Apa Itu Server-Sent Events? Begini Cara Kerja dan Manfaatnya
Pernah membuka dashboard atau aplikasi web yang datanya tiba-tiba berubah tanpa kamu menekan tombol refresh? Di balik pengalaman itu, sering kali ada teknologi bernama Server-Sent Events. Artikel ini akan membahas apa itu Server-Sent Events, cara kerjanya, dan kenapa makin relevan di web modern.

Apa Itu Server-Sent Events?
Selama bertahun-tahun, Server-Sent Events (SSE) seperti hidup di balik bayang-bayang WebSocket. Banyak developer langsung mengernyitkan dahi saat SSE disebut. Alasannya klasik: “Kenapa pakai SSE kalau WebSocket bisa komunikasi dua arah?”
Masalahnya, tidak semua kebutuhan butuh komunikasi dua arah. Dalam banyak proyek web development, justru kompleksitas WebSocket terasa berlebihan. Dari pengalaman mengelola dashboard monitoring hingga aplikasi notifikasi internal, sering kali yang dibutuhkan hanyalah satu hal sederhana: server mengirim update, client mendengarkan.
Baca Juga: Unhinged Mode Grok AI: Apa Itu dan Begini Cara Mengaksesnya
Di sinilah Server-Sent-Event (SSE) terasa masuk akal. Apakah itu?
SSE adalah mekanisme untuk mengirim data secara real-time dari server ke browser melalui koneksi HTTP yang tetap terbuka. Teknologi ini bagian dari spesifikasi HTML5 dan didukung browser modern. Alur komunikasinya satu arah: server → client.
SSE menggunakan format teks bernama text/event-stream. Server akan mengirim data dalam bentuk event secara bertahap, bukan satu respons besar seperti HTTP biasa. Client tinggal mendengarkan dan memproses event tersebut.
Baca Juga: Tutorial Akses Internet Bebas dengan Proxysite BlockAway
Menariknya, di era 2025–2026, SSE justru menemukan momentumnya. Aplikasi AI streaming, dashboard real-time, hingga sistem notifikasi mulai memilih SSE karena stabil, efisien, dan minim drama di sisi backend.
Dimanakah SSE paling bersinar?
Berdasarkan implementasi nyata di berbagai proyek, SSE sangat cocok untuk:
- Dashboard real-time & analytics
Monitoring server, statistik trafik, data IoT, semuanya butuh update cepat tanpa interaksi dua arah. - Aplikasi berbasis AI
Streaming jawaban AI, progres generate konten, atau status task berat. SSE terasa “pas”. - Live content updates
Feed berita, komentar, atau status sistem yang harus muncul otomatis. - Notifikasi & alert
Dari notifikasi sistem sampai status deployment, SSE unggul karena simpel dan konsisten.
Cara Kerja Server-Sent Events

Server-Sent Events bekerja dengan menjaga satu koneksi HTTP tetap terbuka antara browser dan server. Selama koneksi ini aktif, server bisa mengirim update kapan saja tanpa menunggu permintaan baru dari client.
Pola ini sangat umum dipakai dalam web development modern yang membutuhkan update real-time namun tetap sederhana di sisi backend. Berikut ini penjelasan cara kerjanya secara terperinci:
Koneksi HTTP Tetap Terbuka
Proses dimulai ketika browser membuka request ke server menggunakan API EventSource. Server merespons dengan header Content-Type: text/event-stream.
Setelah itu, koneksi tidak ditutup seperti HTTP biasa. Selama halaman aktif, koneksi ini akan terus hidup.
Di sisi backend, ini berarti server menyiapkan endpoint khusus yang tidak langsung mengakhiri respons. Dari pengalaman implementasi dashboard monitoring, satu endpoint SSE bisa melayani ratusan update tanpa harus membuat request baru setiap kali data berubah.
Pengiriman Data Secara Streaming
Begitu ada data baru, server langsung mengirimkannya lewat koneksi yang sama. Inilah konsep HTTP streaming. Data dikirim dalam potongan kecil (event), bukan sekaligus.
Contoh format event sederhana:
event: update
data: Status server normal
Dua baris kosong menandakan satu event selesai dikirim. Browser akan langsung menangkap dan memprosesnya tanpa reload halaman.

