Mengubah Direktori Document Root di Plesk Panel
Blog Hosting Guru Mengubah Direktori Document Root di Plesk Panel

Mengubah Direktori Document Root di Plesk Panel

Bagi sebagian orang, selama ini mengenal cPanel sebagai satu-satunya kontrol panel yang paling terkenal. Padahal nyatanya, di luar sana ada panel kontrol lain yang tak kalah powerful. Plesk namanya. Apakah diantara Sahabat IDwebhost sudah pernah mendengar panel kontrol ini? Dengan Plesk, Anda bisa melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan website. Seperti membuat website dan domain. Dan untuk melakukannya, Anda perlu mengakses yang namanya document root. 

Pada artikel kali ini, kami akan membagikan pada Sahabat IDwebhost semua tentang cara mengubah direktori document root di Plesk. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Mengapa harus menggunakan Plesk

Plesk adalah sebuah kontrol panel website, yang memungkinkan penggunanya untuk membuat website baru, akun reseller, akun email, dan setting DNS dengan tampilan antarmuka berbasis website. Dan sejak tahun 2018, Plesk telah terintegrasi dengan berbagai content management system populer, antara lain WordPress, Joomla, Drupal, dan software web lainnya.

Simplifikasi adalah hal utama yang ditawarkan Plesk pada penggunanya. Bahkan banyak yang beranggapan tampilan user interface yang dimiliki Plesk mirip dengan Windows XP, salah satu IS Windows favorit banyak orang karena tampilannya yang sederhana. Poin inilah yang membedakan Plesk dengan pesaingnya, cPanel.

Dan sebagaimana kontrol panel lainnya, Plesk juga memiliki fitur standard. Antara lain server log, laporan ketersediaan resource, dan bandwidth. Juga konfigurasi email untuk pengguna, fungsi manajemen database, manajemen file, dan lain sebagainya. 

Struktur Direktori Website 

Ketika Anda membuat website menggunakan Plesk, Plesk tidak hanya menambahkan virtual host baru ke web server, tetapi juga membuat struktur direktori website dan mengisi direktori dengan konten awal tertentu. Masing-masing sistem operasi, virtual host memiliki tempat yang berbeda: 

Di Linux: /var /www / vhost / <domain_name>

Di Windows: C: \ inetpub \ vhost \ <domain_name>

Yang dimaksud <domain_name> di sini adalah nama domain website tersebut. Struktur direktori ditentukan oleh template dari virtual host secara default. 

Jika Anda ingin mengubah file dan direktori yang disertakan di website yang baru, misalnya ingin menambahkan script atau memperbaiki kesalahan yang terjadi, Anda dapat menentukan template host virtual kustom. 

Apa Itu Document Root Folder? 

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara mengubah direktori document root di Plesk, ada baiknya agar kita semua memahami betul, apa yang dimaksud dengan dokumen root. Dokumen root adalah folder tempat file website untuk nama domain tersimpan. Plesk sendiri memungkinkan beberapa nama domain (addon domain dan subdomain). Maka, Anda harus memiliki folder unik untuk setiap domain. 

Namun, website juga dapat menyimpan file diluar direktori public root. File semacam ini umumnya tidak dapat diakses dari URL atau alamat website. Untuk bisa mengaksesnya, Anda perlu menggunakan web app, pemrograman sisi server, atau kode. Namun, prasyarat untuk melakukan hal ini adalah hak akses, seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Domain utama Anda memiliki root di folder public_html. Nama addon domain dan subdomain Anda akan di-root ke foldernya sendiri di dalam public_html. Setelah Anda membuat addon domain atau subdomain, Anda dapat menemukan root dokumen di dalam cPanel dengan mengklik ikon Addon Domains atau Subdomains. 

Baca Juga : Apa Itu Cybercrime? 

Ini artinya, public_html adalah folder tempat Anda meletakkan semua file website yang ingin Anda munculkan, ketika seseorang mengetik domain utama Anda (yang Anda berikan saat mendaftar untuk hosting). 

