Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing
Blog Digital Marketing Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing

Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing

Melakukan kampanye pemasaran dengan sukses selalu menjadi tujuan setiap bisnis. Pemasaran dapat menumbuhkan dan membangun basis pelanggan yang solid. Tanpa kampanye atau strategi pemasaran yang efektif, kecil peluang bagi sebuah entitas bisnis untuk mendapatkan pelanggan dan dapat bertahan lama. Salah satu metode pemasaran yang menjadi tren saat ini adalah content marketing. Adakah dari Anda yang mengetahui apa itu content marketing?

Belakangan ini, istilah content marketing menjadi istilah yang familiar, terutama bagi kaum millennial. Tetapi masih banyak yang belum mengetahui apa itu content marketing. Padahal tren sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa menyaksikannya di media sosial, di Youtube, bahkan di televisi.

Dan salah satu elemen penting dari video marketing adalah storyboard yang bagus. Bagi Anda yang berkecimpung di dunia kreatif, tentu sudah sangat akrab dengan salah satu teknis dalam pembuatan video marketing.

Namun jika Anda belum tahu apa itu storyboard, tenang. Pada artikel kali ini, kami akan membagikan pada Sahabat IDwebhost semua, tentang langkah-langkah membuat  storyboard untuk video marketing. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya.

Mengapa Digital Marketing Membutuhkan Storyboard?

Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing

Tentu kita semua tahu, bahwa video adalah salah satu bagian dari strategi digital marketing. Suka tidak suka, konten marketing saat ini memang mengarah ke konten berbentuk video, yang mempunyai permintaan yang tinggi.

Apalagi, berdasarkan survey yang dilakukan oleh HubSpot, 43% pemirsa orang ingin melihat lebih banyak konten video dari seorang pemasar. Dan empat kali lipat lebih banyak audiens yang lebih suka menonton vido tentang sebuah produk, dari pada membaca ulasan teksnya. Tapi memang, di satu sisi, ini tentu kabar yang kurang menyenangkan untuk para blogger.

Konten tertulis, seiring berjalannya waktu dinilai kurang efektif bagi banyak orang. Dan inilah saatnya Anda untuk memikirkan untuk membuat konten video sebagai bagian dari strategi pemasaran Anda. sangat menyenangkan jika Anda sangat bersemangat untuk langsung mulai membuat video. Namun satu hal yang Anda harus perhatikan adalah untuk membuat perencanaan konten yang matang.

Ketika Anda mulai menulis konten baru, Anda mungkin akan memulai dengan garis besar cerita. Misalnya, pesan apa yang ingin Anda sampaikan? Apa saja poin pendukungnya? Dan bagaimana cara merangkai benang merah ceritanya?

Garis besar akan membantu Anda menetapkan kerangka konten Anda dan merencanakan eksekusi yang sukses. Dan pembuatan konten saat ini tidak hanya dengan menulis saja. Karena ini adalah konten berbasis video, tentu Anda harus dapat memvisualkan cerita yang ingin Anda bagikan tersebut.

Apa Itu Storyboard

Storyboard adalah sebuah rangkaian sketsa untuk mewakili pengambilan gambar individu yang direncanakan untuk pembuatan video, film, dan iklan. Petunjuk arah untuk sudut kamera, pencahayaan, dan bagaimana transisinya juga dimuat pada storyboard. Selain itu, storyboard juga membuat dialog dan beberapa catatan lainnya.

Sama seperti penulis yang baik, yang memulai artikel mereka dengan garis besar, marketer yang baik memulai video mereka dengan membuat storyboard. Bos Pixar,rumah produksi yang menelurkan film animasi populer Finding Nemo, John Lasseter mengatakan, storyboard adalah versi cerita dari buku komik.

Mengapa Storyboard Untuk Video Marketing Begitu Penting?

Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing

Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa storyboard begitu penting? Storyboard membantu Anda untuk merencanakan video Anda tepat dari awal pembuatan sampai selesai. Storyboard bisa mengatur tentang tata cahaya, tipe dialog seperti apa yang diinginkan, apakah dialog secara langsung atau menggunakan voice over. Storyboard juga memungkinkan Anda untuk berkolaborasi dengan anggota tim lainnya untuk menyempurnakan visi Anda pada video marketing tersebut.

