Apa itu Bandwidth Website?
Blog Hosting Guru Apa itu Bandwidth Website?

Apa itu Bandwidth Website?

Ketika ingin membuat website, salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah menemukan layanan hosting yang tepat. Setidaknya, terdapat dua hal yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan layanan hosting. Keduanya adalah kapasitas bandwidth website dan disk space, alias ruang penyimpanan.

Jika ingin memiliki website yang dapat berjalan dengan lancar dan bisa menerima trafik yang besar, dua hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan. Kira-kira, berapa besar bandwidth yang dibutuhkan? 

Ya, memang, akan sulit untuk bisa mengukur kebutuhan bandwidth website. Namun, agar trafik website tinggi, tentu, kamu harus menyajikan konten yang bagus, bukan? 

Untuk itu, pada artikel kali ini, kami akan berbagi dengan Sahabat IDwebhost, tentang apa itu bandwidth website dan cara menghitungnya. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Mari kita mulai. 

Apa Itu Bandwidth Website? 

Yang dimaksud dengan bandwidth website adalah data yang dikirimkan dalam waktu tertentu dan diukur dalam hitungan detik. Bandwidth ditentukan dalam satuan gigabyte (GB). Namun, tak jarang ada juga penyedia hosting yang memberikan bandwidth hosting unlimited untuk penggunanya. Salah satunya adalah IDwebhost. Dengan langganan hosting murah terbaik IDwebhost, Sahabat tak perlu lagi risau dengan bandwidth ketika trafik website tiba-tiba melonjak. 

Ketika web server yang meng-host website menyajikan konten kepada pengunjung, dibutuhkan bandwidth. Makin banyak pengunjung yang datang ke website pada satu waktu, makin banyak bandwidth yang dibutuhkan sebuah website hanya untuk memuat halaman. 

Baca Juga : Pengertian Viral Marketing yang Sedang Trend Saat Ini

Bagaimana dengan website yang memiliki banyak sekali konten multimedia, seperti foto, audio, dan video? Sudah pasti, bandwidth yang dibutuhkan akan lebih besar lagi. 

Mengapa Bandwidth Website Sangat Penting? 

Bandwidth secara langsung dapat memberikan pengaruh pada performa sebuah website.

Contohnya seperti ini. Saat ada satu pengunjung yang menonton konten video di sebuah website, dibutuhkan sedikit bandwidth. Akan lain halnya jika ada, katakanlah 100 ribu pengunjung  yang menonton video di website yang sama, tentu akan membutuhkan lebih banyak bandwidth. 

Bandwidth yang besar sangat penting agar dapat memutar video dengan kualitas yang baik untuk semua pengguna. 

Jika paket hosting yang kamu pilih tidak menawarkan bandwidth yang cukup, konten video yang diputar akan lambat dimuat, buffering, dan yang paling parah, halaman tersebut gagal dimuat seluruhnya. Pengalaman seperti ini tentu tidak disukai pengunjung, bukan? 

Mayoritas paket hosting yang disediakan oleh banyak penyedia hosting, umumnya berjenis shared hosting. Artinya, websitemu akan berbagi server dengan pengguna lainnya. 

Saat semua bandwidth tersebut dibagikan dengan banyak website lain, setiap website akan mendapatkan pembatasan seberapa banyak bandwidth yang bisa digunakan, tanpa mengurangi performa website. 

Apalagi, bukan hanya pengunjung yang menyukai website yang cepat, tetapi juga mesin pencari. Dengan konten yang bagus plus waktu loading yang cepat, tak jarang pengunjung akan kembali mengunjungi websitemu. 

Untuk itu, penting rasanya untuk memilih penyedia hosting yang menyediakan bandwidth sesuai dengan kebutuhanmu. 

Seberapa Besar Bandwidth yang Dibutuhkan? 

Sebelum memilih paket hosting untuk membuat website, setidaknya kamu bisa memperkirakan terlebih dulu, berapa bandwidth yang dibutuhkan. Untuk website ecommerce, misalnya. Bandwidth adalah salah satu hal yang sering bikin pusing. 

Lain halnya jika yang dibuat adalah website pribadi atau untuk sekadar memajang portofolio. Bandwidth yang dibutuhkan bisa jadi tidak akan terlalu besar. Untuk website ecommerce, kapasitas bandwidth yang besar adalah keharusan. Sebab, akan ada banyak aktivitas di websitemu. 

