Blog Domain Cara Memilih Ekstensi Domain Untuk SEO Dan Pengguna

Cara Memilih Ekstensi Domain Untuk SEO Dan Pengguna

Memilih domain bisa menjadi hal yang rumit karena kita perlu menyesuaikan dengan tujuan yang ingin kita capai dari nama domain tersebut. Apabila Anda ingin membuat website menjadi bertaraf internasional, maka akan banyak perubahan yang harus dilakukan, misalnya menentukan struktur domain yang harus digunakan untuk bahasa tambahan dari masing-masing negara. Di bawah ini, kita akan mendalami mengenai struktur domain. Selain itu, apa yang harus dipikirkan dalam memilih nama domain berdasarkan sudut pandang dari SEO dan pengguna. Dengan begitu, Anda bisa membuat website dengan domain internasional yang tepat.

Struktur Domain

Pada dasarnya, ada tiga pilihan untuk menyiapkan struktur domain internasional Anda:

  1. Buat folder terpisah pada root domain yang ada untuk negara baru dan bahasanya

Misalnya, jika domain Anda adalah domain.com, maka Anda perlu menambahkan sebuah folder bernama domain.com/vietnamese/ untuk menargetkan pengguna dengan bahasa Vietnam atau domain.com/sg/ untuk menargetkan pengguna Singapura. Satu hal yang perlu diperhatikan pada setiap penargetan yang dilakukan dalam URL adalah Anda harus menggunakan bahasa sehari-hari dari masing-masing negara. Hal ini akan membantu mesin pencari untuk memahami artinya. Misalnya kata-kata “Korea Selatan”,”Republik Korea” akan diterima dibandingkan “SoKorea” atau “SoKr”.

  1. Membuat subdomain untuk setiap negara dan bahasa

Sebagai contoh, sebuah subdomain yang ditargetkan untuk bahasa Indonesia mungkin adalah id.comain.com sementara subdomain untuk bahasa Inggris adalah en.domain.com. (ini hanya berlaku bila bahasa Inggris bukan bahasa utama di situs Anda). Subdomain biasanya cukup mudah dilaksanakan daripada subdirektori yang sulit bagi orang-orang untuk memahami konten yang muncul dalam URL.

  1. Membuat website negara yang ditargetkan dalam Country Code Top Level Domain (ccTLD)

Sebagai contoh, sebuah situs Malaysia dapat dibuat dengan nama ‘domain.com.my’ dan situs Indonesia dengan nama ‘domain.co.id’. Struktur ini dapat menjadi yang paling kompleks dan mahal untuk dilakukan karena Anda perlu memiliki domain yang fokus pada tiap-tiap negara.

Apa Yang Dipikirkan Oleh Google?

Google sangat jelas menyatakan bahwa mereka menggunakan ccTLD untuk menentukan penargetan negara. Jadi jika Anda memiliki anggaran dana dan teknis yang cukup, maka ccTLD bisa menjadi pilihan terbaik. Seperti yang dikatakan di atas, ccTLD dapat menjadi kompleks dan mahal, maka banyak webmaster yang memilih ccTLD karena mereka benar-benar mengetahui dampak positifnya. Memilih domain tentu memiliki berbagai dampak terhadap SEO, untuk itu Anda perlu memikirkannya dengan baik agar tidak memberi dampak negatif terhadap peringkat SEO website Anda.

Apa Yang Dipikirkan Pengguna?

Karena tidak ada cara yang lebih baik untuk memprediksi perilaku pengguna mengenai apa yang mereka sukai, maka kami memutuskan untuk meluncurkan survei dengan alat SurveyMonkey dan mengumpulkan data dari jutaan responden di seluruh dunia. Kami menggunakan dua survei yang hampir sama yaitu satu ditargetkan untuk sampel yang representatif di AS dan satu untuk sampel yang representatif di Australia. Hasilnyam jelas bahwa pengguna menyadari tentang ccTLD dalam alamat domain dan memahami hubungannya untuk penentuan negara.

Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, jika Anda kekurangan sumber daya untuk menggunakan ccTLD, maka yang harus Anda perhatikan adalah pengalaman dari pengguna. Namun, jika Anda tetap ingin membuktikan apakah ccTLD adalah pilihan yang tepat, mungkin Anda bisa membuat tes pada AdWords menggunakan ccTLD sebagai URL dan mengukur apakah ada perubahan dalam CTR. Dengan begitu, Anda bisa memastikan mana domain yang terbaik untuk situs Anda baik dari sudut pandang SEO maupun pengguna.