Apa Itu UpScrolled, Benarkah Bisa Geser Popularitas TikTok?
Apa itu UpScrolled, dan kenapa namanya mendadak sering muncul di timeline saat TikTok diterpa isu besar? Artikel ini membedah UpScrolled dari sudut pandang pengguna dan pengamat media sosial, untuk menjawab satu pertanyaan krusial: apakah platform ini sekadar tren sesaat, atau benar-benar ancaman serius bagi TikTok?
Apa Itu UpScrolled?
UpScrolled adalah media sosial pendatang baru yang secara terang-terangan memosisikan diri sebagai “anti-algoritma manipulatif”. Platform ini dibuat oleh Issam Hijazi dan resmi meluncur pada Juni lalu.
Dari awal, platform ini sudah berani memosisikan diri: tidak ada shadowban, tidak ada permainan algoritma tersembunyi, dan setiap konten punya peluang yang sama untuk dilihat.
Baca Juga: Cara Buat Akun Lebih dari 2 di TikTok Tanpa Kena Banned
Di situs resminya, Upscrolled bahkan menegaskan janji ini secara eksplisit:
“Setiap suara punya kekuatan yang setara.”
Artinya, pengguna yang mulai frustrasi dengan platform seperti TikTok, di mana konten bagus tidak selalu berarti distribusi bagus.
Mengapa UpScrolled Cepat Populer?

Tahun 2026 boleh dibilang menjadi momentum bagi UpScrolled. Hal ini terjadi sebaliknya terhadap TikTok.
Tahun 2026 bukan tahun yang ramah untuk TikTok. Setelah berpindah kepemilikan dari ByteDance ke entitas mayoritas Amerika, masalah demi masalah muncul:
- Aplikasi sempat down akibat gangguan pusat data
- Perubahan terms of service yang dianggap makin agresif
- Tuduhan pelacakan data berlebihan
- Keluhan kreator soal konten baru yang “tak kelihatan”
Baca Juga: Cara Aktifkan 2FA di IG, TikTok, FB Biar Akun Anti Bobol!
Benar atau tidak, satu hal tak terbantahkan: kepercayaan pengguna mulai retak.
Dalam kondisi seperti itu, pengguna tidak menunggu klarifikasi. Mereka mencari alternatif. UpScrolled hadir seperti “pelarian”: transparan, adil, dan tanpa agenda tersembunyi.
Hasilnya langsung terasa. Dalam waktu singkat, UpScrolled sempat menempati peringkat dua aplikasi gratis terpopuler di iOS App Store.
Fenomena ini mengingatkan pada momen ketika pengguna X berbondong-bondong pindah ke Bluesky, bukan karena fiturnya sempurna, tapi karena rasa “cukup, sudah capek”.
Cara Kerja UpScrolled
Berbeda dengan TikTok yang mendorong konten lewat “For You Page”, UpScrolled justru mengembalikan kendali ke pengguna.
Feed Following adalah default, bukan Discover. Artinya, apa yang muncul benar-benar dari akun yang diikuti, berurutan, tanpa diacak.
Fitur pencariannya juga menarik. Dengan sistem Topics dan Trending #, UpScrolled mulai dipandang sebagai video search engine alternatif, tempat orang mencari opini, penjelasan, atau sudut pandang, bukan sekadar hiburan acak.
Bagi kreator yang pernah frustrasi karena performa konten tiba-tiba anjlok tanpa sebab jelas, pendekatan ini terasa “masuk akal”.
Fitur Utama UpScrolled
Sebagai media sosial pesaing TikTok, UpScrolled tidak meniru mentah-mentah konsep video pendek. Justru di sinilah letak perbedaannya.
UpScrolled sering disebut sebagai gabungan Instagram dan X, dengan satu feed yang menampung berbagai format konten.
Format Konten yang Lebih Luwes
Upscrolled tidak memaksa satu jenis konten mendominasi feed. Semua format berdiri di level yang sama.
- Video hingga 20 menit
Cocok untuk konten penjelasan, opini, atau edukasi yang butuh konteks. Tidak semua pesan bisa dipadatkan dalam hitungan detik, dan Upscrolled tampaknya paham soal itu. - Carousel foto hingga 20 gambar
Format ini terasa pas untuk studi kasus visual, dokumentasi proyek, atau rangkaian cerita yang ingin disampaikan utuh. - Teks panjang hingga 4.500 karakter
Bagi pengguna yang terbiasa berbagi insight atau analisis singkat, batas ini memberi napas lebih panjang tanpa terasa berlebihan. - Stories dan Direct Message
Fungsional dan sederhana. Tidak banyak distraksi, tapi cukup untuk menjaga interaksi tetap berjalan.
