Blog Hosting Guru Apa yang Terjadi Pada Nama Domain Setelah Kadaluarsa

Apa yang Terjadi Pada Nama Domain Setelah Kadaluarsa

Membeli sebuah nama domain bukan berarti memberikan hak kepada seseorang untuk memiliki nama domain itu selamanya. Orang-orang yang telah mendaftarkan nama domain mereka perlu untuk memperbarui pendaftarannya. Ini sama halnya saat Anda menyewa sebuah apartemen atau kontrakan. Jika nama domain tidak didaftarkan kembali atau tidak diperpanjang, maka nama tersebut akan kembali ke ‘alam liar’ dimana orang lain memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Jadi apa yang sebenarnya terjadi saat nama domain Anda berakhir atau kadaluarsa? Berikut adalah dasar-dasarnya yang perlu diketahui.

Memiliki Nama Domain

Dalam memahami dimana nama domain akan pergi setelah habis masa berlakunya, Anda harus terlebih dahulu mengetahui tentang bagaimana kepemilikan sebuah nama domain:

–          Registry: Ini adalah organisasi yang bertanggung jawab menjaga database nama domain untuk TLD (Top Level Domain) yang spesifik seperti .com, .net, dll.

–          Registrar: Ini adalah organisasi (misalnya Tucows) yang berwenang untuk mendaftarkan nama domain.

–          Reseller: Seseorang atau perusahaan yang berhubungan dengan registrar atas nama pendaftar (misalnya Anda).

–          Registrant: Orang atau perusahaan yang membeli dan ‘memiliki’ nama domain untuk saat ini (secara teknis Anda tidak benar-benar memiliki, tetapi itu dikendalikan oleh Anda).

Dengan kata lain, registrant dapat membeli nama domain kepada reseller yang berbicara pada registrar dan diberi wewenang oleh registry. Untuk mendapatkan nama domain, seseorang harus menemukan satu domain yang pas dari reseller. Setelah itu melakukan pembayaran dan hak untuk domain yang diberikan memiliki jangka waktu terbatas.

Memperbarui Sebuah Domain

Ketika masa pendaftaran akan segera berakhir, pemilik domain harus memperbarui domainnya agar tetap menjadi miliknya. Banyak orang yang mengatur perpanjangan domainnya secara otomatis dengan reseller sehingga mereka tak perlu khawatir tentang batas waktunya. Sedangkan banyak orang lainnya yang melakukan perpanjangan secara manual karena tidak yakin berapa lama mereka ingin menggunakan domain tersebut. Berikut ini adalah proses bagaimana nama domain kadaluarsa:

Domain yang Hampir Kadaluarsa

Sekalipun semua petunjuk dan peringatan untuk memperbarui nama domain sudah diberikan, dan Anda tetap mengabaikannya maka yang terjadi adalah:

–          Grace Period: Dalam masa ini Anda masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan kembali nama domain yang hampir kadaluarsa. Panjang masa tenggang akan bervariasi tergantung dari reseller.

–          Redemption Grace Period: Setelah masa tenggang, Anda akan memasuki masa penebusan. Selama 30 hari Anda masih bisa memiliki nama domain dengan menebusnya dan dikenakan biaya tambahan.

Domain Kadaluarsa

Jika Anda sudah melewatkan masa tenggang dan masa tenggan penebusan, maka sekarang Anda benar-benar kehilangan domain. Ini berarti bahwa domain Anda sudah tersedia untuk dibeli oleh orang lain. Tergantung pada domain dan reseller tertentu, beberapa hal bisa terjadi seperti:

–          Backorder: Jika seseorang menjadi backorder pada domain Anda, maka mereka akan diberitahu bahwa domain tersebut sudah tidak Anda miliki dan bisa dibelinya

–          Lelang: Jika tidak ada backorders, maka domain bisa dilelang kepada penawar tertinggi

–          Penutupan: Jika tidak ada yang membeli domain selama masa lelang, maka reseller dapat menawarkannya dengan harga obral. Ini biasanya memberikan penghematan besar bagi siapa saja yang ingin membeli domain.

Domain Dikembalikan

Jika domain tidak ada yang membeli bahkan setelah backorders, lelang, dan obral, maka domain akan dimasukkan kembali dalam registry, dimana setiap orang dapat membelinya seperti membeli nama domain awal.