Bedah Cloudflare Pages untuk JAMstack: Worth It Dipakai?

Bedah Cloudflare Pages untuk JAMstack: Worth It Dipakai?

Waktu membaca menit

Kategori Hosting

Update Terakhir 21 Jan 2026

Cloudflare Pages adalah salah satu platform yang sering muncul di obrolan developer saat membahas hosting cepat dan gratis untuk JAMstack. Di tengah kebutuhan performa tinggi dan workflow praktis, artikel ini akan membedah Cloudflare Pages secara jujur, mulai dari fitur, kelebihan, kekurangan, hingga siapa yang paling cocok menggunakannya.

hosting murah 89

Apa Itu Cloudflare Pages?

Cloudflare Pages bukan sekadar ikut-ikutan tren platform hosting gratis. Layanan ini lahir dari kebutuhan nyata: developer ingin deploy website JAMstack tanpa ribet server, tanpa pusing SSL, dan tanpa biaya di tahap awal.

Cloudflare Pages adalah platform hosting berbasis arsitektur JAMstack yang terintegrasi langsung dengan GitHub dan GitLab. Jadi, setiap kali kamu melakukan git push, Cloudflare akan otomatis melakukan build dan mendistribusikan website ke jaringan edge mereka.

Baca Juga: Cara Top Up Koin TikTok via DANA, GoPay dan Codashop

Dalam praktiknya, platform ini sering dipakai untuk website statis modern, mulai dari blog, dokumentasi, landing page, sampai portfolio. Framework seperti Astro, Next.js (SSG), React, hingga Hugo berjalan mulus di sini. 

Banyak developer yang awalnya hanya “coba-coba”, lalu akhirnya menjadikan Pages sebagai home untuk beberapa proyek produksi.

Yang membuat Cloudflare Pages terasa berbeda adalah pendekatannya. Alih-alih memaksa kamu belajar panel hosting baru, mereka justru mengikuti workflow yang sudah kamu pakai sehari-hari: Git, commit, push, selesai. Tidak berisik, tidak bertele-tele.

Baca Juga: Cara Buka Blokir challenges.cloudflare.com Anti Gagal!

Cara Kerja Cloudflare Pages Secara Singkat

deploy website Jamstack pakai cloudflare pages

Bagi yang baru pertama kali mencoba, alurnya cukup ramah bahkan untuk tim kecil. Berikut gambaran singkat alur kerja Cloudflare Pages, dari mulai menyiapkan repository Git hingga deploy website. 

Step 1: Siapkan repository

Website berbasis JAMstack umumnya sudah berbentuk repository Git. Contoh paling umum adalah project Astro, Next.js (SSG), atau Hugo. Misalnya, sebuah template portfolio Astro yang masih versi awal bisa langsung di-push ke GitHub tanpa perlu konfigurasi server tambahan.

Step 2: Masuk ke dashboard Cloudflare Pages

Dari dashboard Cloudflare, buka menu Workers & Pages lalu pilih Create Application. Pastikan kamu berada di tab Pages, karena default-nya sering diarahkan ke Workers. Di tahap ini, tidak ada pengaturan teknis yang rumit.

Step 3: Hubungkan ke GitHub atau GitLab

Pilih repository yang ingin di-deploy. Branch utama biasanya terdeteksi otomatis. Di sini terlihat jelas bahwa Cloudflare Pages memang dirancang untuk workflow kolaboratif berbasis Git.

Step 4: Pilih framework dan konfigurasi build

Cloudflare Pages menyediakan preset untuk berbagai framework. Build command dan output directory biasanya langsung terisi, tapi tetap bisa disesuaikan jika kamu memakai monorepo atau konfigurasi khusus.

Step 5: Klik Save and Deploy

Setelah disimpan, proses build langsung berjalan. Dalam hitungan menit, website sudah aktif di jaringan global Cloudflare.

Setelah deployment pertama, setiap git push akan memicu build ulang secara otomatis. Tanpa setup CI/CD manual, kamu bisa fokus ke pengembangan, bukan ke urusan infrastruktur.

Fitur Unggulan Cloudflare Pages

Cloudflare Pages dikembangkan sebagai platform yang menyederhanakan proses build, deploy, hingga kolaborasi tim, tanpa memutus fleksibilitas untuk scale-up. Fokus utamanya bukan hanya kecepatan, tapi juga bagaimana developer dan tim non-teknis bisa bekerja lebih rapi dalam satu alur.

