Apa itu Schema Markup SEO? Ini Dia Cara Menerapkannya !
Blog SEO Apa itu Schema Markup SEO? Ini Dia Cara Menerapkannya !

Apa itu Schema Markup SEO? Ini Dia Cara Menerapkannya !

Schema Markup merupakan kode yang bisa Anda pasang pada website Anda yang bertujuan untuk membantu search engine agar dapat menemukan hasil pencarian yang lebih informatif pada website Anda.

Dengan mengoptimasi schema markup ini, hal ini dapat berpotensi meningkatkan rasio klik tayang atau click through rate (CTR).

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mempelajarinya seperti pada pembahasan di bawah ini.

 

Daftar Isi

1. Apa itu Schema Markup ?

2. Contoh Schema Markup

3. Kenapa Schema Markup Penting

4. Cara Cek Schema Markup

5. Perbedaan schema Markup Microdata Structured Data

6. Tips Menerapkan Schema Markup

7. Kesimpulan

 

Apa itu Schema Markup ?

 

Schema Markup adalah kode yang Anda bisa pasangkan atau tempelkan pada website Anda yang dapat membantu search engine dalam menemukan hasil yang lebih informatif pada website website Anda.

Jadi pada dasarnya, skema markup ini adalah sebuah kode.

Kode tsb digunakan dengan tujuan agar website dapat menampilkan informasi singkat namun informatifi di bagian SERP atau halaman hasil pencarian di search engine seperti Google.

 

Contoh Schema Markup

Contoh Jika Anda menemukan judul artikel seperti dibawah Ini :

 

Apa itu Schema Markup ?

Oleh Haykal Azril Ansa

 

Contoh jika Anda mencoba melihat source code pada halaman website, maka bentuk code pada skema markup adalah seperti contoh di bawah ini :

 

<a title =”Lihat semua artikel dari Haykal Azril Ansa” href=”https://idwebhost.com/author/idwebhost/haykalazrilansa” rel=”author” itemprop=”url”>

<span class=”author-name” itemprop=”author-name”>Haykal Azril Ansa</span>

</a>

 

Dan seperti yang Anda lihat pada code yang ditebalkan tsb, itulah yang disebut skema markup. Artinya tambahan kode yang memberikan keterangan bahwa Haykal Azril Ansa adalah author-name atau nama penulis pada artikel atau konten tsb.

Kode tsb hanya sebagai salah satu contohnya saja. Karena terdapat jenis-jenis skema markup yang menerangkan buka hanya sebagai penulis saja seperti :

  • Resep
  • Data bisnis lokal
  • Artikel
  • Event
  • Daftar Film
  • Ulasan
  • Reservasi

Jika Anda ingin mengetahui daftar apa saja yang tersedia pada schema ini, Anda dapat mengunjungi schema.org

 

Kenapa Schema Markup Penting

kenapa-schema-markup-penting

Nah sekarang Anda mengetahui pengertian dan juga beberapa jenis skema markup, Anda perlu juga mengetahui apa kegunaan skema markup ini yang penting untuk website Anda.

Sebagai penggambaran yang memudahkan dalam memahami skema markup ini, mari kita kembali kepada contoh di atas pada judul artikel tsb tertulis kata “oleh” kemudian dilanjutkan dengan nama penulis yaitu Haykal Azril Ansa.

Ketika Anda membaca baris tulisan tsb Anda bisa langsung paham bahwa Haykal Azril Ansa adalah penulis pada artikel tsb. Tapi bagaimana dengan search engine? 

Sebagai search engine seperti Google, Bing, dan sejenisnya dapat menganggap tulisan tsb sekedar konten atau tulisan biasa. Search engine tidak dapat mengartikannya sendiri. Disinilah search engin membutuhkan bantuan untuk menerjemahkan maksud dari tulisan tsb.

Nah, skema markup disini berperan dalam membantu search engine agar dapat lebih memahami konten yang terdapat pada website yang memiliki judul tsb.

Karena dengan begitu, artinya search engine telah merasa terbantu dan sebagai timbal baliknya biasanya search engine (khususnya Google) akan dapat menampilkan informasi Rich Snippet untuk website.

 

Apa itu Rich Snippet ?

Rich Snippet merupakan hasil dari pencarian Google organic dengan tampilan data tambahan.

