuhan. Inilah yang membuat inovasi Android terus berkembang.
  • Kustomisasi Tampilan
    Pengguna bisa mengubah tema, widget, launcher, hingga layout home screen. Tidak seperti sistem lain yang cenderung tertutup, Android memberi kebebasan penuh.
  • Multitasking
    Android memungkinkan menjalankan banyak aplikasi sekaligus, termasuk split-screen untuk membuka dua aplikasi dalam satu layar.
  • Google Play Store
    Ekosistem aplikasi Android sangat luas. Kamu bisa mengunduh jutaan aplikasi mulai dari produktivitas hingga hiburan.
  • Integrasi Layanan Google
    Android terintegrasi dengan berbagai software Google, seperti:
    • Gmail
    • Google Drive
    • Google Photos
    • Google Maps

Hal ini memudahkan sinkronisasi data dan aktivitas sehari-hari.

  • Google Assistant
    Asisten virtual berbasis AI yang bisa membantu berbagai tugas, mulai dari mencari informasi hingga mengontrol smart home.
  • Keamanan Sistem
    Android dilengkapi fitur keamanan seperti:
    • Enkripsi data
    • Google Play Protect
    • Sistem izin aplikasi
    • Update keamanan berkala
  • Dukungan Developer
    Android menyediakan tools lengkap seperti Android Studio, API, dan dokumentasi untuk memudahkan pengembangan aplikasi.

Arsitektur OS Android

Untuk memahami cara kerja Android, penting mengenal struktur atau arsitekturnya. Android dibangun dalam beberapa lapisan yang saling terhubung.

#1. Lapisan Kernel Linux

Di bagian paling bawah terdapat lapisan kernel Linux, yang berfungsi sebagai inti sistem. Kernel ini menangani:

  • Manajemen memori
  • Driver perangkat
  • Keamanan sistem
  • Pengelolaan proses

Kernel menjadi penghubung langsung antara hardware dan sistem operasi.

#2. Hardware Abstraction Layer (HAL)

HAL bertugas menjembatani perangkat keras dengan software. Dengan HAL, Android bisa berjalan di berbagai jenis perangkat.

#3. Native Libraries

Lapisan ini berisi library C/C++ untuk fungsi dasar seperti:

  • Grafik (OpenGL)
  • Multimedia
  • Database
  • Kompresi data

#4. Android Runtime (ART)

ART adalah mesin yang menjalankan aplikasi Android. Sistem ini mengubah kode aplikasi menjadi bahasa mesin agar bisa dieksekusi.

#5. Java API Framework

Framework ini menyediakan API untuk developer, seperti:

  • Activity manager
  • Resource manager
  • Notifikasi
  • UI components

#6. Application Layer

Ini adalah lapisan paling atas yang berisi aplikasi yang digunakan pengguna, seperti WhatsApp, Instagram, atau browser.

Memahami arsitektur ini penting, terutama jika kamu ingin terjun ke dunia pengembangan aplikasi Android.

Apa Saja Versi Android?

Setiap tahun, Google merilis versi Android baru dengan peningkatan fitur dan keamanan. Berikut gambaran perkembangannya:

perjalanan versi os android

Versi Awal (2008–2012)

Di fase awal, Android masih berfokus pada fungsi dasar smartphone. Mulai dari Android 1.0 hingga 2.3 (Gingerbread), sistem ini memperkenalkan fondasi penting seperti aplikasi bawaan, navigasi sederhana, dan dukungan layar sentuh.

Jika dibandingkan dengan sekarang, tampilannya memang terlihat sederhana. Akan tetapi di sinilah fondasi ekosistem Android mulai dibangun.

Era UI Modern (2011–2016)

Memasuki Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) hingga 6.0 (Marshmallow), perubahan mulai terasa signifikan. Android mulai memikirkan tampilan dan kenyamanan pengguna. 

Navigasi swipe, desain yang lebih rapi, serta peningkatan kontrol privasi mulai diperkenalkan. Di tahap ini, Android mulai terasa lebih matang dan nyaman digunakan sehari-hari.

Era Performa & AI (2016–2022)

Pada periode ini, Android berkembang lebih cerdas. Mulai Android 7 (Nougat) hingga 13 (Tiramisu), peningkatan tidak hanya pada performa, tetapi juga kecerdasan sistem. 

Fitur multitasking, pengelolaan notifikasi, serta integrasi AI mulai terasa membantu aktivitas harian. Android juga semakin adaptif terhadap kebiasaan pengguna.

Era Modern (2023–2026)

Android 14 hingga 16 membawa fokus pada efisiensi dan keamanan. Optimalisasi baterai, peningkatan privasi, serta dukungan perangkat layar lipat menjadi prioritas. Pengalaman pengguna kini lebih konsisten di berbagai perangkat, termasuk tablet dan foldable.

Android Terbaru (2026)

Android 17 (Cinnamon Bun) hadir dengan pendekatan yang lebih futuristik. Integrasi AI semakin dalam, manajemen daya lebih efisien, serta pengalaman lintas perangkat semakin seamless. Ini menunjukkan arah Android ke ekosistem yang lebih cerdas dan terhubung.

Kelebihan dan Kekurangan OS Android

os android adalah

Seperti teknologi lainnya, Android memiliki sisi positif dan negatif.

Kelebihan Android: 

  • Open Source: Bebas dikembangkan dan dimodifikasi
  • Kustomisasi Tinggi: Tampilan dan fitur bisa disesuaikan
  • Pilihan Perangkat Beragam: Dari harga murah hingga flagship
  • Ekosistem Aplikasi Besar: Jutaan aplikasi tersedia
  • Terintegrasi Google: Memudahkan aktivitas digital

Kekurangan Android

  • Fragmentasi Versi: Tidak semua perangkat mendapat update terbaru
  • Bloatware: Banyak aplikasi bawaan yang tidak dibutuhkan
  • Update Tidak Merata: Bergantung pada produsen perangkat
  • Keamanan Lebih Rentan: Terutama jika menginstal aplikasi dari luar Play Store

Dalam penggunaan sehari-hari, kekurangan ini biasanya terasa pada perangkat kelas entry-level atau yang sudah lama tidak mendapat pembaruan.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa OS Android adalah sistem operasi mobile yang fleksibel, powerful, dan terus berkembang. Mulai dari sejarah, fitur, hingga arsitekturnya, Android menawarkan ekosistem yang luas untuk pengguna maupun developer.

Memahami Android bukan hanya penting untuk pengguna smartphone, tetapi juga bagi kamu yang ingin membangun aplikasi, bisnis digital, atau personal brand di era modern.

Jika kamu ingin mengembangkan website atau aplikasi sebagai bagian dari branding, pastikan menggunakan layanan hosting yang stabil dan terjangkau. Hosting Murah dari IDwebhost bisa menjadi solusi tepat untuk membangun website profesional dengan performa optimal, sehingga bisnis atau personal brand kamu semakin berkembang di dunia digital.