Perbedaan Rich Snippet dan Featured Snippet Serta Manfaatnya Untuk SERP
Blog SEO Perbedaan Rich Snippet dan Featured Snippet Serta Manfaatnya Untuk SERP

Perbedaan Rich Snippet dan Featured Snippet Serta Manfaatnya Untuk SERP

Seiring berjalannya waktu, ketika sedang mempelajari SEO, cepat atau lambat, Anda menemukan istilah bernama SERP, atau Search Engine Result Page. Kita biasa mengenalnya dengan halaman hasil pencarian Google. SERP adalah halaman yang ditampilkan Google dan mesin pencari lainnya untuk menunjukkan hasil pencarian pengguna. SERP terdiri dari hasil pencarian organik dan berbayar. 

Tampilan SERP pada masing-masing pengguna bisa saja berbeda. Hal ini tak lepas dari banyaknya faktor hasil pencarian relevan yang dijalankan oleh Google. Misalnya saja, tempat tinggal pengguna, riwayat pencarian, media sosial yang digunakan, dan pengaturan lainnya. Pengguna Google di Indonesia dan Australia bisa saja mendapatkan SERP yang berbeda, ketika menggunakan kata kunci yang sama. 

SERP sendiri penting bagi SEO. Alasannya jelas, karena tujuan dari semua usaha SEO adalah untuk menempatkan website di SERP, lebih tepatnya pada posisi teratas untuk hasil pencarian organik. 

Salah satu cara agar website Anda bisa muncul di SERP adalah memanfaatkan fitur yang dimiliki oleh SERP, yaitu featured snippet dan rich snippets Adakah Sahabat IDwebhost yang pernah mendengarnya? 

Pada artikel kali ini, kami akan berbagi dengan Sahabat IDwebhost tentang perbedaan rich snippet dan featured snippet. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Perbedaan Rich Snippet dan Featured Snippet

Apa Itu Rich Snippets? 

Tak melulu soal keyword, SEO adalah usaha yang dilakukan dengan berbagai cara. Dan salah satunya adalah dengan menggunakan rich snippet. Anda akan dengan mudah menemukannya di mesin pencari Google. 

Rich snippet sendiri adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan penyajian data yang ditampilkan kepada pengguna, ketika memasukkan kata kunci tertentu di bilah pencarian Google. Dilansir dari Unamo, rich snippet adalh struktur data markup yang bisa ditambahkan pemilik website ke dalam kode HTML yang ada. 

Baca Juga : Apa Itu SERP? Ini Dia Pengertian SERP

Dengan menambahkan struktur data ini, mesin pencari dapat memahami dengan lebih baik tentang informasi apa yang ditampilkan sebuah halaman website. Saat ini, rich snippet digunakan untuk menyajikan informasi yang lebih lengkap dan mudah pada pengguna, agar bisa menemukan apa yang dicari dalam waktu singkat. 

Ketika website Anda muncul di halaman hasil pencarian, pengguna tidak hanya akan mendapatkan cuplikan informasi yang terkandung dalam sebuah konten website. Ahrefs sendiri menilai, rich snippet lebih menarik secara visual. 

Pentingnya Rich  Snippet Untuk SEO

Hanya dengan melihat rich snippet, pengguna sudah bisa mengetahui konten apa yang ada di sebuah website, dan apakah sesuai dengan yang dicari. Bisa dibilang, rich snippet adalah hasil pencarian yang menonjol dari jenis snippet lainnya. 

Bila dibandingkan dengan feature snippet, rich snippet dianggap memiliki click through rate (CTR) yang lebih tinggi. Pengguna sendiri lebih suka mengklik hasil pencarian yang berisi lebih banyak informasi. 

Cara Menampilkan Rich Snippet

1. Memilih Spesifikasi Markup 

Anda bisa menuliskan struktur data dengan menggunakan markup yang berbeda-beda. Terdapat tiga spesifikasi markup yang bisa Anda pilih. Yaitu microdata, JSON-LD, dan RDFa. 

2. Tentukan Jenis Konten

Selanjutnya adalah menuliskan konten yang dimiliki. Di Google, Anda bisa menemukannya di bagian Business & Organizations. Dengan begitu, Google bisa menampilkan informasi-informasi yang sesuai dengan tipe kontennya. 