Contoh Rich Snippet dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini :

contoh-schema-markup-1

 

Dan berikut contoh tampilan rich snippet di SERP :

contoh-schema-markup-2

 

Terlihat perbedaan yang cukup jauh bukan ? Jadi jika website Anda bisa memperoleh tampilan rich snippet tentu akan jauh lebih menarik. Jika lebih menarik, tentu dapat semakin banyak orang yang melakukan klik pada website Anda.

Lalu sebagai informasi Anda, jika Anda sudah menerapkan skema markup pada website Anda, hal ini masih belum tentu Anda mendapat rich snippet karena hal tsb berada pada penilaian Google dalam menampilkannya atau tidak.

 

Cara Cek Schema Markup

 

cara-cek-schema-markup

Jika Anda penasaran apakah website Anda sudah memiliki fitur skema markup atau belum. Anda dapat melakukan pengecekannya dengan menggunakan bantuan dari Google’s Structured Data Testing Tool.

Anda dapat memasukan URL yang ingin dicek, lalu klik run test.

 

Apa Perbedaan Schema Markup, Microdata dan Structured Data

 

perbedaan-schema-markup-microdata-structured-data

Selain skema markup, juga terdapat beberapa elemen lain yang perlu Anda pahami seperti  Microdata dan Structured Data.

Berikut untuk penjelasannya :

 

Apa itu Structured Data ?

Structured data merupakan sistem yang memasangkan nama dengan nilai yang dapat membantu search engine dalam mengkategorikan dan mengindeks konten Anda.

Apa itu Microdata ?

Microdata adalah format data yang terstruktur dan berfungsi dalam HTML5.

Apa itu Schema.org?

Schema.org adalah sebuah organisasi kolaboratif yang memiliki kegiatan dengan bertujuan untuk “membuat, memelihara dan mempromosikan skema untuk data terstruktur di internet, di halaman website, di dalam pesan email, dsb.

Kolaboratif yang dimaksudkan adalah schema.org ini dapat terwujud karena adanya kolaborasi dengan empat search engine terkemuka seperti Google, Microsoft, Yahoo, dan Yandex.

Hal tsb penting untuk di kolaborasikan karena mengingat pentingnya skema markup tsb.

 

Tips Menerapkan Schema Markup

Berikut beberapa tips dalam menerapkan skema markup untuk website Anda.

1. Temukan Schema yang Umumnya Digunakan

Schema.org telah menyediakan list enis-jenis skema markup yang paling umum yang dapat digunakan. Dari sini, Anda dapat mengunjungi halaman organisasi skema. Setelah itu cobalah cari tahu skema apa yang paling cocok untuk diterapkan pada website Anda.

 

2. Gunakan Semua Skema yang Anda butuhkan

Seperti yang telah dibahas pada pembahasan diatas, terdapat beberapa jenis skema markup yang bisa dipilih. Untuk mendapatkan daftar lengkapnya, Anda dapat mengunjungi The Type Hierarchy. Daftar master ini dapat menyediakan sebagian besar jenis markup yang tersedia.

 

3. Semakin banyak Markup Semakin Baik

Petunjuk yang diberikan oleh schema.org telah menjelaskan “semakin banyak konten yang Anda markup, semakin baik”. Ketika  Anda mulai memahami berbagai jenis item ini, Anda dapat melihat seberapa banyak halaman website Anda yang dapat Anda markup.

Perlu diingat juga mengenai disclaimer, bagaimanapun : “ Anda harus menandai hanya pada konten yang terlihat oleh orang-orang yang mengunjungi halaman website dan bukan konten di suatu div tersembunyi atau elemen halaman tersembunyi lainnya”.

Artinya untuk membangun skema markup yang baik, maka Anda perlu memasang kode skema markup tsb kepada halaman-halaman yang biasa dikunjungi oleh pengunjung dan bukan di halaman yang disembunyikan seperti halaman login member, halaman member, dsb.

 

Kesimpulan

Skema Markup bertujuan untuk membantu search engine agar dapat menemukan hasil pencarian yang lebih informatif pada website Anda.

Selain itu, jika Anda mengoptimasi skema markup ini dapat berpotensi meningkatkan rasio klik tayang atau click through rate (CTR).

Semoga bermanfaat

Jika Anda dapat memperoleh info seputar bisnis secara gratis, Anda bisa mengikuti informasi di blog IDwebhost dan pilih topik pembahasan yang ingin Anda cari

Lalu tidak lupa juga, jika Anda membutuhkan hosting atau domain untuk membangun website, Anda dapat menggunakan layanan web hosting dan domain dari IDwebhost yang memberikan harga terjangkau dan performa baik. Salam!

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’AmourAktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.