Cara Parking Domain di Plesk, Bagaimana Caranya?
Blog Tips Keren Cara Parking Domain di Plesk, Bagaimana Caranya?

Cara Parking Domain di Plesk, Bagaimana Caranya?

Bagaimana cara parking domain di Plesk? Dalam ekosistem digital yang terhubung ke seluruh dunia, nama domain mirip dengan komoditas yang berharga. Kualitas nama domain dapat berefek pada keberhasilan keseluruha website. Domain dapat mempengaruhi bagaimana bisnis Anda berjalan. Tetapi, ada kalanya saat Anda membutuhkan domain lain yang bisa jadi cadangan. Maka sangat penting untuk memahami apa yang namanya parking domain.

Dan karena memiliki peran yang penting untuk bisnis, maka Anda harus tahu cara parking domain di Plesk. Tenang, di artikel ini akan membahas secara mendalam cara parking domain di Plesk, lengkap dengan langkah-langkah dan sedikit membahas perbedaan parking domain dengan addon domain. Jadi, baca artikel ini sampai habis, ya, Sahabat.

Baca Juga: Perbedaan Addon Domain dan Park Domain

Pengertian Parking Domain

Pengertian parking domain adalah nama domain terdaftar yang tidak isambungkan ke website atau layananan hosting. Karena itu, parked domain adalah domain yang tidak digunakan secara aktif. Alih-alih, domain ini diparkir untuk dapat digunakan nantinya.

Umumnya, setelah pengguna membeli domain, domain tersebut akan langsung ditautkan ke layanan hosting. Anda bisa membeli domain dan hosting dari penyedia jasa domain hosting terbaik. Domain hanyalah alamat untuk mengarahkan pengguna ke situs website Anda yang sudah selesai. Ketika domain di parker, sambungan ke layanan hosting itu tidak ada.

Mengapa Harus Menggunakan Plesk

Plesk adalah sebuah kontrol panel website, yang memungkinkan penggunanya untuk membuat website baru, akun reseller, akun email, dan setting DNS dengan tampilan antarmuka berbasis website. Dan sejak tahun 2018, Plesk telah terintegrasi dengan berbagai content management system populer, antara lain WorPress, Joomla, Drupal, dan software web lainnya.

Simplifikasi adalah hal utama yang ditawarkan Plesk pada penggunanya. Bahkan banyak yang beranggapan tampilan user interface yang dimiliki Plesk mirip dengan Windows XP, salah satu IS Windows favorit banyak orang karena tampilannya yang sederhana. Poin inilah yang membedakan Plesk dengan pesaingnya, cPanel.

Dan sebagaimana kontrol panel lainnya, Plesk juga memiliki fitur standard. Antara lain server log, laporan ketersediaan resource, dan bandwidth. Juga konfigurasi email untuk pengguna, fungsi manajeen database, manajemen file, dan lain sebagainya.

Cara Parking Domain di Plesk

Untuk dapat melakukan parking domain di Plesk panel, hal paling minimal yang harus Anda persiapkan adalah memiliki domain yang aktif dan sudah diarahkan ke nameserver yang sama dengan hosting yang digunakan.

1. Login ke akun Plesk Anda

Langkah pertama kali yang harus Anda lakukan adalah melakukan login kea kun Plesk Anda. Silakan masukkan username dan password pada kolom yang tersedia. Anda bisa login menggunakan link yang disediakan oleh penyedia hosting.

2. Masuk menu domain alias

Setelah berhasil masuk ke dasbor Plesk panel, silakan masuk ke menu Add Domain Alias. Menu ini terletak di bagian atas pada section Website & Domain. Contohnya seperti pada gambar di bawah ini.

cara parking domain di Plesk

3. Mengisi detail informasi yang dibutuhkan

Setelah masuk ke halaman Add Domain Alias, Anda akan diminta untuk memasukkan beberapa informasi yang diperlukan agar domain parking bisa segera dibuat. Beberapa informasi yang Anda isi tersebut antara lain domain alias name, pilih nama domain tujuan parking domain, dan untuk bagian setting, biarkan secara default, yang artinya akan mencentang semua check box yang ada.

