Apa itu Valuasi? Pengertian Faktor-faktor dan Cara Menghitungnya!

2 Jan 2022
Apa itu Valuasi? Pengertian Faktor-faktor dan Cara Menghitungnya!

Apa itu valuasi? Valuasi menjadi penanda pada kesuksesan bisnis secara umum.

Bahkan valuasi perusahaan menjadi acuan utama bagi investor ketika bisnis mencari suntikan dana. Hal ini dikarenakan umumnya startup perusahaan paling sering membutuhkan dana.

Tanpa basa-basi lagi, Yuk disimak pembahasannya sebagai berikut!

Apa itu Valuasi?

apa-itu-valuasi

Valuasi adalah perhitungan nilai  perusahaan yang berdasarkan pada kualitas manajemen, total aset, struktur modal dan proyeksi pendapatan.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, “Apa sih penting valuasi bagi semua perusahaan?” “Lalu jika memang penting, bagaimana pengaruh valuasi baik besar maupun kecil, terutama yang masih membutuhkan pendanaan supaya dapat berkembang?

Contohnya, ketika sebuah perusahaan rintisan yang dalam proses akuisisi, perusahaan tersebut akan membuat kalkulasi  harga yang ditawarkan kepada calon pembelinya, berdasarkan valuasi yang dimiliki.

Untuk mempermudah lagi, misalkan performa perusahaan sedang mengalami penurunan. Pemilik bisnis harus tahu saat yang tepat untuk menjual perusahaan dengan harga yang ideal. Sebelum kondisinya menjadi semakin buruk dan nilainya jatuh. 

Valuasi perusahaan ini dapat naik-turun sesuai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai tersebut. 

Tujuan dari Menghitung Valuasi

apa-itu-valuasi

Perhitungan valuasi perusahaan menjadi penting dengan berbagai tujuan yang bisa dipelajari sebagai berikut:

1. Untuk Mengetahui Nilai Jual Perusahaan

Dengan adanya valuasi, Anda menjadi mengetahui nilai jual perusahaan Anda. Hal ini diperlukan terutama jika Anda akan melakukan pengembangan bisnis lewat merger maupun akuisisi. 

Hal ini dikarenakan jika Anda tidak mengetahui valuasi, perusahaan yang ingin mengakuisisi menjadi kesulitan dalam menentukan harga penawaran. Di sisi lain, Anda juga dapat merasakan kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat terkait pada penawaran akuisisi.

Akibatnya, kemungkinan perusahaan Anda salah dalam memperkirakan menjadi besar, contohnya saja seperti yang terjadi pada Yahoo! yang menolak tawaran akuisisi oleh Microsoft sebesar $44,6 miliar. Alasannya, karena penawaran yang diberikan ini dianggap terlalu kecil.

Sembilan tahun kemudian, performa bisnis Yahoo kenyataannya terus menurun dan dijual kepada Verizon seharga $4,5 miliar saja. 

2. Untuk Mengevaluasi Performa Perusahaan

Untuk mengevaluasi performa perusahaan, menggunakan metode valuasi ini juga dapat digunakan. Jika nilainya tinggi, maka bisa dikatakan kondisi bisnis Anda baik.

Namun, jika nilai perusahaan menurun, maka Anda perlu untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhinya serta Anda perlu untuk mencari solusinya. Contohnya, kalau persaingan bisnis bertambah ketat, Anda perlu untuk mencari strategi baru untuk menghadapinya.

3. Untuk Menghitung Saham Setelah Pendanaan

Menghitung pendanaan ini juga penting, tapi sebelum menyetujuinya, investor tentunya ingin tahu jumlah saham yang akan dimilikinya pada startup Anda. Untuk cara mengetahuinya, valuasi ini menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan. Sebagai rumusnya seperti berikut ini:

Jumlah Pendanaan : (Valuasi Anda + Jumlah Pendanaan)

Sebagai contoh, startup Anda mempunyai valuasi Rp400 miliar dan Anda meminta pendanaan sebesar Rp100 miliar. Dengan rumus tadi, hasilnya menjadi seperti berikut ini:

Rp100 miliar : (Rp400 miliar + Rp100 miliar) = ⅕

Jadi, jika investor menyetujui pendanaan tersebut, saham yang mereka miliki adalah adalah ⅕ atau 20 persen dari valuasi setelah mendapatkan pendanaan (Rp500 miliar), yaitu Rp100 miliar.

Dengan persentase itu investor dapat menggunakan untuk memperkirakan pertumbuhan sahamnya. Contohnya valuasi Anda meningkat menjadi Rp2 triliun, maka saham investor menjadi Rp250 miliar.

