Design Sprint: Cara Menciptakan Produk yang Cepat, Hemat dan Disukai Konsumen
Blog Bisnis Design Sprint: Cara Menciptakan Produk yang Cepat, Hemat dan Disukai Konsumen

Design Sprint: Cara Menciptakan Produk yang Cepat, Hemat dan Disukai Konsumen

Design sprint merupakan suatu cara agar dapat mempercepat proses menciptakan produk yang hemat dan disukai konsumen.

Hal ini dikarenakan metode design print memiliki langkah-langkah yang dapat mudah untuk diterapkan dan terstruktur.

Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa mempelajarinya di bawah ini.

 

Isi Artikel  :

 

 

 

 

Apa Itu Design Sprint?

 

design-sprint

Design Sprint adalah proses dalam menciptakan produk secara cepat dalam kurun waktu lima hari. Dengan menggunakan design sprint, Anda pun bisa membangun sebuah rencana dalam pembuatan produk. Contoh dalam pembuatan desain sprint sebagai berikut: 

  • Senin: memahami permasalahan yang terjadi saat Anda dalam membuat sebuah produk 
  • Selasa: memikirkan solusi pada masalah tersebut agar Anda dapat membuat produk yang terbaik 
  • Rabu: memilih salah satu solusi dari berbagai pilihan untuk didiskusikan bersama tim 
  • Kamis: menciptakan produk yang sesuai agar tercipta solusi terbaik 
  • Jumat: menguji produk yang telah diciptakan untuk konsumen 

Tentunya, dalam lima hari tersebut, Anda belum dapat membuat sebuah produk akhir untuk siap jual. Namun, hal ini masih sebatas pada  produk awal yang sudah siap agar lebih mudah untuk dikembangkan. 

Tujuan menggunakan Desain Sprint ini agar produk Anda dapat dibuat lebih cepat dan juga sesuai untuk kebutuhan pada pelanggan Anda. 

Jadi, Anda dapat memulai dengan ide dan juga mengeksekusi ide tersebut dengan melakukan ujicoba pada tahap awal. Setelah itu, Anda dapat mengembangkannya berdasarkan reaksi pasar atas produk tersebut. 

Design sprint ini dapat digunakan dan cukup efektif untuk menciptakan produk unggulan yang secara hemat dan efisien. Tak heran, teknik ini juga banyak digunakan perusahaan di dunia seperti Airbnb, Lego, McKinsey sampai juga pada Universitas Stanford.

Umumnya, saat Desain Sprint, Anda membutuhkan tim yang dapat berperan berbeda sesuai dengan skala bisnis yang dalam Anda jalankan. Contohnya yaitu:

  • Pengambil keputusan yakni CEO, kepala departemen, manager, atau orang yang dapat memimpin sebuah tim 
  • Fasilitator yakni Mengawasi jalannya Design Sprint dan juga memastikan agar semua orang dapat menjalankan perannya secara baik 
  • Seksi pemasaran yakni Mempromosikan dan juga menyebarkan prototipe kepada calon konsumen 
  • Customer service yakni Rutin berinteraksi dengan konsumen dan juga mencatat semua feedback 
  • Pembuat produk yakni Mendesain dan membuat prototipe produk agar sesuai tujuan Design Sprint 
  • Bendahara yakni Menghitung pengeluaran saat Design Sprint dan memperkirakan profit yang didapatkan pada prototipe-nya.

 

Metode Design Sprint

 

design-sprint

Jika Anda sudah melakukan pembagian tugas di atas, kini saatnya Anda untuk menggunakan metode Design Sprint. Contohnya bisa Anda terapkan sesuai dengan informasi di bawah ini untuk mulai menciptakan produk Anda:

1. Hari Senin: Pahami (Understand)

Di hari pertama desain sprint, Anda dapat berfokus dalam mengumpulkan informasi mengenai masalah pada produk. Contohnya, tujuan produk, masalah yang sedang dihadapi konsumen, memilih target pasar, sampai pada kapasitas perusahaan Anda. 

Lalu, tim Anda juga butuh untuk membuat daftar pertanyaan yang relevan dengan masalah di atas. 