cara parking domain di Plesk

Kemudian, bila domain berhasil ditambahkan, maka akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini.

cara parking domain di Plesk

Selanjutnya, Anda tinggal menunggu masa propagasi domain parking tersebut beberapa jam. Waktu maksimal untuk masa propagasi umumnya 1×24 jam. Di step ketiga disebutkan bahwa Anda dapat membiarkan check box secara default tercentang. Anda harus tahu apa yang akan terjadi jika opsi-opsi tersebut dinyalakan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai opsi-opsi tersebut:

a. Syncronization of DNS zone with the primary domain

Jika opsi ini diaktifkan, DNS zone dari parking domain akan disinkronkan dengan zona dari domain utama. Setiap perubahan yang dibuat di DNS zone dari domain utama akan secara otomatis diterapkan ke DNS zone domain alias. Misalnya, jika Anda membuat CNAME record seperti blog.domainsaa.tld, catatan blog alias.tld yang sesuai tersebut akan ditambahkan ke zona alias. Catatan: Jika DNS zone pada domain alias telah tersinkronisasi ke domain utama, Anda tak dapat memodifikasi record sumberdaya yang ada di DNS zone domain alias.

b. Mail service

Plesk tidak mengizinkan membuat mailbox di domain alias. Sebagai gantinya, pengguna dapat menggunakan mailbox dari domain utama. Jika Anda memilih opsi mail service tersebut, mailbox yang ada di domain utama juga tersedia di untuk domain alias. Untuk memungkinkan pengguna membaca surat yang dikirim ke mailbox domain alias, Plesk akan mengalihkannya ke mailbox yang ada di domain utama. Contohnya. Anda memiliki alamat email mail@domain.com. Kemudian Anda dapat membuat alias untuk domain.com, misalnya alias.com. Jika Anda memilih opsi mail service, semua email yang dikirim ke mail@alias.com  akan tersedia di mail@domain.com.

c. Web service

Jika opsi diaktifkan, situs website akan terbuka di browser di URL alias. Jika Anda tidak mencentangkan Mail Service, alias hanya akan digunakan untuk email, asalkan Anda juga memilih mail service.

d. Redirect with HTTP 301 Code

Secara default, Plesk mengunakan pengalihan internal web server untuk domain alias. Dalam hal ini, alias tampaknya situs website terpisah untuk pengunjung dan mesin pencari. Ini menyebabkan masalah karena mesin pencari dapat mengindeks konten alias secara terpisah, sehingga domain utama bisa kehilngan peringkat di mesin pencari. Untuk menhindari hal ini, Anda dapat menggunakan redirection with HTTP 301 Code (dipindahkan secara permanen). Dalam hal ini, hanya domain utama yang akan diberi peringkat di mesin pencari.

Perbedaan Parking Domain, Addon Domain, dan Subdomain

Masih belum banyak kesalahpahaman mengenai parking domain, addon domain, dan subdomain. Meskipun terlihat sama, nyataya ketiganya jauh berbeda. Berikut perbedaan ketiganya.

1. Parking domain

Parking domain, atau juga dikenal dengan domain alias adalah domain yang diparkirkan dibawah domain utama. Sehingga pada saat parking domain diakses, yang akan tampil adalah halaman website domain utama.

2. Addon domain

Addon domain domain yang ditambahkan ke hosting utama dan diarahkan ke subdirektori sebuah website. Sehingga domain tersebut akan menampilkan isi web dari subdirektori tersebut. Addon domain banyak digunakan jika pengguna ingin menggunakan satu hosting untuk beberapa domain. Dengan fitur ini, Anda bisa memiliki beberapa website dalam satu hosting.

3. Subdomain

Subdomain adalah bagian dari domain utama dan bisa digunakan tanpa harus membeli domain lagi. Subdomain sering digunakan utuk membedakan fungsi atau bagian dari website.

Kesimpulan

Demikian cara parking domain di Plesk. Jika Anda masih memiliki pertanyaan yang berhubungan dengan tema ini, jangan ragu-ragu untuk meninggalkan pertanyaan di kolom komentar, atau menghubungi tim support IDwebhost yang siap membantu Anda.

Taufiq Prasetya Pradana

Pembaca yang suka menulis