OpenClaw Resmi Gantikan Clawdbot, Ini Dampaknya Bagi User

OpenClaw Resmi Gantikan Clawdbot, Ini Dampaknya Bagi User

Waktu membaca menit

Diposting pada 4 Feb 2026

OpenClaw adalah evolusi terbaru dari proyek AI agent yang sebelumnya dikenal lewat proses rebranding Clawdbot. Pergantian nama ini bukan sekadar hiasan, tetapi membawa perubahan serius pada arah produk, keamanan, dan cara pengguna memanfaatkan AI Assistant untuk kebutuhan nyata sehari-hari. Artikel ini membahas dampaknya secara praktis bagi user.

hosting murah 89

Rebranding: Clawdbot Jadi OpenClaw

Perjalanan OpenClaw bukan cerita rebranding yang rapi dan mulus. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, proyek ini mengalami tiga fase identitas yang masing-masing meninggalkan jejak penting bagi komunitasnya. 

Semuanya dimulai pada November 2025, ketika proyek ini pertama kali dikenal sebagai Clawdbot. Dibangun oleh Peter Steinberger sebagai eksperimen akhir pekan, Clawdbot menawarkan cara baru berinteraksi dengan AI langsung lewat aplikasi chat. 

Baca Juga: Clawdbot Lagi Booming! Ternyata Ini Fungsi & Cara Pakainya

Dalam hitungan hari, respons komunitas melonjak drastis, GitHub stars menembus puluhan ribu dan liputan media teknologi berdatangan. Namun, popularitas cepat ini juga membawa konsekuensi. Pada 27 Januari 2026, proyek ini menerima pemberitahuan merek dagang karena nama “Clawdbot” dianggap terlalu dekat dengan “Claude”.

Masih di tanggal yang sama, Clawdbot berganti nama menjadi Moltbot. Secara konsep, namanya masuk akal, melambangkan proses bertumbuh. Sayangnya, transisi yang dilakukan terlalu cepat membuka celah non-teknis.

Dalam selang waktu yang sangat singkat, akun lama diambil alih pihak tidak bertanggung jawab, token kripto palsu bermunculan, dan kebingungan menyebar di komunitas developer. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa rebranding bukan hanya soal kode.

Baca Juga: Optimasi SEO Pakai Gemini AI, Hasilnya di Luar Dugaan!

Hanya dua hari berselang, tepat pada 30 Januari 2026, proyek ini resmi memakai nama OpenClaw. Kali ini, semua disiapkan lebih matang: domain diamankan, migrasi teknis direncanakan, dan identitas sosial dikunci lebih dulu. 

Sejak titik ini, OpenClaw mulai dikenal sebagai proyek yang lebih stabil, dewasa, dan siap digunakan sebagai AI Assistant untuk kebutuhan nyata.

Soal biaya, OpenClaw bersifat open source dan gratis. Namun, penggunaan API seperti Claude atau GPT tetap berbayar per token. Alternatifnya, model lokal bisa dipakai dengan kompromi pada kualitas.

Apa Saja yang Baru di OpenClaw?

OpenClaw adalah

Update OpenClaw di akhir Januari menandai fase pendewasaan proyek ini. Celah lama pada Clawdbot dan Moltbot tertutup, fondasi menguat, dan OpenClaw diklaim aman digunakan dalam berbagai skenario nyata, terutama soal data sensitif dan otomatisasi bisnis

Berikut ini fitur-fitur baru yang dihadirkan di dalam OpenClaw dan berdampak besar bagi bisnis:

#1. Auth Mode “none” Dihapus Permanen

Sebelumnya, OpenClaw masih mengizinkan gateway berjalan tanpa autentikasi. Dalam praktiknya, ini sering menjadi kesalahan fatal, terutama ketika OpenClaw dipasang di VPS atau server publik. Siapa pun yang menemukan alamat IP bisa masuk dan mengendalikan sistem.

Kini, opsi tersebut dihapus sepenuhnya. Kamu wajib menggunakan:

  • token,
  • password,
  • atau identitas berbasis Tailscale.

Perubahan ini mungkin terasa merepotkan di awal, tetapi justru inilah lapisan fitur keamanan paling krusial yang membuat OpenClaw layak dipakai untuk workflow serius, bukan sekadar eksperimen.

#2. Rebranding Paket npm

OpenClaw kini menggunakan satu identitas instalasi resmi:

npm install -g openclaw@latest

Alias lama memang masih berjalan, tetapi ke depannya tidak lagi menerima pembaruan. Bagi developer, ini membantu menjaga konsistensi dokumentasi, tooling, dan dukungan komunitas dalam satu ekosistem yang jelas.

