Bingung Perbedaan Git Rebase vs Git Merge? Simak Ini Yuk!
Git rebase vs git merge sering jadi topik yang bikin developer berhenti sejenak, membuka Google, lalu malah makin bingung. Keduanya sama-sama bagian penting dari Git commands, tapi dampaknya ke Repository Git sangat berbeda. Artikel ini membahas perbedaannya secara praktis, tanpa teori bertele-tele.

Sekilas tentang Git Rebase vs Git Merge
Pada dasarnya, git rebase dan git merge punya tujuan yang sama: menggabungkan perubahan dari satu branch ke branch lain. Namun, cara mereka melakukannya sangat berbeda, terutama dalam memperlakukan riwayat commit.
Sebelum masuk lebih jauh, samakan dulu pemahaman:
- Commit
Commit adalah “rekaman keadaan” kode pada satu waktu tertentu. Setiap perubahan yang disimpan akan menjadi satu commit baru. Dalam praktik, commit mencerminkan keputusan teknis yang diambil developer. - Branch
Branch adalah salinan jalur kode utama (biasanya main) yang bisa digunakan untuk eksperimen. Kalau gagal, tinggal dibuang. Kalau sukses, baru digabungkan kembali.
Baca Juga: Apa Itu GitHub Flow? Bedanya dengan Git Flow dan Manfaatnya
Bayangkan skenario ini:
Kamu sedang mengerjakan fitur baru di branch feature. Di saat yang sama, rekan tim sudah mendorong banyak commit ke branch main. Akibatnya, branch feature dan main mulai “menjauh” satu sama lain. Inilah yang sering disebut divergent history.
Di titik ini, ada dua pilihan:
- Git merge akan mengambil semua perubahan terbaru dari main lalu menggabungkannya ke branch
feature, lengkap dengan satu merge commit. - Git rebase akan “memindahkan” commit di
featureke atas commit terbaru di main, seolah-olah fitur tersebut baru saja dibuat dari kondisi terkini.
Baca Juga: Baru Dengar Git SSH Key? Begini Cara Mudah Mendapatkannya!
Secara visual, hasilnya sangat berbeda. Merge menciptakan cabang. Rebase membuat garis lurus. Berikut ini tabel perbedaan git rebase vs git merge:

Apa Itu Git Rebase?
Git rebase adalah proses memindahkan commit dari satu branch dan menerapkannya ulang ke branch lain, sehingga riwayat commit terlihat linear. Secara sederhana, Git seakan berkata: “Oke, kita ulang dari awal, tapi dengan konteks terbaru.”
Rebase sering terasa seperti time travel. Sangat powerful, tapi juga berisiko kalau tidak paham apa yang sedang dilakukan.
Contoh perintah dasar:
git checkout feature
git fetch origin
git rebase origin/main
Perintah ini akan mengganti seluruh commit di branch feature dengan commit baru yang berbasis main terbaru. Secara teknis aman, tapi dampaknya besar karena riwayat commit ditulis ulang.
Manfaat Git Rebase
- History lebih rapi dan mudah dibaca
Tidak ada merge commit yang bertebaran. Saat membukagit log, alurnya jelas dari awal sampai akhir. - Lebih mudah saat debugging
Tools sepertigit bisectbekerja lebih efektif pada history yang linear. Bug lebih cepat dilacak. - Cerita commit lebih masuk akal
Dengan interactive rebase (git rebase -i), commit bisa digabung, diurutkan, atau diperbaiki pesannya. Hasilnya terasa profesional dan matang. - Pull request lebih nyaman direview
Reviewer fokus ke perubahan kode, bukan ke drama merge commit yang tidak relevan.
Kekurangan Git Rebase
- Berisiko kehilangan data
Salah langkah, salahpush --force, commit bisa lenyap. Rebase tidak memaafkan kesalahan kecil. - Tidak cocok untuk branch bersama
Melakukan rebase di branch yang dipakai banyak developer sering berakhir kacau. Timeline orang lain bisa rusak total. - Konflik bisa muncul berulang kali
Karena setiap commit diterapkan ulang satu per satu, konflik yang sama bisa muncul berkali-kali. - Kurva belajar lebih curam
Untuk developer yang masih baru, konsep “menulis ulang sejarah” butuh waktu untuk benar-benar dipahami.
Apa Itu Git Merge?

