Apa itu Webhook? Pengertian, Cara Kerja, dan Perbedaan dengan API
Blog Website Development Apa itu Webhook? Pengertian, Cara Kerja, dan Perbedaan dengan API

Apa itu Webhook? Pengertian, Cara Kerja, dan Perbedaan dengan API

Apa itu webhook? Dalam pembahasan kali ini kita akan belajar mengenai seluk beluk data webhook.

Komunikasi antar aplikasi yang dapat berjalan baik itu penting, dan webhook merupakan salah satu sarana untuk mewujudkannya. Baik itu dengan tujuan dalam mengembangkan proyek atau meningkatkan produktivitas bisnis.

Dengannya, proses komunikasi antar sistem pun dapat berjalan dengan lebih efisien.

Nah kali ini, tanpa basa-basi lagi berikut penjelasannya:

 

Isi Artikel  :

 

 

 

Apa Itu Webhook dan Cara Kerjanya

Webhook yaitu salah satu alat untuk berkomunikasi antara aplikasi atau sistem yang lebih efektif dibandingkan Anda membuat script coding secara manual.

Komunikasi yang ini dapat terjadi ketika menggunakan sarana tersebut dengan berbasis event. Artinya, transfer informasi baru ini dapat terjadi saat terdapat input-an atau tindakan, yang kemudian bisa memicu tindakan lainnya.

Misalnya adalah otomatisasi email dengan menggunakan aplikasi email marketing. 

Sebelumnya, ketika terdapat pengunjung yang telah membuat akun di website dan juga sudah mengisikan data diri, informasi tersebut akan disimpan pada database Anda. Lalu, Anda dapat menggunakan informasi yang diberikan agar dapat mengirimkan email sambutan kepada pengunjung tersebut.

Dengan webhook, Anda dapat meminta aplikasi email marketing dalam mengirimkan email sambutan setiap kali pengunjung menyelesaikan pengisian data diri pada akun baru. 

Alhasil menjadi lebih praktis, bukan? Nah sekarang muncul pertanyaan seperti, “Apa yang terjadi dengan rangkaian proses seperti contoh tersebut dapat terwujud?” 

Secara teknis, webhook menjadi sebuah panggilan balik atau callback HTTP, yang artinya metode HTTP saat mengirimkan data. Pada umumnya, data yang dikirimkan dengan memakai format JSON atau XML.

Agar dapat memastikan transfer data bisa berjalan baik, Anda perlu ditentukan dulu  URL http:// atau https:// yang menjadi sarana komunikasi antara sistem A dan sistem B ketika melakukan set up webhook.

Singkatnya, sistem komunikasi di antara keduanya dapat dibuat otomatis. Alhasil, proses yang terjadi seperti pada contoh pengiriman email tersebut menjadi tidak perlu untuk dilakukan secara manual lagi.

Nah, bagaimana dengan cara menggunakan callback HTTP tersebut? Anda dapat menyimak penjelasan selanjutnya.

 

Webhook vs API

 

apa-itu-webhook

Webhook sering juga disandingkan dengan application programming interface (API) hal ini dikarenakan fungsinya yang serupa. Lalu, apa yang menjadi perbedaannya?

 

Otomatisasi

Perbedaan utama webhook dan API yakni pada cara kerjanya. Pengiriman data dengan webhook bisa dilakukan dengan otomatis.

Dalam kehidupan sehari-hari, cara kerja panggilan balik HTTP tersebut ini dapat diibaratkan dengan berlangganan majalah. Cukup sekali permintaan berlangganan, maka setiap kali ada edisi terbaru, penerbit majalah secara otomatis dapat mengirimkannya kepada Anda.

Cara kerja API ini juga memiliki sedikit perbedaan. Pengiriman data dalam sebuah komunikasi dapat dilakukan dari basis permintaan. 

Menggunakan contoh ibarat majalah, cara kerja API ini sama halnya membeli majalah di tempat kios. Anda perlu datang ke kios dan bertanya apakah edisi terbaru telah rilis atau belum, sebelum Anda dapat membelinya.

 

Performa

Perbedaan cara kerja terdapat pada bagian performa yang dihasilkan.

Webhook memerlukan lebih sedikit resource server dikarenakan transfer data terjadi secara otomatis. Dengan begitu, aplikasi yang menggunakan callback HTTP tersebut cenderung memiliki performa yang lebih baik.

Sementara jika menggunakan API, performanya menjadi kurang optimal dikarenakan setiap permintaan data perlu dilakukan secara manual. Resource yang diperlukan pun tentu menjadi lebih banyak.

 

Keamanan

API memberikan kemudahan dalam hal keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan webhook. Kenapa demikian?

Dengan API, aplikasi hanya perlu menerima informasi yang diminta saja. Artinya, jenis dan jumlah data yang masukpun dapat dikontrol.

Webhook tidak mempunyai kendali atas jumlah dan interval data dikarenakan setiap prosesnya berjalan otomatis sesuai dengan request di awal. Jadi, rentan dalam membuat server aplikasi penerima dapat mengalami overload.

