Resesi Adalah – Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Menyikapinya

31 Okt 2022
Resesi Adalah – Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Menyikapinya

Sebagai akibat dari masa pandemi, kondisi ekonomi global masih lemah dan belum sepenuhnya pulih. Menurut laporan perkembangan ekonomi global dari World Bank, lonjakan inflasi berpotensi terus meningkat dan mengarah pada jurang resesi 2023. Padahal, resesi adalah ancaman bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Ancaman ini bukan hanya berlaku untuk pengusaha besar atau pemerintah saja. Resesi juga dapat menyebabkan masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kok bisa? Mari ketahui lebih dalam tentang resesi dari ulasan berikut!

Apa Itu Resesi?

Menurut pengertian yang dijelaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi adalah kondisi di mana kegiatan ekonomi sebuah negara yang mengalami penurunan signifikan. Ciri-ciri resesi dapat dikenali dari penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), angka pengangguran yang meningkat, dan pertumbuhan ekonomi riil yang bernilai negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Seperti yang diketahui, pandemi menyebabkan kondisi ekonomi seluruh dunia melambat. Masyarakat berdaya beli lemah dan menyebabkan sektor riil menahan kapasitas produksi. Hal ini juga menyebabkan para investor menarik modalnya. Alhasil berbagai sektor industri perlu menekan biaya produksi.

Penekanan biaya produksi menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Menurut DataIndonesia.id, dari Januari sampai September 2022, jumlah karyawan yang terkena PHK telah mencapai 76.995 orang. Jumlah yang sangat banyak, bukan? Meningkatnya jumlah pengangguran ini akan semakin melemahkan daya beli masyarakat dan berpotensi menyebabkan kebangkrutan perusahaan.

Berbagai negara maju bahkan sudah memasuki resesi, Amerika contohnya. Resesi Amerika diproyeksikan akan berlangsung dari Oktober 2022 hingga 6-9 bulan kedepan. Resesi yang dialami ini disebut-sebut sebagai akibat inflasi selama dua kuartal berturut-turut. Kabar buruknya, para pakar memprediksi akan adanya resesi global 2023.

Penyebab Resesi

Pengetahuan akan ekonomi dasar maupun krisis seperti resesi adalah hal yang wajib dimiliki agar dapat mengantisipasi kemungkinan hal buruk di masa mendatang. Resesi global dapat disebabkan oleh berbagai faktor penyebab. Adapun beberapa faktor di antaranya terangkum dalam ulasan berikut:

1. Inflasi

Inflasi bukanlah istilah yang asing, sebab seringkali disebutkan di berbagai berita maupun artikel-artikel media. Kondisi inflasi adalah kondisi di mana berbagai barang dan jasa mengalami kenaikan harga selama periode waktu tertentu. Inflasi dan resesi memiliki kaitan yang cukup erat.

Tingginya harga barang dan jasa ini menyebabkan berbagai sektor industri menekan jumlah produksi. Alhasil, kondisi demikian menyebabkan munculnya kemiskinan dan meningkatnya jumlah pengangguran, yang berujung pada terjadinya resesi.

2. Deflasi

Kebalikan dari inflasi, deflasi adalah kondisi di mana harga barang dan jasa turun terus-menerus. Sekilas mungkin ini terdengar seperti kabar baik. Faktanya, jika deflasi terjadi secara berlebihan berbagai penyedia barang dan jasa akan dirugikan.

Penurunan harga secara terus-menerus juga menyebabkan daya beli yang rendah sebab masyarakat cenderung menunda pembelian untuk mendapatkan harga terendah. Hal ini berimbas pada kegiatan produksi yang lemah dan mengarah pada kebangkrutan.

3. Guncangan Ekonomi

Salah satu contoh dari guncangan ekonomi adalah pandemi Covid-19. Guncangan ini menyebabkan berbagai permasalahan ekonomi, seperti utang yang menumpuk. Padahal, semakin utang menumpuk, tentu saja biaya pelunasan akan semakin naik, dan dapat menyebabkan debitur tidak mampu membayar utang.

4. Perkembangan Ilmu Teknologi

Resesi adalah kondisi penurunan kegiatan ekonomi yang juga dapat disebabkan oleh kemajuan perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi, terutama di bidang Artificial Intelligence (AI) dan robot membawa ancaman resesi. Teknologi ini berpotensi untuk menggantikan pekerjaan manusia dan menambah jumlah pengangguran.

