Sales Funnel: Pengertian dan Bagaimana Cara Membuatnya?
Blog Digital Marketing Sales Funnel: Pengertian dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Sales Funnel: Pengertian dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Sales Funnel dapat membantu Anda dalam menentukan strategi yang tepat pada setiap tahapan pembelian pelanggan. Jadi, Anda dapat memaksimalkan penjualan di setiap funnel atau tahapan

Tapi sebelum itu, apa sebenarnya makna dari sales funnel? mengapa penting untuk diterapkan pada strategi marketing Anda? 

Berikut penjelasannya.

 

Isi Artikel :

 

 

 

Apa Itu Sales Funnel ?

 

sales-funnel

Sales funnel adalah proses dalam funneling atau tahapan yang dilewati pelanggan potensial dalam menuju keputusan pada pembelian. Keputusan tersebut meliputi dari mengenal produk, mempertimbangan keputusan pembelian, sampai membeli atau tidaknya suatu produk.

Dengan menggunakan sales funnel, Anda dapat mengetahui bagaimana proses pelanggan tertarik pada produk Anda sampai benar-benar mau memutuskan untuk melakukan pembelian. 

Ketika telah mengerti pada keseluruhan proses pembelian pelanggan tersebut, Anda dapat mengetahui tahapan mana yang pembeliannya berhasil optimal maupun yang belum optimal. Sehingga Anda pun dapat memperbaiki strategi marketing pada tahapan yang pembeliannya yang belum optimal. 

Artinya, Anda dapat meningkatkan pembelian atau konversi pada setiap tahapan, bukan? Jadi, pelanggan dapat semakin yakin untuk melakukan pembelian pada setiap tahapannya. 

 

Marketing Funnel vs Sales Funnel

 

sales-funnel

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai marketing funnel dan sales funnel, visualisasikan terlebih dahulu marketing funnel dan sales funnel sebagai sebuah corong. Anda dapat mengetahui dengan mudah dengan melihat tahapan funnel di bawah ini.

 

sales-funnel

Berdasar ilustrasi di atas, marketing funnel adalah tahapan yang dilalui pelanggan potensial mulai dari mengenal brand sampai membeli produk. 

Marketing funnel terdiri dalam tiga komponen, pertama membangun brand awareness, kedua membangun calon pelanggan tertarik dengan produk, dan yang ketiga adalah dengan cara melakukan segmentasi pelanggan yang digunakan untuk keperluan penyusunan strategi. Artinya, marketing funnel adalah serangkaian kegiatan dalam upaya promosi yang seluas-luasnya yang bertujuan dalam mendapatkan pelanggan potensial.

Nah, ketika pelanggan potensial sudah mulai berminat dalam menggunakan suatu produk, maka mereka telah mulai masuk ke tahap sales funnel. Sales funnel merupakan tahap di mana pelanggan potensial diolah menjadi pembeli dengan beberapa strategi.

Lalu, mengapa memahami sales funnel penting untuk kepentingan bisnis Anda? Simak pembahasan selanjutnya. 

 

Mengapa Sales Funnel Penting

Melalui sales funnel, Anda dapat memahami bagaimana pelanggan potensial tertarik dengan produk Anda hingga akhirnya mau melakukan pembelian. 

Dengan begitu, Anda pun dapat memahami mengapa mereka menggunakan brand Anda, mengapa mereka tetap setia menggunakan produk pada brand Anda, dan mengapa mereka meninggalkan website pada brand Anda. Ini semua penting agar Anda dapat mengidentifikasi strategi yang tepat dalam setiap tahapan. 

 

Tahapan Sales Funnel

 

sales-funnel

Agar Anda semakin memahami Sales Funnel, berikut adalah tahapan pada proses sales funnel:

1. Awareness

Tahap pertama pada Sales Funnel adalah Awareness atau kesadaran. Pada tahap ini, pelanggan potensial sedang dalam mempelajari brand Anda untuk pertama kalinya. Baik itu mereka dapatkan pada pencarian Google atau media sosial bisnis Anda. 

