NPM Adalah: Panduan Lengkap Beserta Cara Kerjanya

22 Feb 2023
NPM Adalah: Panduan Lengkap Beserta Cara Kerjanya

NPM banyak dimanfaatkan oleh developer untuk membangun aplikasi JavaScript dengan lebih cepat. Proses pengembangan aplikasi memungkinkan lebih cepat berkat tersedianya packages JavaScript yang dapat dimanfaatkan sesuai keperluan pengembangan. NPM adalah fitur yang mengakomodasi berbagai packages tersebut.

NPM bahkan disebut sebagai salah satu fitur terbaik untuk membantu proses pengembangan project. Jadi, apa sih sebenarnya NPM itu? Artikel ini akan membantumu untuk mengenal lebih dekat tentang NPM serta panduan cara kerja dan cara installnya. Selengkapnya, mari mulai simak ulasannya di bawah ini!

Pengertian Apa Itu NPM

Kepanjangan NPM adalah Node Package Manager. Seperti yang terlihat dari namanya ini, NPM merupakan sebuah pengelola package JavaScript yang semula dikembangkan untuk project Node JS. NPM dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang bernama NPM.inc.

Kini NPM menjadi program pengelola paket terbesar di dunia. NPM mampu mengelola lebih dari 800 ribu paket yang bisa digunakan kapan saja. Inilah alasan yang membuat banyak developer mengandalkan NPM dalam proses pengembangan projectnya.

Dalam praktiknya, NPM digunakan sebagai direktori yang menyimpan modul atau menjadi library JavaScript. Direktori ini, menyimpan berbagai paket yang dapat dimanfaatkan oleh developer untuk digunakan sebagai fitur pada sebuah aplikasi atau script. Alhasil, developer tidak perlu menulis kode baru untuk setiap fungsi aplikasi yang diperlukan.

Apa Fungsi NPM?

Node Package manager

Sebagai pengelola package, NPM memiliki dua fungsi utama. Adapun kedua fungsi utama dari NPM adalah sebagai berikut ini:

1. Sebagai Repository

Fungsi utama dari Node Package Manager adalah menjadi repository. Ini artinya, NPM bertugas untuk menyediakan media atau tempat untuk berbagi package oleh para pengguanya. Dengan kata lain, NPM juga menjadi sarana untuk berinteraksi, khususnya antara sesama developer aplikasi dan programmer pemula.

Dalam menjalankan fungsi ini, NPM menyediakan akses unduh paket sesuai dengan keperluan pengguna. Tanpa perlu membuat fitur dari nol atau menulis skrip dari awal, developer dapat mengunduh paket yang dibutuhkan langsung dari repository NPM.

2. Sebagai Command Line Interface

Fungsi berikutnya dari NPM adalah sebagai Command Line Interface atau CLI. Bukan hanya menyediakan ruang sebagai penyimpanan packages saja, NPM juga menyediakan tool yang dapat digunakan untuk mengelola paket. Tool CLI ini dapat memberikan instruksi untuk mengunduh, mengunggah, hingga mengelola package dalam bahasa JavaScript.

Tampilan dari CLI NPM ini cukup familiar. Hal ini dikarenakan CLI memiliki tampilan yang mirip dengan Command Prompt pada sistem komputer Windows atau seperti Terminal pada sistem operasi MacOS.

Bagaimana Cara Kerja NPM?

Node Package manager

NPM bekerja sesuai dengan dua fungsinya yang sudah dijelaskan di atas. Node Package Manager berfungsi sebagaimana lokasi penyimpanan seperti Google Drive atau Dropbox. Akan tetapi, NPM khusus untuk menyimpan file berupa paket JavaScript. Aksesibilitas lokasi penyimpanan ini dapat kamu sesuaikan.

Kamu dapat membuat repository ini tersedia untuk pengguna NPM lain atau menyimpannya untuk digunakan secara pribadi saja. Untuk pengerjaan sebuah project yang melibatkan beberapa developer, berbagi repository dapat membantu proses pengembangan berjalan dengan lebih efektif.

Sementara itu, sebagai CLI, NPM mengelola paket yang tersedia di repositori NPM. Kamu bisa menjalankan perintah khusus dengan alat ini. Alhasil, kamu dapat mengunduh, mengunggah, memperbarui, dan melakukan operasi lain pada paket di Node Package Manager.

Misalnya, kamu kini sedang membuat sebuah program dan memerlukan modul asinkron untuk bekerja dengan asynchronous  JavaScript. Kamu dapat memberikan perintah berupa: npm install async. Kemudian, kamu bisa menggunakan fungsi asinkron seperti require() dalam program.

