Cara Mengatasi Website Overload pada Shared Hosting
Blog Website Development Cara Mengatasi Website Overload pada Shared Hosting

Cara Mengatasi Website Overload pada Shared Hosting

Cara mengatasi website overload bisa terlihat sulit bagi sebagian orang yang baru mengenal website.

Tapi, dengan mempelajari tipsnya dengan dipahami secara perlahan, cara mengatasi website overload pun dapat Anda terapkan dengan mudah.

Nah jika Anda juga sedang mencari referensi cara mengatasi website overload, Anda dapat mengikuti penjabaran lengkapnya pada artikel ini sebagai berikut :

 

Isi Artikel  :

 

Kenapa Website Overload ?

 

cara-mengatasi-website-overload

Website overload dapat muncul hal ini dikarenakan adanya penggunaan resource layanan hosting yang melebihi ketentuan wajar yang telah ditetapkan.

Penyebabnya adalah bisa terjadi dari sisi pengguna shared hosting yang berbagi resource dengan pengguna lainnya pada suatu server yang sama.

Meskipun layanan shared hosting Anda memiliki sifat yang unlimited, kalau penggunaan resource Anda dapat menyebabkan gangguan performa website pengguna lain, tentu hal ini menjadi kurang adil, kan?

Nah, itulah alasan kenapa ada pada penerapan resource limit dari sisi penggunaan storage dan memori.

Apabila website Anda telah melebihi resource limit tersebut, maka website dapat menyebabkan overload. Dampaknya, akses website menjadi lambat sampai pada akhirnya tidak dapat diakses sama sekali.

Apa pemicunya? Penyebabnya dapat bermacam-macam. Beberapa hal yang dapat menguras habis penyimpanan dan memori server Anda adalah :

  • Traffic website yang tinggi
  • Terdapat skrip yang selalu dijalankan dan memakan banyak memori
  • Terdapat skrip yang bermasalah, sehingga pada proses eksekusinya dapat memakan waktu yang lama
  • Plugin atau tema yang Anda gunakan telah memakan banyak memori
  • Server dengan kapasitas resource kecil digunakan untuk streaming file
  • Website diserang malware
  • Terlalu banyak cronjob yang dijalankan bersamaan
  • Server menerima database query dalam jumlah yang banyak, sehingga kinerjanya terbebani

 

Cara Cek Website Overload

 

cara-mengatasi-website-overload

Terdapat dua tools yang dapat Anda gunakan untuk memeriksa penyebab website menjadi overload, yaitu: 

  • Resource Usage pada cPanel 
  • Plugin Query Monitor pada WordPress.

 

1. Cek Penyebab Website Overload dengan Resource Usage pada cPanel

  • Login ke cPanel
  • klik Resource Usage
  • Resource usage di cPanel
  • Plugin Query Monitor di WordPress. Halaman Resource Usage dapat menampilkan status pada kondisi resource hosting Anda
  • Cek Detail Penggunaan Resource. Klik Current Usage, Resource Usage dapat menampilkan grafik penggunaan masing-masing jenis resource. Contohnya seperti memori, CPU, inodes, dan input/output.
  • Cek Snapshot. Pada menu Snapshot dapat menampilkan daftar proses yang terjadi pada server Anda di waktu-waktu tertentu.

 

2. Cek Penyebab Website Overload dengan Plugin Query Monitor

Bagi pengguna WordPress, terdapat solusi lain untuk mengecek penyebab website overload, yaitu menggunakan plugin Query Monitor. Untuk cara cek penyebab website overload, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini :

  • Install Plugin Query Monitor
  • Mengaktifkan Authentication Cookie
  • Memeriksa Daftar Query. Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut tentang performa website, Anda dapat menuju ke informasi Query Monitor.

 

Cara Mengatasi Website Overload

 

cara-mengatasi-website-overload

Anda telah melakukan pengecekan penyebab website overload. Lalu, bagaimana cara mengatasi website oveload? 

Berikut terdapat lima solusi untuk website overload. Meskipun dari pengecekan,  website belum terdapat kendala tersebut, Anda tetap bisa menerapkan tips berikut untuk menghindarinya.

 

1. Instal Plugin Secukupnya

Salah satu daya tarik pada WordPress adalah banyaknya plugin yang dapat membuat pengelolaan website menjadi lebih mudah.

Tak jarang Anda jadi tertarik untuk menginstal bermacam-macam plugin yang dapat membuat penggunaan memori server dapat semakin besar. Akhirnya, website Anda pun menjadi rawan overload.