Jadi di tahap ini, Anda perlu membuat kesan pertama yang baik pada website dan juga pada akun media sosial Anda. 

Nah, Agar Anda dapat menciptakan kesan pertama yang baik, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan yaitu.

 

1.1. Buat Tampilan Website Mobile Friendly

Pertama, Anda butuh untuk membuat tampilan website yang mobile friendly. Karena hal ini, lebih dari setengah orang di dunia dapat mengakses website dengan smartphone. Jadi, tampilan website yang mobile friendly dapat memudahkan Anda dalam menjaring banyak pelanggan potensial.

 

1.2. Membuat Content Marketing

Jika tampilan website sudah support dengan mobile friendly, Anda perlu menarik perhatian pelanggan dengan membuat content marketing. Dengan begitu, pelanggan bisa mendapatkan nilai tambah berupa pengetahuan seputar produk Anda. Pengetahuan itu juga dapat membantu pelanggan semakin menyadari kebutuhan mereka.

 

1.3. Optimasi Website

Anda juga perlu dalam mengoptimalkan kinerja website supaya dapat muncul pada halaman pertama pencarian google. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah mendapatkan pengunjung website. Lalu bagaimana cara mengoptimasi website yang tepat?

Pertama, agar content marketing pada website Anda dapat muncul di halaman pertama pencarian google, Anda bisa melakukan strategi optimasi SEO. Kedua, pada sisi kecepatan website, Anda perlu berlangganan hosting terpercaya agar pelanggan tidak perlu menunggu loading lama ketika mengakses website Anda. 

 

2. Interest

Selanjutnya, pelanggan potensial dapat masuk ke tahap Interest. Pada tahap kedua ini, pelanggan potensial dapat melakukan riset saat membandingkan spesifikasi produk yang bisa ditampilkan pada website Anda. Mereka dapat memastikan apakah produk Anda bisa menjadi solusi dari kebutuhan mereka.

Caranya, mereka bisa membandingkan spesifikasi produk, harga, servis dan juga  sumber informasi produk. Maka dari itu, Anda butuh untuk menambahkan fitur perbandingan produk dan menyediakan konten yang edukatif seputar produki ke website atau channel marketing Anda.

 

3. Decision

Pada tahap decision, pelanggan potensial telah siap melakukan pembelian. Sebab, mereka telah menemukan informasi solusi dan juga manfaat dari sebuah produk yang diinginkan.

Nah, ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan agar pelanggan semakin yakin dengan keputusan pembeliannya. 

  • Buatlah Tampilan User Friendly pada Alur Pembayaran
  • Tampilkan juga Promo dan Diskon

 

4. Action

Pada tahap ke empat, pelanggan telah memasuki tahap Action. Pada tahap ini, pelanggan akhirnya sudah dalam posisi bersedia melakukan proses pembelian. Caranya adalah dengan melakukan klik check out shopping chart pada website Anda. 

Pada tahap ini, Anda butuh melakukan beberapa langkah agar proses pembelian dapat berjalan cepat dan lancar. Selain itu, Anda juga butuh untuk mendapatkan kontak pribadi mereka yang dapat digunakan dalam kebutuhan pemasaran di masa depan. 

Berikut tips dalam proses tahapan action pada Sales Funnel.

  • Bangun konten penawaran pada website Anda menggunak teknik copywriting
  • Buatlah tombol call to action seperti “Daftar Sekarang!” atau juga bisa “Beli Sekarang!”
  • Buatlah tampilan form email sederhana
  • Lengkapi fasilitas dari berbagai macam payment gateway

 

5. Purchase

Pada tahap ini, pelanggan telah membeli produk Anda. Pada tahapan ini,. Anda perlu mempertahankan pembelian pada pelanggan lama Anda. Caranya dengan menampilkan informasi loyalty point khusus yang ditujukan pada pelanggan lama. 

