6 Konsep dan Istilah Typography yang Harus Kamu Tahu
Blog Tips Keren

6 Konsep dan Istilah Typography yang Harus Kamu Tahu

Jika kamu pernah melakukan diskusi dengan desainer tentang Typograpy, kamu akan mendengar ha lasing. Kecuali jika kamu seorang desainer professional atau penggemar typography . jika kamu bukan desiane rprofesional, pemahaman tentang istilah umum dapat membantumu dalam berkomunikasi lebih baik. berikut merupakan istilah typography dan konsep dasarnya:

  1. Font/ Jenis Huruf

Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, tapi sayangnya berbeda. A merupakan jenis huruf yang istilahnya diberikan untuk jenisnya. Sedangkan Font merupakan file digital yang berisi jenis huruf yang diberikan.

Contohnya, Raleway merupakan jenis huruf ada 9 yang berbeda, mulai dari tipis dan ultra bold. Tapi, semuanya sama-sama membentuk huruf raleway, tapi masing-maisng terpisah karena membutuhkan file digital yang terpisah pula.

  1. Serif/ Sans-Serif

Typography datang dalam berbagai klaridikasi, 2 klarifikasi paling umum adalah typography serif dan typography sans-serif. Typograpgy serif seperti Time New Roman, Georgia, Palatino, dsb. Dan semuanya melekat pada ujung letterforms. Garis-garis ini disebut serif, di mana mereka menambahkan perkembangan ekstra untk typography tersebut.

Typography tanpa garis atau disebut “without serif” seperti Arial, Helvetica, dan Verdana. Walaupaun ada sejumlah klarifikasi serif dan sans-serif merupakan hal yanh hampir sama.

  1. Leading/ Line High

Saat ini strip leading disisipkan di antara 2 jenis yang terus meningkatkan antara jarak vertical garis. Sementara tidak ada kejelasan yang digunakan dalam typography, tapi tetap digunakan saat menggambar. Desainer web ketermuka biasanya pengguna “line-height” property CS.

  1. Kerning

Jarak antara individu font dapat disesuaikan dengan menggunakan proses yang disebut kerning. Sementara file fornt digital secara otomatis akan kerned. Inilah di mana seorang desainer dapat mengatur jarak utnuk mencapainya.

Pada website, surat individu tidak dengan mudah diberikan hanya kerned saja dnegan sifat CSS. Sebaliknya, plugin jQuery, Lettering.js perlu digunakan untuk mencapai gaya ini.

  1. Weight

Berat sebuah font menentukan ketebalan atau kebernaian font. Beberapa typography hanya dapat mencakup berat badan tunggal, sementara yang lain datang dengan berbagai macam bobot. Dalam desain web, weight font dapat disesuaikan dengan menggunakan “font-weight” yang merupakan property CSS.

  1. @Font-face/ Web Safe Fonts

Selama bertahun-tahun, web designer terbatas dalam font yang berbeda yang digunakan di situs web. “web safe font” merupakan nama yang diberikan untuk file font yang diinstal pad akompueter seseorang. Sejak situs font menarik dari file computer, pilihan seperti time new roman, arial, dan verdana dapat digunakan pada situs yang cukup banyak tanpa gagal.

Dalam beberapa tahun terakhir, web typography terus berkembang pesat melalui user @font-face . Karena, proses ini memungkinkan sebuah situs untuk link ke sebuah fikle font eksternal yang baik termasuk sumber (gambar, skrip, dll) yang diselenggarakan oleh oenyedia pihak ke-3 seperti Google Fonts atau Typekit. Situs ini akan mendownload dan menggunakan file font eksternal lansgung dari computer user.

Penutup

Typography merupakan seni bagi desian professional yang sudah banyak dikuasai. Tapoi, secara umum konsep ini dapat membantumu dalam memuali percakapan yang lebih baik tentang desain typography.