Apa itu Plugin? Jenis, Fungsi dan Contohnya

Apa itu Plugin? Jenis, Fungsi dan Contohnya

Plugin adalah istilah yang sangat sering didengar dan juga digunakan oleh para pemilik website dan developer, apalagi bagi mereka yang menggunakan WordPress. Tetapi, bagi Anda yang masih pemula dalam website mungkin bertanya-tanya apa itu plugin? Nah, mudahnya plugin adalah sebuah software atau tool tambahan guna menambahkan fungsi di website.

Sebagai pemilik website, tentu Anda ingin terus mengoptimalkan website dengan berbagai fungsi baru, bukan? Nah, itulah peran dari keberadaan plugin pada website Anda. Anda dapat dengan mudah menambahkan fungsi baru tanpa pusing mengaturnya secara manual dengan coding. Ada banyak sekali jenis plugin yang dapat Anda gunakan untuk mengoptimalkan situs Anda.

Bila Anda ingin meng-upgrade situs Anda to the next level, simak hingga tuntas penjelasan lengkap mengenai apa itu plugin hingga berbagai jenis plugin untuk website Anda!

Pengertian Plugin WordPress

Apa Itu Plugin?

Hal pertama yang harus Anda pelajari untuk meng-upgrade situs Anda melalui plugin adalah memahami lebih dulu mengenai apa itu plugin. Bila kita melihat pengertian plugin secara harfiah, maka bisa diartikan plugin adalah pengaya. Plugin juga seringkali dikenal dengan sebutan add-on yang berarti pengaya. Lalu, apa itu plugin WordPress?

Seperti yang telah disampaikan dalam pembuka, plugin adalah tool atau software tambahan untuk menambahkan fungsi baru dari program utama. Plugin berfungsi sebagai pengaya bagi website Anda agar semakin optimal dengan segala fungsi yang ada.

Nah, di dalam plugin ini sudah terkandung kode-kode pemrograman untuk menambahkan fungsi baru tersebut. Sehingga, Anda tidak perlu melakukan customize manual untuk meningkatkan kinerja website. Misalnya, bila Anda ingin membuat toko online, maka cukup pasang plugin WooCommerce dan toko online Anda pun sudah jadi.

Karena sifat dari plugin ini adalah untuk menambahkan fungsi baru, maka ketika Anda tidak membutuhkannya lagi Anda dapat menonaktifkan atau menghapus plugin tersebut. Jadi, website Anda tidak akan terbebani dengan berbagai fungsi yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

Plugin ini bukan hanya dapat Anda gunakan pada website saja. Anda juga dapat memasang plugin pada browser Anda atau biasa disebut dengan browser plugin. Biasanya, plugin atau add-on yang ada di browser ini disebut dengan ekstensi, plug-ins, themes, dan snap-ins.

Nah, keberadaan browser plugin ini juga sama dengan plugin website yaitu untuk menambahkan fungsi baru. Misalnya, Anda ingin mengoptimasi SEO pada setiap konten blog. Maka, Anda dapat menambahkan ekstensi tool SEO pada Google Chrome, sehingga Anda dapat mengetahui volume pencarian dari kata kunci tersebut atau tingkat kesulitan SEO dari kata kunci tersebut.

Plugin SEO

Fungsi Plugin

Apa sih fungsi plugin itu? Bila Anda bertanya mengenai apa fungsi dari plugin itu, maka jawabannya adalah banyak. Seperti dalam penjelasan mengenai apa itu plugin, kita dapat mengetahui pengertian plugin merupakan software tambahan untuk menambahkan fungsi baru. Nah, itulah fungsi utama dari sebuah plugin baik di WordPress maupun browser.

Jadi, bila Anda menanyakan fungsi plugin maka jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ketika Anda ingin meningkatkan keamanan website Anda, maka plugin dapat berfungsi untuk menjaga keamanan website Anda. Atau Anda ingin membuka program afiliasi dalam bisnis, maka Anda dapat menggunakan plugin afiliasi untuk menambahkan fungsi baru tersebut.

Jenis Plugin WordPress

Saat menginstal WordPress untuk membuat situs sendiri, maka yang akan Anda dapatkan adalah fitur web sederhana. Seperti fitur untuk membuat posts atau mengelola laman website Anda seperti tampilannya, jumlah laman, dan lain-lain. Oleh karena itu, keberadaan plugin WordPress sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan fungsi website  Anda.

Lalu, apa saja sih jenis dari plugin itu? Nah, dalam penjelasan mengenai apa itu plugin dan apa saja fungsi dari plugin itu, Anda telah mengetahui bahwa fungsi dari plugin ini beragam. Tergantung pada kebutuhan Anda akan website seperti apa.

Sama halnya dengan jenis dari plugin WordPress. Agar Anda lebih mengenal apa itu plugin, berikut ini beberapa jenis plugin yang harus ada untuk website WordPress Anda.

1. Plugin SEO WordPress

Saat membangun sebuah website, tentu Anda perlu menerapkan teknik SEO atau Search Engine Optimization. Mengapa harus? Sebagai pemilik website, baik bisnis, toko online, maupun blog, Anda tentu mengharapkan traffic website Anda semakin meningkat, bukan? Untuk itu Anda perlu membuat website Anda “nongol” di peredaran mesin pencari seperti Google dan Bing.

