Load Balancing: Pengertian, Jenis dan Cara Kerja Load Balancing pada Server
Blog Website Development Load Balancing: Pengertian, Jenis dan Cara Kerja Load Balancing pada Server

Load Balancing: Pengertian, Jenis dan Cara Kerja Load Balancing pada Server

Load balancing mampu menstabilkan dan menghindari gangguan server down meskipun kesehariannya memiliki lonjakan traffic kunjungan yang banyak.

Jika Anda sedang mencari solusi pada website Anda yang kian hari mendapatkan lonjakan traffic dan berupaya untuk menstabilkannya, Anda dapat mencoba menggunakan load balancing ini. Nah apa itu load balancing ?

Untuk lebih detailnya, Anda dapat mempelajarinya pada pembahasan berikut ini.

 

Isi Artikel :

 

 

 

Pengertian Load Balancing

 

pengertian-load-balancing

Load balancing adalah proses dalam penyaluran traffic jaringan ke beberapa server. Hal ini ini berguna agar dapat memastikan salah satu server tidak menerima terlalu banyak beban permintaan.

Server website menjadi kelebihan beban dan membuat proses dalam load halaman menjadi lambat. Selain itu juga dapat terjadi tidak dapat terhubung sama sekali.

Jadi, prinsipnya mudahnya adalah :

  • Menyalurkan permintaan klien atau beban jaringan secara efisien pada beberapa server. Caranya dengan pemerataan distribusi website  atau apps yang menjadi lebih peka dan stabil saat diakses oleh user
  • Memastikan ketersediaan melalui pengiriman permintaan hanya ke server yang sedang aktif atau online
  • Memberikan fleksibilitas dalam menambah atau mengurangi server sesuai permintaan

Cara Kerja Load Balancing

 

cara-kerja-load-balancing

Secara proses efektifitasnya, load balancing ini meminimalkan waktu respon pada server. Tujuannya adalah sama halnya seperti polisi lalu lintas yang bertugas mencegah kemacetan dan peristiwa yang tidak diinginkan di jalanan. 

Jadi load balancer harus mampu memastikan arus lalu lintas jaringan agar tetap lancar serta memberikan keamanan dalam sistem kerja jaringan yang kompleks.

Cara kerjanya adalah :

  • Pengguna melakukan permintaan akses untuk masuk ke server website atau aplikasi
  • Load balance menerima dan menyalurkan traffic ke beberapa server
  • Jika satu server down, maka perangkat ini dapat mengalihkan traffic ke server lain yang masih tersedia

Jenis Load Balancing

 

jenis-load-balancing

Berikut untuk jenis-jenisnya :

1.Hardware Load Balancer

Sesuai dengan namanya, load balancer ini berbentuk dalam perangkat keras. Alat ini dapat menyalurkan traffic dengan penyesuaian pengaturan yang dilakukan

Load balancer ini diletakan bersama dengan server pusat data lokal. Jumlah load balancer dapat disesuaikan dengan traffic tertinggi yang diinginkan,

Biasanya,load balancer ini mampu menangani traffic dalam jumlah yang besar. Hal ini karena, load balancer memiliki harga yang lebih mahal. 

 

2.Software Load Balancer

Di era digital, load balancer sudah dapat digunakan dengan versi perangkat lunak. Caranya lewat instalasi server aplikasi atau virtual machine, Anda pun sudah mempunyai alat penyeimbang beban server.

Selain itu, software load balancer ini juga harganya lebih terjangkau dibanding dengan hardware load balancer serta juga lebih fleksibel. 

Kemudian, ketika server menampung permintaan akses yang lebih besar, Anda dapat mengubah load balancer ini yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Terdapat dua jenis load balancer perangkat lunak yaitu versi komersial dan open source. Dua jenis ini bisa menjadi alternatif Anda dibandingkan hardware load balancer.

 

Metode Load Balancing

Beberapa metode load balancing yang menggunakan berbagai algoritma berbeda yang dapat Anda pelajari yaitu :

 

1. Round Robin

Merupakan metode yang paling banyak digunakan pada algoritma load balancing. Metode ini cocok pada server yang memiliki spesifikasi yang sama dan tidak memiliki banyak koneksi yang terus menerus.

Selain itu metode ini mampu merotasi server dengan mengarahkan traffic ke server pertama yang tersedia. Lalu, traffic berikutnya dapat diarahkan ke server kedua, dan berlaku seterusnya yang menyesuaikan dengan jumlah server yang tersedia.

Contohnya jika perusahaan Anda mempunyai dua server, maka permintaan klien pertama dapat menyalurkannya ke server kedua. Sedangkan permintaan klien berikutnya dapat kembali ke server pertama, begitu seterusnya.

Namun dibalik kemudahan tsb, algoritma dari round bin ini memiliki kekurangan yaitu tidak memperhitungkan beban dan karakteristik masing-masing server. Metode ini juga lebih condong bahwa setiap server mempunyai kemampuan, jenis dan karakteristik yang sama.