 

Kompatibilitas

Belum secara keseluruhan aplikasi mendukung webhook. Berbeda dengan API yang sudah banyak didukung oleh berbagai aplikasi karena secara keamanan dianggap lebih baik.

Jadi, kalau komunikasi antar aplikasi menggunakan panggilan balik HTTP tersebut belum dapat dilakukan, gunakanlah API terlebih dahulu.

 

 

3 Cara Menggunakan Webhook

 

apa-itu-webhook

Ditinjau dari segi tujuannya, ada tiga cara untuk menggunakan webhook, yaitu:

1. Push

Penggunaan webhook yang sederhana yaitu dimana sebuah aplikasi mampu mengirimkan informasi ke aplikasi lain dengan searah, tanpa ada tindakan yang lebih lanjut. 

Jadi, setelah dua aplikasi terhubung, aplikasi A dapat mengirim informasi ke aplikasi B sesuai dengan permintaan yang ditentukan sebelumnya. 

Contoh penerapan metode push merupakan notifikasi aplikasi di smartphone. Ketika teman Anda melakukan update status, terdapat  informasi yang dikirimkan oleh server ke smartphone Anda sebagai pemberitahuan.

 

2. Pipe

Dengan menggunakan metode pipe, sesudah informasi dikirim kepada penerima, penerima bisa melakukan tindakan lebih lanjut dengan menggunakan informasi awal tersebut.

Misalnya pada kasus email tentang abandoned cart yang bisa dikirimkan oleh website marketplace. 

Ketika Anda menambahkan produk ke keranjang, tetapi tidak melakukan checkout, marketplace menggunakan informasi ini agar dapat memberikan notifikasi ke Anda tentang pembelian yang belum diselesaikan.

Selain sekadar informasi, email yang dikirimkan akan dapat mengarahkan penerima email untuk lebih mudah mengakses halaman pembelian yang telah ditinggalkan sebelumnya. Jadi, transaksinya pun menjadi lebih efektif untuk dilakukan.

 

3. Plugin

Komunikasi data dengan webhook juga dapat menggunakan plugin.  Dengan begitu, transfer informasi dapat dilakukan dengan dua arah sesuai dengan hak akses yang dapat diatur pada pengaturan di plugin.

 

Cara Mengkonfigurasikan Webhook

apa-itu-webhook

Setiap aplikasi mempunyai cara konfigurasi webhook yang berbeda. Namun, secara garis besar, ada tiga langkah yang perlu dilakukan:

  1. Dapatkan URL webhook dari aplikasi penerima data.
  2. Akses pengaturan webhook di aplikasi pemberi data dan masukkan URL tadi.
  3. Tentukan parameter yang ingin Anda gunakan untuk memicu pengiriman data.

Sebagai contoh, di bawah ini adalah langkah-langkah untuk mengkonfigurasikan callback HTTP tersebut di GitHub untuk integrasi dengan aplikasi lain:

  • Pertama, akses repository GitHub dan klik tab Settings.
  • Kedua, klik menu Webhooks > Add Webhook.
  • Ketiga, Anda perlu memasukkan informasi berikut ke masing-masing kolom pada halaman Add Webhook:
    Payload URL: Isi kolom ini dengan URL webhook yang diberikan aplikasi.
    Content type: Pilih application/json.
    Secret: Kosongkan kolom ini.
    SSL verification: pilih Enable.
    Which events would you like to trigger this webhook?: Pilih Let me select individual events.

 

Selanjutnya,  Anda perlu untuk menentukan event-event yang menjadi pemicu transfer data. Misalnya, centang pada checkbox Issue comment, Pull request, dan Pull request review.

Biarkan tanda centang di checkbox Active dan klik pada Add webhook untuk mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan GitHub.

 

Kesimpulan

Webhook memungkinkan suatu aplikasi agar dapat mengirimkan data ke aplikasi lainnya dengan lebih mudah. Anda hanya perlu untuk menentukan kapan komunikasi dapat dilakukan menggunakan sebuah pemicu (trigger).

Callback HTTP tersebut sering dibandingkan dengan menggunakan API karena mempunyai fungsi yang sama pada transfer data antar aplikasi.

Semoga bermanfaat 

Agar Anda bisa mendapatkan update informasi artikel dari IDwebhost yang bermanfaat lainnya, Anda bisa untuk mengunjungi halaman website IDwebhost pada bagian blog IDwebhost.

Kemudian, jika Anda saat ini sedang mencari hosting terbaik untuk keperluan dalam membangun website, Anda bisa menggunakan layanan hosting dari IDwebhost dan domain lengkap. Selain itu juga terdapat promo didalamnya yang dapat Anda gunakan untuk keperluan bisnis online Anda. 

Kemudian jika Anda merasa kesulitan untuk membuat website, Anda juga dapat menggunakan layanan jasa pembuatan website dari IDwebhost atau wunik yang masih dalam satu lini dengan IDwebhost.

Webhosting ya IDwebhost Aja, Salam!

Haykal Azril Ansa

"Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on." Louis L’Amour Aktif menulis sebagai di IDwebhost. Boleh share tanpa ijin kalau suka konten artikel dari saya.