Sebagai contoh, perusahaan Anda ingin dalam membuat website toko online. Beberapa pertanyaan yang bisa Anda buat adalah:

  • Apa nama domain website toko online pada perusahaan Anda?
  • Perusahaan Anda ingin menggunakan paket hosting yang apa?
  • Berapa budget yang mampu untuk dianggarkan?
  • Fitur apa saja yang perlu untuk dipasang?
  • Desain websitenya bagaimana?
  • Bagaimana dengan Sistem pembayarannya?
  • Apakah konsumen dapat bertanya langsung dari website?
  • Apakah CS-nya sama dengan yang menangani customer via telepon?
  • Siapa yang dapat mengurusi maintenance website?

Semua pertanyaan tersebut nantinya akan dijawab dan dikembangkan di hari kedua.

 

2. Hari Selasa: Kembangkan (Diverge)

Metode Design Sprint yang dapat dikerjakan pada hari kedua adalah dengan mengembangkan ide yang dapat menjawab semua pertanyaan pada hari sebelumnya. Satu pertanyaan dapat memiliki banyak jawaban.

Misalnya, muncul sebuath pertanyaan “Apa paket hosting yang Perusahaan Anda inginkan?”. Jawabannya bisa “Shared Hosting atau Cloud Hosting.” Lalu, Anda dapat mengembangkannya lagi atau membreakdown kebutuhannya seperti ini:

 

  • Shared Hosting

 

  • Kelebihan: harga murah dan penggunaannya juga mudah. Jadi, Anda dapat menghemat budget dan tidak harus repot dalam maintenance rutin.
  • Kekurangan: sumber daya yang terbatas dan tidak bisa menampung terlalu banyak pengunjung. Jadi, ada kemungkinan website dapat berjalan lambat saat puncak diskon besar-besaran.

 

  • Cloud Hosting

 

  • Kelebihan: memiliki sumber daya besar. Jadi Anda tidak perlu khawatir tentang website lambat.
  • Kekurangan: harga relatif lebih mahal dari Shared Hosting dan mungkin dapat menguras budget Anda.

Teruslah untuk mengembangkan jawaban Anda sesuai dengan informasi yang Anda miliki. Setiap orang mendapat kesempatan sama agar dapat ikut memberikan ide ketika melakukan desain sprint. 

 

3. Hari Rabu: Putuskan (Decide)

Dari berbagai jawaban yang dikumpulkan, Anda dapat memilih jawaban terbaik. Di tahap ini, Anda dapat melakukan Speed Critique, yaitu usaha dalam mengkritik setiap jawaban secara cepat (tiga menit). Tujuannya adalah untuk membangun diskusi lebih efektif dengan menghindari debat kusir.

Setelah memilih jawaban terbaik, jalankan keputusan yang telah Anda buat. Menggunakan contoh toko online, Anda dapat mulai untuk:

  1. Membeli hosting dan domain contohtokowebsiteanda.com di penyedia hosting yang disepakati.
  2. Memilih platform pada toko online tersebut, misalnya menggunakan WordPress.
  3. Memilih tema GeneratePress karena lebih ringan
  4. Memilih WooCommerce sebagai platform toko online. Hal ini karena kemudahan dalam integrasinya
  5. Membuat sketsa/rancangan pada halaman produk toko online 
  6. Dan seterusnya

 

4. Hari Kamis: Membuat Produk (Prototype)

Metode design sprint pada langkah keempat ini menjelaskan dalam menciptakan produk menggunakan rancangan awal yang telah diputuskan sebelumnya. Misalnya, dari sketsa yang telah Anda buat.

Tahap Design Sprint pada hari Kamis ini memang dapat lebih banyak fokus pada tugas dari pembuat produk. Semua aspek produk yang mulanya berupa ide berubah menjadi mewujudkannya secara nyata dan detail sesuai bahasan pada hari-hari sebelumnya. 

Pada contoh toko online, Anda dan tim tentunya pada tahap ini sudah harus memastikan menu utama di bagian halaman produk yang sudah siap. Selain itu, Anda juga perlu memeriksa apakah adanya error yang muncul dari input produk yang telah dilakukan. Intinya, semua masalah yang ditemukan, Anda perlu sudah mampu mengatasinya dengan baik.