#3. Perubahan Scope Extension

Seluruh ekstensi berpindah dari @moltbot/* ke @openclaw/*. Dampaknya, kamu perlu merapikan dependency dan import path. Ini bukan sekadar ganti nama, melainkan langkah penting agar struktur proyek lebih bersih, mudah diaudit, dan aman dikembangkan jangka panjang.

#4. Instalasi Daemon Lebih Stabil

Dengan perintah onboarding baru, OpenClaw bisa berjalan otomatis di background meski sistem restart. Untuk penggunaan sebagai AI Assistant harian atau agent otomatis, stabilitas ini membuat OpenClaw benar-benar siap dipakai, bukan hanya sekadar demo teknis.

Keunggulan OpenClaw yang Membuatnya Berbeda

Banyak AI Assistant mengklaim revolusioner. OpenClaw berbeda karena tiga hal berikut benar-benar terasa di lapangan.

Akses Komputer Penuh

OpenClaw tidak hidup di browser. Ia berjalan di mesin nyata, seperti laptop, server, atau mini PC. Artinya, ia bisa:

  • Menulis dan menjalankan skrip
  • Mengelola file
  • Mengatur sistem

Bukan sekadar memberi saran, tapi mengeksekusi.

Memori Persisten

OpenClaw belajar dari kebiasaan. Ia mengenali pola, konteks kerja, dan preferensi. Dalam jangka panjang, ini mengurangi instruksi berulang dan mempercepat workflow.

“Heartbeat”

Fitur ini memungkinkan OpenClaw bertindak proaktif. Ia bisa memantau inbox, sistem, atau aktivitas tertentu dan memberi notifikasi tanpa diminta. Di sinilah nuansa AI terasa lebih “hidup”.

Kapan OpenClaw Cocok Digunakan?

Dengan maraknya AI Assistant berbasis cloud, OpenClaw menempati posisi yang cukup unik. Dia dirancang sebagai local-first autonomous agent framework, artinya AI berjalan dekat dengan sistem yang kamu gunakan sehari-hari. 

  • Model-agnostic (Claude, Kimi K2.5, dan lainnya)
    Dalam praktiknya, ini berguna saat kamu ingin menekan biaya atau menyesuaikan kualitas output. Misalnya, memakai Kimi untuk tugas coding rutin, lalu beralih ke model lain untuk penulisan konten atau analisis yang lebih kompleks, tanpa membangun ulang sistem.
  • Bisa berjalan di hardware pribadi
    OpenClaw cocok jika kamu menjalankan workflow di laptop kerja, Mac Mini kantor, atau server kecil. Contoh nyatanya: automasi laporan internal, pengolahan file sensitif, atau integrasi dengan sistem lokal tanpa perlu mengunggah data ke cloud publik.
  • Terhubung ke WhatsApp, Telegram, dan Discord
    Ini memudahkan kontrol dari mana saja. Banyak user memanfaatkan OpenClaw untuk menerima notifikasi penting, memicu automasi, atau merespons event bisnis langsung dari aplikasi chat yang sudah dipakai sehari-hari.

Contoh Penerapan OpenClaw di WordPress

OpenClaw adalah

Di dunia WordPress, OpenClaw sangat relevan. Contoh alur nyata:

  • menerima keyword atau brief konten,
  • menulis artikel lengkap sesuai struktur SEO,
  • memformat heading, paragraf, dan internal link,
  • menambahkan CTA yang relevan,
  • lalu mempublikasikannya langsung ke WordPress.

Jika hasil belum sesuai, revisi bisa dilakukan sebelum publish. Selain itu:

  • Workflow dan skill bisa disimpan
  • Cocok untuk SEO agency
  • Terintegrasi dengan Notion, Telegram, hingga Netlify

Dengan dukungan integrasi ke tools lain, OpenClaw tidak hanya menulis, tetapi membantu menjaga konsistensi operasional website.

Kesimpulan

Rebranding Clawdbot menjadi OpenClaw bukan sekadar ganti nama. Ini adalah pendewasaan produk menjadi lebih aman, lebih matang, dan lebih relevan untuk kebutuhan nyata. Dengan pendekatan lokal, kontrol penuh, dan kemampuan otomatisasi bisnis, OpenClaw layak dipertimbangkan sebagai AI Assistant jangka panjang.

IDwebhost memiliki layanan hosting yang dirancang khusus untuk WordPress, sehingga lebih siap digunakan saat kamu mulai menerapkan OpenClaw untuk otomatisasi konten. 

Dengan lingkungan server yang stabil, optimasi performa bawaan, serta dukungan keamanan yang terkelola, proses publish otomatis, revisi konten, hingga integrasi AI bisa berjalan tanpa mengganggu keandalan website. 

Pendekatan ini memberi ruang untuk bereksperimen dengan automasi berbasis AI, tanpa harus khawatir soal kestabilan dan performa WordPress dalam jangka panjang.