Salah satu caranya adalah dengan membuat konten yang menarik bagi pembaca dan juga bagi mesin pencari. Oleh karena itu, Anda harus menerapkan teknik SEO pada setiap konten Anda. Nah, agar teknik SEO ini semakin optimal, Anda dapat menggunakan plugin WordPress SEO. Apa saja sih plugin WordPress SEO itu?

  • Yoast SEO
  • All in One SEO Pack
  • WP Super Cache
  • The SEO Framework
  • Dan sebagainya.

Plugin Keamanan

2. Plugin Backup WordPress

Plugin penting kedua yang harus ada di WordPress Anda adalah plugin backup. Setiap website, baik untuk keperluan apapun, tentu memiliki banyak data di dalamnya. Nah, terkadang terjadi masalah yang dapat disebabkan oleh banyak hal salah satunya human error. Akibatnya, tidak jarang website menjadi rusak dan semua data hilang.

Supaya Anda tidak kehilangan semua data di dalam website, maka penting sekali untuk memasang plugin backup untuk mencadangkan seluruh data dalam situs. Keunggulan dari plugin WordPress ini adalah Anda dapat melakukan backup dan restore terhadap semua jenis data. Lalu, apa saja contoh rekomendasi plugin backup itu?

  • UpdraftPlus
  • BackupBuddy
  • BackWPup
  • Duplicator
  • BlogVault
  • Dan lain-lain.

Plugin Backup

3. Plugin Keamanan WordPress

Selain plugin backup, Anda juga harus memasang plugin keamanan pada situs WordPress. Guna menjaga situs WordPress dari berbagai serangan cybercrime, penting sekali bagi Anda untuk menggunakan plugin keamanan. Meskipun, WordPress memiliki sistem keamanan mereka sendiri, akan tetapi bukan tidak mungkin situs Anda terkena serangan hacker.

Agar situs Anda aman dari segala serangan hacker dan cyber crime lainnya, plugin keamanan WordPress menawarkan berbagai fitur untuk memblokir serangan tersebut. Bahkan, ada plugin keamanan yang menawarkan fitur yang sangat lengkap. Nah, apa saja sih plugin keamanan WordPress yang dapat Anda gunakan?

  • Wordfence
  • Sucuri
  • iThemes
  • SecuPress
  • Cerber
  • Dan sebagainya.

4. Plugin Anti-Spam

Tahukah Anda bahaya spam bagi website Anda? Semakin tinggi spam score yang terkandung dalam website Anda, maka semakin tinggi pula kemungkinan situs Anda hilang dari peredaran Google. Setiap spam yang muncul dalam kolom komentar memang dapat Anda hapus secara manual, tetapi jika jumlahnya banyak akan sangat memakan waktu dan energi Anda.

Untuk itu, Anda harus menggunakan plugin anti-spam yang dapat mengatasi semua komentar spam yang masuk dalam situs Anda. Bahkan, plugin anti-spam dapat memblokir komentar tersebut beserta IP address agar tidak dapat menyentuh situs Anda lagi. Apa saja sih contoh plugin anti-spam WordPress itu?

  • Akismet
  • Cleantalk
  • Wordfence
  • Titan Anti-Spam & Security
  • Anti-Spam Bee
  • Dan lainnya.

Baca juga: Cara Menginstall Plugin Backup Pada WordPress

apa itu plugin

apa itu plugin

5. Plugin Kecepatan Website

Salah satu cara agar traffic website Anda meningkat adalah meningkatkan performa dari website Anda. Para pengunjung website tentu akan lebih senang untuk berkunjung ke situs yang tidak “lemot” saat dibuka. Bayangkan jika website Anda terlalu lama untuk dibuka atau mengalami lag saat pengunjung menelusuri situs.

Sudah pasti pengunjung tidak akan datang lagi ke situs Anda karena pengalaman yang buruk. Bukan hanya itu, kecepatan website juga sangat mempengaruhi peringkat pada hasil pencarian seperti Google dan Bing. Supaya performa situs Anda semakin baik, gunakan plugin untuk mempercepat situs WordPress Anda. Nah, apa saja contoh plugin kecepatan itu?

  • W3 Total Cache
  • GTMetrix
  • P3 (Plugin Performance Profile)
  • WP Super Cache
  • WP Rocket
  • Dan sebagainya.

apa itu plugin

Kesimpulan

Dalam penjelasan mengena apa itu plugin, Anda kini dapat mengetahui peran penting dari plugin itu sendiri terhadap situs WordPress Anda. Ada banyak sekali plugin yang dapat Anda gunakan untuk menambahkan berbagai fungsi baru pada WordPress. Mulai dari menambahkan fungsi SEO hingga pada keamanan tersedia dalam plugin WordPress.

Semakin lengkap fungsi memang membuat situs Anda semakin optimal. Akan tetapi, apabila terlalu banyak plugin yang terpasang, maka akibat yang ditimbulkan adalah performa situs akan menurun. Jadi, gunakanlah plugin WordPress sesuai kebutuhan Anda.

Agar situs Anda semakin optimal dan terhindar dari error, gunakan berbagai layanan web hosting dari IDwebhost. Banyak sekali layanan yang dapat Anda pilih bahkan dengan harga murah sekalipun, seperti domain murah dan hosting murah. Jangan lewatkan juga berbagai promo menarik dari IDwebhost dengan klik gambar di bawah ini. 

Promo IDwebhost

Jagoan Web hosting Indonesia, ya IDwebhost!

Severina Ratih

Member since 24 Jan 2022