Product Development: Cara Menciptakan Produk Baru yang Jitu
Blog Bisnis Product Development: Cara Menciptakan Produk Baru yang Jitu

Product Development: Cara Menciptakan Produk Baru yang Jitu

Product development dapat membantu Anda dalam menciptakan sebuah produk yang tidak hanya tepat sasaran tapi juga laris manis di pasar.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang pembahasan product development ini, Anda dapat mempelajarinya pada pembahasan di bawah ini.

 

Isi Artikel 

 

 

Apa itu Product Development ?

 

apa-itu-product-development

Product development adalah langkah-langkah pada proses pengembangan produk baru yang menggunakan suatu ide dan konsep yag disesuaikan dengan selera pasar.

Proses ini merupakan inti dari bagian pembuatan produk baru yang dimana jika tidak dilakukan dengan benar, maka dapat berakobat membuat produk gagal di pasar.

Berdasarkan harvard business review, sekitar 75% produk baru yang dibuat tanpa product development yang matang terbukti tidak laku di pasar.

Contoh kasusnya misalkan kalau sebuah perusahaan berencana dalam membuat makanan instan dari microwave. Tujuannya, agar konsumen dapat mengkonsumsi makanan siap saji tersebut secara praktis.

Lalu, betapa kecewanya setelah mengetahui bahwa kemasan yang diciptakan tersebut ternyata tidak tahan panas. Pada akhirnya, konsumen pun tetap perlu menyiapkan tempat makan sendiri agar dapat memakan makanan tersebut. Hal ini tentunya tidak tercapau dengan tujuan awal pembuatan produk tersebut bukan ?

Untuk itulah proses product development ini penting untuk dikerjakan agar tercipta produk yang tepat sasaran.

 

 

Manfaat Product Development

 

manfaat-product-development

Setelah mempelajari product development, berikut untuk manfaat yang bisa didapat dengan membangun product development :

 

1. Memberikan Value Baru untuk Pelanggan

Dengan product development, Anda bisa menciptakan produk dengan fitur yang lebih baik dibandingkan dengan kompetitor Anda dan bisa memberikan nilai yang lebih kepada konsumen. Alhasil, pelanggan mempunyai alasan agar dapat beralih dari produk kompetitor ke produk Anda.

 

2. Membuat Produk yang Bermanfaat

Product development dapat membantu Anda dalam memahami bagaimana produk dapat digunakan oleh pelanggan dengan baik. Jadi, Anda dapat membangun produk yang paling diperlukan oleh konsumen. Dengan begitu, hal ini tentunya bisa berdampak pada jumlah penjualannya.

 

3. Menjaga Eksistensi dan Perkembangan Bisnis

Dengan terus membuat produk baru yang dapat berkembang menyesuaikan permintaan pasar, bisnis Anda pun berpotensi untuk terus berjalan lebih baik. Alasannya, agar setiap produk yang dirilis dapat menjawab keperluan konsumen dikarenakan sudah terbentuk dari serangkaian product development yang tepat. Hal inilah yang dapat mencegah terjadinya produk gagal karena tidak adanya pembeli. 

 

Proses Product Development

 

proses-product-development

Setidaknya terdapat delapan tahap dalam proses pembentukan product development yang butuh dilakukan, diantaranya sebagai berikut :

1. Mengembangkan Ide dan Konsep

Jika saat ini Anda sedang menunggu datangnya ide, sebaiknya Anda jangan menunggu ide datang. Tapi carilah ide itu salah satunya dengan menggunakan teknik SCAMPER model.

SCAMPER model adalah teknik yang bisa digunakan untuk mendapatkan ide dengan menjawab tujuh pertanyaan utama pada seputar produk. 

Contoh elemen dalam SCAMPER ini meliputi :

  • Substitute (Bagian apa yang dapat diganti dari produk yang telah ada ? )
  • Combine (Fungsi dan bahan apa yang dapat dipadukan dalam suatu produk baru?)
  • Adapt ( Cara apa yang dapat menciptakan atau mempromosikan produk baru sesuai kebiasaan pelanggan saat ini ? )
  • Modify (Elemen produk apa yang dapat diperkuat dalam menciptakan produk baru?)
  • Put another use (Hal apa yang dapat berfungsi yang dapat ditambahkan ke dalam produk baru Anda?)
  • Eliminate (Bagian mana dari pelanggan Anda yang selalu dikeluhkan? Lalu, bisakah bagian produk yang bermasalah tersebut dihilangkan?)

 

2. Melakukan Riset Untuk Validasi Produk

Setelah mengembangkan ide dan konsep, Anda dapat melakukan riset pasar untuk mengetahui produk terbaik pada konsumen Anda. Solusi yang bisa Anda gunakan adalah dengan meminta testimoni dari calon pelanggan Anda atau juga bisa riset dari kompetitor. 

Beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk riset adalah :

  • Gunakan forum untuk mendapatkan testimoni
  • Gunakan Google trend untuk mengetahui tren pencarian produk di Google
  • Pantau media sosial kompetitor

 

3. Membuat Sketsa Produk

Setelah Anda mengetahui produk yang kira-kira sesuai pada kebutuhan pelanggan, di tahap ini Anda dapat membuat sketsa produk lengkap beserta material yang dapat digunakan dan fitur yang dapat dimasukkan.

 

4. Membuat Prototype Produk

Selanjutnya, sketsa yang Anda buat bisa dikembangkan dalam bentuk sebuah prototype produk. Tidak perlu langsung membuatnya dengan material utama. Contohnya, Anda dapat membuat prototype dengan kertas karton dulu agar bisa mendapat gambaran awal produk tersebut.

Namun, dalam membuat prototype tidak bisa sekali jadi. Anda dapat melakukan penyempurnaan produk sambil terus menyesuaikan pada perkembangan dari permintaan pasar.

 

5. Merancang Supply Chain

Setelah Anda mendapatkan gambaran dari prototype yang pas pada produk yang akan diciptakan, proses product development selanjutnya adalah dengan merancang supply chain. Hal ini penting untuk Anda ketahui karena semua hal yang dibutuhkan, mulai dari proses produksi sampai ke distribusi perlu Anda kuasai.

Supply chain yang dimaksud ini tidak hanya berupa ketersediaan material, namun juga sumber daya dan rekan kerja yang dapat mewujudkan produk tersebut, contohnya: vendor alat, supplier bahan, jasa pengiriman, kapasitas gudang, dan rancangan aktivitas produksi.

 

6. Membuat Perencanaan Anggaran

Jika proses di atas sudah Anda kerjakan, langkah selanjutnya Anda dapat menentukan harga yang pas pada produk Anda. Tujuannya adalah agar dapat memastikan harga produk dapat mampu memberikan keuntungan yang baik tapi tetap bisa bersaing dengan kompetitor.

Proses perencanaan anggaran tersebut dapat Anda lakukan menyesuaikan pada jenis dan skala bisnis yang Anda punyai.

Lalu pada proses perencanaan anggaran, pastikan juga sudah tercantum semua biaya material dan pilihan pengiriman yang murah tapi punya kualitas yang baik. Kemudian, tentukan juga berapa banyak jumlah produk yang ingin dibuat sebagai tahap awal. Hal ini tentu harus menyesuaikan anggaran pada bisnis Anda.

Jika semua detail biaya anggaran telah sesuai strategi bisnis, Anda dapat memulai untuk membuat produk tersebut dan melanjutkan ke langkah berikutnya.

 

7. Melakukan Uji Pemasaran

Jika produk sudah siap, langkah selanjutnya Anda dapat melakukan uji pemasaran produk supaya Anda mengetahui daya tarik produk sebelum dipasarkan dalam skala besar.

Salah satu caranya adalah Anda dapat memposting produk baru Anda pada media sosial. Buatlah sebuah iklan khusus. Setelah itu, Anda dapat mengamati berapa banyak orang yang dapat melihat postingan Anda dan berapa jumlah interaksi dari likes dan komen yang didapatkan.

 

8. Launching Produk

Ada banyak cara yang dapat Anda gunakan dalam membuat event launching produk yang menarik. Pertama, Anda dapat melakukan kolaborasi antar brand contohnya yang dilakukan H&M dengan Erdem, brand pakaian ternama.  Kolaborasi tersebut dapat membuat launch produk diserbu banyak orang seperti kampanye limited edition yang digunakan.

Kedua, berkolaborasi dengan influencer dalam melakukan promosi pada produk Anda agar dapat menjangkau market audiens dari influencer tersebut.

 

Kesimpulan

Membuat produk baru dapat laris manis memanglah tidak mudah. Itulah kenapa Anda perlu membuat perencanaan product development dengan tepat. Tujuannya, bukan hanya untuk menciptakan produk yang sesuai permintaan pasar tapi juga dapat bersaing dengan kompetitor.

Untuk merancang product development yang tepat, Anda dapat mengikuti penjelasannya seperti yang dibahas pada artikel ini.

Semoga bermanfaat

Jika Anda ingin terus mengikuti info seputar bisnis secara gratis, Anda dapat terus update informasi di blog IDwebhost dan dapatkan topik pembahasan yang ingin Anda cari.

Lalu tidak lupa juga, IDwebhost juga memberikan harga terjangkau dan performa baik pada layanan hosting dan domain untuk kebutuhan website Anda. Webhosting ya IDwebhost Aja, Salam!

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’Amour Aktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.