Integrasi Git dan CI/CD Otomatis

Cloudflare Pages terhubung langsung ke GitHub dan GitLab. Setiap kali kamu melakukan push ke branch tertentu, sistem akan otomatis melakukan build dan deployment. Dari pengalaman di lapangan, pendekatan ini sangat mengurangi human error, tidak ada lagi deploy manual yang lupa update file atau salah environment. Untuk kasus tertentu, Pages juga mendukung direct upload lewat CLI, cocok jika kamu punya pipeline CI/CD sendiri.

Preview URL dan Kontrol Perubahan

Setiap commit dan pull request menghasilkan preview URL unik. Ini memudahkan review berbasis visual, bukan sekadar membaca kode. Tim marketing atau UI/UX bisa langsung membuka hasil deploy tanpa akses ke repository. Bahkan, preview environment ini bisa diamankan menggunakan Cloudflare Access, jadi hanya orang tertentu yang bisa melihatnya.

Staging Fleksibel dan Rollback Instan

Setiap branch bisa dianggap sebagai staging environment sendiri. Jika terjadi kesalahan, Cloudflare Pages menyediakan instant rollback, cukup satu klik untuk kembali ke versi stabil sebelumnya. Fitur ini sering jadi penyelamat saat update kecil ternyata berdampak besar di production.

Performa Global dan Optimasi Edge

Website langsung disajikan lewat CDN Cloudflare di ratusan kota. Dukungan HTTP/3, QUIC, SSL otomatis, hingga early hints membuat halaman terasa ringan bahkan dari Indonesia ke pengguna global. Tanpa tuning rumit, performa sudah optimal sejak awal.

Siap untuk Aplikasi Dinamis

Melalui Pages Functions berbasis Cloudflare Workers, kamu bisa menambahkan logika backend seperti form handler, autentikasi, atau API ringan. Integrasinya dengan D1, R2, dan KV membuka jalan menuju arsitektur JAMSTACK yang lebih matang, tanpa harus langsung pindah ke server penuh.

Kelebihan Cloudflare Pages

cloudflare pages adalah

Beberapa alasan mengapa Cloudflare Pages sering jadi pilihan utama untuk deploy website berbasis JAMstack:

  • Performa global konsisten berkat CDN di ratusan kota
  • Free tier yang realistis, bukan sekadar pancingan
  • Build preview yang matang untuk workflow tim
  • Keamanan default: SSL otomatis dan proteksi DDoS
  • Fleksibel untuk berkembang ke full-stack JAMstack

Untuk banyak kasus, kombinasi ini sudah lebih dari cukup tanpa perlu memikirkan server sejak hari pertama.

Kekurangan Cloudflare Pages

Meski jadi andalan developer JAMstack dalam mengembangan web modern, tapi Cloudflare Pages bukan tanpa keterbatasan:

  • Keterbatasan runtime: tidak semua API Node.js didukung
  • Build concurrency terbatas di free tier
  • Dashboard terasa terfragmentasi bagi pengguna baru
  • Fitur bawaan tertentu belum tersedia, seperti form handling instan
  • Manajemen cache bisa menantang di setup kompleks

Kekurangan ini jarang terasa di proyek kecil, tapi mulai relevan saat skala bertambah.

Siapa yang Cocok Menggunakan Cloudflare Pages?

Cloudflare Pages ideal untuk:

  • Frontend developer yang mengutamakan workflow Git
  • Tim kecil dan SMB yang ingin efisiensi biaya
  • Proyek berbasis arsitektur JAMstack
  • Website statis, blog, dokumentasi, hingga SPA
  • Tim yang butuh kolaborasi cepat tanpa overhead server

Untuk e-commerce atau aplikasi dinamis, Pages masih relevan, selama dipadukan dengan layanan backend tambahan.

Kesimpulan

Cloudflare Pages adalah solusi solid untuk memulai dan menjalankan website JAMstack dengan cepat, aman, dan efisien. Untuk tahap awal hingga menengah, platform ini sangat layak dipakai, bahkan untuk produksi.

Namun, saat traffic tumbuh, kebutuhan backend makin kompleks, dan kontrol server menjadi krusial, banyak tim akhirnya mencari infrastruktur yang lebih fleksibel. 

Di fase ini, IDwebhost bisa jadi solusi lewat layanan VPS Murah. Server VPS bisa menjadi langkah lanjutan yang masuk akal untuk scale-up website JAMstack, dengan performa stabil, resource dedicated, dan kontrol penuh sesuai kebutuhan bisnismu.

Jika Cloudflare Pages adalah tempat ideal untuk mulai, maka VPS IDwebhost adalah fondasi kuat saat website-mu siap melaju lebih jauh.