ID Event dan Mekanisme Reconnect
Setiap event sebaiknya memiliki id unik:
id: 12
data: CPU usage 45%
Jika koneksi terputus (misalnya karena jaringan), browser otomatis mengirim ulang request dengan header Last-Event-ID: 12. Server kemudian melanjutkan stream dari data berikutnya. Ini sangat membantu pada aplikasi real-time yang tidak boleh kehilangan update.
Event Bertipe untuk Logika yang Lebih Rapi
Server bisa mengirim berbagai jenis event:
event: alert
data: Disk hampir penuh
event: status
data: Deployment selesai
Dengan pendekatan ini, client bisa memisahkan logika penanganan tanpa kondisi berlapis. Dibanding polling tradisional, alur SSE jauh lebih bersih dan mudah dirawat, terutama saat aplikasi mulai berkembang.
Mengapa Server-Sent Events Relevan di Web Modern?
Setelah memahami cara kerjanya, muncul pertanyaan penting: mengapa Server-Sent Events justru semakin relevan dalam ekosistem web modern saat ini?
Revolusi AI Streaming
Lonjakan popularitas SSE tidak datang tiba-tiba. Salah satu pemicunya adalah aplikasi berbasis Large Language Model. Hampir semua aplikasi AI modern butuh menampilkan respons secara bertahap, bukan menunggu selesai.
WebSocket memang bisa, tapi SSE lebih natural. Unidirectional? Justru itu yang dibutuhkan. Tidak perlu handshake tambahan, tidak perlu protokol aneh-aneh. Banyak API AI streaming modern mengadopsi prinsip SSE karena sederhana dan mudah diskalakan.
HTTP/2 dan HTTP/3 Mengubah Segalanya
Dulu, SSE sering dikritik karena keterbatasan koneksi browser. Argumen ini mulai kehilangan relevansi sejak HTTP/2 hadir. Multiplexing membuat banyak stream bisa berjalan dalam satu koneksi.
HTTP/3 bahkan menurunkan latensi dan meningkatkan stabilitas koneksi. Dalam konteks teknologi web modern, SSE bukan lagi opsi “murah”, tapi opsi efisien.
Cocok dengan Edge & CDN
Karena SSE tetap berbasis HTTP, teknologi ini ramah CDN dan edge computing. Tidak perlu konfigurasi khusus seperti WebSocket. Load balancing, caching tertentu, dan distribusi trafik jadi lebih mudah dikelola di sisi backend.
Manfaat Menerapkan Server-Sent Events
Dalam praktik web development, manfaat SSE baru benar-benar terasa saat aplikasi mulai membutuhkan update real-time yang konsisten, stabil, dan tidak membebani sistem.
Latensi Rendah
Begitu data berubah di server, update langsung dikirim ke browser tanpa menunggu permintaan baru. Untuk dashboard, notifikasi, atau monitoring, respons cepat ini membuat informasi tetap relevan dan tidak tertinggal.
Lebih Hemat Resource
SSE memanfaatkan satu koneksi HTTP yang digunakan terus-menerus. Dibanding polling berkala, pendekatan ini mengurangi request sia-sia dan membantu backend bekerja lebih efisien, terutama saat trafik mulai meningkat.
Reconnect Otomatis
Koneksi internet tidak selalu stabil. SSE sudah dibekali mekanisme reconnect bawaan. Saat koneksi terputus, browser akan menyambung ulang dan melanjutkan data terakhir tanpa intervensi tambahan.
Implementasi Lebih Sederhana
Untuk kebutuhan satu arah dari server ke client, SSE terasa lebih masuk akal. Setup lebih ringkas, alur kode mudah dipahami, dan perawatannya tidak menyulitkan saat aplikasi berkembang.
Keterbatasan Server-Sent Events

Meski menarik, SSE bukan solusi untuk semua kasus.
- Komunikasi satu arah
Tidak cocok untuk chat dua arah intensif. - Batas koneksi browser
Masih ada limit, meski jauh lebih longgar dengan HTTP/2. - Browser lama
SSE kurang ramah untuk browser usang, meski kasus ini makin jarang.
Pengalaman menunjukkan, kesalahan umum developer adalah memaksakan SSE untuk kebutuhan yang seharusnya memakai WebSocket. Memilih teknologi tetap soal konteks, bukan tren.
Kesimpulan
Server-Sent Events membuktikan bahwa solusi sederhana seringkali justru paling efektif. Di tengah kebutuhan real-time, AI streaming, dan dashboard modern, SSE menawarkan keseimbangan antara performa, stabilitas, dan kemudahan implementasi.
Jika kamu sedang membangun website personal brand atau aplikasi berbasis data real-time, fondasi backend yang stabil menjadi kunci.
Agar performa SSE optimal, pastikan website berjalan di hosting yang cepat dan andal. VPS Murah dari IDwebhost bisa menjadi pilihan tepat untuk mendukung website personal brand agar tetap responsif, stabil, dan siap berkembang mengikuti kebutuhan web development modern.