Atau dengan kata lain, ketika seseorang mengetikkan nama domain Anda ke browser mereka, apapun yang ada di folder public_html itulah yang akan ditampilkan pada pengunjung.

Secara umum, Plesk menetapkan direktori httpdocs sebagai direktori root dokumen untuk semua domain yang dihosting. Namun banyak framework web modern menganggap bahwa direktori yang berbeda, misalnya <app_root>/public digunakan sebagai root dokumen. Sebagai seorang administrator Plesk, Anda juga dapat mengubah direktori root dokumen default dengan mengedit file panel.ini sesuai dengan pola berikut: 

 [domainManagement]

Docroot = “new_default_docroot”

Dengan <new_default_docroot> adalah nama direktori aau jalur ke direktori (misalnya “new_docroot” atau <domain>/public). 

Anda hanya bisa menggunakan karakter berikut dalam nama custom root document: 

Garis miring (/)

Titik (.)

Tanda hubung (-)

Karakter kata: 

Huruf alfabet A-Z (huruf besar atau kecil)

O hingga 9 digit

Garis bawah (_)

Perubahan akan diterapkan ke semua domain yang baru dibuat dan tidak akan diterapkan ke domain yang telah ada sebelumnya. Jalur ini relatif terhadap root ruang web, dan Anda sudah dapat menggunakan variabel lingkungan <domain> pada pembuatan hosting. 

Cara Mengubah Direktori Document Root 

Langkah pertama : Login ke akun Plesk

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah, silakan login ke akun Plesk Panel Anda. Sahabat IDwebhost bisa login ke akun Plesk via member area, jadi akan lebih mudah. 

Langkah kedua : Akses Menu Website & Domains 

Setelah berhasil masuk ke dashboard Plesk Panel, silakan masuk ke menu Website & Domains. Selanjutnya, klik menu Hosting Setting pada website yang ingin diubah document rootnya. 

Langkah ketiga : Menentukan Folder Tempat Website Berada

Setelah masuk ke tab Hosting Setting, pada kolom document root, silakan isikan folder tempat website berada. Secara default, Plesk akan menempatkan website Anda pada httpdocs. 

Kemudian, klik OK untuk menyimpan perubahan yang telah Anda lakukan tadi. 

Relevansi Root Directory Untuk SEO

Siapa sangka, ternyata root directory juga memiliki relevansi dengan search engine optimization. Mengapa bisa demikian? Ya, karena di root directory website-lah, file robots.txt yang relevan untuk pengoptimalan mesin pencari tersimpan. Misalnya seperti sitemap.xml untuk website yang besar. Yang harus Anda ketahui adalah, crawler mesin pencari, seperti Googlebot hanya akan mencari file-file ini di folder root. 

Robot.txt digunakan untuk mengontrol akses perayapan. Dan ini adalah cara termudah untuk mengecualikan sumber daya tertentu. Seperti file gambar, style, atau script yang tidak penting, agar tidak di-crawl oleh mesin pencari. 

Sedangkan sitemap membantu crawler mesin pencari untuk menemukan sema sub halaman website. Tak hanya itu, sitemap juga dapat mempercepat perayapan dan pengindeksan, serta mempertahankan efisiensi anggaran untuk setiap perayapan yang dialokasikan di Google. Dan inilah relevansi root direktori untuk SEO website. 

Penutup

Itulah tadi cara mengubah direktori document root di Plesk Panel. Dengan mengetahui root dokumen, berarti Anda bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan website Anda. Semoga artikel ini bermanfaat. 

Mau punya website, aman, dan andal? Tunggu apalagi, ayo berlangganan hosting murah terbaik IDwebhost.  

 

Rizal

Rizal Aditya, writer yang terakhir bergelar sarjana Sastra Inggris ini bukan saja menyukai dunia menulis, tapi dia sudah menjadikannya sebagai pekerjaan. Rizal sudah berpengalaman menulis di berbagai media online sejak 6 tahun lalu.