Tutorial Disable MySQL Strict Mode
Blog Tips Keren Tutorial Disable MySQL Strict Mode

Tutorial Disable MySQL Strict Mode

Mengetahui Tutorial disable MySQL strike mode memang wajib khususnya bagi Anda yang memiliki website. Pada sebuah website tentu saja memerlukan database server untuk menampung berbagai macam informasi. Beberapa macam data yang diperlukan oleh website tersebut misalnya seperti username, password, font, URL dan sejenisnya. Dalam hal ini  MySQL berperan sebagai pengelola database yang biasa digunakan untuk mengelola data-data tersebut.

Tutorial disable MySQL sangat penting dipelajari meski Anda harus sering menerapkannya. MySQL juga merupakan DBMS (Database magagement system) yang sudah dipakai lebih dari 6 juta pengguna di seluruh dunia. Ini juga merupakan DBMS yang open source dengan dua bentuk lisensi yaitu Free Software (perangkat lunak bebas ) dan Shareware (perangkat lunak berpemilik yang penggunaanya terbatas).

Bagaimana Cara Kerja MySQL?

MySQL merupakan RDBMS di belakang banyak situs web teratas di dunia yang juga memiliki banyak aplikasi berbasis web yang dihadapi oleh perusahaan dan konsumen, termasuk juga Twitter, Youtube dan Facebook.

Disable MySQL

Dengan keunggulan yang luar biasa ini, tentu banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana cara kerja MySQL. Sebelum masuk dalam pembahasan tutorial disable MySQL strik mode, maka Anda harus tahu cara kerja MyQSL.

Inti dari MySQL  adalah server MySQ yang menangani semua perintah dari database. Server MySQL juga tersedia sebagai program terpisah untuk digunakan dalam lingkungan jaringan client-server dan sebagai perpustakaan yang dapat disematkan ke salam aplikasi yang terpisah.

MySQL didasarkan pada model client-server. Ini juga beroperasi dengan program utilitas yang mendukung administrasi database MySQL yang nantinya perintah akan dikirim ke MySQL server melalui MySQL client yang diinstal pada komputer.

Pada awalnya MySQL memang dikembangkan untuk menangani database yang besar dan cepat. Walaupun hanya bisa diinstal pada satu mesin saja, namun MySQL bisa mengirim databse ke beberapa lokasi karena pengguna dapat mengakses melalui interface klien MySQL yang berbeda. Interface inilah yang nantinya akan mengirimkan pernyataan SQL ke server kemudian menampilkan hasilnya.

Strict mode memiliki fungsi untuk mengontrol kesalahan yang terjadi pada perubahan seperti insert, update, atau create label. Dengan  adanya banyak kesalahan yang terjadi maka ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya kesalahan tersebut seperti tipe data pada kolom yang salah atau keluar dari range.  Berbagai kesalahan dari MySQL Strict Mode tersebut tentu sangat menganggu kerja para developer karena tidak ada pesan eror yang muncul. Dengan kejadian inilah fungsi sistem jadi tidak baik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut tentunya Anda  harus melakukan sidable MySQL Strict Mode. Cara melakukannya sangat mudah jika Anda mengetahui langkah-langkanya. Dan yang harus diketahui adalah bahwa cara disable MySQL Strict Mode hanya bisa dilakukan di VPS saja. Jadi, yang pertama kali Anda lakukan adalah memiliki VPS.

Tutorial Disable MySQL Strict Mode

1. Lakukan akses SSH ke VPS.

Cara mudah untuk melakukan akses SSH ke VPS adalah dengan menggunakan Putty atau terminal. Download Putty dan pilih versi terbaru. Setelah itu instal dengan cara klik dua kali pada file putty.exe. Dengan begitu maka akan otomatis terdownload dan aplikasi putty akan terbuka.

Untuk konfigurasinya, ada dua form yang perlu diisi yaitu form Host Name (IP Adress) dan Port. Langkah terakhir adalah dengan memilih Yes untuk menyimpan SSH Key.

