Blog Hosting Guru 5 Mitos Tentang gTLD Dalam Nama Domain

5 Mitos Tentang gTLD Dalam Nama Domain

Memilih sebuah nama domain bisa menjadi hal yang sulit bagi sebuah perusahaan. Banyak pihak beranggapan bahwa sebuah nama domain sangat berpengaruh terhadap website yang dijalankan sehingga keputusan memilih nama domain menjadi sangat sulit. Salah satu bagian dari memilih nama domain adalah memutuskan gTLD (generic Top Level Domain) yang digunakan. gTLD adalah ekstensi atau kata yang berada dibelakang domain seperti .com, .net, maupun ,org. Di masa lalu, pilihan untuk gTLD masih terbatas dan relatif sederhana. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, harga untuk gTLD seperti .com semakin meningkat dan banyak dibuka gTLD baru. Hal ini membuat pemilihan gTLD menjadi semakin sulit.

Sistem SEO tersembunyi dari Google juga memiliki banyak mitos mengenai gTLD. Sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan oleh pebisnis dalam meningkatkan traffic dan peringkat SEO melalui gTLD dan nama domain yang dipilih. Anda tidak perlu khawatir lagi, dalam artikel ini kami akan membahas beberapa mitos besar mengenai gTLD dalam nama domain.

  1. .com Adalah Kunci Untuk SEO

Sebenarnya, gTLD .com tidak berpengaruh terhadap SEO. Menurut perwakilan dari Google, sistem Google memperlakukan gTLD baru sama seperti gTLD lain (misal .com, .org, dan lainnya). Kata kunci dalam TLD tidak memberikan keuntungan atau kerugian apapun dalam pencarian. Misalnya, saat Anda melakukan pencarian dengan akhiran .fm, ternyata website tersebut ada diperingkat atas. Ini membuktikan bahwa statement dari Google tersebut benar adanya.

  1. Banyak Orang Tidak Percaya gTLD Baru

Sebuah studi oleh NCC group menunjukkan bahwa konsumen tidak begitu nyaman mengunjungi domain baru dan hanya 9% yang merasa nyaman mengunjungi gTLD baru. berdasarkan hasil studi di atas, kita dapat mengasumsikan bahwa konsumen merasa lebih aman saat menggunakan gTLD seperti .com, .org, dan lainnya yang sudah populer. Namun, ternyata studi juga menunjukkan bahwa masalah keamanan juga mempengaruhi konsumen. Branding yang tepat dan desain situs dapat meningkatkan rasa aman konsumen hingga 50%. Untuk itu, menunjukkan desain situs dan branding yang terbaik akan lebih bermakna daripada kebingungan dalam menggunakan gTLD.

  1. Anda Dapat Mengubah gTLD Dengan Mudah

Anda mungkin beranggapan demikian, namun tidak bagi Google. Mereka mengatakan bahwa merubah domain atau gTLD membutuhkan waktu untuk proses pencarian. Inilah mengapa sebaiknya memilih nama domain yang cocok dalam jangka waktu panjang sehingga tidak perlu melakukan perubahan yang dapat memberi masalah pada banyak hal.

  1. .com Akan Mendominasi Selamanya

Ini adalah anggapan yang belum tentu benar. Mengapa demikian? Karena saat ini gTLD .com banyak yang ditawarkan dengan harga yang lebih tinggi dari gTLD lainnya dan ketersediaannya terbatas. Hal ini membuat banyak orang untuk beralih ke gTLD baru. jadi, gTLD populer .com suatu saat juga bisa meredup, hanya saja saat ini gTLD tersebut masih belum terkalahkan oleh gTLD lain.

  1. Saat Ini Belum Menggunakan .com, Namun Akan Mengupgradenya Jika Situs Sudah Besar

Banyak orang yang berfikir demikian karena masih beranggapan bahwa .com selalu mendominasi. Sayangnya, hal ini tidak begitu benar. Misalnya seperti ‘Bit.ly’ yang telah mengubah nama domainnya menjadi ‘bitly.com’, ternyata tidak terjadi keuntungan yang jelas setelah mengubahnya. Sebaiknya Anda tidak berfikir demikian dan fokus mengembangkan website sekalipun dengan menggunakan gTLD baru.

Pada akhirnya, menggunakan gTLD populer maupun gTLD baru sama-sama dapat berarti besar jika Anda juga berusaha untuk mengembangkan website. Anda tidak perlu berfikir untuk mendapat gTLD populer yang belum tentu memberi keuntungan lebih. Tetapi, jika Anda bisa menemukan nama domain pendek dengan harga gTLD populer yang sesuai maka tidak ada salahnya untuk menerima kesempatan tersebut.