Sementara itu, anggota tim yang tidak dapat membuat produk, bisa mengerjakan kegiatan lain agar dapat mendukung pengembangan produk. Contohnya, bagian pemasaran mulai menghubungi calon konsumen dengan mencoba produk setelah produk awal sudah jadi.

 

5. Hari Jumat: Validasi (Validate)

Metode Design Sprint pada langkah terakhir ini adalah menguji produk langsung kepada calon konsumen melalui interview. 

Anda dapat mengajukan pertanyaan seperti:

  • Apakah website mudah untuk digunakan?
  • Apakah terdapat fitur yang mengganggu?
  • Apakah loadingnya sudah cukup cepat?
  • Apakah tampilannya menarik perhatian user?
  • Bagaimana kesan umum yang didapatkan ketika user berada dalam website?

Jangan lupa mencatat dan merekam interaksi pada tahap pengujian tersebut agar sesuai dengan kebutuhan review produk nantinya.

 

Manfaat Design Sprint

 

design-sprint

Selain mampu membantu Anda dalam menciptakan produk dengan cepat, desain sprint juga dapat bermanfaat untuk Anda seperti penjabaran berikut ini :

1. Mengurangi Risiko Bisnis

Dengan desain sprint, risiko bisnis Anda menjadi dapat untuk dikurangi. Sebab, Anda menjadi terhindar dari menciptakan produk yang tidak diinginkan oleh pasar. 

Melalui produk prototipe, Anda dapat melakukan ujicoba dulu, sebelum dapat membuat produknya dalam jumlah yang sangat banyak.         

 

2. Mendorong Inovasi

Desain sprint memberikan potensi bagi semua anggota tim Anda dalam memberikan ide. Dengan begitu, inovasi dalam pengembangan produk menjadi lebih mudah dan kreativitas tim Anda juga dapat berkembang.

Ketika menggunakan desain sprint, Anda tidak perlu khawatir dengan senioritas, hirarki perusahaan, maupun semacamnya. Sebab, fokus utamanya yaitu membangun produk terbaik yang paling dibutuhkan pada konsumen Anda.

3. Mengetahui Target Pasar secara Tepat dan Cepat

Anda tentu sudah dapat menentukan target pasar ketika dalam menjual produk. Tapi, apakah hal itu adalah merupakan target pasar yang tepat? Untuk menemukan jawabannya, Anda perlu memastikannya dengan tahap pengujian.

Nah, Design Sprint mendorong Anda dalam terus melakukan validasi ide dengan sangat cepat. Jadi, Anda dapat tahu apakah produk tersebut sudah benar-benar dibutuhkan oleh target pasar Anda.

 

4. Meningkatkan Kerjasama Tim

Desain sprint mengharuskan semua anggota tim Anda untuk ikut berpartisipasi dari hari pertama sampai pada hari kelima. Hal tersebut tentu dapat meningkatkan kerjasama mereka dalam memecahkan masalah bersama.

 

5. Mengetahui Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya

Desain sprint membantu Anda dalam mendapatkan informasi mengenai produk apa yang diinginkan konsumen. Anda pun dapat menentukan mana fitur yang perlu untuk ditambahkan, diperbaiki, bahkan juga untuk dihapus. Dengan begitu, Anda dapat mempunyai rencana jelas mengenai rencana apa yang perlu untuk dilakukan berikutnya.

 

Kesimpulan

Dengan adanya design sprint dapat membantu Anda dalam menciptakan produk yang lebih baik, mengetahui segmen pasar lebih cepat dan juga berpotensi untuk meningkatkan kerjasama tim agar lebih solid

Semoga bermanfaat 

Kemudian, agar Anda bisa mendapatkan informasi artikel yang bermanfaat lainnya, Anda dapat mengunjungi halaman website IDwebhost pada bagian blog IDwebhost.

Kabar lainnya, Anda juga bisa memilih hosting terbaik pilihan yang disediakan oleh IDwebhost dan domain lengkap beserta promo didalamnya yang bisa Anda gunakan untuk keperluan bisnis online Anda. 

Kemudian jika Anda memerlukan layanan jasa pembuatan website, Anda dapat menghubungi layanan dari wunik atau IDwebhost.

Webhosting ya IDwebhost Aja, Salam!

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’AmourAktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.