Cara paling efektif untuk melihat seberapa banyak bandwidth yang dibutuhkan adalah saat website sudah live. Dengan begitu, kamu bisa menghitung penggunaan bandwidth per bulan. 

Berikut adalah cara menghitung penggunaan bandwidth yang dibutuhkan: 

Jumlah pengunjung setiap hari x pageviews per hari x rata-rata ukuran halaman website x 31 x angka toleransi. 

Jika website memiliki konten yang dapat diunduh, cara menghitungnya juga akan berbeda, yaitu: 

(Jumlah pengunjung website per hari x pageviews per hari x rata-rata ukuran halaman website) + (Jumlah file download per hari x rata-rata ukuran file) x 31 x angka toleransi. 

Keterangan: 

  • Jumlah pengunjung per hari

Jumlah pengunjung per hari yang kamu kira-kira didapatkan. Kamu bisa menemukan data rata-rata dengan melihat laporan bulanan di halaman Insight. 

  • Jumlah pageviews¬†

Sama dengan jumlah pengunjung website, kamu bisa menemukan angka rata-rata dari laporan bulanan. 

  • Rata-rata ukuran halaman website¬†

Ukuran rata-rata halaman website, dihitung menggunakan satuan kilobytes (kb). 

  • Jumlah file yang diunduh

Berapa kali konten website diunduh setiap harinya. 

  • Rata-rata ukuran file download¬†

Besaran rata-rata ukuran file yang didownload dari website. Umumnya menggunakan satuan kilobytes (kb). 

  • Tolerance number¬†

Yang dimaksud tolerance number di sini adalah toleransi error. Kamu bebas memilih angka toleransi ini. Umumnya, yang digunakan adalah angka 1. Jika kamu memprediksi website akan mengalami perkembangan dengan cepat, tentu bisa memasukkan angka yang lebih besar. 

Silakan cek angka yang kamu masukkan. Perkirakan, apakah bandwidth yang kamu butuhkan sudah cukup. Karena bandwidth menggunakan satuan gigabyte, jangan lupa untuk mengkonversinya dari kilobyte ke gigabyte. 

Faktor yang Mempengaruhi Ukuran Bandwidth 

Banyak website yang sebenarnya tidak menggunakan bandwidth yang besar. Jika tidak mempunyai file yang besar atau untuk streaming, kamu bisa menggunakan bandwidth sebesar 10 Gb perbulan. 

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kapasitas bandwidth. Apa saja? 

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas bandwidth: 

Perubahan layout website 

Ketika kamu mengubah layout website, ukuran halaman bisa saja berubah dan bandwidth yang dibutuhkan bisa juga lebih besar. 

Trafik yang terus bertumbuh

Sebagai pemilik website, trafik yang meningkat terus menerus adalah keharusan. Karena itu, pertumbuhan trafik juga harus menjadi faktor yang dipertimbangkan ketika akan memilih penyedia hosting. 

Peningkatan trafik 

Setiap website berpotensi untuk mengalami kenaikan trafik secara mendadak. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan penggunaan bandwidth meningkat berkali-kali lipat. Pemilihan penyedia hosting jadi sangat berpengaruh. 

Baca Juga : Tips Visual Marketing Untuk Meningkatkan Trafik Website 

Bagaimana Jika Bandwidth Kelebihan Kapasitas? 

Saat memilih penyedia hosting terbaik, tentu kita sudah yakin dengan segala fitur yang ditawarkan. Hanya saja, seringkali kita khawatir apakah bandwidth yang digunakan sudah cukup mumpuni? 

Bagaimana jika nanti website mendadak ramai karena ada konten yang viral? 

Sebenarnya,  hal ini sangat tergantung pada kebijakan masing-masing penyedia hosting. Ada beberapa hal yang akan dilakukan penyedia hosting jika pengguna kelebihan bandwidth. 

Biasanya penyedia hosting akan memberitahukan pada pemilik website jika penggunaan bandwidth melebihi batas wajar. 

Opsinya adalah mengurangi penggunaan bandwidth atau meningkatkan paket hosting yang lebih tinggi. 

Penutup 

Bandwidth dapat menjadi hal membingungkan bagi pemilik website pemula. Kalau kamu masih bingung dengan kebutuhan website, banyak bertanya dengan tim support penyedia hosting adalah sebuah keharusan. 

Bingung bagaimana bikin website? Yuk, konsultasi dulu dengan tim support terbaik IDwebhost. 

 

Taufiq Prasetya Pradana

Pembaca yang suka menulis