4 Tren Online Marketing yang Merajai di 2016
Blog Tips Keren

4 Tren Online Marketing yang Merajai di 2016

Kami tidak akan berbicara tentang hiruk pikuk belanja online di tahun baru. Kami akan berbicara tentang sensasi dan merfleksikan rencana lain. Dan ini penting bagi marketing untuk menghabiskan waktu dan meninjau data dari tahun 2015. Bahkan, kamu bisa juga menghadiri rapat strategi perencanaan untuk membangun momentum di tahun 2016. Untuk mempertimbangkan tren marketing kamu bisa mempengaruhi rencana tim-mu. Para ahli memprediksi bagaimana pergeserann pada industry 12 bulan ke depan?

Berikut merupakan 4 perubahan marketing yang akan dihadapi tahun 2016:

  1. Digital dan Mobile

Menuju tahun 2016, marketing harus memiliki gagasan baru bahwa digital marketing dan mobile marketing tidak ada. Sebanyak 73% rumah tangga di AS memiliki computer dengan koneksi internet dan 68% orang AS memiliki smartphone. Bearti, keberadaan perusahaanmu harus seimbang, di mana ada yang tradisional digital dan dioptimalkan untuk mobile.

Meskipun strategi digital menjadi bagian dari rencana marketingmu secara keseluruhan, kamu harus tetap fokus pada target audiensmu yang sering pergi. Misalnya, jika pelangganmu laki-laki di atas usia 55 tahun, email dan iklan tradisional mungkin menjadi pilihan yang baik. Bahkan, cenderung pada sponsor iklan sosial.

Kuncinya untuk memahami strategi marketing harus mencakup komponen digital dan mobile. Seharusnya tidak ada lagi negosiasi tentang anggaran tambahan untuk digital dan mobile satretgi mereka sekarang. Bisnis pada department marketing dapat menyatukan semua bidang marketing, maka pendapatan akan cepat meningkat.

  1. Alat Analisis Data yang Canggih

Beberapa tahun terakhir, banyak marketing yang menggunakan intelijen bisnis (BI) sebagai alat untuk mengumpulkan wawasan data penting. ini dapat membantu mereka dalam membuat keputusan startegi yang baik, skala akan meningkat, serta meningkatkan bottom line mereka. Banyak marketing yang menggunakan beberapa alat analisis data, apalagi pada data yang berantakan untuk menyaring dan mengatur.

Pada tahun 2016, alat BI akan datang hingga jatuh tempo, ini akan dikembangkan dengan baik dan menganalisis data yang tersedia. Ini dapat mengangkat beban bisnis dan marketing yang membutuhkan informasi penting tentang membaut keputusan real-time startegi marketing. Alat yang lebih canggih akan memberikan marketing yang rinci dan dibutuhkan oleh mereka. Apalagi dapat menyesuaikan marketing mereka pada target khalayak yang berbeda.

  1. Strategi Marketing Multi-touch

Calon customer bukan lagi corong seperti multy-stage. Konsumen perlu banyak melakukan interaksi dengan merkmu melalui berbagai macam media untuk mengkonversi pelanggan yang membayar. Bearti tahun 2016 akan menjadi “Years Game Plan New Marketing”.

Marketing harus mengali data lebih dalam untuk mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan sebagai uapaya menghilangkan orang-orang yang telah gagal. Untuk melakukan ini, kamu harus mencari tahu cara terbaik untuk mengisi saluran penjualan-mu dengan kualitas yang lebih baik.

Misalnya, kamu dapat mencoba memusatkan lead-mu dan menempatkan metric di tempat (seperti tingkat konversi timbal sale) yang memungkinkan mu untuk menentukan strategi terbaik. Bahkan skala mereka mampau menankap lead yang menguntungkan.

  1. CRM dan Fitur

Tahun 2015, benchmark studio dari DemandGen Repot mengatakan bahwa, 42% marketing telah menerapkan tajtik pengasuh dalam memimpin selama 2 tahun. Tahun 2016, marketing tersebut dapat mencrai alat yang dapat membantu mereka dalam memenuhi sebuah syarta tertentu.

Secara khusus, marketing akan mencari Relationship Management (CRM) sebagai alat customer yang berintegrasi. Serta memberikan informasi rinci tentang lead yang baik.

Di tahun mendatang akan banyak alat yang berfungsi untuk mengembangkan dan mengatasi kehilangan data bisnis yang di alaminya. Fitur baru dan integrase akan memungkinkan marketing untuk melacak sumber lead dan melihat informasi dalam CRM penjualan. Ini dapat membantu marketing yang lebih baik dalam skala kampanye yang tinggi, dan itu akan menjembatani kesenjangan antara marketing dan tim penjualan.

Baca Terkait: Begini Promosi Bisnis Dengan Youtube! Berani Coba?