Blog Tips Keren 6 Tips Membuat Website Startup Anda

6 Tips Membuat Website Startup Anda

Menciptakan dan memelihara situs yang bermanfaat serta menarik adalah bagian penting dalam membangun startup dan brand Anda. Website akan menjadi titik akses utama untuk startup Anda, dimana mayoritas pelanggan akan menemukan dan membeli produk atau jasa Anda. Dalam artikel ini, kami akan berbicara tentang cara-cara memulai website startup. Anda dapat menyederhanakan proses dan mendapatkan visi yang lebih jelas dengan mengikuti 6 tips yang kami uraikan berikut ini.

  1. Lebih Aman Dengan Sertifikat SSL

Jika startup Anda akan menjual produk melalui website, Anda perlu melihat bahwa web hosting yang dipilih menawarkan sertifikat Secure Sockets Layer (SSL). Dengan sertifikat SSL, data browser dari pelanggan akan dienkripsi dan akan melindungi informasi pribadi serta data dari pembelian mereka. Gembok hijau kecil yang muncul di bar URL saat Anda mengunjungi sebuah situs adalah indikator dari sertifikat SSL. Banyak konsumen yang tidak akan berbelanja di situs yang tidak menawarkan perlindungan tambahan seperti sertifikat SSL. Menggunakan perlindungan tambahan seperti sertifikat SSL dapat membantu Anda meningkatkan penjualan dan keuntungan startup. Melalui sertifikat SSL, Anda membiarkan pelanggan potensial tahu bahwa informasi mereka akan dilindungi jika mereka berbelanja di website startup Anda.

  1. Pilih Biaya Hosting Yang Efektif

Startup Anda mungkin tidak mampu untuk menghabiskan banyak biaya dalam mendaftar web hosting, hal ini juga tidak perlu. Temukan biaya web hosting yang efektif. Ini mungkin membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mencari yang tepat, tetapi startup Anda akan mendapatkan keuntungan lebih. Beberapa perusahaan menawarkan web hosting dengan harga rendah. Anda perlu membandingkan dan mencari web hosting yang sesuai dengan kebutuhan website Anda.

  1. Tahu Kapan Anda Siap Untuk Dedicated Hosting

Ketika Anda memulai website startup, Anda mungkin akan memilih shared hosting. Tetapi, setelah bisnis Anda lancar dan mulai tumbuh, Anda dapat mempertimbangkan untuk pindah dari shared hosting ke dedicated hosting. Sebagai pendiri, Anda perlu mengawasi kebutuhan hosting pada website sehingga Anda akan tahu kapan waktunya untuk beralih ke dedicated hosting.

  1. Tahu Kebutuhan Bandwidth Anda

Aplikasi akan menggunakan lebih banyak bandwidth karena mereka berusaha untuk memberikan pengalaman pengguna yang terbaik. Javascript, Flash, video, dan audio akan menggunakan bandwidth yang lebih tinggi. Selain itu, jika website Anda memiliki peringkat tinggi di hasil pencarian atau menghasilkan banyak traffic, maka akan lebih banyak bandwidth yang diperlukan untuk situs Anda. Fokuskan pencarian Anda pada penyedia web hosting yang menawarkan bandwidth tak terbatas / transfer.

  1. Carilah Penyimpanan Yang Tidak Terbatas Untuk Website Anda

Startup Anda tentu membutuhkan semua kapasitas penyimpanan yang tersedia, terutama jika Anda berfokus pada pertumbuhan website. Sangat mudah untuk menemukan web hosting murah saat ini, namun web hosting murah biasanya memiliki penyimpanan yang terbatas. Carilah penyedia web hosting dengan biaya rendah namun memberikan penyimpanan yang tidak terbatas untuk mengatasi masalah ini.

  1. Memastikan Dukungan Pelanggan Tetap Tersedia

Tanyakan pada siapa saja yang memiliki pengalaman dengan dunia web hosting, apa yang paling membuat frustasi dari penyedia web hosting? Mereka mungkin akan memberitahu Anda tentang kurangnya dukungan pelanggan. Banyak perusahaan web hosting yang ternyata tidak memberi dukungan pelanggan secara aktif 24/7. Selagi Anda menunggu masalah yang diperbaiki, maka website Anda telah kehilangan banyak pengunjung dan pelanggan potensial. Untuk alasan ini, Anda harus memilih penyedia web hosting yang mengutamakan dukungan pelanggan dan menawarkan dukungan secara aktif 24/7.