3. Identifikasi Properti yang Dibutuhkan 

Penting untuk mengenali properti konten yang sesuai dengan apa yang website Anda miliki. Data yang ditampilkan berpengaruh pada visibilitas bisnis  Anda. Karena itu, pastikan data yang ada lengkap dan relevan. 

4. Mengembangkan Struktur Data Markup 

Supaya rich snippet bisa ditampilkan, Anda perlu harus menampilkan kode markup. Setidaknya, informasi nama bisnis, logo, dan URL dapat terisi agar bisa tampil dengan baik. 

Baca Juga : Marketing Tools Wajib Untuk Digital Marketing

Tak ada jaminan, kapan Google akan menampilkan rich snippet website Anda. Hal ini umumnya tergantung pada seberapa rutin Anda mempublikasikan konten. Juga yang tak kalah penting, seberapa sering Google melakukan crawling pada website Anda. 

Featured Snippet 

Jika membicarakan perbedaan rich snippet dan feature snippet, maka sudah pasti harus pula membahas feature snippet. Feature snippet adalah salah satu jenis SERP yang berupa cuplikan dari salah satu hasil pencarian yang relevan dengan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna. Walupun Google tidak memberikan featured snippet pada semua kata kunci, website yang berhasil mendapatkan snippet ini sering disebut sebagai ranking karena featured snippet berada di atas SERP. 

Pentingnya Featured Snippet Untuk SEO

Hasil ringkasan pencarian yang muncul di kotak definisi tersebut akan berada di bagian paling atas dari halaman hasil pencarian. Pengguna internet umumnya juga tidak mau ambil pusing untuk mencari-cari halaman yang yang paling lengkap, jika Google sudah memberikan rekomendasi. 

Ketika featured snippet pertama kali diluncurkan, pada ahli SEO sempat mengkhawatirkan bagaimana dengan meringkas dan menampilkan jawaban, bisa memberikan pengaruh buruk pada CTR website mereka. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan.Ini karena meringkas konten dari Google masih belum terpetakan secara baik. 

Pertanyaan lain kemudian adalah, bagaimana jika konten sudah bagus namun tetap tidak muncul di snippet? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Search Engine Land, featured snippet tidak berdampak buruk, melainkan malah bisa meningkatkan CTR. 

Cara Menjadikan Sebuah Konten Sebagai Featured Snippet

Berikut ini adalah cara menjadikan konten sebagai featured snippet: 

Buat Struktur Konten yang Disukai Mesin Pencari 

Cara pertama adalah membuat konten dengan struktur yang disukai oleh mesin pencari. Jika mengalami kebingungan, Anda bisa membuat konten berdasarkan 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How). Jika dialihkan ke bahasa Indonesia, berari apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. 

Menemukan Keyword yang Bagus Untuk Featured Snippet

Melakukan riset keyword memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah untuk featured snippet. Ketika riset keyword, perhatikan bahwa kata kunci dengan volume pencarian tinggi berpeluang mendapatkan featured snippet yang lebih besar. Untuk riset kata kunci, Anda bisa menggunakan berbagai tools yang ada. Paling mudah menggunakan Google Trends karena gratis. 

Setiap Halaman Memiliki Title Tag

Title tag berfungsi memberi sebagian judul di halaman website. Ketika Anda klik, Anda akan diarahkan ke halaman website. Tag ini sangat berguna untuk memberi tahu pengguna, bahwa judul bisa diklik dan diakses. Title tag biasanya tidak ditulis terlalu panjang, berkisar antara dua hingga empat kata. 

Memiliki Meta Tag 

Meta tag adalah sebuah sebutan untuk kode yang disisipi dengan bahasa pemrograman HTML/XHTML. Tujuannya adalah untuk memberi informasi mengenai halaman website dan berfungsi untuk memberi keterangan sebuah website. 

Penutup

Rich snippet dan featured snippet memiliki peran yang penting pada kemunculan sebuah konten di SERP Google. Mengetahui perbedaan rich snippet dan featured snippet penting bagi Anda yang ingin konten website muncul di halaman pertama hasil pencarian. 

Mau punya website yang aman, cepat, dan andal? Tunggu apalagi, ayo buat website Anda hanya di IDwebhost, web hosting murah Indonesia. 

Taufiq Prasetya Pradana

Pembaca yang suka menulis