Web Browser: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Rekomendasi

12 Feb 2022
Web Browser: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Rekomendasi

Web browser adalah aplikasi yang pasti disertakan di semua perangkat modern. Semua gadget yang Anda gunakan, baik itu smartphone, laptop, ataupun tablet pasti memiliki browser bawaan.

Alasannya tentu saja karena web browsing adalah fitur penting yang pasti dibutuhkan oleh semua orang. Tanpa browser, Anda tidak akan bisa menjelajahi internet dan menanyakan apapun pada Google.

Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dan Safari adalah contoh web browser terpopuler di dunia. Di artikel ini, kita akan membahas pengertian, fungsi, cara kerja, dan rekomendasi browser terbaik untuk perangkat desktop dan mobile.

Apa itu Web Browser?

Web browser adalah aplikasi yang digunakan untuk mengakses World Wide Web (WWW), atau lebih sederhananya, website.

Browser pertama di dunia adalah WorldWideWeb yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) yang dipimpin oleh Tim Berners Lee tahun 1990. Pada masa itu, browser hanya mampu menampilkan konten teks. WorldWideWeb kemudian berubah nama menjadi Nexus.

Teknologi browser pun terus berkembang seiring waktu. Hari ini, browser sudah mendukung semua format konten multimedia meliputi teks, gambar, animasi, audio, dan video. Bahkan tren perangkat lunak pun semakin mengandalkan browser (aplikasi web-based) hingga melahirkan ekosistem Software as a Service (SaaS).

Anda mungkin sudah sering menggunakan browser. Bahkan sekarang pun Anda sedang membaca artikel ini di sebuah browser. Tapi pernahkah Anda berpikir, apa yang sebenarnya dilakukan browser setelah Anda menekan tombol Enter sampai halaman web tampil sempurna di layar Anda?

Kalau Anda penasaran, mari kita lanjutkan pembahasan ke bagian cara kerja.

Cara Kerja Web Browser

Cara kerja web browser dapat Anda pahami dengan membagi komponennya ke dalam dua bagian, yaitu:

  • Frontend: tampilan pengguna (user-interface) untuk operasi dan menampilkan halaman website.
  • Backend: area kerja browser dalam memproses data dari dan ke website target. Di dalamnya termasuk server, database, aplikasi, dan masih banyak lagi.

Anda dapat membayangkan cara kerja browser dengan analogi restoran. Frontend adalah tempat Anda memesan menu, sedangkan backend adalah dapur dimana koki memasak pesanan Anda.

Baca Juga: Pakai Progressive JPEG, Loading Website Makin Cepat

Setelah semuanya siap, pesanan Anda pun dihidangkan di meja makan dalam bentuk hidangan lezat. Tanpa Anda tahu bagaimana orang-orang di belakang sana (backend) melakukannya.

Secara berurutan, alur kerja browser dapat kita bagi ke dalam 4 langkah, yaitu:

  1. Anda mengirimkan request (URL website atau kata kunci pencarian) ke browser.
  2. Browser memproses request Anda dan mengirimkannya ke server website yang ingin Anda kunjungi.
  3. Server website menerima request Anda lalu memberikan data pada browser.
  4. Browser memproses data dari server website dan menampilkannya dalam bentuk halaman web.

Itulah yang terjadi di backend sebuah browser. Tanpa bantuan browser, Anda hanya akan mendapatkan data berupa kode-kode rumit (HTML, XML, CSS, PHP, JavaScript, dll.) dan file acak dari server web. Browser-lah yang memproses semua data tersebut kemudian menampilkannya dalam format visual yang kita kenal sebagai website.

Fungsi Web Browser

Secara ringkas, fungsi web browser yang utama adalah merender HTML, bahasa markup penyusun utama website. Saat browser memuat halaman web, browser memproses HTML yang mungkin memuat teks, link, atau referensi ke gambar, file CSS dan JavaScript.

Secara lebih rinci, beberapa fungsi browser antara lain:

  1. Mengumpulkan informasi dari internet dan memprosesnya agar mudah diakses oleh pengguna.
  2. Menghubungkan pengguna dengan server website secara cepat dan mudah, tanpa mempersulit pengguna dengan hal teknis.
  3. Plugin tambahan untuk menjalankan applet Java dan konten flash.
  4. Menyimpan data website dalam bentuk cache untuk mempercepat loading website di kunjungan selanjutnya.
  5. Fitur dasar meliputi back, forward, reload, stop, multi-tab, download, dan masih banyak lagi.