Cara Menghitung Valuasi dari Perusahaan

apa-itu-valuasi

Terdapat beberapa metode atau cara dalam penghitungan nilai jual perusahaan. Berikut ini adalah empat cara menghitung valuasi dari perusahaan yang bisa Anda pelajari:

1. Perbandingan Pasar

Perbandingan pasar adalah salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui valuasi dari perusahaan. Metode ini dilakukan untuk sebagai cara dalam membandingkan bisnis Anda dengan kompetitor yang mempunyai pendapatan kurang lebih sama.

Bayangkan, jika Anda memiliki startup yang bergerak di industri fashion dimana kompetitor Anda memiliki valuasi Rp150 juta. Maka, perkirakan pada valuasi Anda adalah berkisar antara Rp150 juta.

Namun perlu Anda ketahui, ini hanya sekedar cara dalam estimasi. Hal ini dikarenakan,  banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi valuasi, contohnya pajak dan hutang.

2. Valuasi Aset

Faktor yang dapat menentukan valuasi yaitu pada nilai aset perusahaan. Anda dapat mengurangi total nilai aset dengan total hutang yang Anda punyai untuk menghitungnya.

Misalkan, total aset bisnis yang Anda miliki adalah Rp1 miliar dan total hutangnya yaitu Rp300 juta, maka valuasi aset Anda yaitu Rp700 juta.

Cara ini dinilai dapat mengukur valuasi dengan cepat. Sayangnya, ada beberapa kekurangan lain yang mengakibatkan perhitungan ini menjadi kurang begitu akurat karena tidak memperhitungkan faktor lain, contohnya awareness konsumen terhadap bisnis Anda.

3. Discounted Cash Flow

Discounted cash flow menggunakan perkiraan arus kas di masa depan yang berbeda dengan valuasi aset dalam memperhitungkan data yang ada saat ini.

Anda memerlukan dalam memperkirakan jumlah pendapatan dan pengeluaran untuk beberapa waktu kedepan jika Anda mau menggunakan metode ini, Anda . Kemudian, Anda dapat mengurangi jumlah tersebut dengan total pendapatan serta pengeluaran saat ini. Hasilnya akan didapatkan net present value yang menunjukkan nilai ekonomi bisnis.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menggunakan rumus discounted cash flow seperti di bawah ini:

Perkiraan arus kas – Arus kas saat ini

Discounted cash flow cocok untuk digunakan jika Anda ingin meyakinkan investor. Besar potensi perkembangan bisnis juga diperkirakan meningkat dengan memprediksikan arus kas yang terus membaik.

4. Revenue

Anda dapat mengalikan jumlah pendapatan kotor Anda tahun sebelumnya dengan industry multiplier untuk menggunakan metode penghitungan ini. Contohnya, katakanlah pendapatan Anda yaitu sekitar Rp300 juta dan multiplier-nya 4, maka artinya valuasi perusahaan Anda yaitu Rp1,2 milyar.

Alternatif lain dari metode revenue yaitu dengan cara mengalikan pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) terhadap industry multiplier.

Nah, empat perhitungan di atas tentunya dapat memudahkan perusahaan dalam mengetahui valuasi yang dimiliki. Valuasi dapat membantu untuk menentukan level startup tersebut terutama bagi startup perusahaan.

Kesimpulan

Valuasi merupakan proses dalam menghitung nilai ekonomi pada sebuah perusahaan. Dengan  valuasi, Anda menjadi tahu nilai jual perusahaan dan performa bisnisnya. Selain itu, Anda juga dapat menggunakannya sebagai strategi untuk menarik investor.

Terdapat beberapa faktor yang dapat Anda libatkan dalam pertimbangkannya, termasuk pada stabilitas bisnis, aset, dan persaingan industri ketika melakukan valuasi.

Semoga bermanfaat

Selanjutnya Anda juga bisa lho mengunjungi halaman website IDwebhost di bagian blog IDwebhost supaya Anda juga dapat memperoleh informasi artikel lainya, 

Anda juga dapat menggunakan hosting terbaik sebagai pilihan yang telah disediakan oleh IDwebhost dan domain lengkap beserta promo didalamnya untuk keperluan bisnis online Anda. 

Selain itu, Anda dapat juga menggunakan layanan dari wunik atau IDwebhost yang dapat memberikan kemudahan dalam memaksimalkan bisnis Anda secara online dengan layanan jasa pembuatan website.

Webhosting ya IDwebhost Aja, Salam!

Penulis
Member since 2 Jul 2013