 

2. Least Connection

Algoritma Least Connection merupakan metode yang dapat mengevaluasi kekurangan Round Robin yang dapat membaca beban tiap server.

Metode Least Connection mampu menjaga penyaluran traffic yang merata di semua server yang dimiliki. Jadi, jika sebuah server memiliki beban pada koneksi yang besar, maka permintaan data dapat disalurkan ke server yang lebih luang.

 

3. Least Response Time

Versi ini merupakan bentuk upgrade dari metode least connection. Metode ini menggunakan dua cara dalam upaya penyaluran permintaan data klien. Jadi, ketika terjadi permintaan data, load balancer dapat mengarahkan traffic ke server yang memiliki koneksi aktif terkecil dan waktu respon tercepat.

 

4. Least Bandwidth

Metode ini sebenarnya cukup sederhana karena metodenya mencari server yang melayani jumlah traffic paling sedikit dalam ukuran megabit per detik (Mbps).

Jadi, ketika terjadi permintaan akses data, load balancer dapat menyalurkannya ke server yang mempunyai traffic Mbps terkecil.

 

5. IP Hash

IP Hash ini memiliki metode yaitu permintaan akses data ke sebuah server dapat ditentukan melalui berbagai data yang memilih hubungan dengan IP (incoming packet). Seperti alamat IP destinasi, port number, URL, hingga pada nama domain.

Jadi, alamat IP klien dapat menentukan server mana yang bisa mendapatkan permintaan data.

 

Kelebihan Load Balancing

Berikut kelebihan yang dapat bermanfaat bagi penggunanya, yaitu :

1. Kemudahan Upgrade dan Downgrade

Website yang memiliki banyak traffic maka dapat berpotensi mendapat lonjakan traffic yang dapat membuat website tersebut menjadi lebih lambat bahkan gagal dimuat.

Dengan adanya metode ini, traffic dapat tersebar ke beberapa server dan hal ini menjadi lebih mudah ditangani. Administrator server dapat menaikan atau bahkan menurunkan skala server website yang disesuaikan dengan kebutuhan website tersebut.

 

2. Mempermudah Proses Distribusi Traffic

Saat traffic website dikirim ke dua atau lebih server, kemudian salah satu server tersebut mengalami kegagalan, maka load balancer secara otomatis dapat mengalihkan ke server lain yang tersedia.

Dengan beban server yang seimbang, Anda tentu dapat merasa aman karena server dapat selalu online agar dapat menangani traffic website.

 

3. Mengurangi Downtime dan Meningkatkan Performa

Metode Load balance juga membuat Anda dapat melakukan pemeliharan server di manapun Anda atau perusahaan Anda berada. Artinya Anda dapat mengurangi secara sekaligus dan menaikan performa website Anda.

 

4. Manajemen Kegagalan yang Efisien

Kelebihan lainnya juga dapat membantu pengguna dalam mendeteksi kegagalan dan menanganinya secara lebih efisien serta memastikan kegagalan apapun tidak mempengaruhi beban server. Anda dapat menghentikan jalur kegagalan yang terdeteksi lalu mengembalikannya ke sumber daya ke server lain yang tidak dapat terpengaruh.

 

5. Meningkatkan Fleksibilitas

Beban server yang seimbang tentu memudahkan administrator website menjadi lebih mudah dalam menangani traffic website. Mereka pun bisa melakukan tugas pemeliharaan server secara bertahap dan mematikan aktifitas website atau menunggu waktu senggang website.

 

Kekurangan Load Balancing

Dibalik kelebihan tentu terdapat kekurangan yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah :

1. Membutuhkan Konfigurasi Tambahan

Anda perlu melakukan konfigurasi tambahan agar dapat mempertahankan koneksi secara terus menerus antara klien dan server.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan konfigurasi ulang pada load balancer pada setiap kali terjadi perubahan susunan di cluster hilir. Contohnya ketika suatu node ditambahkan atau dihapus.

 

2. Biaya yang Cukup Besar

Hal ini khususnya jika menggunakan hardware load balancer karena biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar dibanding software load balancer.

 

Kesimpulan

Load balancing menjadi penting untuk digunakan agar harapannya website dapat selalu online meskipun website tersebut mendapatkan lonjakan traffic pengunjung yang banyak. 

Jadi untuk menghindari overload, Anda dapat menggunakan metode ini dengan penjelasan lengkap pada artikel ini.

Semoga bermanfaat

Anda juga dapat membaca perkembangan informasi seputar teknologi, bisnis dsb pada bagian blog IDwebhost secara gratis, 

Kemudian kalau Anda membutuhkan layanan web hosting dan domain, Anda bisa menghubungi IDwebhost yang mempunyai promo hosting dan domain setiap harinya. Salam!

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’AmourAktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.