Resolve Domain, Pengertian dan Cara Kerjanya
Blog Tips Keren

Resolve Domain, Pengertian dan Cara Kerjanya

Sekarang ini memang sangat banyak ditawarkan domain murah dengan berbagai macam fasilitas. Hal tersebut tentu sangat menggiurkan untuk kamu yang hendak membuat website. Entah website tersebut untuk tujuan bisnis, gaya hidup, hiburan, sosial budaya, atau pun kesehatan. Tapi kamu harus selalu ingat untuk memastikan kalau perusahaan yang menjual web hosting tersebut terpercaya agar tidak tertipu. Setelah kemudian kamu memiliki domain, hal yang cukup penting dan harus kamu lakukan adalah resolve domain.

Apa itu resolve domain? Sebagian dari kamu pasti langsung bertanya-tanya. Kok masih ada resolve domain? apa sih resolve domain itu? Terus cara kerjanya bagaimana? Berikut penjelasannya;

Apa itu Resolve Domain?

Resolve domain jika diterjemahkan secara sederhana ke bahasa Indonesia artinya pembaruan domain. Di dalam dunia website kamu akan mengenal resolve domain yang artinya proses pembaruan domain menggunakan nama server yang baru. Proses ini merupakan proses dimana domain yang baru dikenalkan ke internet. Biasanya proses ini memakan waktu 24 sampai 48 jam agar domainmu bisa kembali bekerja. Nah, hal itu disebut dengan propagasi. Waduh, apalagi tuh propagasi? Kok makin ribet bahasanya?

Tenang, namanya memang terdengar nggak awam. Tapi propagasi sebenarnya hanyalah panjang waktu atau durasi yang dibutuhkan untuk me-root server cache dan nama web keseluruhan yang telah diperbarui dengan informasi DNS dari si website. Biasanya, selama proses propagasi berlangsung, pengunjung websitemu akan diarahkan ke server yang baru di akun hosting yang baru. Tapi ada juga beberapa pengunjung yang tetap diarahkan ke server lama sampai propagasi selesai. Nah, masa propagasi sampai selesai ini lah yang biasanya disebut dengan resolve.

 

resolve-domain-01

Analoginya gini deh, kamu punya rumah baru. Rumah itu websitemu. Kemudian rumah tersebut, yang sudah terbangun, harus kamu renov sana sini agar siap untuk dijadikan tempat tinggal atau tempat usaha. Kamu harus membersihkan tiap temboknya, mengecatnya, dan memasang hiasan. Proses membersihkan tembok, mengecat, memasang hiasan itu namanya propagasi. Sementara proses “renovasi” keseluruhan itu namanya Resolve Domain. Mengerti kan?

Lalu bagaimana cara kerjanya?

Pasti ada beberapa dari kamu yang berpikir. Kenapa proses resolve DNS itu lama sekali? Sampai menyentuh 48 jam! Sebelum kamu marah dengan lamanya proses itu, kamu harus memahami tentang sistem kerja DNS itu. DNS adalah Domain Name System atau sistem penamaan Domain. sistem tersebut menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain yang kamu gunakan dalam bentuk basis data tersebar atau disebut juga distributed database dalam jaringan komputer. Secara sederhana, DNS itu layanan jaringan yang menerjemahkan nama sebuah website menjadi alamat di internet.

Ketika pertama kamu mendaftarkan nama domain. Kemudian login ke akun hosting dengan nama domain yang kamu daftarkan tadi, provider tempatmu bernaung akan menyediakan master DNS Record pada nama servernya. Jadi ketika seseorang mengetik nama domainmu di browser, DNS server akan otomatis membaca Master DNS Record. Kemudian DNS server akan mengirimkan IP server tersebut dari domain yang diakses. Sehingga browser akan mengunjungi alamat IP untuk mendownload data guna menampilkan website.

resolve-domain-02

Cara kerjanya memang cukup kompleks. Nah, tapi cara kerja yang kompleks itu justru membuat website bekerja dengan baik. Lalu kenapa propagasi lama? Karena adanya caching di antara proses lookup DNS. ISP atau Internet Service Provider yang menangani ribuan permintaan permenit biasanya akan membuat salinan local Master DNS Record dari server DNS yang pernah dikunjungi oleh mesin pencari.