Walaupun fungsi dasarnya sama, setiap browser pasti menawarkan fitur-fitur tambahan yang khas. Anda mungkin menemukan sesuatu di Opera yang tidak akan Anda temukan di Chrome dan Firefox.

Dengan pilihan yang begitu banyak, Anda mungkin kesulitan untuk memilih browser terbaik. Rekomendasi web browser di bawah ini mungkin bisa membantu Anda.

Rekomendasi Aplikasi Web Browser

Jika Anda sedang mencari browser untuk perangkat desktop (PC, laptop, notebook) maupun mobile (Android & iOS), kami punya beberapa rekomendasi terbaik untuk Anda.

1. Mozilla Firefox

web browser

Firefox adalah web browser buatan Mozilla yang menawarkan banyak keunggulan. Baik dari segi performa maupun keamanan, Firefox berhasil memanjakan penggunanya sejak versi 1.0 yang dirilis tahun 2004. Versi terbarunya adalah Firefox 90 dengan beberapa fitur tambahan sebagai berikut:

  1. Peringatan saat alamat email Anda berpotensi disalahgunakan di situs yang diketahui melakukan pelanggaran data.
  2. Memblokir pop-up “Izinkan notifikasi” yang mengganggu.
  3. Memblokir situs yang melacak informasi privat Anda.
  4. Mode video picture-in-picture di Mac.

Sampai saat ini, Firefox tetap menjadi browser andalan 200 juta lebih pengguna di seluruh dunia.

Anda bisa mengunduh Firefox lewat link di bawah ini:

2. Microsoft Edge

web browser

Microsoft telah bertahun-tahun ‘kalah perang’ di arena browser bersenjatakan Internet Explorer (IE). Namun kali ini Microsoft hadir dengan browser yang tidak hanya lebih berdaya saing, tapi juga mengandung banyak kejutan.

Microsoft Edge adalah web browser buatan Microsoft yang menghadirkan banyak fitur baru di pasar browser. Beberapa fitur dan keunggulan Edge adalah:

    1. Sangat cepat, bahkan relatif lebih cepat dari Chrome
  • Fitur Read Aloud untuk membaca teks sebagai audio dengan teknologi Text to Speech (TTS).
  1. Transmisi media seperti video inline ke perangkat Chromecast.
  2. Start page bergaya Opera.
  3. Pilihan add-ons lengkap meliputi ad-blockers, password manager, dan lain-lain.
  4. Bisa mengunduh halaman web sebagai aplikasi agar dapat dibuka tanpa harus menjalankan browser.

Klik link dibawah ini untuk mengunduh Edge:

3. Google Chrome

web browser

Google Chrome adalah web browser buatan Google yang memiliki persentase pengguna desktop terbesar di dunia mencapai 77,03%. Sedangkan Safari di urutan kedua hanya memiliki 8,87% pengguna global. Selisih yang mencengangkan!

Google Chrome sangat dicintai penggunanya berkat fitur-fitur berikut ini:

  1. Fitur Tab Freezing untuk ‘membekukan’ tab yang tidak dibuka selama beberapa saat untuk menghemat sumber daya komputer.
  2. Koleksi add-ons sangat lengkap.
  3. Sinkronisasi cross-platform.
  4. Fitur auto-fill yang cerdas.
  5. Banyak tools canggih untuk web developer.
  6. Peringatan saat email Anda disusupi.
  7. DNS lookup yang aman untuk provider yang kompatibel, termasuk Google Public DNS.
  8. Memblokir banyak konten berbahaya.
  9. Mendukung WebXR untuk AR dan VR.
  10. Dark mode untuk browsing malam lebih nyaman.

Anda bisa mengunduh Chrome lewat link di bawah ini:

Satu Website untuk Semua Web Browser

Selain Firefox, Edge, dan Chrome, masih banyak puluhan browser lain dengan beraneka ragam fitur. Salah satu tantangan pengembang web masa kini adalah membuat sebuah website yang bisa tampil maksimal di semua jenis perangkat dan web browser.

Untungnya, teknologi web development sudah mendukung halaman web responsif. Developer pun sangat terbantu karena pekerjaan menjadi lebih ringan dan efisien.

Yang tidak kalah penting adalah memilih hosting berkualitas dengan performa yang gahar, sehingga website Anda bisa loading dengan cepat dan tidak mudah down.

Solusi terbaiknya adalah menggunakan hosting murah IDwebhost. Dengan jaminan performa dan garansi keamanan, website Anda pasti bisa diakses dengan lancar dan cepat dari semua web browser.

Web hosting, ya IDwebhost!

Penulis
Member since 2 Jul 2013