Solusinya, Anda dapat melakukan instalasi plugin yang paling penting pada website Anda.

Selebihnya, Anda dapat menginstal satu atau dua plugin dengan fungsi khusus contohnya WooCommerce untuk toko online Anda.

Nah, Jika sudah terlanjur melakukan instal banyak plugin, Anda dapat menghapus plugin yang tidak dibutuhkan. Lalu, jika menemukan plugin yang berat saat pengecekan query, Anda perlu mencari plugin alternatif lain yang lebih ringan.

 

2. Gunakan Plugin dan Tema yang Update

Apa yang Anda lihat saat memilih plugin dan tema? Rating? Ulasan? Atau mungkin jumlah download? Jika memperhatikan pada ketiga aspek tersebut, Anda telah melakukan langkah yang tepat!

Namun, ada baiknya kalau Anda juga perlu memeriksa kapan terakhir kali sebuah plugin diupdate oleh developernya. Kalau sudah terlalu lama, Anda perlu mempertimbangkan lagi ketika mau menggunakannya.

Pasalnya, kode atau skrip pada plugin dan tema yang lama tidak di-update dapat berpeluang menjadi tidak optimal dan dapat menyebabkan error pada website Anda. Belum lagi kalau plugin tersebut tidak kompatibel dengan versi WordPress yang sedang Anda gunakan.

 

3. Resize dan Kompres Gambar

Tidak salah jika Anda memiliki banyak gambar pada website. Kurangnya elemen visual justru dapat membuat website tidak tampak menarik.

Namun, setiap gambar yang Anda upload perlu melalui proses resize dan kompresi dulu. Dengan melakukannya, gambar-gambar Anda dapat menjadi lebih ringan sehingga penggunaan storage server bisa dikurangi.

Hal-hal yang bisa Anda lakukan adalah seperti me-resize gambar dan juga meng-kompres gambar menggunakan bantuan tools seperti microsoft paint atau adobe photoshop.

 

4. Instal Plugin Cache

Solusi lainnya ketika website overload adalah mengaktifkan cache. 

Cache adalah data website yang telah disimpan sementara pada server. Tujuannya, ketika pengunjung mengakses website, data inilah yang dapat dikirimkan ke browser mereka. Dengan begitu, kinerja server dalam melayani akses website pun menjadi lebih ringan.

Agar lebih mudah, Anda dapat mengaktifkan cache dengan bantuan plugin cache di WordPress, seperti:

  • WP Super Cache
  • WP Rocket
  • W3 Total Cache
  • LiteSpeed Cache

 

5. Gunakan Content Delivery Network

Kalau pengunjung website Anda berasal dari berbagai penjuru dunia dan mendadak traffic Anda menjadi membludak, maka solusinya adalah menggunakan Content Delivery Network (CDN).

CDN merupakan jaringan server yang terletak di berbagai negara. Tugasnya adalah untuk menyimpan cache website Anda dapat dan mengirimkannya ke pengunjung terdekat dari server.

Jadi, dengan menggunakan CDN, server menjadi tidak perlu bekerja keras dalam mengirimkan data website ke lokasi-lokasi yang jauh dari data center. Dengan demikian, website overload pun dapat bisa Anda hindari.

 

Kesimpulan

Website overload terjadi dikarenakan penggunaan storage dan memori website yang telah melampaui batas resource dari penyedia layanan hosting. 

Hal ini sering terjadi pada pengguna shared hosting, seperti karena adanya trafik yang tinggi, terserang malware, atau bahkan banyaknya query database.

Untuk mengecek penyebabnya, Anda dapat menggunakan resource usage di cPanel atau plugin Query monitor pada WordPress. Lalu, untuk mengatasinya, Anda dapat menerapkan tips cara mengatasi website overload dengan 5 cara yang sudah IDwebhost bahas di atas.

Semoga bermanfaat 

Selain itu,  Anda juga dapat mengikuti informasi artikel lainya pada bagian blog IDwebhost ini agar mendapat informasi terbaru tentang website atau bisnis online.

Selain itu,IDwebhost juga menyediakan hosting terbaik pilihan untuk Anda dan domain lengkap beserta promo didalamnya yang dapat digunakan untuk keperluan bisnis online Anda. 

Tidak lupa juga jika Anda memerlukan layanan jasa pembuatan website, Anda juga dapat menggunakan layanan pada wunik atau IDwebhost.

Webhosting ya IDwebhost Aja, Salam!

 

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’AmourAktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.