Git merge adalah proses menggabungkan dua branch dengan menambahkan satu merge commit baru, tanpa mengubah commit lama sama sekali. Semua riwayat tetap utuh.
Contoh perintah:
git checkout feature
git fetch origin
git merge origin/main
Hasilnya, branch feature berisi perubahan terbaru dari main, ditambah merge commit sebagai penanda integrasi.
Kelebihan Git Merge
- Aman dan non-destruktif
Tidak ada commit yang diubah atau dihapus. Cocok untuk kerja tim. - Riwayat kolaborasi terjaga
Semua jalur pengembangan tercatat jelas. Berguna untuk audit atau analisis keputusan teknis. - Lebih aman untuk branch publik
Tidak memaksa rekan tim melakukan sinkronisasi ulang. - Lebih mudah dipahami
Git merge adalah Git commands yang paling ramah untuk pemula.
Kekurangan Git Merge
- History bisa berantakan
Terlalu banyak merge commit membuat git log sulit dibaca. - Merge commit sering minim informasi
Pesan seperti “Merge branch feature-x” jarang membantu memahami perubahan. - Lebih sulit saat bisect bug
Merge commit bisa mengaburkan titik awal munculnya bug. - Pull request terasa lebih berat
Reviewer harus memilah commit yang sebenarnya tidak relevan.
Kapan Perlu Menggunakan Git Rebase atau Git Merge?
Tidak ada jawaban mutlak. Semua tergantung konteks, tim, dan tujuan. Di lapangan, keputusan menggunakan Git rebase dan Git merge ini sering muncul saat repository mulai ramai dan ritme development makin cepat.
Git merge biasanya jadi pilihan aman ketika kolaborasi adalah prioritas utama. Riwayat commit memang bisa terlihat lebih bercabang, tapi semua proses kerja tim terdokumentasi dengan jelas. Ini penting, terutama saat debugging atau audit perubahan di kemudian hari.
Gunakan Git Merge jika:
- Bekerja di branch yang dipakai bersama
- Stabilitas lebih penting daripada kerapian history
- Proyek melibatkan banyak developer
- Ingin menghindari risiko rewrite history
Sementara itu, Git rebase lebih cocok saat kamu ingin merapikan pekerjaan sendiri sebelum dibagikan. History yang bersih memudahkan reviewer memahami alur perubahan tanpa distraksi.
Gunakan Git Rebase jika:
- Bekerja di branch lokal atau pribadi
- Ingin membersihkan commit sebelum pull request
- Proyek menuntut history yang rapi dan linear
- Tim sudah paham risiko rebase
Prinsip penting yang sering dipegang praktisi:
Jangan pernah rebase branch publik.
Strategi Git Rebase dan Git Merge Bersama

Dalam praktik sehari-hari, banyak tim tidak terpaku pada satu pendekatan saja. Justru, mereka mengombinasikan Git rebase dan Git merge untuk menghasilkan workflow yang paling seimbang.
Pendekatan ini memberi ruang bagi developer untuk bekerja secara personal, tanpa mengorbankan transparansi saat kolaborasi.
Strateginya sederhana yang bisa kamu lakukan:
Rapikan commit secara lokal dengan rebase
Saat mengembangkan fitur, commit sering kali masih “mentah”. Di tahap ini, kamu bisa menggunakan interactive rebase untuk merapikan history sebelum dibagikan.
Contoh alurnya:
git checkout feature-login
git fetch origin
git rebase -i origin/main
Di mode interaktif, kamu bisa:
squashbeberapa commit kecil jadi satu- Mengubah urutan commit
- Memperbaiki pesan commit agar lebih jelas
Tujuannya bukan sekadar rapi, tapi supaya setiap commit punya makna teknis yang jelas. Ini sangat membantu saat code review.
Integrasikan ke branch utama dengan merge
Setelah branch fitur siap dan history sudah bersih, barulah dilakukan integrasi ke branch utama menggunakan merge.
git checkout main
git pull origin main
git merge feature-login
Di sini Git akan membuat satu merge commit sebagai penanda integrasi fitur. History kolaborasi tetap aman, dan developer lain tidak terganggu.
Workflow ini terbukti efektif untuk tim menengah hingga besar, terutama yang mengandalkan GitHub atau GitLab dengan CI/CD aktif.
Kesimpulan
Memahami perbedaan git rebase vs git merge bukan soal mana yang lebih hebat, tapi kapan harus menggunakan yang tepat.
Git rebase adalah alat untuk merapikan dan memperjelas cerita kode. Git merge adalah alat untuk menjaga stabilitas dan kolaborasi.
Keduanya sama-sama penting bagi developer yang ingin bekerja rapi, aman, dan efisien. Saat workflow Git sudah solid, proses deploy juga jadi lebih lancar, terutama jika proyek di-host di server yang stabil.
Untuk kebutuhan deploy aplikasi dari GitHub, VPS Murah dari IDwebhost bisa jadi pilihan tepat. Performa stabil, akses root penuh, dan mudah dikonfigurasi untuk workflow Git modern.
Repository aman, pipeline lancar, dan tim bisa fokus ke pengembangan tanpa drama infrastruktur.