5. Gelembung Aset

Gelembung aset merupakan sebuah istilah saat investor mengambil keputusan gegabah yang dapat merusak pasar. Fenomena ini kerap terjadi di pasar saham dan properti. Saat melakukan pembelian banyak saham maupun properti, investor berspekulasi harganya akan terus meningkat.

Akan tetapi, pada kondisi ekonomi yang tidak stabil, tidak jarang investor terkecoh untuk melakukan panic selling. Investor yang khawatir akan harga asetnya terus merosot akan menjual aset-asetnya berdasarkan pengambilan keputusan yang tidak tepat. Tindakan ini merusak pasar dan menyebabkan resesi semakin dekat.

Di zaman yang serba digital seperti sekarang, memiliki website yang responsif juga dinilai sebagai aset yang penting, lho!

Dampak Resesi

Penurunan kondisi ekonomi sebuah negara secara terus-menerus dapat memberikan dampak berupa efek domino. Resesi adalah kondisi yang merugikan bagi semua individu maupun bisnis, skala besar maupun kecil. Ketahui beberapa dampaknya berikut:

1. Dampak pada Pekerja

Seperti yang sudah dibahas di atas, penurunan kondisi ekonomi akan diikuti oleh pengetatan efisiensi biaya operasional di berbagai bidang usaha. Salah satu bentuk pemotongan biaya operasional ini adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Para lulusan baru atau jobseeker juga akan terdampak kesulitan mendapatkan mata pencaharian. Di samping itu, para karyawan yang masih bekerja juga terancam terkena potongan upah atau terkendala dalam pemberian hak kerja lainnya seperti bonus.

2. Dampak pada Perusahaan

Kebangkrutan adalah dampak terburuk yang dapat dialami oleh perusahaan-perusahaan di masa resesi. Hal ini terjadi karena daya beli masyarakat yang melemah dan pendapatan perusahaan yang semakin menurun. Agar tetap laku di pasaran, perusahaan hanya memiliki opsi untuk mengikuti perang harga dengan perusahaan lain.

Artinya, jika ingin laku perusahaan harus memasang harga paling rendah. Kondisi demikian membuat keuntungan perusahaan semakin sedikit dan harus terus mencari solusi efisiensi untuk menambal kekurangan biaya operasonal.

3. Dampak pada Pemerintah

Bagi pemerintah, dampak resesi adalah defisit anggaran dan tumpukan utang. Resesi ekonomi mengakibatkan penurunan pendapatkan dari pajak maupun non-pajak. Meskipun pendapatan negara menurun, pemerintah tidak dapat mengesampingkan tugasnya untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan begitu, pemerintah akan mengalami defisit anggaran sebab pendapatan yang menurun namun harus menyediakan biaya untuk menjamin kesejahteraan rakyat. Beban defisit ini juga umumnya diikuti dengan jumlah utang yang terus meningkat.

Kesimpulan

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa resesi adalah penurunan kondisi ekonomi secara signifikan pada sebuah negara yang berlangsung selama periode waktu berbulan-bulan hinga bertahun-tahun. Resesi dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah inflasi, deflasi, guncangan ekonomi, kemajuan teknologi, hingga gelembung aset. Resesi dapat berdampak pada utang pemerintah yang membengkak, kebangkrutan perusahaan, hingga kesulitan mencari pekerjaan.

Untuk bersiap akan kemungkinan resesi Indonesia, kamu dapat mengatur kembali perencanaan keuangan berdasarkan prioritas kebutuhan pokok. Selain itu, kurangi jumlah utang dan mulai persiapkan dana darurat. Sebagai antisipasi pembengkakan anggaran akibat risiko kesehatan atau keselamatan, persiapkan juga asuransi.

Hindari mengambil keputusan dengan gegabah. Periksa kembali portofolio investasimu dan terus amati pasar global. Apabila kamu sudah melihat tanda-tanda pasar global mulai menurun, sebaiknya atur kembali portofolio dalam bentuk yang lebih aman. Misalnya seperti instrumen emas.

Jika sudah mempersiapkan beberapa hal yang disebutkan di atas, kamu tidak perlu khawatir akan apa yang harus dilakukan jika resesi terjadi. Kamu juga bisa mulai mencari penghasilan tambahan di berbagai sektor kebutuhan utama. Misalnya seperti berdagang, membuka jasa desain, atau menjadi blogger.

Pastikan kamu mempercayakan layanan hosting untuk website-mu menggunakan layanan hosting murah dari IDwebhost. Cek berbagai penawarannya dan dapatkan harga terbaik spesial buat kamu di sini!

Elly Santi
Member since 7 Sep 2022