2. Membuat Backup Data.

Melakukan backup data sangat penting agar tidak kehilangan data-data penting yang Anda butuhkan. Cara yang bisa Anda lakukan yaitu sebagai berikut;

cp -a /usr/my.cnf{,.strict.bak}

cp -a /etc/my.cnf{,.strict.bak}

Disable MySQL

3. Lakukan Disable MySQL Strict Mode.

 

Untuk melakukan disable MySQL stict mode, maka yang Anda lakukan adalah sebagai berikut;

nano /usr/my.cnf

nano /etc/my.cnf

 

Setelah itu, kemudian cari bagian berikut ini;

sql_mode=NO_ENGINE_SUBSTITUTION,STRICT_TRANS_TABLES

 

Sedangkan untuk melakukan disable MySQL Strict Mode, maka Anda harus mengubah menjadi;

sql_mode=””

 

Setelah itu, jangan lupa klik save. Jika Anda menggunakan editor nano, maka untuk menyimpan file yang telah diedit yaitu dengan cara klik CTRL + X kemudian tekan Y pada keyboard. Kemudian klik Enter.

 

4. Lakukan restart service MySQL.

Jika Anda menggunakan CentOS 7, maka untuk melakukan restart service MySQL adalah dengan cara berikut;

systemctl restart mysql

Atau bisa dengan menggunakan cara ini;

/etc/init.d/mysql restart

 

Hal ini berbeda dengan saat Anda menggunakan Ubuntu, maka lakukan perintah berikut;

service mysql restart

 

Atau bisa juga dengan cara berikut;

/etc/init.d/mysql restart

 

5. Lakukan pengecekan Strict Mode.

Setelah Anda melakukan restart, maka langkah selanjutnya adalah dengan cek berikut ini;

mysql -e “SELECT @@sql_mode;”

 

Kemudian akan muncul tulisan “NO_AUTO_CREATE_USER”. Itu berarti Strict Mode sudah berhasil Anda nonaktifkan.

 

Apabila script tidak berjalan secara sempurna, maka ada faktor yang memperngaruhi. Salah satu contoh faktor yang mempengaruhinya adalah  Strict Mode pada MySQL. Anda bisa mengatasi cara ini yaitu dengan cara menonaktifkan dengan mengikuti panduan cara disable MySQL strict mode. Cara ini memang sedikit rawan. Jika Anda ingin mengubah ini, maka pastikan website Anda sudah terpasang SSL meski hanya salah satu jenis SSL

Jenis-Jenis SSL Yang Harus Anda Tahu

SSL memiliki beberapa jenis dan ini dibedakan menurut kebutuhan keamanan SSL dari masing-masing website. Berikut jenis-jenis SSL yang harus Anda ketahui agar lebih mudah dalam memilih sesuai kebutuhan pada website Anda.

1. Organiation Validated SSL (OV SSL)

SSL jenis ini biasanya digunakan pada website perusahaan agar tampak lebih aman dan terpercaya bagi pengunjung. Ketika Anda memilih jenis SSL ini maka bisa dipastikan bahwa domain Anda sudah aman karena sudah  dilengkapi dengan HTTPS dan gembok berwarna hijau.

2. Extenteded Validated SSL (EV SSL)

Ini merupakan jenis SSL dengan tingkat keamanan yang paling tinggi. Anda yang ingin mengelola website untuk berbisnis sangat direkomendasikan memilih EV SSL. Extended Validater juga mengharuskan pemilik domain untuk memverifikasi kepemilikan domain dengan beberapa domain legal.

3. Domain Validate SSL (DV SSL)

DV SSL ini sangat direkomendasikan bagi pemilik bisnis yang sedang berkembang dan memerlukan solusi keamanan website dengan harga yang  terjangkau. Memilih DV SSL ini akan menginformasikan bahwa website yang Anda miliki sudah aman dan terenkripsi.

Demikianlah tutorial disable MySQL strict mode yang bisa Anda coba khususnya bagi para pemula. Jangan lupa jika anda ingin membuat website, anda bisa mendapatkannya di IDwebhost dengan harga domain dan hosting yang murah.