Dalam tiap proses ISP tersebut ada caching dan admin server DNS yang diperbarui dalam waktu yang berbeda. Sehingga hal tersebut kadang memunculkan ISP yang terhambat ketika dipakai mengakses website. Proses Propagasi ini harus kamu tunggu, selama apapun itu, sampai resolve benar-benar selesai. Tapi ada beberapa trik yangb isa kamu lakukan ketika terlalu lama. Seperti menggunakan temporary URL pada PCmu sehingga domainmu tak perlu melakukan resolve.

BACA JUGA: Perbedaan On Page dan Off Page Dalam SEO

Apa saja Cara Temporary URL pada PC?

Sudah dijelaskan di atas tadi kalau resolve itu tergantuung dari ISP yang dipakai. Ada beberapa cara yang bisa kamu pakai untuk meresolve domainmu. Caranya masuk ke command dengan menekan lambang Windows dan R, kemudian dalam kolom tersebut isikan; wordpad C:\WINDOWS\system32\drivers\etc\hosts yang bisa kamu buka dengan notepad. Ketik sudah mengetik perintah tersebut, isi entry IP dan domain atau subdomain yang baru.

Misalnya 202.163.208.100 domainmu.com lalu Save. Ingat! Cek lagi kalau perintah yang kamu ketik sudah benar. Dengan begitu domainmu akan langsung resolve. Untuk mengeceknya sendiri kamu bisa melakukan refresh cookies browsermu atau menge-ping. Kalau cara di atas itu masih gagal, clear cookies browsermu atau refresh url-nya dengan ketik CTRL+F5 untuk Firefox dan SHIFT+F5 untuk Google Chrome.

Untuk para pengguna Windows 7 dan Vista, biasanya akan mengalami beberapa hambatan. Terutama ketika menyimpan karena akan muncul “Permission Denied”. Untuk mengatasi hal tersebut kamu harus menjadi administrator dulu dengan mengklik kanan pada notepadmu dan klik “Run as Administrator”.

Lalu bagaimana untuk pengguna Linux? Cara yang kamu lakukan pertama adalah masuk ke console/terminal Linux. Lalu ketik perintah nano/etc/hosts/. Kemudian ketiklah baris alamt IP (spasi) nama domainmu. Selanjutnya tekan CTRL+X untuk men-close termiinal dan CTRL+Y untuk menyimpan. Setiap domain yang mengalami pergantian IP Server tersebut harus kamu edit kembali filehostsnya. Karena jika tidak, maka browser akan mengarahkan ke IP lama. Padahal server sudah dipindahkan.

Sementara untuk pengguna Ubuntu, meskipun jarang ada di Indonesia, tapi untuk meresolve domainnya juga bisa dilakukan dengan melalui terminal dan ketikkan sudo gedit /etc/hosts> dan masukkan password root mu. Kemudian ketik IP dan nama domainmu.

resolve-domain-03

Temporary URL tersebut punya tujuan membuat browser tidak membaca Master DNS Record entah caching atau DNS Server. Tapi menyuruh merekamembaca alamat IP di file hosts pada PC Local. Tapi selain cara itu, ada cara lain untuk membantu propagasi domain dengan bantuan DNS Cluster. Selain itu cara untuk membantu propagasi domain lainnya adalah memakai DNS di sisi Client Google Public atau melalui Open DNS.

Banyak yang bertanya kenapa DNS Cluster bisa mempercepat propagasi? DNS Cluster ini punya banyak keuntungan. Misalnya, DNS Server dan WHM Server mereka berdiri sendiri-sendiri. DNS dan WHM itu tergabung menjadi 1 server saja sehingga harus dipisahkan menggunakan DNS Cluster. Lalu Resource WHM server biasanya lebih besar karena DNS Server ada pada VPS dengan resource yang kecil. Selain itu memanfaatkan 1 DNS Cluster atau lebih maka proses propagasi jadi lebih cepat selesai. Keuntungan yang paling terlihat adalah kamu tidak akan dipungut biaya untuk licence DNS Cluster.

Lalu bagaimana cara menggunakan DNS Cluster? Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah menginstall DNS Cluster yang bisa kita browse dari google.com. Setelah itu operasikan DNS Cluster seperti perintah yang ada di aplikasi tersebut.

Pada dasarnya banyak sekali trik resolve domain yang bisa kamu lakukan. Tinggal kamu pintar-pintar untuk mencari trik yang paling tepat dan tidak ribet untukmu. Selamat mencoba!