 

 

Cara Membuat Sales Funnel

 

Sekarang tiba saatnya bagaimana cara membuat sales funnel untuk strategi marketing Anda ? Berikut penjelasannya.

1. Awareness – Prospek

Sasaran Anda pada tahap awareness ini adalah calon pelanggan yang berkunjung ke website Anda dan juga melakukan riset mengenai produk Anda. Oleh karena itu, Anda butuh dalam  mengedukasi mereka mengenai produk-produk Anda. 

Anda dapat membuat konten blog yang dapat membantu pelanggan mempelajari produk Anda. Nah, di dalam artikel tersebut, sisipkan juga banner menuju landing page layanan.

 

2. Interest – Kualifikasi

Di tahap ini menjelaskan jika posisi Anda sudah mendapatkan email pelanggan potensial dari landing page. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan email tersebut yang dapat digunakan untuk mengirim konten-konten edukatif mengenai produk yang mereka butuhkan. Tujuannya agar dapaat menawarkan sebuah solusi dari permasalahan mereka.

 

3. Decision – Penawaran

Setelah pelanggan Anda sudah teredukasi mengenai produk-produk yang Anda miliki, saatnya mengarahkan pelanggan yang menginginkan tentang produk Anda. Caranya dengan mengirimkan penawaran spesial lewat email mereka. Misalnya, diskon spesial kemerdekaan atau diskon hari besar.

Diskon spesial dapat meningkatkan angka penjualan Anda secara tajam lho. Sebab, diskon ini telah dinantikan oleh para pelanggan. Jadi, saat diskon ini muncul, mereka telah siap membelanjakan anggaran mereka.

 

4. Action – Negosiasi

Nah, sekarang pelanggan telah siap dalam membeli produk Anda. Pada tahap ini, Anda perlu mengarahkan pelanggan agar mau melakukan pembelian dengan cepat. Jadi, Anda butuh dalam menyediakan alur pembelian yang bebas hambatan. 

 

5. Retention – Jaga Hubungan Baik

Agar Anda dapat  mempertahankan pelanggan lama Anda, Cobalah untuk memberikan poin atau kupon untuk setiap pembelanjaan jadi strategi yang dapat Anda coba. 

Lalu, Anda perlu ingat juga bahwa terdapat pelanggan potensial yang tidak jadi membeli produk Anda. Menurut sebuah riset, sebanyak 97% pengunjung website hanya melihat-lihat produk dengan tidak membelinya. 

Untuk solusi dari ini, Anda dapat mendekati kembali mereka agar mau membeli produk Anda kok. Caranya dengan melakukan strategi retargeting, yaitu dengan menampilkan iklan sesuai dengan interaksi pengunjung dengan bantuan Google Display Network. 

 

Kesimpulan

Sales funnel dapat memberikan menggambarkan perjalanan pelanggan potensial Anda dari mengenal produk, melakukan pertimbangan pembelian, sampai mau melakukan keputusan pembelian. 

Melalui sales funnel, Anda dapat mengetahui strategi marketing yang efektif dan juga efisien dalam meningkatkan penjualan.

Semoga bermanfaat

Selanjutnya, supaya Anda juga bisa mendapatkan informasi artikel lainya, Anda bisa mengunjungi halaman website IDwebhost di bagian blog IDwebhost.

Kabar lainnya, Anda juga bisa memilih hosting terbaik pilihan yang disediakan oleh IDwebhost dan domain lengkap beserta promo didalamnya yang bisa Anda gunakan untuk keperluan bisnis online Anda. 

Tidak lupa juga jika Anda membutuhkan layanan jasa pembuatan website, Anda juga bisa menggunakan layanan dari wunik atau IDwebhost.

Webhosting ya IDwebhost Aja, Salam!

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’Amour Aktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.