Blog Hosting Guru 3 Mitos Dalam Memilih Nama Domain Yang Terbaik

3 Mitos Dalam Memilih Nama Domain Yang Terbaik

Saat ini ada ribuan artikel di berbagai website mengenai langkah-langkah yang harus diikuti dalam memilih nama domain untuk blog atau website bisnis. Banyak dari artikel tersebut yang terfokus pada optimasi mesin pencari dan nama dari suatu industri besar. Tetapi, semakin berkembangnya waktu, algoritma pencarian juga memiliki perubahan-perubahan dalam menilai tentang nama domain. Website bisnis masih akan menjadi hal pertama yang dapat memberi kesan pada audiens dan pelanggan potensial. Memilih nama domain adalah salah satu keputusan paling penting yang perlu dibuat dalam menentukan keberhasilan website bisnis Anda. Jadi, untuk membantu Anda dalam pencarian nama domain yang terbaik, kami telah mengembangkan daftar 3 mitos berikut yang akan Anda temui saat memilih nama domain. Jika Anda dapat mengidentifikasi, memahami, dan melawan mitos ini, maka Anda dapat menemukan nama domain yang terbaik untuk website bisnis Anda.

  1. Nama Domain Tidak Perlu Mengoptimalkan Kata Kunci

Saat ditanya apakah nama domain dengan mengoptimalkan kata kunci dapat mempengaruhi SEO, jawabannya adalah dapat berpengaruh. Idealnya, orang-orang harus seimbang dalam memilih nama domain yang catchy, unik, dan ramah dengan nama bisnisnya yang mengandung keyword atau kata kunci yang ditargetkan. Nama domain yang juga mengoptimalkan kata kunci dapat memiliki keuntungan tersendiri. Keuntungan dalam nama domain yang mengandung keyword ada 2. Pertama adalah nama domain itu sendiri menjadi salah satu faktor ranking yang dipertimbangkan mesin pencari ketika melakukan kalkulasi urutan ranking. Kedua, nama domain adalah text yang digunakan pengguna internet lain sebagai anchor text saat membuat link. Kata kunci dengan anchor text adalah faktor penting dalam ranking, memiliki kata kunci pada domain akan memberikan dampak yang positif pada ranking.

  1. Anda Tidak Dapat Registrasi Nama Domain Yang Sudah Ter-registrasi

Banyak orang bertanya “Jika sebuah nama domain sudah diambil oleh orang lain, berarti kita tidak dapat memilikinya sampai ada yang tersedia?” Jawabannya, tergantung dengan siapa yang meregistrasi nama domain tersebut. Ketika yang meregistrasi adalah individu atau perusahaan yang menggunakan nama tersebut sebagai brand atau nama bisnisnya lalu website sudah berjalan dan bisnis atau blognya sudah berkembang, maka Anda mungkin harus mencari nama yang lain. Tetapi, ketika yang melakukan registrasi adalah individu atau perusahaan yang memang bisnisnya melakukan jual beli domain, Anda masih bisa meregistrasi nama domain tersebut dengan cara menghubungi individu atau perusahaan yang bersangkutan. SEDO dan FLIPPA adalah dua contoh perusahaan ternama yang melakukan model bisnis jual beli dan lelang nama domain. Lalu apakah domain yang di perjual-belikan dan dilelang di sana sudah teregistrasi? Tentu saja sudah, tetapi Anda bisa me-reclaim registrasi tersebut dengan membelinya melalui cara dan prosedur yang ditentukan.

  1. Jangan Menggunakan Dash Atau Tanda Strip Pada Nama Domain

Ini adalah salah satu mitos terbesar dalam memilih nama domain yang sudah ada sejak dulu. Banyak artikel yang menginformasikan bahwa domain dengan menggunakan dash atau tanda strip tidak baik untuk hasil mesin pencari dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa Anda tidak bisa meregistrasi nama domain dengan menggunakan dash atau strip karena domain hanya bisa menggunakan huruf saja. Pada kenyataannya, domain bisa diregistrasi dengan menggunakan huruf, angka, dan dash atau strip. Anda tetap bisa menggunakan angka, dash atau strip dalam nama domain. Hanya saja, Anda perlu membuat kombinasi nama yang sesuai dan tidak menyulitkan bagi pengguna untuk mengetikkan nama domain Anda.