Kontrol Feed, Privasi, dan Moderasi
Beberapa fitur Upscrolled terasa dibuat dengan pendekatan yang lebih rasional.
- Dual Feed memberi pilihan antara urutan waktu murni atau konten populer berbasis interaksi nyata.
- Penanda konten AI membantu kamu memahami konteks, bukan sekadar menebak-nebak.
- Penghapusan metadata lokasi langsung dari sistem memberi lapisan privasi tambahan.
- Moderasi berbasis manusia dan Topics membuat distribusi konten terasa lebih relevan, bukan acak.
Upscrolled memang belum sempurna, tapi arah pengembangannya cukup jelas: memberi kontrol lebih ke pengguna, bukan ke algoritma.
Pendekatan seperti ini biasanya tidak viral seketika, tapi seringkali lebih bertahan lama.
Apakah Benar UpScrolled Pesaing TikTok?
Mari jujur. UpScrolled belum, dan mungkin belum ingin, menjadi kloning TikTok.
Dari sisi interface, UpScrolled lebih mirip Instagram dan X. Feed-nya campuran: foto, video, teks. Tidak ada video feed vertikal khusus seperti TikTok. Justru ini yang sering memicu perdebatan: apakah tanpa video feed khusus, UpScrolled bisa menyaingi TikTok?
Soal posting, UpScrolled mendukung video panjang, tapi fitur editing masih minim. Tidak ada efek berlapis, sound viral, atau template cepat. Bagi kreator TikTok yang hidup dari tren, ini jelas terasa “kurang seru”.
Namun, ada sisi lain.
Distribusi konten terasa lebih adil. Konten tidak tenggelam hanya karena bukan format tertentu. AI content juga belum membanjiri feed seperti di TikTok.
Discoverability dilakukan lewat:
- Feed Discover berbasis engagement nyata
- Pencarian topik
- Trending hashtag
Yang masih kurang:
- Video feed khusus
- DM yang masih sangat basic
- Ekosistem kreator belum matang
Apakah UpScrolled akan menggantikan TikTok? Dalam waktu dekat, jawabannya realistis: belum.
Namun, UpScrolled punya potensi menjadi tempat pindahan permanen bagi kreator yang lelah bermain tebak-tebakan dengan algoritma. Jika TikTok adalah panggung hiburan massal, UpScrolled mulai terlihat sebagai ruang diskusi dan opini berbasis konten visual.
Cara Download dan Menggunakan UpScrolled

Buat kamu yang ingin langsung mencoba, prosesnya cukup sederhana dan tidak memakan waktu lama.
Langkah 1: Download Aplikasi
Unduh Upscrolled melalui:
- Apple App Store (iOS 15 atau lebih baru)
- Google Play Store untuk Android
Saat ini belum ada versi desktop penuh, tetapi profil publik tetap bisa diakses lewat browser.
Langkah 2: Buat Akun
Buka aplikasi, lalu:
- Tentukan username dan password
- Cek pengaturan privasi (metadata lokasi foto otomatis dihapus)
- Opsional: ajukan akun terverifikasi melalui in-app purchase
Langkah 3: Mulai Menggunakan
Setelah login:
- Pilih Following Feed (kronologis) atau Discover
- Upload konten lewat tombol “+” (teks, foto, atau video)
- Tambahkan Topic agar konten lebih mudah ditemukan
- Bangun interaksi lewat like, komentar, dan repost
Bagi pengguna Instagram atau X, adaptasinya terasa cukup natural.
Kesimpulan
UpScrolled bukan sekadar “TikTok versi lain”. Platform ini menawarkan pendekatan berbeda di saat banyak pengguna mulai mempertanyakan arah media sosial besar.
Apakah akan benar-benar menggeser TikTok? Itu masih tanda tanya besar. Tapi satu hal jelas: UpScrolled hadir di waktu yang tepat, dengan pesan yang tepat.
Bagi kreator, profesional, atau personal brand yang ingin membangun audiens tanpa bergantung penuh pada algoritma tak transparan, UpScrolled layak dicoba. Dan di luar media sosial, membangun aset digital sendiri tetap langkah paling aman.
Website pribadi dengan domain dan hosting yang stabil memberi kendali penuh atas konten dan reputasi online. Untuk kebutuhan tersebut, Hosting Murah dari IDwebhost bisa menjadi fondasi yang relevan, cepat, aman, dan cocok untuk personal brand yang ingin tumbuh jangka panjang, tanpa bergantung pada naik-turunnya satu platform media sosial.