Akan tetapi, perhatikan bahwa untuk menggunakan NPM, kamu memerlukan file package.json pada proyekmu. Adapun keterangan metadata yang terdapat dalam file package.json meliputi nama proyek, versi, keterangan, entry point, test command, repository git, keyword, lisensi, dependency, dan devDependency.

Perintah Dasar Penggunaan NPM

Untuk memudahkanmu mengoperasikan Node Package Manager, kamu perlu mengetahui beberapa perintah dasarnya. Adapun beberapa perintah dasar dari NPM adalah sebagai berikut ini:

  • npm init

Perintah untuk membuat file package.json.

  • npm install

Perintah untuk menginstall paket yang telah terdaftar pada package.json.

  • npm bugs <nama-package>

Perintah untuk menunjukkan bug pada paket yang dipilih.

  • npm Is

Perintah untuk menampilkan daftar dependency beserta versi dari semua paket yang ada di instalasi lokal.

  • npm search <kata-kunci>

Perintah untuk mencari package sesuai dengan kata kunci yang ditentukan pada NPM.

  • npm update –g <nama-package>

Perintah untuk memperbarui paket yang ditentukan, dalam jangkauan global.

  • npm update <nama-package>

Perintah untuk memperbarui paket yang ditentukan, dalam jangkauan lokal.

  • npm help <perintah>

Perintah untuk menampilkan penjelasan dari perintah yang ditentukan.

Cara Install NPM

Untuk mulai menggunakan Node Package Manager, kamu perlu menginstallnya pada perangkat terlebih dahulu. Sebab penggunaannya semula dikhususkan untuk Node JS, kamu bisa mendapatkan  NPM dengan menginstall Node.js. Adapun cara install NPM adalah sebagai berikut:

1. Cara Install di Windows

NPM bisa digunakan di platform Windows maupun Mac. File installer Node JS untuk kedua sistem operasi tersebut bisa didapatkan dari situs resmi node.js. Selengkapnya, ikuti cara install Node JS dalam beberapa langkah berikut:

  • Kunjungi situs node.js untuk mengunduh file installer atau klik di sini untuk langsung ke halaman unduhnya.
  • Pada halaman unduh, kamu akan ditampilkan dua pilihan versi: LTS dan Current. Pilihlah versi LTS apabila kamu merupakan pengguna umum yang menginginkan performa stabil. Namun, jika kamu ingin mengunduh Node JS dengan fitur-fitur terbarunya, pilihlah versi Current.
  • Unduh file installer yang dipilih.
  • Jika file sudah terunduh, buka di File Explorer dan ikuti proses instalasi hingga selesai.
  • Apabila sudah menyelesaikan proses instalasi, lakukan pengecekkan dengan menuliskan perintah node –v dan npm –v pada Command Prompt. Perintah ini akan menampilkan versi dari Node JS dan NPM yang terpasang pada perangkatmu.

2. Cara Install di Mac

Seperti yang disebutkan di atas, Node JS juga tersedia bagi pengguna dengan perangkat Mac. Meskipun bisa diunduh dari situs yang sama, ketahuilah bahwa versi file installer Mac berbeda dengan versi Windows. Cara install NPM adalah sebagai berikut:

  • Kunjungi halaman ini untuk menemukan file installer macOS.
  • Pada pilihan versi yang tersedia di halaman tersebut, pilihlah versi MacOS Installer.
  • Tunggu hingga proses unduh selesai.
  • Buka file installer di File Explorer dan ikuti instruksi untuk menginstallnya.
  • Untuk memeriksa apakah Node JS dan NPM sudah terinstall, periksalah dengan memberikan perintah node –v pada Terminal.

Jadi, sekarang sudah paham kan buat apa NPM? NPM adalah Node Package Manager, yang berfungsi untuk menyimpan berbagai paket dalam bahasa pemrograman JavaScript. Paket ini selanjutnya dapat digunakan sesuai dengan keperluan pengembang untuk menambahkan fitur pada proyeknya.

Untuk mengelola file-file paket di dalamnya, NPM menyediakan alat yang bernama Command Line Interface. Tool ini menyediakan berbagai fitur pengelolaan seperti untuk mengunduh, mengunggah, dan sebagainya. Tampilan CLI cukup mudah dipahami sebab terlihat seperti aplikasi Command Prompt dan Terminal.

Jika project sudah selesai, pastikan untuk menggunakan layanan hosting terbaik untuk meng-hostingnya, ya! Kamu bisa mendapatkan layanan hosting dengan penawaran harga paling murah di sini. Ayo, pilih paketmu sekarang!

Elly Santi
Member since 7 Sep 2022