Dalam banyak hal, storyboard tak ubahnya seperti simulasi untuk video marketing yang sebenarnya. Pembuatan storyboard memungkinkan Anda mengetahui celah apapun yang menjadi kelemahan cerita, sebelum memulai produksinya.

Mengerjakan hal ini sebelum proses produksi, akan membantu Anda untuk memastikan hasil akhir yang sesuai denga bayangan Anda. Storyboard memungkinkan Anda untuk memberikan arahan bagi orang-orang yang akan melakukan pengambilan gambar, sampai nanti melakukan proses penyuntingan.

Storyboard yang bagus menjembatani dua fungsi. Perencanaan dan komunikasi:

Perencanaan

Ketika membuat storyboard video marketing, Anda sedang membuat rencana produksi. Bagi beberapa orang, mungkin ini akan terlalu lama. Tetapi tanpa perencanaan yang matang, proses syuting Anda hanya akan seperti membuang waktu saja.

Storyboard video marketing memaksa Anda untuk memvisualisasikan urutan pengambilan gambar. Sehingga, akan lebih mudah bagi Anda untuk memilah-milah detail selama masa pra produksi.

Komunikasi

Tantangan lain dari sebuah produksi yang melibatkan tim adalah komunikasi. Dengan storyboard, Anda dapat menyampaikan dengan tepat apa yang menjadi gagasan Anda pada tim produksi dan klien. Tim dan klien juga dapat memberikan umpan balik dari storyboard yang telah Anda buat sebelumnya. Tentu saja, ini membuat komunikasi Anda dengan tim menjadi lebih hidup.

Baca Juga: Cara Flush DNS Menggunakan Berbagai Sistem Operasi

Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing

Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing

Jangan bayangkan membuat storyboard sebagai sebuah pekerjaan yang rumit. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat storyboard untuk video marketing:

Langkah Pertama – Membuat Template

Anda bisa memulainya dengan membuat template di selembar kertas. Ibaratkan Anda sedang membuat komik strip. Pastikan Anda memberikan ruang untuk catatan atau baris skrip. Sebenarnya, daripada membuat secara storyboard secara manual. Anda bisa menggunakan banyak aplikasi storyboard digital yang ada di internet. Beberapa aplikasi pembuatan storyboard antara lain, Canva dan Studiobinder.

Langkah Kedua – Menambahkan Script

Di bawah kotak rectangle, Anda bisa menulis skrip atau dialog, yang menggambarkan adegan yang ada pada scene tersebut.

Langkah Ketiga – Menggambarkan Cerita

Jika Anda bukan seorang komikus atau digital artist, Anda tak tak perlu membuat gambar yang ribet. Anda bisa membuat gambar stick. Gambar yang buruk lebih baik dari pada Anda tidak menggambar sama sekali. Tapi jika Anda menggunakan tools digital, Anda bisa menambahkan ilustrasi, yang biasanya sudah disediakan pada tools tersebut.

Langkah Keempat – Menambahkan Catatan

Terakhir, tambahkan catatan untuk setiap adegan. Hal ini termasuk seperti deskripsi apa yang terjadi, sudut dan penempatan kamera, serta efek khusus apapun. Termasuk penggunaan audio dan efek suara.

Penutup

Sebuah konten video marketing yang bagus membutuhkan perencanaan yang matang. Dan membuat storyboard adalah jalan yang tepat. Storyboard untuk video marketing sangat penting dibuat untuk merencakan produksi video marketing yang bagus.

Online-kan bisnis Anda dengan berlangganan hosting murah IDwebhost. IDwebhost, web hosting murah Indonesia.

Rizal

Rizal Aditya, writer yang terakhir bergelar sarjana Sastra Inggris ini bukan saja menyukai dunia menulis, tapi dia sudah menjadikannya sebagai pekerjaan. Rizal sudah berpengalaman menulis di berbagai media online sejak 6 tahun lalu.